Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Permintaan


__ADS_3

"Tata, kau mau kan ikut pulang dan tinggal bersamaku?" ucap Riuga penuh harapan.


"Kenapa aku harus tinggal bersamamu?" tanya Tata sembari beranjak dari dada Riuga.


"Jangan berprasangka buruk dulu, aku tidak akan memaksamu lagi untuk menerima cintaku! Tapi setidaknya beri aku kesempatan untuk menjadi kakakmu, aku akan memenuhi semua kebutuhanmu! Kau tidak perlu bekerja lagi, cukup tinggal di rumah bersama Adelia! Apapun yang kau inginkan, pasti akan aku berikan!" ucap Riuga yang menginginkan Tata tetap berada di sisinya.


"Aku punya kehidupan sendiri Riu, aku tidak ingin berhutang budi padamu!" sahut Tata menolak permintaan Riuga.


"Tidak Tata, kau tidak perlu membayar apapun padaku! Aku mohon, jangan menolaknya! Aku hanya ingin menjagamu." ucap Riuga memohon kepada Tata.


"Aku tidak bisa Riu, aku tidak ingin menjadi benalu didalam keluargamu!" sahut Tata dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Aku mohon Tata! Kau ingin mengetahui siapa yang sudah melenyapkan kedua orang tuamu kan? Aku akan menemukannya untukmu! Aku bersumpah demi kedua orang tuaku dan kedua orang tuamu." ucap Riuga meyakinkan Tata.


Mendengar keseriusan Riuga, Tata pun terdiam dan menatap dalam ke wajah tampan yang sedang mencoba membujuknya itu.


"Apa kau serius?" tanya Tata sembari menatap kedua bola mata Riuga dengan intens.


"Aku serius Tata, aku sudah berjanji padamu kan? Pasti akan aku tepati!" ucap Riuga sembari mendekatkan bibirnya ke pipi Tata.


Riuga tidak bisa menahan dirinya lagi. Riuga kemudian mencium pipi gadis kecilnya yang sudah dewasa itu. Riuga benar-benar bahagia karena kedua adik perempuannya akan kembali bertemu setelah sekian lama.


"Kenapa kau begitu baik padaku Riu?" tanya Tata yang sedang terpaku menerima ciuman dari Riuga.


"Aku melakukannya demi orang-orang yang aku sayangi. Dan kau salah satunya." ucap Riuga yang kembali memeluk tubuh Tata dengan erat.


Pelukan hangat itupun akhirnya mampu menenangkan hati Riuga yang sedari tadi sudah gelisah memikirkan langkah yang harus dia ambil. Beruntung, Tata bisa dijinakkan dan senyuman menawan itupun kembali muncul di wajah tampan Riuga.


Tidak lama, Riuga dan Tata pun akhirnya berjalan meninggalkan resort dan melangkah menuju kapal yang sudah menunggu mereka.


Setelah naik keatas kapal, Tata memilih untuk beristirahat didalam kabin. Sementara Riuga masih ingin berada di geladak bersama beberapa anak buahnya.


"Malik, darimana kau bisa mendapatkan informasi sedetail ini?" tanya Riuga sembari menghisap sebatang rokok.


"Tuan meragukan ku?" tanya Malik sembari mengernyitkan keningnya.


"Tidak, aku hanya penasaran dengan kinerja mu itu!" sahut Riuga dengan santainya.


"Tuan tenang saja, anak buah ku bukanlah orang-orang sembarangan! Mereka bekerja tidak hanya dengan otot, tapi otak mereka juga ikut berjalan." sahut Malik membanggakan semua anak buahnya.

__ADS_1


Flashback


Tiga bulan yang lalu, Riuga memberi tugas kepada Malik untuk mencari keberadaan Natasya dan kedua orang tuanya.


Dengan senang hati, Malik mengambil tugas itu dan mengutus beberapa orang anak buahnya. Bahkan anak buah Malik ada yang berangkat ke luar negeri, mencari petunjuk sekecil apapun untuk mengetahui keberadaan Natasya dan kedua orang tuanya.


Sayangnya anak buah Malik tidak mendapatkan informasi apapun di sana. Satu-satunya petunjuk, hanya kabar bahwa Haikal pernah kembali ke Indonesia dan tidak kembali lagi ke Belanda sejak saat itu.


Di Indonesia, anak buah Malik yang lainnya sedang berada di sebuah bar. Awalnya mereka ke sana hanya untuk bersenang-senang. Namun tanpa di sengaja, mereka bertemu dengan seorang laki-laki yang saat itu tengah mabuk berat.


Anak buah Malik yang bernama Roki, tidak sengaja menyenggol laki-laki itu dan perkelahian pun tidak bisa dielakkan.


Setelah perkelahian usai, Roki menemukan sebuah dompet yang terselip di bawah meja. Tanpa ragu, Roki langsung membuka dompet itu dan betapa terkejutnya dia melihat foto Natasya yang terpampang nyata didalam dompet itu. Kejadian itupun dengan cepat dilaporkan Roki kepada Malik.


Mulai saat itu, Malik menugaskan Roki untuk memata matai laki-laki yang menurutnya mengetahui sesuatu tentang keberadaan Natasya dan orang tuanya itu.


*****


Malam itu setelah mengantarkan Riuga ke dermaga, Malik mendapatkan pesan masuk dari Roki. Laki-laki yang memiliki tubuh berotot itupun memberitahu, kalau dia sudah berhasil menangkap tikus yang dicarinya selama hampir tiga bulan ini.


Flashback Selesai


"Terserah kau saja, Tuan!" sahut Malik dengan tatapan kebingungan.


"Kau tidak perlu sungkan lagi padaku, aku sudah menganggap mu seperti saudaraku sendiri! Terimakasih!" ucap Riuga sembari merangkul pundak Malik.


Riuga berjalan meninggalkan geladak dan melangkah menuju kabin. Laki-laki tampan itu mulai merasa kelelahan karena hampir seharian menguras emosinya.


Sesampainya didalam kabin, Riuga memilih untuk berbaring di atas sofa. Kelopak mata yang sudah terasa berat, membuat Riuga dengan mudah masuk ke alam bawah sadarnya.


Tidak terasa, waktu berjalan begitu cepat. Tepat pukul 22.00 malam, kapal Riuga sudah menepi di dermaga.


"Tok... Tok... Tok..."


Tata membukakan pintu kabin, sesaat setelah mendengar ketukan pintu dari arah luar.


"Kreeek..."


"Permisi Nona, kita sudah sampai!" ucap Malik kepada Tata.

__ADS_1


"Oh iya, terimakasih!" sahut Tata dengan sopan.


Malik kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan wanita Tuannya itu. Sementara Tata langsung menghampiri Riuga yang masih tertidur nyenyak di atas sofa.


"Riu bangun, kita sudah sampai!" ucap Tata sembari mengusap pipi laki-lakinya itu dengan lembut.


"Mmmm..."


Riuga hanya menggeliat dan tanpa sadar menarik tangan Tata hingga terjatuh di atas tubuhnya.


"Akhh..."


Mendengar teriakan Tata, Riuga pun terperanjat dan langsung membuka kedua matanya.


"Tata, apa yang kau lakukan di atas tubuhku? Jangan bilang, kau ingin mencuri kesempatan untuk menodai ku!" ucap Riuga sembari mengedipkan sebelah matanya dan mendekap tubuh Tata dengan erat.


"Apa yang kau bicarakan Riu, siapa yang ingin menodai mu? Ayo, lepaskan aku!" ketus Tata sembari memberontak melepaskan diri.


"Sssttt... Jangan bergerak, Tata. Itu bisa membangunkan macan yang sedang tertidur dibawah sana!" ucap Riuga sembari tersenyum licik.


"Dasar laki-laki cabul, cepat lepaskan aku! Kita sudah sampai, apa kau ingin tetap di sini?" ucap Tata sedikit kesal.


"Kita sudah sampai? Kenapa tidak memberitahuku dari tadi?" tanya Riuga dan melepaskan tubuh Tata dari pelukannya.


Tata mengumpat tidak jelas dan melangkah meninggalkan kabin. Melihat ekspresi Tata, Riuga pun dengan cepat berlari menyusul wanitanya itu.


Tata turun dari kapal dan melangkah menjauhi mobil yang sudah menunggu mereka semua.


"Kau mau kemana, Nona?" tanya Malik menghadang langkah wanita Tuannya itu.


"Aku mau pulang, menyingkir lah dari hadapanku!" ketus Tata dengan tatapan penuh amarah.


"Jangan Nona, ikutlah dengan kami!" ucap Malik menahan Tata.


"Kenapa aku harus ikut dengan kalian? Kalian semua adalah orang-orang gila!" ketus Tata kepada Malik.


"Kami melakukan semua ini demi keselamatanmu, Nona!" ucap Malik yang membuat Tata mengernyitkan keningnya seketika.


Malik akhirnya memilih untuk menghindar setelah melihat Riuga berdiri di belakang Tata. Melihat ekspresi Malik, Tata pun menoleh ke belakang dan mendapati laki-lakinya yang sedang tersenyum sangat manis.

__ADS_1


__ADS_2