
"Tidak masalah, yang penting kau sudah berada disini sekarang. Itu sudah lebih dari cukup untukku." ucap Daniel sembari tersenyum.
"Hahahaha,,, tentu saja aku akan datang! Ngomong-ngomong, siapa wanita cantik ini?" tanya Riuga yang seakan-akan tidak mengenal wanita yang tengah berdiri didepannya itu.
"Oh ya, aku hampir lupa mengenalkan mereka kepadamu. Ini Tata dan ini Rere. Mereka berdua merupakan karyawan terbaik di perusahaan ku."
Daniel pun mengenalkan Tata dan Rere kepada sahabatnya itu.
Demi menghormati Daniel, akhirnya Riuga mengulurkan tangannya kearah Tata dan Rere secara bergantian.
"Kenapa sikapnya menjadi dingin seperti ini?" batin Tata sembari membalas uluran tangan dari Riuga.
Setelah berkenalan, Riuga pun berjalan mencari tempat duduk sembari memeluk adik kesayangannya dari arah samping.
"Laki-laki brengsek! Baru beberapa hari yang lalu dia mengatakan kalau dia menyukaiku, hari ini sudah bersama wanita lain. Dasar laki-laki tidak tau malu!" batin Tata penuh kekesalan.
Malam itu, acara berjalan dengan sangat baik. Daniel membawa Tata keatas panggung dan mengenalkannya kepada semua orang sebagai pasangannya.
Tata bahkan merespon ucapan Daniel untuk memanas-manasi Riuga. Tata memeluk lengan Daniel seakan-akan mereka berdua memang merupakan pasangan sejoli yang tengah di mabuk cinta.
"Sial, kenapa harus dia?" gumam Riuga yang saat itu tengah duduk bersama adiknya.
"Kakak kenapa?" tanya Adelia yang bingung melihat ekspresi kakaknya.
"Tidak apa-apa!" sahut Riuga yang sebenarnya sudah kepanasan dibakar api cemburu.
"Wanita itu benar-benar ingin menguji kesabaran ku." gumam Riuga dengan tatapan membunuh kearah Tata.
Karena tidak dapat melampiaskan kemarahannya, akhirnya Riuga memilih untuk minum di bar mini yang juga tersedia didalam gedung mewah itu.
"Kau itu milikku, sayang! Hanya aku yang boleh menyentuhmu. Kenapa kau mempermainkan perasaanku seperti ini?" batin Riuga yang sudah mulai terpengaruh dengan minumannya.
"Kak, apa yang kakak lakukan? Kenapa minum sebanyak ini?" ketus Adelia yang baru saja menyadari kalau kakaknya tengah mabuk berat.
"Sayang, kakak tidak apa-apa! Kamu pulanglah dulu bersama Soni! Kakak masih ada urusan." ucap Riuga yang ingin menyelesaikan permasalahannya.
Adelia memapah kakaknya berjalan kearah Soni. Namun Tata yang melihat semua itu semakin merasa kesal dengan kelakuan Riuga.
"Hmm,,, dasar laki-laki murahan! Pasti dia akan pergi bersenang-senang dengan wanita itu." batin Tata yang mulai tidak nyaman menonton hal aneh yang menurutnya sangat memalukan itu.
__ADS_1
Adelia membawa kakaknya keluar dari gedung itu dan segera menelepon Soni untuk mengantar mereka pulang.
Tidak lama, Soni pun datang terburu-buru karena takut terjadi sesuatu yang buruk kepada Tuannya.
"Ada apa, Nona Adel?" tanya Soni sedikit khawatir.
"Kak Riu mabuk berat, bantu aku bawa kakak pulang ya!" pinta Adelia kepada asisten pribadi kakaknya itu.
"Tidak, aku tidak mau pulang! Kalian pulanglah duluan! Tolong, suruh Malik kesini! Aku masih banyak urusan."
Riuga menolak permintaan adiknya dengan mata yang sudah memerah menahan amarahnya.
Melihat raut wajah Riuga yang sudah seperti predator liar yang siap memangsa korbannya, Soni pun tidak berani berkutik. Begitu juga dengan Adelia yang tau persis sifat buas kakaknya kalau sedang marah. Akhirnya, Soni memutuskan untuk pulang bersama Adelia dan meninggalkan Riuga di sana sendirian.
Didalam perjalanan menuju istana Riuga, Soni menyempatkan untuk menelepon Malik terlebih dahulu untuk segera menjemput Riuga yang mulai kehilangan kesadarannya.
Kurang lebih 10 menit, Malik sudah berada di tempat karena saat Soni menelepon, Malik memang berada tidak jauh dari gedung tersebut.
"Astaga, kau kenapa Tuan?" tanya Malik yang terkejut melihat kondisi Tuannya yang sudah tidak berdaya.
"Wanita itu ada didalam, bawa dia untukku!" perintah Riuga.
"Bodoh, memangnya selama ini kau pernah melihatku bersama wanita lain?" bentak Riuga.
"Maksud Tuan wanita yang tempo hari?" ucap Malik.
"Ya, lakukanlah! Aku sudah tidak kuat lagi."
Riuga meminta Malik membawa paksa Tata ke hadapannya.
Sementara Malik sedang melaksanakan tugasnya, Riuga sudah lebih dulu masuk kedalam mobil untuk menunggu wanita yang sudah membuatnya lemah seperti saat ini.
Di dalam gedung, Tata tengah duduk bersama Rere di sebuah meja tamu. Sementara Daniel sedang sibuk menemani rekan bisnisnya yang ikut meramaikan acara tersebut.
Malik mengambil segelas minuman dan membawanya berjalan kearah meja yang ditempati oleh Tata dan Rere.
Malik berpura-pura tersandung dan menumpahkan segelas minuman yang ada di tangannya ke pakaian Tata.
"Aduh,,, maaf Nona, aku tidak sengaja menumpahkannya ke pakaian, Nona!" ucap Malik sembari menutupi wajahnya agar tidak dikenali oleh Tata.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, Tuan! Tidak masalah." sahut Tata yang tidak terlalu mempedulikan pakaiannya sama sekali.
Malik melangkah menjauh dari meja tersebut, dan mengintai pergerakan Tata dari kejauhan.
Benar saja, ternyata rencana Malik berjalan dengan sangat mulus. Tata beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju toilet gedung untuk mengeringkan pakaiannya kembali.
Hanya butuh waktu beberapa detik saja untuk Malik menaklukkan wanita cantik itu. Tata seketika langsung terkulai tidak sadarkan diri setelah Malik membiusnya.
Malik menggotong tubuh Tata di pundaknya, dan segera membawa Tata keluar dari gedung itu melewati pintu samping.
"Huft,,, wanita ini berat juga." gumam Malik yang menurunkan tubuh Tata di bangku belakang mobil, tepat di samping Riuga.
"Kerja yang bagus. Ayo, jalan!" ucap Riuga sembari tersenyum menatap wajah cantik yang sangat dia rindukan itu.
Riuga memeluk erat tubuh Tata dan menyandarkan kepala wanita cantik itu tepat di dadanya yang sedang terbuka.
Riuga mencium kepala Tata hingga tak terhitung berapa kalinya sambil mengelus elus rambut Tata yang terurai panjang.
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakitimu. Kau sendiri yang memaksaku melakukan ini semua kepadamu."
"Kau tau, aku tidak suka melihatmu disentuh oleh laki-laki lain. Hanya akulah laki-laki yang berhak menyentuhmu. Kau hanya milikku seorang."
Riuga bergumam sendiri sambil menatap wajah cantik yang tengah terlelap di pelukannya itu.
"Tuan, kita sudah sampai. Silahkan turun!" ucap Malik sembari membukakan pintu mobil untuk Riuga.
"Pastikan tidak ada satupun orang yang tau tentang hal ini." ucap Riuga dengan tegas kepada Malik.
"Baik, Tuan! Semua akan berjalan sesuai perintah, Tuan. Persiapan didalam juga sudah seratus persen. Masuklah, Tuan! Selamat bersenang-senang!" ucap Malik.
"Kau benar-benar bisa ku andalkan, Malik! Urus semuanya dengan baik selama aku tidak ada! Setelah aku kembali, aku akan memberikan bonus untukmu."
Riuga menjanjikan bonus yang cukup fantastik kepada Malik atas semua kerja kerasnya menjadi tangan kanan Riuga selama ini.
"Benarkah, Tuan?"
Malik merasa sangat senang mendengar ucapan Tuannya itu.
"Tidak, aku hanya bercanda!"
__ADS_1
Setelah membuat Malik melayang, Riuga kembali menghempaskan nya hingga membuat remuk tulang belulang Malik seketika.