Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Bahagia


__ADS_3

Adelia menoleh kearah Tata, tatapan mata gadis itu terlihat begitu tajam. Adik semata wayang Riuga itu, masih belum percaya kalau kakaknya bisa berubah dalam waktu yang begitu singkat.


Bahkan Adelia tidak mengetahui sama sekali kalau kakaknya tengah dekat dengan seorang wanita. Tiba-tiba saja Riuga membawa seseorang pulang dan mengenalkan wanita cantik itu sebagai calon istrinya.


"Kak Tata, ikut aku yuk!" ucap Adelia dengan ramah sembari menarik tangan Tata.


Tata tidak bisa menolak permintaan Adelia. Walaupun sedikit gugup, Tata akhirnya mengikuti langkah kaki Adelia ke tempat yang cukup nyaman untuk berbincang-bincang.


Sesaat mata Tata menatap kagum tanpa berkedip melihat kemegahan istana Riuga yang baru sempat dia saksikan dengan jelas. Bibirnya terasa kaku tanpa bisa berucap sepatah katapun.


"Kenapa bengong Kak? Ayo, duduk!" ucap Adelia yang membuat Tata tersentak dari lamunannya.


"I... Iya,"


Tata menekuk kakinya dan menduduki sofa yang terlihat begitu unik. Pandangan matanya kembali fokus menatap Adelia yang tak lain adalah teman masa balitanya.


Senyuman manis itupun kembali terukir dari wajah cantiknya, begitupun Adelia yang tak kalah manisnya dengan senyum yang memperlihatkan barisan putih di tengah-tengah bibirnya.


"Kak Tata, apa kakak benar-benar mencintai Kak Riu?" tanya Adelia dengan polosnya.


"Hah, kenapa kamu menanyakan hal itu?" tanya Tata balik.


"Tidak apa-apa Kak, Adel cuma ingin tau saja! Adel tidak ingin Kak Riu menikah dengan orang yang salah!" sahut Adelia yang membuat Tata sedikit merasa canggung.


"Iya Adel, aku sangat mencintai kakakmu! Kalau tidak, untuk apa aku disini?" ucap Tata yang membuat Adelia tersenyum bahagia.


"Janji ya Kak, kakak tidak boleh meninggalkan Kak Riu! Kakak harus selalu berada disisi Kak Riu apapun yang terjadi!" ucap Adelia sembari menggenggam tangan Tata.


"Iya Adel, aku janji! Memangnya kenapa kamu sampai begitu mengkhawatirkan kakakmu?" tanya Tata mencari sedikit informasi yang belum dia ketahui.


"Kak Riu sudah terlalu banyak menderita selama ini, bahkan dia sempat berpikir untuk tidak menikah seumur hidupnya. Terkadang aku sedih melihat Kak Riu, tapi aku tidak pernah mengungkapkan padanya. Aku tidak ingin membuatnya terbebani!" ucap Adelia dengan mata yang mulai berbinar menahan air matanya.


"Kamu tidak usah sedih, aku janji tidak akan pernah meninggalkan kakakmu! Aku juga sudah tau semuanya, dia sudah menceritakannya padaku!" sahut Tata sembari memeluk Adelia penuh kasih sayang.


"Benarkah? Tapi Kak Riu itu sebenarnya sudah mempunyai seseorang. Hanya saja sampai saat ini Kak Riu belum menemukannya. Aku takut, jika Kak Riu bertemu dengannya, hubungan kalian tidak akan bertahan lama!" ucap Adelia yang membuat Tata menaikkan sebelah bibirnya.


"Maksud kamu gadis kecil yang sudah dijodohkan dengan kakakmu?" tanya Tata sembari melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Iya Kak, itu adalah permintaan orang tua kami!" sahut Adelia yang tidak ingin menyembunyikan kebenaran dari calon kakak iparnya.


"Kamu tidak perlu khawatir, kakakmu sudah menemukan gadis kecilnya itu!" ucap Tata yang membuat mata Adelia melebar seketika.


Mendengar ucapan Tata, Adelia langsung bangkit dari tempat duduknya. Gadis cantik itu berdiri tegak di sudut ruangan sembari menatap lurus keluar jendela.


"Bagaimana mungkin ini terjadi secara bersamaan? Kak Riu pasti akan menepati janjinya untuk menikahi gadis kecilnya itu. Lalu bagaimana dengan Kakak? Kak Riu pasti juga tidak mau kehilangan Kakak! Tidak mungkin kan, Kak Riu menikahi dua orang wanita sekaligus?" ucap Adelia sembari membelakangi calon kakak iparnya itu.


Melihat kesedihan yang mendalam dari raut wajah Adelia, Tata kemudian ikut berdiri dan menghampiri sahabat balitanya itu.


"Adel, kamu tidak perlu berpikir sejauh itu! Kakakmu tidak akan menikahi dua wanita seperti yang kamu pikirkan!" ucap Tata sembari mengusap pipi Adelia yang sudah mulai basah dengan air matanya.


"Apa maksud Kak Tata?" tanya Adelia dengan tatapan kebingungan.


"Gadis kecil yang kamu maksud itu adalah aku. Akulah satu-satunya wanita yang dicintai oleh kakakmu." ucap Tata menjelaskan kepada Adelia.


"Apa? Jadi Kak Tata ini..."


"Iya Adel, akulah wanita yang dicari oleh kakakmu selama ini. Aku juga baru tau tadi malam. Kami memang belum lama kenal, tapi cinta itu sudah tumbuh diantara kami berdua. Seiring berjalannya waktu kebenaran inipun terungkap. Aku benar-benar senang, ternyata aku masih memiliki kalian berdua di dunia ini!" jelas Tata yang mulai mengucurkan bening kecil di matanya.


"Iya sayang, aku adalah Natasya. Sahabat balitamu dan juga gadis kecil kakakmu!" ucap Tata dengan senyuman yang merekah.


Tidak ada lagi kata yang bisa terucap dari mulut Adelia si centil itu. Gadis cantik itu tak kuasa menahan perasaan harunya dan memeluk tubuh Tata dengan erat.


"Ya Tuhan, aku benar-benar senang. Kemana saja kamu selama ini? Kak Riu tak pernah berhenti mencari mu!"


Adelia menceritakan semuanya kepada Tata. Dia juga mengungkapkan semua isi hatinya yang dia pendam selama ini pada sahabat balitanya itu. Tidak ada keraguan sedikitpun didalam hati Adelia. Mereka berdua larut dalam cerita masing-masing.


Ditempat lain, Riuga baru saja tiba di perusahaannya. Entah setan apa yang sedang merasukinya, senyuman menawannya tak hilang-hilang dari wajahnya pagi itu. Semua karyawan Riuga Group sampai kebingungan melihat perubahan Bos mereka itu.


"Selamat pagi, Tuan!" sapa beberapa orang karyawan yang melihat kedatangan Riuga.


"Ya, selamat pagi!" sahut Riuga dengan ramah.


"Ada apa dengan Bos kita itu? Tumben sekali tersenyum seperti itu!" ucap seorang karyawan kepada karyawan lainnya.


"Hussst, jangan banyak bicara! Kalau ketahuan, kau bisa dipecat!" sahut karyawan lainnya.

__ADS_1


Mata Riuga spontan melirik kearah karyawannya, Riuga tau kalau bawahannya sedang membicarakan dirinya. Namun laki-laki tampan yang tengah kasmaran itupun tidak mempedulikannya dan terus berlalu menuju ruangannya.


Tidak lama, Soni juga datang dan melangkah memasuki kantor. Laki-laki itu terlihat kebingungan mendengar suara riuh yang bergema memenuhi seisi ruangan.


"Ada apa?" tanya Soni kepada salah seorang karyawan.


"Tidak ada apa-apa, Tuan! Tuan Riuga sudah kembali!" sahut karyawan wanita itu.


Mendengar ucapan wanita itu, Soni bergegas melangkahkan kakinya menuju ruangan Riuga.


"Tuan, kau sudah kembali?" tanya Soni yang langsung menyelonong masuk tanpa permisi.


"Soni, kau sudah bosan bekerja denganku?" ucap Riuga dengan tatapan menakutkan.


"Ti... Tidak Tuan, maafkan aku! Aku terlalu senang, sehingga lupa mengetuk pintu." sahut Soni yang mulai ketakutan melihat tatapan Tuannya yang sudah seperti kucing melihat tikus itu.


"Hahahaha, kau ini. Masuklah!" ucap Riuga yang membuat Soni mengernyitkan keningnya seketika.


Soni benar-benar bingung melihat keanehan Tuannya itu. Seumur-umur bekerja dengan Riuga, baru kali ini Riuga bercanda kepadanya.


"Ada apa dengan manusia aneh ini?" batin Soni sembari menggaruk kupingnya.


Takut salah bicara, akhirnya Soni mengayunkan kakinya kearah meja dan duduk di kursi tepat di hadapan Riuga.


"Ada apa?" tanya Riuga dengan tatapan yang kembali serius.


"Kemana saja kau Tuan, kenapa menghilang begitu saja?" tanya Soni mencari tau.


"Aku ada sedikit urusan. Apa ada masalah?" tanya Riuga dengan santainya.


"Tidak Tuan, tidak ada masalah. Hanya saja kau sudah membuat kami khawatir!" sahut Soni yang masih penasaran dengan kepergian Riuga yang tiba-tiba.


Soni meletakkan beberapa berkas di atas meja kerja Riuga. Soni juga menjelaskan kalau ada tawaran kerja sama yang sangat menjanjikan untuk perusahaan mereka.


"Tuan, ini ada beberapa berkas tawaran kerja sama. Tuan bisa mempelajarinya terlebih dulu." ucap Soni yang sudah bertemu dengan beberapa calon rekan bisnis mereka.


"Baiklah, kau kembalilah ke ruangan mu!" sahut Riuga sembari membuka satu persatu berkas tersebut.

__ADS_1


__ADS_2