Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Episode 108


__ADS_3

Kini Gino masuk setelah mengambil obat yang di resepkan oleh dokter. Ia melihat diruangan istrinya ternyata ada Leya. Ia pun segera masuk kedalam ruangan itu.


" Ternyata ada Leya " sapa Gino


" Ia Om.. aku datang untuk mengunjungi Tante " ucap Leya sambil tersenyum


" Kamu sudah sudah sarapan " tanya Gino


" Sudah om, tadi sebelum berangkat kesini " ucap Leya


" Syukurlah kalau begitu, oh ia Geri nya kemana?? " tanya Gino kembali


" Geri pergi ke kantin untuk membeli makanan " ucap Mariam


" Aku kira dia kemana " ucap Gino sambil tersenyum menghampiri istrinya


Gino pun membawakan air untuk minum obat sang istri, obat itu sebenarnya bukan apa-apa hanya vitamin saja untuk memulihkan keadaan Mariam.


" Kamu minum dulu obat biar cepat sembuh " ucap Gino


" Ia sayang " ucap Mariam langsung mengambil air tersebut dan mengambil obatnya lalu meminumnya.


Tak lama kemudian Geri dan Rifa masuk kedalam ruangan Mariam sambil membawakan makanan. Geri melihat jika sang ayah sudah ada bersama Ibunya dan Leya.


" Ayah aku membelikan mu makanan " ucap Geri


" Terima kasih nak " ucapnya Gino sambil tersenyum


" Sekarang kamu bicara sama Geri " bisik Mariam pada Leya


" Baik Tante " ucapnya langsung menghampiri Geri


" Bisakah kita bicara sebentar " ucapnya Leya sambil tersenyum


" Ada apa " tanya Geri heran


" Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan " ucap Leya


" Sudah kalian mengobrol saja sana " ucap Rifa tersenyum dan memberikan semangat pada Leya


Leya langsung membawa Geri ke taman yang tak jauh dari ruangan itu, disana banyak pasien yang sedang berjemur disana.


Kini raut wajah Leya terlihat pucat dan serius membuat Geri heran sekaligus bingung.


" Apa terjadi sesuatu, apa ibu bicara dan menyakiti Leya sehingga Leya ingin meninggalkan ku " batin Geri gelisah


" Semoga Geri tidak marah.. " ucapnya Leya dalam hati


Merek duduk di salah satu kursi yang ada disana. Cuaca yang sejuk dan sinar mata hari yang mulai menghangatkan suasana disana.


" Geri.. hari ini aku mau pamit padamu " ucap Leya dengan ragu-ragu

__ADS_1


" Pamit, maksud kamu " tanya Geri heran


" Jangan sampai Leya putusin aku lagi.. aduh ini tidak bisa aku biarkan " batin Geri


" Leya.. aku tahu jika ibu kadang sikapnya suka bikin kamu kesal dan marah tapi bukan berarti kamu menyerah dengan hubungan.kita, aku sungguh-sungguh sangat mencintaimu " ucap Geri jujur namun kata-katanya membuat Leya bingung


" Sungguh lucu, dia bahkan berpikir jika aku mau memutuskan hubungannya dengan Geri.. " batin Leya


" Geri tolong dengarkan aku dulu " ucap Leya


" Tidak mau.. aku Tidka mau dengar apa-apa " ucap Geri


" Kalau kamu tidak mau dengar aku akan benar-benar meninggalkan mu " ancam Leya membuat Geri ketakutan.


" Ok, baik aku dengarkan " ucap Geri tidak punya pilihan lain


" Aku harus pergi, banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan " ucap Leya membuat Geri merasa lebih lega karena Leya bukan mau memutuskan hubungan dengannya


" Lalu aku Bagaimana " tanya Geri


" Kami diam sana di sini, temani ibumu sampai urusan keluarga kalian dengan Margaret selesai " ucap Leya


" Tapi aku tidak mau jika tidak ada kamu " ucap Geri dengan wajah sedihnya


" Kamu tidak usah khawatir aku juga tidak akan macam-macam disana " ucap Leya


" Tapi kamu harus janji satu hal padaku " ucap Geri


" Setelah urusanku selesai kamu harus segera menikah dneganku " ucap Geri


" Kita lihat saja nanti " ucap Leya


" Ayolah kamu janji dulu " ucap Geri memaksa Leya agar hatinya lebih tenang


" Baiklah kalau begitu " ucap Leya sambil tersenyum


" Terima kasih... sayang " ucap Geri sambil tersenyum senang.


Masalah diantara mereka pun satu persatu. mulai terpecahkan, bahkan Mariam yang ibu kandung Geri sudah merestui mereka.


Leya dan Geri memutuskan untuk pergi kembali ke ruangan Mariam, tampak disana ada Sofia yang batu datang.


Geri langsung duduk di sofa dan langsung menyantap Sarapannya, semua ini ia lakukan demi keinginannya mengantarkan sang calon istrinya pergi ke bandara.


" Kamu pelan-pelan makannya " ucap Leya kaget ketika Geri tersedak


" Aku tidak apa-apa " ucap Geri meneruskan sarapannya


" Ada apa dengan Geri??, apa mereka bertengkar?? tampaknya Geri ucap Leya hubungan mereka tampak baik-baik saja" batin Mariam


" Leya, ini sudah waktunya kita pergi " ucap Rifa

__ADS_1


" Kalian mau kemana " tanya Sofia


" Kami ada urusan, kamu tunggu disini .. aku akan segera kembali " ucap Rifa pada sang kekasih


" Baiklah " ucap Sofia sambil tersenyum


" Biar aku saja yang mengantar Leya " ucap Geri yang kini sudah memakan makanannya sampai habis


" Kamu yakin mau mengantar aku " tanya Leya


" Demi kamu pasti akan aku turuti.. " ucap Geri


" Tapi aku tidak minta " tanya Leya


" karena kamu calon istriku tanpa harus kamu minta aku akan turuti " ucapnya Geri membuat kedua orangtuanya kaget


" Cepat kamu pergi, ucapan mu sungguh sangat lebay " ucap Mariam yang tampak menggeleng-gelengkan kepalanya


" Baiklah ayo kita pergi sekarang " ucap Geri


" Lalu kita bagaimana, apa kita harus ikut " bisik Sofia pada Rifa


" Sudah biarkan saja mereka toh mereka sudah besar ini " ucap Rifa


" Baiklah " ucap Sofia sambil tersenyum


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul Reinkarnasi : Mengubah Takdir , karya ini menceritakan tentang Rara yang masuk kedalam tubuh saudara kembarnya demi membalaskan sakit hati yang di rasakan sang kakak yang sudah di selingkuhi oleh suaminya sendiri dengan adik tirinya..


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2