
Kini Geri sudah berdandan rapi dan bersiap-siap ingin menjemput kekasihnya itu namun di luar dugaan kedua orang tuanya sudah sampai di Negara itu.
Dengan terpaksa Geri memberitahukan pada Leya jika acara makan malamnya batal dengan alasan yang jujur jika kedua orangtuanya sudah sampai di negara ini.
Tut... Tut... Tut...
" Halo " ucap Leya tampak sedang bersiap-siap untuk berdandan cantik, ia ingin jika dia bisa berpenampilan cantik di depan seseorang yang akan menjadi suaminya itu.
" Halo sayang, Kamu sedang apa? " tanya Geri tampak Ragu-ragu membatalkan acara makan malamnya
" Em, aku sedang diam saja!! " ucap Leya berbohong tadi ya ia ingin memberikan kejutan pada Geri
" Bagus lah kalau begitu, Maafkan aku hari ini kita tidak jadi makan malam " ucap Geri dengan berat hati harus mengatakannya
" Memangnya kenapa " tanya Leya dengan wajah kecewa
" Kedua orang tua ku sudah berada di bandara, hari ini aku harus menjemput mereka dan menemani mereka " ucapnya Geri dengan nada suara tampak lesu
" Padahal aku sudah berdandan begini " batin Leya Kecewa
" Leya tolong maafkan aku " ucap Geri
" Sudahlah tidak apa-apa, kamu temani saja kedua orang tua mu " ucap Leya
" Kami tidak marah " ucap Geri
" Tidak " ucap Leya memang dia tidak marah meskipun agak kecewa
" Terima kasih sayang, aku semakin mencintai mu.. I love you so much " ucap Geri dengan nada bicara yang bahagia mengungkapkan isi hatinya
" Sama-sama, aku juga mencintaimu " ucap Leya
" Apa kamu mau ikut dengan ku menjemput kedua orangtuaku " tanya Geri
" Tante Mariam kan tidak suka padaku, aku tidak boleh merusak suasana hati Tante Mariam apalagi sekarang ia pasti sedih karena kematian Gea terungkap " batin Leya
" Tidak kamu sendiri saja " ucap Leya
" Kenapa " tanya Geri
" Aku sedang tidak ingin kemana-mana " ucap Leya
" Kalau begitu, kamu aku pergi dulu ke bandara ya, kamu jangan lupa makan ya sayang " ucap Geri
" Baiklah, kamu hati-hati dijalan " ucap Leya
" Ia sayang " ucap Geri
Geri langsung menutup teleponnya dan langsung memesan taksi menuju bandara menjemput kedua orangtuanya.
Ia mengajak kedua orangtuanya ke apartemen yang tadi sore ia beli. Ia pasti akan sering datang ke negara ini makanannya ia membeli apartemen itu.
Sesampainya di bandara ia segera menuju lobi dan menunggu kehadiran kedua orangtuanya. Tak lama kemudian Sang ibu dan ayahnya menghampiri.
" Geri " ucap Mariam dengan wajah sedihnya
__ADS_1
" Ibu kenapa sedih " tanya Geri heran karena langsung di peluk sang ibu.
" Ibu merindukanmu nak " ucap Mariam
" Geri juga merindukan ibu " ucap Geri masih memeluk sang ibu
" Bu, ayo aku antar ibu ke apartemen ku " ucap Geri
" Kamu membeli apartemen " tanya Mariam heran dan melepaskan pelukan Geri
" Tidak apa-apa Bu " ucap Geri sambil tersenyum
" Ayo kita ke apartemen, aku sudah lelah " ucap sang ayah
" Baiklah Bu, ayo " ucap Geri langsung membawa koper milik orang tuanya.
Geri bersama kedua orangtuanya naik kedalam taksi yang sudah menunggu mereka. mereka segera menuju apartemen baru milik Geri.
Sepanjang perjalanan tampak Mariam sedih namun hatinya masih bertanya-tanya tentang siapa yang membunuh putrinya itu, setahun dia putrinya itu tidak punya musuh.
Mereka sudah sampai di gedung apartemen tempat tinggal Geri yang baru, mereka segera turun dari taksi dan masuk kedalam gedung tersebut.
Geri melihat jika sang ibu dan ayahnya sangat lelah itu terlihat dari raut wajah mereka. mereka masuk kedalam apartemen milik Geri.
" Ayo ayah dan ibu masuk " ucap Geri
" Terima kasih nak " ucap Mereka
Tampak apartemen itu sangat rapi dan nyaman jika di tinggalin oleh dua orang, tapi sayangnya Geri malam ini tidak bisa tinggal di apartemen, ia akan tinggal di apartemen mulai dari besok.
" Terima kasih nak " ucap sang ayah sambil tersenyum
" Ibu lelah, mau tidur saja " ucap Mariam
" Baiklah, biar aku yang antar ibu ke kamar.. ayah makan saja dulu " ucap Geri
" Baiklah " ucap Gino
Geri segera membawa sang ibu ke kamar tamu, ia melihat wajah sang ibu yang masih sangat sedih. Ia tahu jika ibunya masih terpukul akan kematian Gea meskipun ini sudah bertahun-tahun.
" Bu, jangan sedih.. " ucap Geri membuka pintu kamar
" Ibu masih tidak habis pikir dengan pemikiran pembunuhan itu " ucap Mariam
" Aku pun sangat sedih dan merasa ini tidak adil tapi ini sudah terjadi.. dan sekarang pembunuhnya sudah tertangkap.. kita bisa tenang, Gea juga pasti akan tenang di alam sana " ucap Geri
" Ibu merasa sakit hati nak, biar bagaimanapun kenapa dia tega pada Gea, kenapa nak " ucap sang ibu sambil meneteskan air matanya
" Ibu jangan menangis, tolong jaga kesehatan ibu " ucap Geri
" Ibu penasaran siapa yang dengan tega melakukan itu " ucap Mariam
" Besok ibu juga akan tahu " ucap Geri
" Ibu tidak akan menyangka jika yang membunuh Gea itu Margaret, ibu pasti akan kaget sekali.. tapi mau bagaimana lagi ini adalah kenyataannya " batin Geri
__ADS_1
" Ibu tidak akan pernah memaafkan orang yang sudah membunuh Gea " ucap Mariam
" Aku mengerti perasaan ibu, tapi sebaiknya ibu cepat beristirahat karena besok kita akan menemui pembunuh itu " ucap Geri
" Baiklah " ucap Mariam membaringkan tubuhnya di ranjang tempat tidur sementara Geri menyelimuti sang Ibu
" Terima kasih nak " ucapnya Mariam
" Sama-sama Bu, selamat malam " ucap Geri
Geri langsung pergi dari kamar itu, sedangkan sang ibu mencoba untuk beristirahat dari perjalanan yang melelahkan.
Geri melihat sang ayah yang sudah memakan makanan itu Meski sedikit. Geri menghampirinya dan berbincang-bincang dahulu pada sang ayah.
" Ayah, ada hal yang ingin aku bicarakan " ucap Geri
" Duduk lah nak " ucap Gino
" Ayah, aku mau ayah besok bisa menenangkan ibu besok " ucap Geri
" Memangnya kenapa nak " tanya Gino
" Pembunuhnya adalah seseorang yang pasti ayah juga akan kaget besok ketika melihatnya, tapi apapun yang terjadi tolong tenangkan ibu nanti " ucap Geri
" Baiklah nak " ucap Gino sambil tersenyum
" Aku harus kembali ke hotel, besok pagi-pagi aku kembali lagi kesini menjemput ibu dan ayah " ucap Geri
" Baik nak, kamu hati-hati di jalan " ucap Gino
" Ia ayah " ucap Geri pamit dan segera pergi dari sana menuju hotel tempat dia menginap sebelumnya.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1