
Mereka kini sudah menyelesaikan makan siang bersama tiba-tiba handphone milik Leya berbunyi tanda seseorang menghubunginya. Mereka langsung melihat ke arah handphone Leya yang di letakan di atas meja.
" Siapa " tanya Geri dengan wajah seriusnya
" Ah itu Margaret " ucap Leya
" Bagus, kamu tolong loudspeaker biar kamu bisa mendengar ucapannya " ucap Iqbal
" Aku setuju itu " ucap Geri
Leya Langsung menuruti keinginan kedua laki-laki dihadapannya. Ia langsung menerima telepon dari Margaret
Kring... Kring ..
" Halo " ucap Leya tampak ragu
" Halo Leya, apa kabar " ucap Margaret dengan suara ramahnya
" Em, kabar baik, ada apa kamu telepon aku " ucap Leya to the points
" Kamu dimana " tanya Margaret membuat Leya melihat kearah Geri dan Iqbal
" Kamu bilang saja, kita disini " bisik Geri
" Aku sedang di Cafe B " ucap Leya
" Sama siapa " ucap Margaret penasaran
Margaret memang sengaja menelepon Leya karena ia ingin tahu perkembangan hubungan Geri dengan Leya, karena Geri susah sekali untuk di hubungi oleh Margaret
" Aku sendiri " ucap Leya
" Bagus, ada hal yang ingin aku bicarakan padamu,, " ucap Leya
" Baiklah kamu datang saja kesini " ucap Leya
" Kalau begitu kamu kirimkan alamat dimana kamu berada " ucap Margaret
" Ok " ucap Leya Langsung menutup teleponnya
Leya menatap ke wajah Geri dan Iqbal, sebenarnya ia kesal kenapa harus bertemu dengan Margaret padahal ia masih kesal dengan sikap Margaret kemarin.
" Aku tahu kamu pasti masih kesal karena sikap Margaret kemarin " ucap Geri
" ya memang " ucap Leya
" Sudah kesampingkan rasa marah dan kesal mu itu, lebih baik kita polis untuk mengambil sampel sidik jari Margaret " ucap Iqbal
" Yang di katakan dia benar " ucap Geri sambil tersenyum
" Ko sama aku, terus kalian " ucap Leya dengan wajah bingungnya
" Kami akan menunggumu di meja pojok, meja yang jauh dari mejamu ini " ucap Iqbal
" Nih, aku berikan alat perekam " ucap Geri memberikan sebuah pulpen yang sebenarnya adalah alat perekam
" Baiklah.. kalian bisa pergi, Margaret sedang otw kesini " ucap Leya
" Baiklah " ucap Geri dan Iqbal segera pergi dari sana menuju meja pojok
__ADS_1
Leya menunggu selama tiga puluh menit di sana, bahkan ia sudah memesan minuman kembali setelah ia tadi makan bersama bertiga. Iqbal untungnya sudah membayar untuk makanan yang tadi mereka makan agar tidak menimbulkan kecurigaan.
" Maf Leya, aduh jalanan macet " ucap Margaret yang nampak seperti kepanasan
" Kamu kesini naik apa " tanya Leya melihat dandanan Margaret yang tidak seperti biasanya
" Aku naik gojek, karena aku tidak suka bermacet-macetan " ucap Margaret Langsung memesan minuman, ia merasa sangat haus di tambah cuaca hari ini sangat panas
" Apa kamu haus, mau minum minumanku saja, ini belum aku minum " tanya Leya
" Baiklah, thank you.. kamu memang baik " ucap Margaret langsung meminum minuman milik Leya yang membuat dirinya segar dan mengurangi rasa hausnya
" sok, karena kamu sudah tidak kehausan aku mau tanya sesuatu padamu " ucap Leya
" Tanya apa " ucap Margaret
" Untuk apa kamu menyuruh ku kesini.. hal penting apa yang ingin kamu sampaikan " ucap Leya dengan wajah penasarannya
" Aku minta maf sebelumnya padamu, aku terbawa emosi kemarin dan berkata kasar pada mu dan keluarga mu,, aku benar-benar minta maf " ucap Margaret
" Aku kira apa ternyata hak itu " batin Leya
" Aku harus membuat Leya memaafkan ku, lalu membuat dia benar-benar jauh dari Geri " batin Margaret
" Oh masalah itu, sudahlah, lupakan " ucap Leya
" Kamu yang benar mau memaafkan aku " ucap Margaret senang dan memegang tangan Leya
" Ya, sudahlah aku sudah memaafkan kalian " ucap Leya
" Lalu bagaimana hubungan mu dengan Geri " tanya Margaret
" Geri.. em.. " ucap Leya tampak berpikir
" Kenapa aku merasa Margaret membujuk ku untuk menangkan Geri tapi ucapannya seolah-olah memperkeruh keadaan ku dengan Geri " batin Leya
" Semoga saja Leya tidak memafkan Geri " batin Margaret
" Bolehkah aku tanya sesuatu " ucap Leya
" Katakan " ucap Margaret
" Kamu dan Gea berteman sudah berapa lama " tanya Leya
" Aku dan Gea,, kami seperti saudara aku dan dia tumbuh bersama dari sejak kecil kita dekat,, dia sudah seperti adikku sendiri " ucap Margaret
" Kamu memang paling memahami Gea ternyata " ucap Leya
" Ya, karena Gea pasti akan bercerita apapun padaku tentang suka duka suasana hatinya " ucap Margaret
" Aku jadi pengen deh punya sahabat seperti Gea dan kamu,, persahabatan kalian begitu dekat.. dan tak terpisahkan " ucap Leya
" Kamu tahu aku punya sebuah anting yang aku buat sama persis dengan Gea, didalamnya aku ukir nama kita berdua,, anting itu aku buat karena keluarga ku punya perusahaan perhiasan " ucap Margaret
" Wah, aku jadi penasaran.. aku mau lihat dong mana barangnya, apa selalu kamu bawa " tanya Leya
" Sial, kenapa aku malah bicara masalah ini sih, keceplosan ini mah... aku harus mengalihkan pembicaraan " batin Margaret
" Em, ada tapi di rumahku, karena itu barangnya sangat berharga jadi aku menyimpannya baik-baik " ucap Margaret sambil tersenyum
__ADS_1
" Sayang sekali " ucap Leya
" kamu jangan sedih, Kapan-kapan aku bawa kamu ke perusahaan milik keluarga ku " ucap Margaret
" Baiklah Margaret, terima kasih sebelumnya " ucap Leya sambil tersenyum senang
" Sama-sama kita kan teman " ucap Margaret
" Cih, siapa juga yang mau berteman dengan mu,, aku tak Sudi jika harus berteman denganmu " ucap Margaret dalam hatinya
Tiba-tiba handphone milik Margaret berbunyi, ia melihat jika Geri yang meneleponnya, ia langsung mengangkat Teleponnya.
Kring... Kring...
" Halo Geri " ucap Margaret dengan nada keras agar bisa di dengar oleh Leya
" Ngapain Dia menelepon Margaret,, orang dia dekat juga dengannya " batin Leya
" Aku akan membuat kamu membenci Geri " batin Margaret
" Apa.. nanti malam kamu mau ngajak aku makan malam " ucap Margaret senang dan melihat ke wajah Leya
" Asik,, akhirnya Geri mengajak ku makan malam, mungkin dia sekarang sadar jika aku memang lebih pantas dengannya di bandingkan Leya " batin Margaret
" Baiklah aku akan berdandan cantik untukmu nanti malam, kamu juga harus berdandan yang ganteng " ucap Margaret dengan nada centil
" Ish, kenapa suaranya begitu,, bikin jijik saja " batin Leya
" Baiklah,, sampai jumpa nanti malam " ucap Margaret dengan wajah senang lalu menutup teleponnya.
Margaret senang dengan apa yang di bicarakan Geri barusan, ia bertekad ingin pergi ke salon dan melakukan perawatan namun sebelum itu ia pamit pulang dahulu pada Leya.
" Leya aku pamit ya " ucap Margaret langsung berdiri
" Terima kasih sudah mau jadi temanku " ucap Leya lalu mengulurkan tangannya. Margaret pun langsung membalas uluran tangan dari Leya sambil tersenyum
" Aku sudah mendapatkan sidik jarimu " batin Leya
" Aku akan merebut Geri dari tangan mu " batin Margaret
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
__ADS_1
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz