Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Malam Pertama


__ADS_3

Sesampainya di dalam kamar mereka, Riuga kemudian menurunkan istrinya dan bergegas mengunci pintu.


Suasana kamar yang terlihat begitu romantis, membuat Tata terpukau dengan mata yang membulat dan mulut yang menganga lebar saking terpesonanya.


Tidak ada satupun lampu utama yang menyala. Yang ada hanya sinar redup cahaya lampu tumblr yang berkerlipan dan di tambah dengan cahaya lilin yang bertebaran dimana-mana.


Melihat ekspresi wajah istrinya yang begitu menggemaskan, tatapan mata Riuga pun berubah seketika. Panggilan jiwanya mulai meronta menuntut haknya sebagai seorang suami.


"Kenapa menatapku seperti itu sayang?" tanya Tata yang mulai gugup dihadapan suaminya sendiri.


"Tidak apa-apa sayang, aku hanya ingin menatap wajah cantik istriku. Apa tidak boleh?" tanya Riuga sembari menempelkan tubuhnya ke tubuh Tata.


Tatapan Riuga yang terlihat berbeda, membuat Tata semakin gelisah dan berangsur mundur selangkah demi selangkah. Namun Riuga terus saja maju hingga punggung istrinya mentok menyentuh pintu lemari.


Riuga merentangkan tangannya dan mengunci tubuh istrinya hingga tak sanggup menghindar lagi. Dan disaat Riuga ingin mengecup bibir istrinya, Tata pun segera memalingkan wajahnya.


"Sabar sayang, biarkan aku membersihkan riasan di wajah ku terlebih dahulu. Aku tidak mungkin tidur dalam keadaan seperti ini!" ucap Tata sembari menyentuh pipi suaminya.


"Baiklah, aku akan menunggumu!" sahut Riuga sembari tersenyum dan melepaskan kuncian nya dari tubuh istrinya.


Tata bergegas membuka pintu lemari dan mengambil lingerie yang sudah Riuga belikan untuknya tempo hari. Dia kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintu saking takutnya berhadapan dengan suaminya sendiri.


"Hufttt... Ingat Tata, dia itu sekarang sudah resmi menjadi suamimu. Tidak ada lagi alasan untuk menghindar!" gumam Tata berbicara kepada dirinya sendiri di depan cermin.


Istri Riuga itu mulai menyalakan kran dan mencuci wajahnya hingga bersih. Dia kemudian menggosok giginya dan berkumur dengan cairan penyegar nafas agar lebih percaya diri berhadapan dengan suaminya.


"Ya Tuhan, apakah aku harus memakai lingerie transparan ini di depan dia?" gumam Tata sembari menatap lingerie berwarna putih yang akan menjadi saksi bersatunya cinta mereka berdua.


Dengan perasaan malu, Tata mulai membuka gaun mewahnya dan menggantinya dengan lingerie yang sudah dia pegang.


Tata kembali berdiri di depan cermin dan menatap tubuhnya yang terlihat begitu seksi. Jantungnya pun mulai berdetak begitu kencang memikirkan sesuatu yang akan berlaku diantara dia dan suaminya nanti.


"Hufttt... Siap tidak siap, aku harus siap. Ini adalah malam pertama kami. Aku tidak ingin mengecewakan suamiku di hari bahagia ini!" gumam Tata meyakinkan dirinya sendiri.


Tata mulai melangkah ke arah pintu dan membukanya dengan pelan. Dia kemudian berjalan menghampiri Riuga yang sudah duduk di ujung kasur menunggu dirinya keluar dari kamar mandi.


"Sayang, aku sudah siap!" ucap Tata sembari menundukkan kepalanya menahan rasa malu.

__ADS_1


Riuga menoleh kearah Tata dan terpana melihat kemolekan tubuh istrinya yang terpampang nyata di depan kedua matanya itu.


Tanpa berpikir panjang, Riuga langsung bangkit dari tempat duduknya dan berdiri tepat di hadapan istrinya itu. Tata benar-benar terlihat sangat menggoda yang membuat ga*rah Riuga mulai menjalar hingga ubun-ubun nya.


Riuga semakin mendekat dan menyentuh wajah Tata dengan kedua tangannya. Dia kemudian mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang.


Kelembutan dan kehangatan yang di berikan Riuga malam itu benar-benar membuat Tata lemah tak berdaya. Tata mulai memejamkan matanya menerima setiap sentuhan suaminya itu.


Riuga berputar dan berdiri di belakang tubuh istrinya. Dia kemudian menyibakkan rambut istrinya dan mulai mengecup pundak belakang Tata dengan penuh kelembutan.


Kecupan demi kecupan yang dilayangkan Riuga, membuat Tata semakin kepanasan di dalam api yang mulai membakar jiwanya itu. Riuga kemudian menggendong tubuh Tata dan membaringkannya di atas tempat tidur.


Dengan deru nafas yang semakin memburu, Riuga mulai melucuti satu persatu pakaian yang dia kenakan. Mata Tata pun menjadi sangat liar saat menyaksikan keris pusaka suaminya yang sudah sangat siap untuk bertempur itu.


"Sayang, aku takut!" ucap Tata dengan pelan.


"Tidak perlu takut sayang. Aku ini suamimu, aku tidak akan bertindak kasar padamu!" sahut Riuga sembari menurunkan tali lingerie yang dikenakan istrinya.


Pelan-pelan, Riuga mulai naik ke atas tempat tidur. Dia menciumi kening, hidung, dan dagu istrinya secara bergantian.


Riuga mulai mengecup bibir Tata dan melum**nya penuh perasaan. Bibir mereka saling bertautan saat Tata sudah mulai terpancing dengan permainan suaminya.


Mereka saling melum** satu sama lain secara bersamaan. Tidak ada satu inci pun yang terlewat dari permukaan bibir manis mereka berdua.


Hisapan demi hisapan pun semakin terdengar nyata di telinga, bahkan lidah mereka mulai meliuk-liuk satu sama lain.


Permainan bibir itupun semakin dalam yang membuat air ludah mereka mulai berbaur. Riuga bahkan dengan santainya menelan air ludah istrinya tanpa jijik sedikitpun.


Deru nafas mereka terdengar semakin memburu. Tata bahkan sampai kewalahan saat merasakan sesak di dadanya.


"Uhhh... Hufttt..."


Tata mencoba melepaskan luma**nnya. Dia bergegas mengambil nafas dan membuangnya dengan pelan. Bakpao kembarnya terlihat naik turun saat berusaha mengatur nafasnya kembali.


"Kenapa sayang?" tanya Riuga dengan tatapan penuh kasih sayang.


"Tidak apa-apa, hanya sedikit sesak!" sahut Tata dengan suara yang terdengar semakin berat.

__ADS_1


Riuga kemudian berpindah ke leher putih mulus istrinya. Lidahnya mulai menari-nari dengan liarnya yang membuat Tata menggelinjang menahan rasa geli. Riuga bahkan tidak lupa membuat cap merah di beberapa tempat sebagai bukti kepemilikannya.


Tata semakin terpengaruh dengan permainan nakal Riuga. Tubuhnya semakin merespon yang membuat Riuga semakin berapi-api. Lingerie putih itupun akhirnya melayang entah kemana.


Tatapan mata Riuga seketika terlihat semakin berbeda dengan deru nafas yang terdengar semakin memburu. Bahkan detak jantungnya semakin kencang saat menyaksikan pemandangan yang belum pernah dia lihat sebelumnya itu.


Riuga mulai menggerakkan tangannya di permukaan duo bakpao milik istrinya. Dengan cepat dia mulai memainkan bakpao itu dan melahapnya dengan rakus.


Bibir Riuga semakin mendekat dan mulai memainkan bakpao toping coklat itu dengan lidahnya. Hisapan demi hisapan pun dia lancarkan seperti seorang bayi yang tengah kehausan.


"Akhh..."


Tata mulai menggeliat saat merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya. Desa*** manja itupun membuat Riuga semakin sulit mengendalikan hasratnya yang sudah semakin memuncak.


Riuga semakin turun dan bermain di kebun bunga milik istrinya dengan nafas yang sudah terengah-engah.


"Akhh..."


Tata kembali mendes** menikmati permainan suaminya yang sudah semakin memanas. Dia mulai merasakan sensasi yang luar biasa, bahkan tubuhnya sampai menggeliat berulang kali.


Tubuh Tata mulai bergetar begitu hebat. Riuga benar-benar sudah membuat istrinya melayang bagaikan mengambang di atas udara.


Melihat tubuh istrinya yang sudah bergetar, Riuga pun dengan cepat mencangkul tanahnya yang selama ini sudah menjadi target utamanya.


"Awh...!"


Tata memejamkan kedua matanya. Dia berusaha menahan rasa sakitnya sembari meremas lengan suaminya dengan kuat.


"Maafkan aku sayang, kalau kamu tidak sanggup juga tidak apa-apa!" ucap Riuga sembari menghentikan aksinya dan mengecup kening Tata dengan lembut.


"Jangan sayang, lakukan saja. Aku masih bisa menahannya. Aku tidak ingin membuatmu tersiksa lagi!" sahut Tata sembari menyentuh wajah suaminya.


"Tidak sayang, aku tidak ingin menyakitimu!" ucap Riuga dengan tatapan iba.


"Cepat atau lambat, ini akan tetap terjadi. Jadi lakukan saja sekarang!" sahut Tata yang sudah sangat yakin ingin memberikannya pada suami tercintanya.


Riuga kemudian menarik selimut dan mulai berjibaku didalamnya. Rasa sakit yang tadi begitu menyiksa, sekarang sudah berganti dengan kenikmatan yang sungguh luar biasa.

__ADS_1


__ADS_2