Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Episode 86


__ADS_3

Reza dan Leya Segera meninggalkan tempat itu sedangkan Geri masih disana, ia heran dengan kehadiran Leya bersama dengan seorang laki-laki yang membuatnya cemburu.


" Sebenarnya siapa laki-laki itu " ucap Geri merasa tidak suka melihat Leya bersama dia.


Tak lama kemudian Geri meninggalkan apartemen Gea menuju hotel karena Sofia menghubunginya sambil menangis.


Sementara Leya dan Reza pergi ke sebuah tempat dimana Teman Leya berada, Leya menyerahkan barang-barang yang ia temukan dia apartemen Gea. Kebetulan teman Leya Adalah seorang polisi yang selalu menangani hal seperti ini.


" Nih, sidiq jari di apartemen Gea, dan ini aku menemukan anting ini " ucap Leya pada Iqbal temannya


" Baik, nanti kalau ada informasi apapun aku langsung hubungi kamu " ucap Iqbal sambil tersenyum


" Oh ia aku juga tadi menemukan kalung " ucap Leya sambil tersenyum


Leya dan Iqbal sangat akrab karena mereka berteman sejak masuk SMP sampai sekarang, meskipun mereka jarang bertemu namun komunikasi diantara mereka masih terjalin.


" Ok, ngomong-ngomong dia siapa?? pacar!! " ucap Iqbal penasaran


" Bukan, enak saja tampang begini jadi pacar aku " ucap Leya sambil tertawa


" Ish dasar, siapa juga yang mau punya pacar kaya kamu " ucap Reza dengan wajah kesal


" Lalu " tanya Iqbal


" Dia saudara aku " ucap Leya


" Oh, maf aku kira " ucap Iqbal sambil tersenyum


" Tidak apa-apa santai saja " ucap Leya


" Ngomong-ngomong kenapa kamu mau menyelidiki kematian Gea " tanya Iqbal


" Aku ingin meluruskan kesalahpahaman diantara keluargaku dan keluarga Gea, aku percaya jika Gea bukan bunuh diri tapi di bunuh orang " ucap Leya


" Baiklah, aku akan membantumu sampai kematian Gea terungkap " ucap Iqbal


" Ok terima kasih, tapi aku harus buru-buru pergi, tidak apa-apa kan ?? kalau ada apa-apa cepat kasih tahu aku " ucap Leya


" is ok " ucap Iqbal


" Terima kasih " ucap Leya


" Belum juga menemukan apapun " ucap Iqbal


" Aku percaya padamu " ucap Leya

__ADS_1


Kini Leya pamit pada Iqbal dan ia segera pergi dengan Reza sari sana menuju rumah, ia akan menceritakan kejadian ini pada Jesi dan Rafa.


Sepanjang perjalanan Reza kesal karena Leya bertemu dengan banyak lelaki menurutnya itu hal yang tidak baik, mungkin Reza terlalu takut jika Leya akan jadi playboy seperti Rifa dan dirinya.


" Besok aku ga mau menemanimu lagi " ucap Reza


" Kenapa " tanya Leya


" Kau sibuk, kerjaan ku banyak " ucap Reza sinis


" Baiklah jika itu keputusan mu aku akan menyelidikinya sendiri " ucap Leya


" Jangan " ucap Reza


" Kenapa " tanya Leya


" Kenapa kamu ga pergi sama Rifa saja " ucap Reza


" Ide yang bagus " ucap Leya sambil tersenyum


Kini mereka sudah sampai di rumah, Reza segera menuju kamarnya sementara Leya segera menuju kamar Rafa, ia ingin menemui Jesi.


Namun ketika di kamar Jesi ia tidak menemukan Jesi, yang ia temui adalah Rafa yang sedang mimisan, Jesi panik dan Langsung menghampiri Rafa.


" Kau baik-baik saja " ucap Rafa


" Ternyata keadaan Rafa semakin memburuk, aku harus membujuk Rafa supaya mau pergi ke luar negri untuk berobat disana " ucap Leya dalam hatinya


" Rafa aku sudah tahu penyakitmu.. dan aku mau kamu berobat ke luar negeri " ucap Leya


" Aku tidak mau sebelum kematian Gea terungkap " ucap Rafa


" Kamu tidak usah khawatir, aku akan bertanggung jawab mengungkapkan kasus Gea " ucap Leya


" Tapi ini semua bukan tanggung jawab kamu " ucap Rafa


" Tidak, ini semua ada hubungannya dengan aku, karena aku mencintai Geri,, kakaknya Gea " ucap Leya sambil tersenyum


" Tapi kamu tidak akan mampu jika sendirian " ucap Rafa


" Ada Reza dan Rifa yang akan membantuku, kamu jangan khawatir asalkan kamu mau mendengarkan Ucapan ku untuk pergi keluar negeri, aku ga mau kamu kenapa-kenapa " ucap Leya


" Baiklah, aku akan secepatnya kembali " ucap Rafa


" Kamu memang harus kembali " ucap Leya sambil memeluk Rafa setelah mendengar jika Rafa mau berobat

__ADS_1


" Kamu harus hati-hati, kalau ada apa-apa hubungi aku " ucap Rafa


" Baiklah " ucap Leya


" Terima kasih ya Leya " ucap Rafa


" Tidak masalah " ucap Leya


Leya memberikan obat yang ada di laci sesuai permintaan Rafa, setelah Rafa meminum obatnya barulah Leya kembali lagi ke kamarnya dengan perasaan senang.


Di Kamarnya ia teringat ketika tadi ia di gendong oleh Geri, dia memang sednag merindukan Geri namun untuk sekarang ia tidak bisa dekat dengan Geri apalagi hubungannya sudah putus.


Ia mengambil handphonenya lalu melihat foto mereka di galeri Handphonenya, disana mereka berdua tersenyum senang. Ah kenangan yang sangat Leya rindukan.


Sama halnya dengan Geri, kini ia sedang merawat Sofia yang sedang sakit di rumah sakit, ia juga belum lupa bagaimana hatinya sakit ketika Leya bersama dengan laki-laki lain.


Ia juga mengambil handphonenya lalu melihat gambar wallpaper handphonenya adalah Poto berdua dengan Leya. ia juga tadi ketika menggendong Leya sebenarnya ingin memeluk Leya namun seorang laki-laki muncul dan memegang tangan Leya dan membawanya pergi dari sana.


Hatinya sakit ketika mengingat hal itu, ada rasa kecewa, sakit hati dan cemburu ketika ia mengingat hal itu. Leya adalah cinta pertamanya sekaligus cinta terakhirnya. Bagi Geri, Leya adalah wanita yang sangat inginkan saat ini namun karena gengsinya besar ia mencoba menahan diri.


Meskipun ia tidak tahu sampai kapan ia bisa menahan diri untuk tidak bertemu dengan Leya, tidak berhubungan dengan Leya.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2