
Pagi-pagi sekali Geri sengaja bangun dan membersihkan tubuhnya, ia berdandan Rapi dengan memakai baju kantor seperti biasanya.
Ia keluar dari kamarnya menuju Ruang makan, disana ia melihat sang ibu sedang menyiapkan sarapan untuknya dan sang ayah.
" Pagi Bu " ucap Geri
" Pagi nak, tumben kamu sudah rapi pagi-pagi sekali " ucap sang ibu heran
" Tidak apa-apa Bu, Geri ingin membantu ibu memasak " ucap Geri dengan wajah sedihnya
" Memasak, tumben ada apa dengan Geri,, apa terjadi sesuatu padanya.. wajahnya tampak sedih dan terlihat tubuhnya juga lesu, apa dia ada masalah dengan Leya " batin Mariam
" Kamu duduk dulu disini " Ucap sang ibu menyuruh Geri duduk disampingnya
" Kenapa bu " ucapnya
Mariam langsung menatap wajah Geri, ia pun merasakan sedih ketika Geri memasang wajah sedih di hadapannya.
" Kamu jujur sama ibu, kamu ada masalah apa nak.. pasti sama Leya kan.. " tanya sang ibu
" Dari mana ibu bisa tahu " batin Geri
" Kamu bingung kan, dari mana ibu bisa tahu kamu sedang sedih, aku ibumu pasti tahu semua perubahan mu,, coba kamu cerita pada Ibu, siapa tahu ibu bisa bantu kamu " ucap Sang ibu mengusap rambut sang putranya
" Bu,, Apa ibu sudah benar-benar merestui aku dan Leya kan Bu,, kalau ada masalah Aku dan Leya, apa Ibu masih tetap merestui hubungan ku dengan Leya " tanya geri
" Ibu ga tahu sebenarnya kamu ada masalah apa dengan Leya, tapi yang ibu lihat Leya memang orangnya baik, polos juga, dan pastinya cantik " ucap Mariam sambil tersenyum
" Apa yang ibu suka sama Margaret " tanya Geri kembali
" Margaret,, bukannya kamu selalu tidak suka sama Dia " tanya Mariam bingung
" Bukan begitu Bu,, ibu jawab saja dulu " ucap Geri penasaran dengan jawaban sang ibu
" Margaret juga gadis baik, tapi dia manja sekali sama orang tuanya " ucap Mariam jujur
" Kalau ibu disuruh milih antara Leya dengan Margaret, ibu pilih siapa ,, " ucap Geri
" Em, ibu Sepertinya akan pilih Leya " ucap Mariam dengan tersenyum
" Ibu serius " ucap Geri senang
__ADS_1
" Kalau kamu cinta, kejar dia terus jangan menyerah,, berjuanglah ibu akan selalu dukung kamu " ucap Mariam
" Baik Bu,, terima kasih " ucap Geri memeluk sang ibu
" Ketahuilah nak kebahagiaan mu adalah number satu bagiku " batin Mariam
" Aku sudah dapat dukungan dari ibu, aku ga akan pernah menyerah Leya,, kita pasti bisa lewati semua ini " batin Geri senang
" Sebaiknya kamu kembali ke kamar, ibu akan menyelesaikan makanan untuk kita sarapan " ucap sang ibu melepaskan pelukannya
" Baik Bu " ucap Geri kembali ke kamarnya dan melihat Handphonenya takut ada pesan atau telepon dari Leya.
Namun dilihatnya tidak ada satupun pesan atau telepon dari Leya, ia pun mencoba menelepon Leya namun tidak diangkat terus membuatnya kesal.
Ia pun mencoba mengirim pesan pada Leya namun tidak ada jawaban. Dia benar-benar bingung harus mulai dari mana agar keluarganya dan keluarga Leya merestui hubungannya dengan Leya.
Ia pun menelepon Margaret, tapi tidak diangkat, ia pun langsung mengirim pesan pada Margaret untuk bertemu dengannya di sebuah Cafe yang tidak jauh dari kantor Geri, mereka bertemu tepat pukul sembilan pagi.
Geri mengirim pesan pada Bram agar menjemputnya di rumah utamanya. lalu ia kembali lagi ke dapur untuk sarapan karena sang pelayan sudah mengetuk pintu dan menyampaikan pesan dari Marian jika sarapannya sudah siap.
Kini wajah Geri tidak terlalu sedih, tampak juga senyuman di wajahnya, mereka bertiga makan bersama.
" Pagi nak " ucap Gino
" Wajahnya tidak terlalu sedih juga,, membuatku sedikit tenang meskipun aku tidak tenang jika dia punya masalah " batin Mariam
Mereka sarapan dengan lahap, hingga mereka merasakan kekenyangan. Tak lama kemudian sang pelayan memberitahukan jika Bram sudah menunggu di depan untuk menjemput Tuan Geri.
Geri langsung pamit pada ayah dan ibunya, dan segera berjalan menuju ke luar dan menaiki mobil Bimo.
" Pagi Tuan " ucap Bram
" Pagi juga " ucap Geri
" Suasana hati Tuan Geri masih kacau, sebenarnya ada apa.. dari kemarin tidak fokus,, aku yang Lembur sampai malam menyelesaikan pekerjaannya " batin Bram
Bram melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, agar cepat sampai menuju kantor, karena pekerjaan sang majikan masih banyak.
Tiga puluh menit mereka sudah sampai di kantor, Geri dengan wajah datar dan cueknya segera menuju kantornya, sama halnya dengan sang majikan Bram pun melakukan hal yang sama.
Ia juga sudah menyiapkan beberapa dokumen yang ia siapkan ketika ia Meting dengan klien nanti.
__ADS_1
" Tuan, kita ada 3 pertemuan Meting dengan klien " ucap Bram
" Apa, kenapa banyak sekali " ucap Geri dengan wajah kesalnya
" Karena anda dari kemarin tidak mau Meting dengan klien jadi ganti hari ini, aku kira Susana Hatinya akan kembali lagi senang " batin Bram
" Maf Tian, anda tidak bisa menolak mereka karena mereka klien yang anda tolak kemarin " ucapnya Bram
" Sial " Geri dengan wajah marahnya
" Tuan mau saya ambilkan kopi atau air putih " ucap Bram
" Tidak usah, kamu bisa kembali ke ruangan mu " ucap Geri
" Terima kasih Tuan " ucap Bram senang
" Eits, bawa ini sekaliam " ucap Geri d Ngan tersenyum licik pada Sang asisten
" Baik Tuan " ucap Bram melangkah pergi dari ruangan sang majikan
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1