Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Episode 110


__ADS_3

Mariam tampak tertidur lama hingga sore hari. Ketika dia sudah bangun tiba-tiba ia ingin makan dengan Soto, ia susah bosan memakan makanan rumah sakit yang tampak hambar di lidahnya.


" Sayang.. " ucap Mariam pada suaminya


" Ada apa sayang " tanya Gino


" Aku laper " ucapnya sambil tersenyum


" Aku suapin " ucap Gino membawa makanan yang si berikan rumah sakit


" Tidak, aku tidak ingin ini " ucap Mariam membuat Gino kaget


" Lalu kamu mau apa " ucap Gino


" Aku mau makan soto " ucap Mariam


" Kalau begitu biar Geri belikan untuk ibu " ucapnya menutup laptopnya memang selama ia di negara ini, Geri tampak sibuk memainkan Laptopnya untuk menyelesaikan pekerjaannya.


" Ayah mau makan apa " tanya Geri pada sang ayah


" Ayah makan seperti biasanya saja " ucap Gino sambil tersenyum


" Baiklah, kalau begitu tunggu sebentar " ucap Geri langsung menuju ke lantai kantin yang ada dirumah sakit ini.


Sedangkan Mariam sambil menunggu Geri ia ingin menonton televisi yang di sediakan di ruangan itu.


Tiba-tiba tanpa di duga datanglah Merina dengan suaminya sambil menangis menghampiri Mariam yang sedang asik menonton televisi.


" Mariam " ucap Merina sambil menangis


" Kenapa dia bisa disini sih... aku harus bagaimana,, aku tidak mau jika Mariam sakit lagi " batin Gino


" Kenapa ku merasa benci pada Merina sekarang ya, anaknya begitu jahat pada putriku " ucap Mariam dalam hatinya


" Untuk apa kamu datang kesini " ucap Mariam dengan wajah sinisnya


" Mariam .. tolong maafkan Margaret " ucap Merina


" Maaf setelah apa yang dia lakukan pada putriku Gea " ucap Mariam dengan wajah sedihnya


" Sudahlah Merina kamu cepat pergi dari sini, kamu tidak mau menemuimu " ucap Gino


" Margaret di fitnah kamu harus percaya padaya " ucapnya Merina sambil menangis


" Difitnah kamu bilang setelah semua bukti mengarah padanya.. aku tidak bodoh Merina meskipun kamu teman ku tapi anakmu sudah membunuh putri ku " ucap Mariam


" Ini semua bukan salah Margaret " ucapnya Merina


" Lalu salah siapa salah putri ku Gea " Mariam sambil menangis


" Sayang tenangkan dirimu " ucap Gino mencoba menenangkan istrinya itu

__ADS_1


" Mariam kita teman.. kamu harus percaya padaku " ucap Merina


" Sudah cukup aku percaya pada kalian, Aisha bertahun-tahun kematian Gea dan kalian tidak memberitahukan hal yang sebenarnya.. meskipun kalian keluarga tapi pernahkan kalian menghargai hatiku dan perasaan ku " ucap Mariam


" Mariam... tolong jangan penjarakan Margaret " ucap Merina


" Itu memang seharusnya, Margaret harus di hukum seberat-beratnya.. " ucapnya Mariam


" Kalau bukan Margaret, Gea itu tidak akan banyak teman.. Hanya Margaret yang selalu menemaninya " ucap Merina


" Diam kamu, kalau bukan Margaret.. Gea tidak akan meninggalkan aku untuk selama-lamanya masa depannya masih panjang " ucap Mariam dengan nada tinggi merasa tidak terima putrinya di jelek-jelekkan oleh orang lain apalagi ini sahabatnya sendiri.


" Kalau pun dia ada, kehadirannya hanya akan menjadi aib untukmu, hamil di luar nikah dan tidak ada orang yang menikahinya.. apa perilaku begitu bisa di anggap benar " ucap Merina seperti meledek Gea


" Cukup Merina " ucap sang Suaminya


" Gea tidak hamil, anakmu yang jahat itu membuat surat palsu membuat Gea kacau dan hidupnya dalam masalah " ucap Mariam


" Cukup Merina silahkan kamu pergi atau aku akan memanggil security kesini dan mengusir kalian " ancam Gino


" Ayo kita pergi " ucap Suaminya


" Aku tidak kaan pergi sebelum dia mencabut tuduhannya pada Margaret " ucap Merina


" Sampai kapan pun aku tidak akan mencabut laporannya.. mau sampai kamu menangis berhati-hati juga " ucap Mariam


" Kenapa... bukankah kamu bilang kita harus saling memaafkan.. bukankah kita sahabat sejati.. " ucap Merina


" Aku sudah minta maf, apa perlu kamu uang dariku agar kamu mencabut tuduhannya " ucap Merina


" Simpan semua tenaga mu, kita akan sampai di pengadilan " ucap Mariam


" Tidak, tidak.. Margaret tidak boleh di penjara.. kasian dia " ucap Merina sambil menangis tersedu-sedu


Sebenarnya Mariam juga tidak tega apalagi Margaret yang susah ia anggap putrinya itu dari dulu, tapi kenapa dia tega membunuh Gea membuat Mariam semakin merah jika mengingat hal itu.


" Sayang tenangkan dirimu.. ayo kita pergi " ucap suaminya Merina


" Tenang bagaimana, anak kita tak akan di penjara.. aku tidak mau hal itu terjadi... tidak boleh " ucap Merina


" Kita bisa bicara dengan Mariam nanti... ayo kita pergi " ucapnya langsung membawa Merina pergi dari sana sedangkan Mariam tampak menangis kembali mengingat hal yang di lakukan Margaret pada Gea.


" Sayang Sudah kamu jangan menangis " ucapnya Gino memeluk sang istri


" Kenapa dia tega berbicara seperti itu, bagaimana kalau dia di posisiku " ucap Mariam


" Sudah lah, kamu tidak boleh lemah.. kamu harus kuat kita besok akan menemui Margaret " ucap Gino


" Baiklah " ucap Mariam menghapus air matanya


Datanglah Geri sambil membawakan Makanan sesuai dengan permintaan sang ibu. namun ia heran karena sang ibu wajahnya seperti yang sudah menangis.

__ADS_1


" Ibu kenapa " tanya Geri menghampiri sang ibu


" Tidak apa-apa ayo kita makan " ucap Gino mengalihkan pembicaraan


" Tadi ada Merina kesini " ucap Mariam membuat Geri kaget


" Tante Merina kesini, mau ngapain dia " ucap Geri dengan nada marah


" Kenapa aku baru menyadari jika Merina sungguh jahat, ia berani berkata aku harus mencabut laporannya.. atas dasar apa dia harus mengatur ku.. aku tidak mau " ucap Mariam


" Ibu, aku juga tidak mau jika Margaret bebas setelah membunuh Gea, cukup waktu itu saja dia bebas " ucap Geri


" Ayah juga setuju akan hal itu " ucap Gino


" Ibu, kita tidak boleh lemah... kita harus memberikan pelajaran pada pembunuh Gea " ucao Geri


" Kamu benar nak... " ucap Gino


" Kalau begitu kita makan dulu " ucap Gino memberikan makanan yang di bawakan Geri


" Kamu harus kuat dalam menghadapi mereka " ucap Gino


" Ia sayang " ucap Mariam


Mereka makan makanannya dengan lahap, Mariam juga sudah tidak menangis lagi, ia juga harus kuat seperti yang di katakan suami dan putranya itu.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul Reinkarnasi : Mengubah Takdir , karya ini menceritakan tentang Rara yang masuk kedalam tubuh saudara kembarnya demi membalaskan sakit hati yang di rasakan sang kakak yang sudah di selingkuhi oleh suaminya sendiri dengan adik tirinya..


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2