
Geri dan Margaret sudah berada di mobil milik Iqbal, orang yang sudah di hubungi oleh Geri untuk membantunya merencanakan ini semua.
" Lalu kita mau kemana " tanya Geri terlihat bingung
" Entahlah, tapi dia cantik juga " ucap Iqbal
" Jangan macam-macam meskipun dia kita curigai tapi dia tidak boleh kamu apa-apakan " ucap Geri
" Kamu tenang saja aku bukan lelaki yang seperti itu " ucap Iqbal
" Ok, kali ini aku percaya " ucap Geri sambil tersenyum
" Bagaimana kalau ke apartemen ku saja " Ucapnya Iqbal
" Yasudah lah,, kita bawa saja dia Kesana " ucap Geri tampak setuju dengan ide Iqbal
Margaret tampak tertidur pulas namun sesekali ia mengigau menyebut nama Geri sambil tersenyum manis.
" Sepertinya dia sayang menyukai mu " ucap Iqbal
" Tapi aku tidak menyukainya " ucap Geri cuek
" Masa sih, dia kan cantik " ucap iqbal
" Sudah jangan banyak bicara cepat kita bawa dia ke apartemen mu " ucap Geri
" Kita sekarang sudah sampai ko " ucap Iqbal menghentikan mobilnya
Geri dan Iqbal keluar bersamaan sementara Margaret masih berada didalam mobil, Geri langsung menyuruh Iqbal menggendong Margaret kembali.
" Kenapa sih kamu tidak mau menyentuh wanita ini, cuma sekedar menggendong saja " sindir iqbal
" Ada hati yang selalu ingin aku jaga " ucap Geri
" Apa yang di maksud adalah sosok Leya " batin Iqbal
" Aku tidak mau menyentuh wanita lain selain Leya,, aku selalu setia padamu Leya meskipun kamu tidak melihatnya " batin Geri
Kini Mereka sudah sampai di depan pintu apartemen milik Iqbal, mereka langsung masuk kedalam. Iqbal langsung menidurkan Margaret di sofa miliknya
" Berat juga dia " ucap Iqbal
" Bukannya kamu senang " ucap Geri sambil tersenyum
" Aku ga menyangka saja jika dia seberat ini " ucap Iqbal langsung ke dapur membawakan minuman untuknya yang haus.
Setelah itu mereka duduk di depan sofa yang di tiduri Margaret. Iqbal langsung membuka buku catatannya lalu memasang alat perekam untuk merekam pembicaraan mereka dengan Margaret.
" Kamu siap " tanya Iqbal
" Siap " ucap Geri tampak bersemangat
__ADS_1
Iqbal menyerahkan buku catatan yang sudah ia tuliskan semua apa saja yang akan ia tanyakan dia pada Margaret melalui Geri. Sedangkan Geri yang menerima buku catatan itu tampak mengerti dan menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
" Margaret... apa kamu kenal aku Geri " ucapnya
" Ia aku Kenal, kamu orang yang selama ini aku sukai " ucap Margaret
" Apa hubungan mu dengan Gea " tanya Geri
" Gea Sabahat baikku yang bodoh " ucap Margaret sambil tertawa
Mendengar hal itu Geri marah namun Iqbal mencoba untuk menenangkan Geri dengan cara menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Aku harus banyak bersaabar " batin Geri
" Bodoh.. maksud kamu bodoh dalam hal apa " ucap Geri
" Dia itu pasti akan mendengarkan perkataan ku termasuk menduakan Rifa dan Rafa.. " ucap Margaret
" Jadi ini semua ulahmu " ucap Geri dengan nada marah
" Ia, karena Kamu tidak pernah memandangku lalu aku mencoba untuk mempengaruhi Gea adikmu.. ini bukan salahku dia yang terlalu bodoh,, " Ucap Margaret dengan nada marah
" Bodoh bagaimana maksudmu " ucap Geri hendak menampar Margaret tapi di cegah oleh Iqbal
" Bodoh dalam segala hal, dia lebih mendengarkan ucapan ku di banding ucapanmu sebagai kakaknya.. termasuk bersandiwara bunuh diri " ucap Margaret
" Sandiwara bunuh diri,, katakan dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi waktu itu " bentak Geri benar-benar marah, ia tak habis pikir kenapa Margaret orang terdekat dengan Gea dan keluarganya malah bersikap begitu.
" Apa?? kenapa kamu tega lakukan itu " ucap Geri
" Karena dia beranggapan dia hamil jadi mau mengancam Rifa,, tapi Rifa ternyata neleponnya kalau dia tidak mencintainya lagi " ucap Margaret
" Maksud kamu beranggapan hamil apa.. Gea hamil anak siapa " tanya Geri menahan amarahnya
" Gea tidak hamil, aku dan Gea sengaja merencanakan hal itu agar Rifa mau menikahi Gea karena Gea bodoh,, dia benar-benar cinta banget sama Rifa, aku membantu Gea menjebak Rifa di hotel.. aku menidurkan Gea dan Rifa di satu ranjang hotel dan membuat mereka seolah-olah tidur bersama padahal itu rekayasa ku " ucap Margaret dengan tertawa senang
" Dasar wanita tidak punya hati,, wanita jahat " ucap Geri dengan nada marahnya
" Ia, aku jahat karena kamu,, aku juga begini karena kamu,, dulu kamu sangat cuek padaku.. padahal aku selalu memperhatikan mu " ucap Margaret sambil menangis
" Tapi kamu tidak seharusnya berbuat seperti itu pada adikku " bentak Geri
" Aku menyesal... aku tidak... bukan aku yang mendorong Gea " ucap Margaret
" Kamu ada di tempat kejadian Gea lompat dari apartemen " tanya Geri dengan wajah kagetnya
" Ya aku memang ada disana,, tapi aku tidak mendorongnya,, dia terpeleset karena aku membuang surat kehamilannya yang sudah aku palasukan " ucap Margaret
Geri langsung berdiri lalu memukul-mukul tembok, ia menahan amarahnya, sambil menangis ia tidak pernah menyangka jika Rifa maupun Rafa bukan pelaku utama dalam kematian Gea.
" Kenapa Tuhan, kenapa.. aku salah menilai orang selama ini, ternyata ora g yang sudah menyebabkan adikku meninggalkan ada di dekat ku selama ini " batin Geri sambil menangis
__ADS_1
" Cukup Geri " ucap Iqbal menahan tangan Geri yang sudah berdarah karena di pukul-pukul ke tembok
" Kamu tidak akan pernah mengerti " ucap Geri dengan nada lirih
" Aku tahu perasaan mu,, tapi jika kamu menyiksa diri sendiri juga tidak ada artinya tidak akan mengembalikan Gea kembali kesini.. Yang harus kamu lakukan berikan Margaret hukuman yang pantas agar adikmu tenang di sana " ucap Iqbal
" Bagaimana aku menjelaskan tentang kematian Gea yang sebenarnya pada Leya dan keluarganya " ucap Geri
" Leya orangnya baik apalagi Keluarganya,, coba kamu datang ke rumahnya lalu meminta maaf pada mereka terutama Rafa.. " ucap Iqbal
" Kamu benar.. besok pagi aku akan ke sana untuk meminta maaf " ucap Geri
" Kamu tau jika Rafa sedang sakit dan besok dia beserta istrinya akan pergi ke Singapura untuk berobat " tanya Iqbal
" Apa... Rafa sakit " ucap Geri kaget
" Ia " ucap Iqbal
" Terima kasih untuk informasinya " ucapnya Geri sambil tersenyum
" Lalu Margaret bagaimana " tanya Geri melihat wajah Margaret dengan kebencian
" Kamu tenang saja, aku akan mengurus prosedur hukum untuknya " ucapnya Iqbal
" Aku serahkan semuanya padamu " ucap Geri sambil tersenyum
" Ok, percaya saja padaku " ucap Iqbal
" Terima kasih " ucap Geri dengan wajah sedihnya ia benar-benar terpukul dengan pengakuan Margaret hari ini.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz