Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Episode 90


__ADS_3

Margaret langsung pergi dari Cafe itu meninggal Leya sendirian. namun setelah Margaret pergi justru Iqbal dan Geri menghampiri Leya sambil tersenyum.


" Dia benar-benar pergi kan " ucap Geri dengan penuh kemenangan


" Ya, kau hebat " ucap Iqbal


" Apanya yang Hebat " ucap Leya dengan wajah kesalnya


" Gara-gara Geri menelepon Margaret, dia langsung pergi dari sini " ucap Iqbal


" Apa kamu tahu kalau Margaret suka sama Geri " ucap Leya


" Pantas saja dia langsung menyetujuinya dan langsung pergi dari sini " ucap Iqbal


" Yang penting aku Ga suka sama dia " ucap Geri


" Ga suka tapi ko di deketin " Ucap Leya


" Kamu cemburu " goda Geri


" Siapa juga yang cemburu " ucap Leya menyangkal perasaannya


" Ayo ngaku saja " ucap Geri sambil tersenyum senang


" Kenapa aku merasa jika Leya menyukai Geri.. ah tapi tidak mungkin " batin Iqbal


" Ish, kenapa Geri sepertinya senang karena sudah mengajak Margaret " batin Leya


" Sepertinya Leya cemburu pada Margaret, ini tandanya jika Leya masih mencintai ku " batin Geri


Geri tampaknya bahagia setelah melihat perubahan sikap Leya yang salah tingkah seperti orang cemburu. Karena kesal di goda oleh Geri terus Leya pun berniat pergi dari sana.


" Nih bukti sidik jari Margaret " ucap Leya dengan wajah kesalnya


" Ok bagus, tinggal aku cocokan dengan sidik jari yang ada di kalung dan anting " ucap Iqbal


" Ini juga rekaman hasil pembicaraan aku dan Margaret " ucap Leya


" Kerja bagus Leya " ucap Iqbal sambil tersenyum


" Kalau begitu aku pamit " ucap Leya


" Mau kemana " tanya Geri


" Pulang " ucap Leya


" Ini masih siang " ucap Geri


" Biarin aja " ucap Leya dengan wajah sinisnya


" Kamu marah sama aku " tanya Geri


" Tidak " ucap Leya


" Aku belum mendengarkan isi pembicaraan kamu dan Margaret " ucap Geri


" Dengerin aja sendiri " ucap Leya


" Kalau begitu aku antar pulang " ucap Geri

__ADS_1


" Ga usah " ucap Leya


" Kenapa kalian jadi berantem, lebih baik kembali ke kantor ku.. kita selidiki kasus ini " ucap Iqbal


" Aku setuju " ucap Geri semangat


" Kalau kamu " tanya Iqbal pada Leya


" Em... terserah saja " ucap Leya masih dengan wajah kesal


" Yaudah ayo kita pergi sekarang " ajak Iqbal


" Ayo " ucap Geri


Kini Leya, Geri dan Iqbal kembali ke kantor Iqbal untuk mencocokan sidik jari Margaret. Meskipun Leya masih berwajah kesal tapi dia mengikuti Geri dan Iqbal untuk pergi kesana.


Geri tahu penyebab Leya marah karena dirinya dari tadi menggoda Leya, tapi entah mengapa Geri melihat ketika Leya kesal terasa sangat menggemaskan.


Kini mereka sudah sampai di kantor Iqbal, Leya dan Geri duduk di sofa sementara Iqbal pergi keruangan yang lebih tertutup. Geri melihat wajah Leya dari dekat.


" Maafkan aku " ucap Geri


" Maaf kenapa " tanya Leya


" Maaf karena Sudak membuatmu kesal dan marah " ucap Geri sambil tersenyum


" Lupakan " ucap Leya dengan wajah cueknya


" Aku tahu kamu marah karena aku menyuruh Margaret untuk bertemu dengan ku malam nanti, aku hanya tidak ingin dia curiga dengan apa yang kamu lakukan tadi.. itu cara agar dia cepat pergi dari kamu " ucap Geri


" Kamu kenapa kelihatannya senang mau makan malam dengan Margaret " ucap Leya


" Siapa bilang aku senang " ucap Geri


" Aku masih mencintaimu mana mungkin aku dengan mudah berpaling dari mu " ucap Geri membuat Leya kaget


" Kamu masih ga percaya dengan ketulusan cinta ku " ucap Geri memandang wajah Leya


" Jangan bicarakan masalah itu, aku tidak bisa menjawabnya sekarang apalagi kasus Gea belum menemukan titik terang " ucap Leya


" Aku mengerti, kamu jangan khawatir.. aku akan menunggu kamu Sampai kapanpun " ucap Geri


Iqbal tiba-tiba datang ketika mereka selesai berbicara, Iqbal memang sengaja membiarkan komputer mencocokan data yang ia punya dengan sidik jari Margaret. sambil menunggu itu Iqbal juga penasaran dengan isi percakapan Margaret dengan Leya.


" Leya kita putar isi percakapan kamu dan Margaret ya " ucap Iqbal


" Tidak masalah " ucap Leya sambil tersenyum


" Aku juga penasaran " ucap Geri


Iqbal mulai memutar rekaman pembicaraan Margaret dan Leya, disana terdengar ketika Margaret meminta maf pada Leya dan Leya dengan mudahnya memaafkan dia.


" Kenapa kamu sebaik ini Leya, membuatku semakin cinta saja " batin Geri


" Leya benar-benar berhari baik pantas saja dari dulu aku selalu mengaguminya " batin Iqbal


Geri kesal ketika Margaret seperti menjelek-jelekannya di depan Leya namun dia mencoba untuk menahan emosinya.


Iqbal dan Geri fokus mendengarkan pembicaraan Margaret dan Leya, disana terdengar jika Leya menanyakan keakraban Margaret dan Gea sebelum meninggal.

__ADS_1


" Margaret, aku dan Gea memang tumbuh bersama sejak kecil karena ibuku dan ibunya Margaret adalah teman " ucap Geri


" Akrab sekali kamu sama Margaret " ucap Iqbal


" Bisa di bilang begitu " ucap Geri


" Memangnya kamu tidak pernah suka sama Margaret " tanya Leya dengan sengaja bertanya itu pada mantan kekasihnya itu.


" Kamu tenang saja aku tidak punya sedikitpun memiliki perasaan pada Margaret, aku menganggapnya seperti saudara ku sendiri meskipun dari kecil kami dekat " ucap Geri menjelaskan secara rinci pada wanita yang ia cintai itu


" Bagaimana tentang kedekatan Gea dan Margaret " tanya Iqbal


" Gea memang sangat dekat dengan Margaret, Gea akan lebih bisa bercerita apapun tentang kehidupannya pada Margaret di bandingkan aku sebagai kakak kandungnya " ucap Geri


" Mereka benar-benar sangat dekat ternyata " batin Leya


" Harusnya Margaret tahu tentang kejadian kematian Gea " tanya Iqbal


" Dia bilang saat itu sedang di luar negeri " ucap Geri


" Tunggu, dia punya anting yang persis dengan Gea lalu didalamnya ada ukiran nama mereka berdua,, anting itu juga di buat oleh keluarga Margaret yang punya perusahaan perhiasan.. kenapa aku jadi curiga pada Margaret " ucap Iqbal


" Apa jangan-jangan Margaret " ucap Leya dengan wajah ragu


" Apa kalian yakin " tanya Geri


" Apa kita harus melihat anting yang sama itu " tanya Leya


" Bagaimana kalau anting yang Margaret katakan bukan yang itu " ucap Geri


" Berarti kita harus kembali ke apartemen dan menemukan anting mana yang Margaret maksud " ucap Leya


" Kamu benar " ucap Geri


" Ok sebelum data ini selesai melakukan pencocokan sebaiknya kalian kembali ke apartemen, siapa tahu menemukan petunjuk yang lain " ucap Iqbal


" Baiklah Kami akan pergi dulu kembali ke apartemen " ucap Geri


" Kalian hati-hati dijalan " ucap Iqbal


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...

__ADS_1


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2