Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Episode 81


__ADS_3

Leya dan Reza sudah sampai kembali di rumah keluarga Wiratmaja, mereka pergi ke kamar mandi masing-masing untuk membersihkan diri sebelum mereka makan malam bersama.


Leya tidak tahu jika Rafa dan Jesi akan pulang hari ini, anggota yang berkumpul di ruang makan hanya Leo, Sisi, Mey-mey, Farel, Reza dan Lia.


Terasa sepi karena tidak semua orang bisa berkumpul disana. Namun Leya tetap bergembira di depan semuanya.


Tiba-tiba tanpa di duga Rafa dan Jesi sudah datang membuat semuanya senang dan bertanya-tanya, namun Jesi dan Rafa memberitahukan jika mereka memang sudah selesai liburannya.


Mereka pun langsung bergabung dan menyantap makanan yang sudah di sediakan oleh Mey-mey. Suasana terasa sangat hangat ketika kejadian Rafa dan Jesi.


Setelah selesai makan malam Leya meminta Rafa untuk mau berbicara dengannya di ruang kerja Leo agar tidak orang yang mendengar pembicaraan mereka.


" Aku tahu, kedatangan mu kesini bukan karena liburan saja kan " ucap Rafa


" Ia sih, tapi dari mana kamu tahu " ucap Leya bingung


" Aku kenal kamu sejak kecil mana mungkin tidak tahu sikapmu " ucap Rafa sambil tersenyum


" Aku hanya ingin berbicara penting saja padamu " ucap Leya


" Katakan " ucap Rafa


Meskipun Leya tampak ragu-ragu tapi demi menyakinkan hatinya ia juga harus menanyakan semua kisah Gea pada Rafa, walaupun ia tahu ini akan mengungkit luka lama Rafa.


" Maafkan aku sebelumnya, aku hanya ingin bertanya tentang masalah Gea " ucap Leya dengan wajah ragu-ragu


" Kamu kenal Gea " ucap Rafa kaget


" Aku tidak kenal Gea, tapi aku berpacaran dengan Geri kakaknya Gea " ucap Leya


" Apa... " ucap Rafa kaget dibuatnya


" Aku dari awal tidak tahu masalah Gea,, jadi aku pikir tidak masalah tapi kesini-kesini seseorang memberitahukan aku masalah kamu, Rifa dan Gea,, aku jadi penasaran dan ingin mendengar asli dari mulutmu tantang apa yang sebenarnya terjadi " ucap Leya


" Mungkin benar jika kebenaran harus di ungkapkan sebelum aku meninggalkan dunia ini " batin Rafa

__ADS_1


" Baik aku akan menceritakan semua padamu, Aku berpacaran dengan Gea sudah lama, aku akui memang aku yang salah karena dulu aku terlalu sibuk bekerja, pikiran ku ketika itu jika aku sukses semua hasil kerja kerasku dia juga akan merasakan tapi ternyata semua salah disisi kesepiannya ada sosok Rifa yang hadir dalam hidupnya yang bisa memberikan semua waktu yang tidak bisa aku berikan " ucap Rafa sambil meneteskan air matanya


" Rafa, jangan menangis " ucap Leya memberikan tisu pada Rafa


" Itulah penyesalan ku selama ini,, andai bisa ku putar waktu.. tapi aku sudah merelakan kepergian Gea, aku sudah mengikhlaskan semuanya " ucap Rafa


" Apa kakak tahu kalau Gea bunuh diri " tanya Leya


" Aku tidak tahu, namun seseorang wanita menghubungi ku Bernama marga.. marga.. ah lupa lagi,, dia bilang jika Leya mau bunuh diri, dia menyuruh ku untuk membujuk Rifa pergi bersamanya ke apartemen Gea " ucap Rafa dengan wajah marah


" Apa dia Margaret... " batin Leya


" Lalu Rifa mau pergi kesana tidak " ucap Leya


" Tidak, karena katanya dia tidak menghamili Gea,, aku terus memaksanya tapi dia tidak mau,, hingga akhirnya aku pergi kesana sendirian " ucap Rafa


" Aku melihat dia mau melompat dari gedung, aku berlari menuju apartemennya di lantai 7, namun ketika aku Kesana Gea sudah jatuh ke bawah " ucap Rafa sambil menangis


" Sudah jangan menangis " ucap Leya memeluk Rafa


" Ini bukan salahmu,, itu pilihan Gea.. " ucap Leya


" Andai aku cepat sampai disana ,, dan Rifa mau kesana semua pasti tidak akan seperti ini,, bahkan aku sudah menwarkan diri untuk bertanggung jawab pada Gea, tapi dia tidak mau " ucap Rafa


" Sudahlah Rafa, aku tahu kamu sudah melakukan hal yang benar, mungkin ini sudah jadi pilihan Gea " ucap Leya menenangkan Rafa


" Harusnya Gea tidak berbuat nekat, karena yang aku tahu Gea tidak akan pernah melakukan itu.. entah mengapa hari itu dia benar-benar melakukan itu " ucap Rafa


" Ternyata Rafa tidak bersalah, bukan dia yang membuat Gea bunuh diri " batin Leya


Suara ketukan pintu membuta mereka kaget dan melepaskan pelukannya serta menghapus air matanya.


Tok... Tok... Tok...


" Masuk " ucap Leya sambil tersenyum

__ADS_1


" Aku buatkan Teh untuk kalian berdua " ucap Jesi


" Terima kasih " ucap Leya


" Sayang, aku sudah selesai berbicara dengan Leya, ayo kita ke kamar " ajak Reza pada Sang istri


" Baiklah kalau begitu, kalian istirahatlah, kalian pasti cape " ucap Leya


" Baiklah kalau begitu kami duluan " ucap Jesi pamit


Leya hanya membalas dengan anggukan, Mereka kembali ke kamar masing-masing termasuk Leya. beberapa hari tidak bertemu dengan Gerri membuatnya merasakan apa yang di sebut Rindu.


Ia mengambil handphonenya dan membuka beberapa foto disana, foto dimana dia sedang bersama dengan Geri.


" Tuhan, aku merindukannya.. " batin Leya


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2