Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Episode 101


__ADS_3

Mariam dan Gino sudah selesai Sarapannya, mereka mulai bersiap-siap, Geri akan membawa mereka pergi ke suatu tempat.


Meskipun Mariam kurang suka dengan Leya namun ia mencoba bersikap cuek, ia juga tidak mau membuat putranya jadi marah padanya.


" Ayo kita berangkat sekarang " ucap Geri sambil tersenyum pada Leya yang dari tadi menunggu di ruang tamu


Geri sebelumnya menghubungi Sofia jika paman dan bibinya datang ke Negera ini, dan akan membawa mereka ke polisi dimana Margaret disana.


Sofia pun mengatakan jika Dia bersama Rifa akan ikut bersama Geri, paman dan bibinya ke kantor polisi.


Mereka segera menuju ke parkiran gedung apartemen itu, karena Rifa dan Sofia sudah menunggunya disana.


" Om, tante " ucap Sofia sambil melambaikan tangan dan keluar dari mobil Rifa


" Sofia " ucap Mariam langsung memeluk keponakannya itu


" Bibi apa kabar " tanya Sofia dengan wajah senang


" Kabarku baik, bagaimana kabar mu " ucap Mariam balik bertanya pada Sofia


" Kabarku baik sekali bi " ucap Sofia


" Sudah-sudah kangen-kangenannya kita pergi sekarang " ucap Geri


" Baiklah, ayo Bi masuk " ucapnya Sofia membukakan pintu mobil untuk bibinya itu


" Terima kasih nak " ucap Mariam dengan wajah senangnya


Mereka masuk kedalam mobil tersebut, Rifa memang sengaja tidak keluar dari mobil, karena ia tidak mau jika nanti akhirnya akan ribut karena Rifa adalah mantan kekasih Gea.


Namun ketika mereka masuk kedalam mobil, Mariam mulai menyadari jika disana ada Rifa, wajahnya kini mulai marah.


" Rifa " ucap Mariam dengan wajah kagetnya


" Pagi Tante " ucap Rifa dengan wajah cueknya


Rifa bingung harus bersikap bagaimana, dulu Tante Mariam lah yang paling membencinya ketika Gea meninggal namun Rifa tidak menyalahkan hal itu karena baginya memang wajar akan menyalahkannya meskipun ia tidak salah.


" Kenapa dia ada disini " tanya Mariam dengan wajah menahan amarah


" Kamu jalankan mobilnya tidak usah khawatir " bisik Sofia yang di balas anggukan kepala oleh Rifa


" Bibi, dia pacarku " ucap Sofia membuat Mariam semakin kaget dan geram


" Sofia kamu tahu dia siapa " tanya Mariam dengan nada marah


" Dia Rifa.. " ucap Sofia


" Dia pembunuh Gea " ucap Mariam sambil meneteskan air matanya


" Ibu tenangkan dirimu,, Rifa bukan pembunuh Gea " ucap Geri


" Diam kamu, kenapa kalian berhubungan dengan keluarga mereka, jelas-jelas Gea seperti itu gara-gara mereka " ucap Mariam


" Sayang, jaga ucapanmu.. bukan mereka pembunuh Gea karena pembunuhan Gea ada di dalam penjara sudah tertangkap " ucap Gino


" Benar yang di katakan ayah.. keluarga mereka tidak bersalah " ucap Geri

__ADS_1


" Jangan coba-coba membela mereka di depanku " ucap Mariam


" Aku sudah tidak tahan lagi, rasanya ingin kabur.. tapi Geri bagaimana " batin Leya dengan wajah sedih


" Kenapa aku mau lagi mengantar mereka, jelas-jelas Tante Mariam membenci ku, tapi aku tidak bisa menolak keinginan sofia " batin Rifa bingung


" Bu.. dengarkan penjelasan ku " ucap Geri


" Diam kamu " bentak Mariam membuat suasana menjadi hening dan sepi tanpa sepatah kata pun.


Sekarang mereka sudah sampai di kantor polisi, Mereka segera masuk kedalam. lalu melapor pada petugas disana jika mereka ingin menemui pembunuh Gea.


" Pa, saya mau melihat pembunuh anak saya " ucap Mariam


" Maf ibu Keluarga korban yang bernama siapa " tanya petugas disana


" Anak saya bernama Gea namun sudah meninggal " ucap Mariam sambil menangis


" Baik, Ibu dan bapak tunggu sebentar saya akan memanggilkan tersangka " ucap Petugas yang ada disana.


" Baik Pa " ucap Geri sambil tersenyum pada mereka


Petugas itu langsung pergi menemui petugas yang ada disana lalu segera membawa Margaret kehadapan Keluarga Geri.


Penampilan Margaret tampak berbeda dari biasanya, ia terlihat seperti tidak terawat dan juga berantakan, Bahkan wajahnya juga tampak lesu dan kurang bersemangat.


" Margaret, ada kunjungan untuk anda " ucap petugas


" Siapa pa, apa ibu dan ayahku " ucap Margaret tampak senang


" Saya tidak tahu, kedua orang tuamu sudah kami hubungi " Ucapnya


Tampak Ayah dan ibu Geri kaget ketika mereka melihat jika tersangkanya adalah Margaret, orang yang mereka sayangi dari kecil yang bahkan mereka sudah anggap sebagai anak mereka sama halnya dengan Gea.


" Waktu kalian hanya lima belas menit " ucap petugas disana meninggalkan mereka


" Baik, terima kasih " ucap Geri pada petugas itu


" Margaret " ucap Gino dan Mariam


" Tante... " ucap Margaret sambil menangis


" Kalian bercanda.. kenapa Margaret ada disana, di penjara " tanya Mariam dengan air matanya yang sudah mengalir tidak percaya jika Margaret yang membunuh putrinya


" Bu tenangkan dirimu " ucap Geri


" Sayang kamu tenang " ucap Gino memeluk istrinya


Sedangkan Leya dan Rifa tidak banyak berkomentar, ia hanya melihat saja Tante Mariam dan keluarganya disana.


" Margaret.. tidak... tidak mungkin.. bagaimana bisa kamu membunuh Gea " ucap Mariam sambil menggeleng-gelengkan kepalanya merasa tidak percaya sama sekali


" Tante.. tolong maafkan aku " ucap Margaret berlutut pada Mariam


" Kenapa... kenapa Margaret " ucap Mariam berteriak disana membuat petugas kembali ke sana dan memperingatkan jika mereka dilarang membuat keributan disana.


" Maf Nyoya pelankan suara anda karena bisa membuat orang-orang yang ada disini tidak nyaman " ucap petugas disana

__ADS_1


" Bu tenanglah " ucap Geri


" Sayang, ingat kamu harus tenang " ucap Gino


" Bagaimana bisa tenang dia.. selama ini.. aku anggap.. dia seperti anakku sendiri tapi dia.. malah membunuh Gea.. membunuh Gea... kenapa... kenapa... Gea.. " ucap Mariam dengan nada bicara terbata-bata


" Tante... " ucap Mariam


" Dia membunuh Gea kita.. pembunuh... orang yang dekat kita.. apa salahnya Gea " ucap Mariam sambil menangis


" Aku tidak sengaja Tante " ucap Mariam


" Cukup, kamu pembunuh.. Gea.. astaga Gea " ucap Mariam dengan suara yang lemah lalu tak sadarkan diri kerena rasa kagetnya ternyata yang mencelakai Gea adalah Margaret.


" Ibu... " ucap Geri kaget ketika sang ibu tergeletak di lantai tak sadarkan diri


" Sayang " ucap Gino merasa khawatir dengan kondisi sang istri


" Kalian bawa Tante Mariam ke rumah sakit " ucap Leya


" Ambilkan kuncinya, ada yang harus aku katakan pada Margaret " ucap Rifa


" Baiklah, ayo Leya " ucap Geri


" Aku disini saja sama Rifa kalian pergi saja " ucapnya Leya menolak ajakan Geri


" Baiklah, kalau ada apa-apa hubungi aku.. " ucap Geri pada Leya


" Baik " ucap Leya sambil tersenyum


" Kamu tolong jaga Leya " ucap Geri pada Rifa yang di balas anggukan olehnya


Mereka langsung pergi ke rumah sakit terdekat disana untuk memastikan kesehatan Mariam. Sedangkan Leya dan Rifa masih ada disana sedang melihat wajah Margaret.


Margaret tampak menghapus air matanya lalu memandang wajah Leya dengan tatapan benci dan marah.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2