Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Misi Rahasia dan Pergulatan.


__ADS_3

Malam harinya, semua berkumpul di meja makan. Ada Riuga, Tata, Adel, Febri, Malik, dan juga Soni.


Selain ingin membahas persiapan untuk acara resepsi, Riuga juga ingin mengukuhkan posisi Febri. Untuk saat ini Febri sangat dibutuhkan mengingat banyaknya musuh yang berkeliaran mengintai Riuga dan keluarganya.


"Bagaimana dengan tugas yang aku berikan padamu?" tanya Riuga sembari menatap Malik yang duduk di hadapannya.


"Cukup mudah." jawab Malik santai.


"Apa maksudmu?" tambah Soni.


"Pria itu bernama Randi, sahabat dekat Papamu dan juga Papanya Tata. Dulu mereka sempat bekerja di perusahaan yang sama yaitu HVN Group. Tapi Randi memutuskan keluar dan membangun perusahaannya sendiri." jelas Malik.


"Tidak salah lagi, ada sesuatu di balik kemunculannya." ucap Riuga.


"Apa aku harus membereskannya sekarang?" tanya Febri.


"Jangan, tidak perlu terburu-buru! Aku ingin tau tujuannya. Dia mengatakan ada rahasia besar yang ingin dia ungkapkan kalau aku mau bekerja sama dengannya." jawab Riuga.


"Aku yakin itu ada hubungannya dengan masa lalu keluarga kalian." sambung Soni.


"Aku juga yakin seperti itu." tambah Riuga.


Setelah makan malam selesai, Tata dan Adelia naik ke lantai dua. Keduanya masuk ke dalam kamar masing-masing sesuai perintah Riuga. Dia tidak ingin kedua wanita yang dia cintai terlibat dalam rencananya.


Kini keempat pria tampan itu duduk di ruang khusus. Tempat dimana Riuga sering berinteraksi dengan orang-orang kepercayaannya.


"Soni, besok aku ingin kau mengunjungi pria itu. Katakan padanya kalau aku bersedia bekerja sama dengan perusahaannya."


"Dan Febri, aku ingin kau masuk ke perusahaan HVN Group sebagai mata-mata. Aku ingin tau siapa pemilik perusahaan itu sekarang."


"Sementara kau Malik, aku ingin kau bertanggung jawab untuk acara resepsi nanti. Pastikan semua aman, jangan sampai ada penyusup yang datang merusak acara ku!" perintah Riuga.


Soni, Febri dan Malik mengangguk bersamaan. Ketiga pria tampan itu mengerti dengan tugas masing-masing. Apalagi Febri yang sudah tak sabar ingin bermain-main dengan musuhnya, sudah lama tangannya menganggur.


"HVN Group membutuhkan karyawan di bagian gudang. Kau bisa masuk di bagian sana, aku rasa hal itu tidak terlalu sulit bagimu." ucap Soni.

__ADS_1


"Kau tenang saja, aku pastikan semua akan berjalan sesuai rencana." sahut Febri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Usai sarapan pagi, Adelia dan Tata kembali ke kamar mereka. Sementara Riuga, Febri dan Malik masih setia di kursi masing-masing membahas rencana yang sudah di susun tadi malam.


"Ambillah kartu ini! Kalau ada yang kurang, hubungi saja aku!"


Riuga memberikan dua buah kartu kepada Febri. Salah satunya adalah kartu ATM dan satunya lagi kartu apartemen.


"Untuk apa ini?" tanya Febri.


"Kau pasti membutuhkannya, pegang saja buat jaga-jaga! Nanti ada Rocky yang akan membantumu di sana. Kalian bisa tinggal di apartemen, tidak perlu menginap di hotel!" jawab Riuga.


Riuga sudah mempersiapkan semuanya dengan baik. Rencananya harus berjalan sesuai keinginan, dia sangat tidak suka dengan kegagalan.


"Tunggu saja di rumah! Sebentar lagi Rocky akan datang menjemputmu. Aku ke kamar dulu."


Riuga bangkit dari duduknya dan melangkah menuju tangga. Sementara yang lain mulai bergerak sesuai rencana.


Setibanya di dalam kamar, Riuga memeluk Tata yang tengah duduk di depan cermin. Kemudian mengecup ujung kepala Tata dengan sayang.


"Sayang, apa yang kamu lakukan? Jangan nakal, ini masih pagi." ketus Tata sembari menghalau tangan Riuga yang tengah bergerak di dadanya.


"Kenapa kalau pagi, apa ada larangan?" tanya Riuga sembari tersenyum, kemudian menggendong Tata dan membawanya ke ranjang.


Riuga naik dan menindih Tata di bawah kungkungan nya. Hal itu membuat Tata mengulum senyumannya.


"Jangan bercanda sayang! Kita mau ke kantor, masa' aku harus mandi lagi?" keluh Tata, dia mendorong wajah Riuga yang sudah sangat dekat dengan bibirnya.


"Sayang, kenapa mendorong ku? Apa kamu tidak menginginkan aku lagi?" tanya Riuga dengan tatapan menuntut.


"Bukannya tidak ingin, tapi kan...,"


Belum selesai Tata berbicara, Riuga sudah mengecup bibir Tata dan melu-matnya dalam. Dia sudah tak sanggup menahan has-rat yang sudah bergejolak di jiwanya.

__ADS_1


Semalam saat masuk ke dalam kamar, Riuga mendapati Tata sudah tertidur pulas. Dia tidak tega mengganggu tidur istrinya meskipun dia sangat ingin.


Tata mulai melayang di bawah penguasaan Riuga. Dia mengalungkan tangannya di leher suaminya dan membalas luma-tan Riuga dengan nafas yang mulai memburu. Keduanya asik mengisap dan saling membelit lidah.


"Kenapa sayang, tadi katanya tidak mau?" goda Riuga setelah melepaskan penyatuan bibir keduanya.


Tata melotot kan matanya, kemudian mencubit dada Riuga geram.


"Oh, jadi kamu hanya ingin menggodaku. Kalau begitu pergilah!"


Tata mendorong dada Riuga dan bangkit dari pembaringannya. Namun saat Tata hendak turun dari tempat tidur, Riuga dengan cepat menahan tangannya dan menariknya hingga terjatuh di atas tubuh Riuga.


Riuga melingkarkan tangannya di pinggang Tata, kemudian menggulingkan tubuhnya hingga posisi keduanya berubah.


Kini Riuga kembali menindih tubuh Tata, dia menenggelamkan wajahnya di leher Tata dan mengecupnya lembut. Kemudian menjilatinya dan menggigitnya gemas.


Tata menggeliat menahan geli, deru nafasnya terdengar semakin memburu. Riuga yang sudah dikendalikan naf-sunya, dengan cepat menarik kancing kemeja Tata hingga benda kenyal itu menyembul dari balik bra yang dia kenakan.


Riuga menenggelamkan wajahnya di belahan dada Tata, kemudian mengeluarkan benda kenyal itu satu persatu dan meremasnya.


Tata mengerang saat lidah Riuga berputar-putar memainkan tahi lalat yang menempel di ujung benda kenyal itu. Membuat Riuga sesak sebab juniornya mulai berdiri tegak di bawah sana.


Riuga melepaskan hisapan nya, kemudian membuka satu persatu pakaian yang dia kenakan hingga tak bersisa sehelai kain pun.


Begitupun dengan Tata yang sudah sangat ingin berpetualang bersama sang suami.


Bibir keduanya kembali saling mengesap dan masuk semakin dalam. Keduanya saling membelit lidah dengan nafas kian memburu.


Saat Riuga menusuk pertahanan Tata, keduanya saling mengerang. Gerakan Riuga membuat Tata tak henti-hentinya mende-sah. Keduanya saling berpacu mengikuti tempo permainan Riuga yang semakin lama semakin cepat menekan pinggul Tata.


"Sayang, akhh...,"


Tata menggeliat menikmati pelepasannya, tubuhnya bergetar hebat. Tekanan Riuga di bawah sana membuatnya melayang, Riuga bahkan tak melepaskan hisapan nya pada benda kenyal di tengah sana.


Hampir satu jam keduanya berpacu meraih kepuasan. Dan entah berapa kali Tata menjerit kecil menikmati pelepasannya. Kini giliran Riuga yang menikmati pencapaiannya, tubuhnya bergetar hebat saat menyemburkan lahar panas itu di dalam sana.

__ADS_1


"Akhh...,"


Riuga mengerang dan tersungkur di atas tubuh Tata. Kemudian mengecup bibir ranum istrinya lembut. Deru nafas keduanya saling bertabrakan dan saling memeluk melepas penat.


__ADS_2