Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Episode 88


__ADS_3

Kini Leya dan Geri sudah sampai di gedung dimana Iqbal bekerja, seperti kemarin ia langsung masuk kedalam menuju ruangan Iqbal.


" Kita mau kemana " tanya Geri dengan wajah bingungnya


" Ayo ikut saja " ucap Leya


Kini mereka sudah sampai di depan pintu ruangan Iqbal. Leya Segera mengetuk pintu ruangan itu.


Tok... Tok... Tok...


" Masuk "


Ceklek,,


" Selamat siang " ucap Leya sambil tersenyum


Leya Masuk ke ruang itu bersama dengan Geri, Iqbal yang melihat kehadiran Geri pun bingung karena sebelumnya Leya bersama dengan Reza tapi kini bersama dengan lelaki yang asing baginya.


" Siang juga,, silahkan duduk " ucap Iqbal tersenyum ramah


" Terima kasih " ucap Leya


Geri dan Leya duduk di kursi yang berhadapan dengan Iqbal, Geri tampak memperhatikan ruangan Iqbal dan juga memperhatikan penampilan Iqbal yang tersenyum ramah pada Leya membuat dirinya kesal.


" Em Leya dia siapa, apa dia saudaramu lagi " tanya Iqbal


" Bukan " ucap Leya


" Aku adalah.. " ucap Geri terpotong


" Dia adalah Kakaknya Gea, wanita yang kita selidiki kasusnya " ucap Leya


" Ah ia itu ide bagus untuk menghadirkan pihak keluarga, kebetulan sekali aku juga ingin membahas masalah itu " ucap Iqbal


" Apa maksudmu " tanya Leya heran


" Aku menemukan beberapa sidik jari di tempat membuka apartemen itu " ucap Iqbal


" Kamu serius " ucap Leya


" Serius " ucap Iqbal


" Lalu ada sidik jari siapa saja " raya Geri penasaran


" Tapi sebelum memastikan hal itu aku mau mencocokan sidik jarimu selaku keluarga Gea " ucap Iqbal


" Baiklah aku tidak keberatan " ucap Geri


Iqbal membawa alat , lalu ia menempelkan semua jari tangan Geri untuk mencocokan dengan data yang ia punya.


Setelah menunggu sepuluh menit laku hasilnya keluar, jika memang ada sidik jari Geri disana.


" Aku melihat ada Lima sidik jari di data ini, lihat ini sidik jari Rifa dan Rafa lalu sidik jari Geri dan Gea, tapi ada satu sidik jari lagi.. aku yakin jika sidik jari ini adalah pembunuhnya atau orang yang kita lewatkan penyelidikan " ucap Iqbal menebak hal itu

__ADS_1


" Kamu benar tapi siapa " tanya Leya


" Apa kamu tahu teman dekat Gea siapa??, kita bisa mendapatkan informasi dari sana " tanya Iqbal


" Siapa ya, aku ga terlalu kenal sama teman-teman Gea, namun sahabatnya Gea adalah Margaret " ucap Geri


" Ah ia, Margaret.. kenapa aku tidak kepikiran hal itu " ucap Leya


" Menurut yang aku tahu Margaret waktu itu sedang pergi ke luar negri " ucap Geri membuat mereka kaget mendengarnya


" Lalu bagaimana dengan sidik jari di anting itu " ucap Leya


" Anting apa " tanya Geri


" Kemarin aku tidak sengaja menemukan anting di bawah jendela yang membuat jendelanya macet " ucap Leya


" Bisa aku lihat " ucap Geri


" Nih " ucap Iqbal memperlihatkan anting tersebut


" Disini ada huruf M dan G.. itu lambang apa ya.. apa pacar Gea berawalan huruf M " tanya Leya


" Mana mungkin, pacar pertama Gea itu Rafa dan pacar keduanya Adalah Rifa " ucap Geri pada Leya


" Oh lalu apa ya " ucap Leya tampak berpikir


" Tapi aku sering melihat ini dimana " tanya Geri mengingat-ingat hal yang sebelumnya ia lihat namun lupa lagi.


" Apa itu ada hubungannya dengan Margaret " ucap Leya


" Bagaimana kalau kamu selidiki yang sebenarnya terjadi dan kamu harus mendapatkan sisik jari Margaret.. agar aku bisa memastikan hal itu " ucap Iqbaal


" Kalau urusan Margaret serahkan pada Geri " ucap Leya


" Ko jadi padaku " tanya Geri


" Kamu kan dekat dengannya " ucap Leya


" Kenapa ga kita sama-sama saja " ucap Geri


" Nanti saja kita pikirkan " ucal Leya


" Oh ia dan untuk sidik jari di kalung itu juga ada dua sidik jari yaitu sidik jari Gea dan sidik jari yang sama dengan orang yang punya anting " ucap Iqbal


" Apa yang membunuh itu yang punya anting juga " tanya Geri


" Aku juga berpikiran begitu " ucap Leya


" Karena ini sudah waktunya makan siang bagaimana kamu berterima kasih padaku untuk kehebatan ku itu " ucap Iqbal dengan wajah sombongnya


" Astaga teman ku yang satu ini sombong sekali " ucap Leya sambil tersenyum


" Ayo katakan " ucap Iqbal

__ADS_1


" Kalau begitu aku akan mentraktir kamu " ucap Geri


" Bagus, jadi aku sedikit hemat " ucap Leya sambil tersenyum senang


" Ish kamu lepas dari tanggung jawab " ucap Iqbal pada Leya


" Lagian ini juga berkaitan dengan adik ku, jadi ku harap kamu tidak menolak ajakan ku " ucap Geri


" Apa yang di katakan Geri benar, ayo pergi aku sudah lapar " ucap Leya


" Baiklah " ucap Geri


" Yasudah lah " ucap Iqbal


Mereka pun segera pergi dari sana dan menuju restoran yang tak jauh dari kantor Iqbal, Geri tampaknya benar-benar cemburu dengan Iqbal, apalagi perlakuan Iqbal yang memperlakukan Leya bukan seperti teman.


Geri mencoba menahan amarahnya kala itu, mengingat hubungannya dengan Leya baru membaik, ia tidak ingin jika Leya menjauhinya gara-gara ia emosi.


Mereka duduk bersama dan mulai memesan makanan yang berbeda-beda, tampak juga raut wajah Iqbal yang bahagia karena susah lama ia tidak makan bersama dengan Leya, apalagi Leya sekarang bertambah cantik menurutnya.


" Kamu makan ini, ini baik untuk kesehatan mu " ucap Geri


" Ah baiklah " ucap Leya


" Kamu juga makan sup ini, ini baik untuk tulang-tulang mu " ucap Iqbal


" Ah terimakasih " ucap Leya yang heran


" Kenapa mereka jadi baik padaku, ada apa dengan mereka " batin Leya


" Sepertinya pertemanan antara Iqbal dan Leya tidak sesederhana yang aku bayangkan " batin Geri


" Aku rasa Geri menyukai Leya, aku lihat dari cara dia menatap dan memperlakukan Leya " batin Iqbal


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...

__ADS_1


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2