
Margaret yang kesal akan sikap Geri langsung pergi menuju Rumah Geri dimana ayah dan ibunya tinggal.
Ia sudah merencanakan sesuatu agar Geri dan Leya tidak pernah bersatu yaitu memanfaatkan ibu Geri untuk membenci Leya. Ia sengaja membawakan kue kesukaan Tante Mariam. Kini ia pun sudah sampai di rumah Keluarga Geri.
" Siang tante " ucap Margaret sambil tersenyum
" Margaret, tumben siang-siang kesini,, Geri tidak ada di rumah mungkin dia masih di kantor " ucap Mariam sambil tersenyum
" Aku kesini ingin bertemu dengan tante " ucap Margaret
" Oh, kalau begitu silahkan duduk " ucap Mariam duduk bersama dengan Margaret di taman belakang
" Terima kasih tante " ucap Margaret
" Jangan salahkan aku Geri, ini semua karena kamu tidak mau menuruti keinginan ku " batin Margaret
" Kamu mau minum apa " tanya Mariam
" Air putih saja Tante, oh ia ini untuk Tante " ucap Margaret menyerahkan kue kesukaannya
" Makasih Loh, repot-repot segala" ucap Mariam
" Tidak, Repot tante " ucap Margaret
Mariam menyuruh pelayan untuk membawakannya teh dan memotong-motong kue yang diberikan Margaret dan dibawa ke taman belakang.
Mereka tampak menikmati suasana disana , pemandangan yang indah dihiasi dengan bunga yang warna-warni dan cantik.
" Tante, aku mau bicara masalah Leya " ucap Margaret tanpa basa basi
" Leya,, memangnya ada apa " tanya Mariam Bingung
" Em, sebenarnya itu ada hubungannya dengan. Gea " ucap Margaret
" Maksud mu apa bicara begitu " tanya Mariam yang bingung dan sedih dengan ucapan Margaret
" Tante maafkan aku membuat Tante sedih tapi ini demi kita semua, aku ga mau Geri salah memilih " ucap Margaret
" Tante sudah ikhlas dengan Gea, tante mau Gea tenang di alam sana,, tidak usah bahas Gea " ucap Mariam dengan wajah sedihnya
__ADS_1
" Justru harus di jelaskan tante, pasti Gea juga tidak tenang di alam sana " ucap Margaret
" Coba kamu jelaskan pelan-pelan " ucap Mariam masih tampak bingung
" Tante ingat kan sama Rafa dan Rifa " tanya Margaret
" Ia Tante ingat, Memang ya kenapa,, Sebenarnya Tante tidak mau kamu bahas tentang Rifa dan Rafa, ini sudah menjadi masa lalu yang sudah Tante kubur " ucap Mariam
" Aduh bisa gawat kalau Tante Mariam tidak mau mendengarkan Ucapan ku " batin Margaret
" Tante aku minta maf sebelumnya, kalau sebenarnya Leya itu saudaranya Rafa dan Rifa " Ucap Margaret
" Apa " ucap Mariam kaget dan meneteskan air matanya
" Tante maafkan aku, bukan maksudku membuat tante sedih " ucap Margaret
Mariam tampak sedih dengan ucapan Margaret, kini Gino datang dan menghampiri sang istri yang sedang meneteskan air matanya.
" Ada apa ini " tanya Gino
" Maaf om, bukan maksudku membuat tante sedih, aku hanya tidak mau Geri bersama dengan Leya " ucap Margaret merasa bersalah karena membuat Mariam sedih
" Baik om kalau begitu " ucap Margaret
" Semoga saja Tante Mariam membenci Leya, dan semua renacanaku berhasil " batin Margaret
Margaret segera pergi meninggalkan rumah Orangtuanya Geri, sedangkan Mariam tampak menangis di pelukan sang suami. begitulah Mariam ketika ia mendengar apapun yang akan mengingatkannya pada Gea putri kesayangannya pasti dia akan menangis dan rapuh.
" Gea... Hiks.. hiks.. hiks.. " ucap Mariam
" Sudah kamu jangan menangis, biarkan Gea tenang disana, kamu harus bisa ikhlas meskipun berat " ucap Gino
" Aku kangen Gea mas " ucap Mariam
" Semua yang sayang dengan Gea juga pasti akan kangen padanya, anak itu ceria dan baik hati siapa saja pasti menyukainya " ucap Gino menenangkan sang istri yang masih menangis
" Sudah kamu jangan menangis terus, Gea juga di sana akan sedih melihat mu menangis " ucap Gino
" Gea, maafkan ibu nak belum bisa jadi ibu yang baik untuk mu " ucap Mariam
__ADS_1
" Sekarang kamu minum dulu tehnya agar hatimu lebih tenang " ucap Gino
Mariam tampak lebih tenang apalagi ketika ia dipeluk oleh sang suami, Meskipun sudah dua tahun berlalu tapi semua kenangan tentang putrinya itu tidak pernah hilang dalam ingatannya.
Gino langsung menelepon putranya itu untuk segera pulang ke mansion utamanya, Gino juga menceritakan jika ibunya kini sedih dan tidak mau makan.
Geri yang khawatir akan keadaan sang ibu langsung membatalkan semua meting dengan kliennya dan kembali ke Mansion untuk bertemu sang ibu. Sementara semua pekerjaannya di tangani oleh Bimo sang asisten yang serba bisa itu.
Sebelum ia pulang kerumah ia membelikan bubur kesukaan sang ibu, agar ia mau makan apalagi makanan yang ia bawakan.
Suasana rumah tampak sepi, Geri langsung masuk kedalam kamar sang ibu, dilihatnya sang ibu sedang berbaring dengan mata yang bengkak.
" Ini semua pasti gara-gara Margaret,, kenapa dia harus bicara masalah ini pada Ibu sih,, ibu kan masih sedih dengan kehilangan Gea " batin Geri.
" Ibu, aku pulang " ucap Geri sambil tersenyum
" Kamu sudah pulang " ucap Mariam dengan wajah yang sedih
" Ibu kenapa, apa ibu sakit " ucap Geri dengan wajah khawatir
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz