Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
episode 79


__ADS_3

Semalaman Geri tidak tidur hanya demi membaca buku harian Gea, ia pun menyadari jika yang sebenarnya salah bukan Rafa atau pun Rifa namun Gea lah yang dari awal salah. Ia punya harapan untuk memperbaiki hubungannya dengan Leya.


Ia pergi mandi dan bersiap-siap untuk tebang ke negara dimana Leya berada, tiket pesawat pun sudah ia pesan dan semua pekerjaannya ia limpahkan pada Bimo


Ia pergi keruang makan untuk sarapan seperti biasanya, ia sengaja tidak memberitahukan sang ibu karena ia takut jika ibunya akan sedih kembali.


" Pagi bu " ucap Geri


" Pagi nak, tumben pagi-pagi begini sudah rapi,, " tanya Sang ibu


" Ia Bu, hari ini sibuk sekali " ucap Geri


" Maafkan aku Bu harus bohong, aku lakukan ini agar ibu Tidak marah padaku " ucap Geri dalam hatinya


" Kalau begitu kamu harus makan yang banyak " ucap sang ayah


" Ia ayah " ucap Geri


" Jangan terlalu lelah, jaga juga kesehatan mu " ucap sang ibu


" Baik bu, oh ia bagaimana keadaan ibu " ucap Geri


" Ibu sudah lebih baik " ucap Mariam


" Syukurlah " ucap Geri merasa lega


" Sudah-sudah jangan bahas kemarin, sebaiknya makan saja, ayah sudah lapar " ucap Gino


" Baiklah " ucap Mereka


Mereka pun segera memakan Saparan yang sudah tersedia diatas meja, mereka makan dengan lahap. Apalagi Mariam ia tampak lebih bersemangat dibandingkan kemarin.


Setelah selesai makan Geri pamit untuk pergi kekantor, ia sudah di jemput oleh Bimo sang asistennya. Mereka pun segera pergi ke kantor.


Sepanjang perjalanan Bimo kaget dengan keputusan Geri yang memilih untuk pergi menyusul Leya, karena yang ia khawatirkan jika keluarga Leya akan menentang hubungan mereka.


" Tuan yakin akan pergi kesana " tanya Bram


" Aku sangat yakin " ucap Geri


" Kenapa " tanya Bram kembali


" Karena aku mencintai Leya " ucap Geri dengan wajah serius


" Tapi bagaimana jika Tuan disana diusir atau bahkan mendapatkan perlakuan yang tidak sesuai dengan harapan Tuan " ucap Bram


" Maksud kamu hubungan ku dengan Leya akan di tentang oleh Keluarga Leya " tanya Geri dengan wajah sinisnya

__ADS_1


" Tidak masalah aku akan terus membujuk keluarga Leya untuk merestui hubungan ku dengan Leya " ucap Geri dengan penuh keyakinan


" Anda yakin Tuan " tanya Bram bingung


" Sepertinya Tuan memang sangat mencintai Nona Leya,, aku hanya bisa mendukungnya sekarang dan berharap Tuan bahagia dengan Nona Leya " batin Bram


" Sangat yakin " ucap Geri sambil tersenyum


" Tuan, aku hanya ingin memberikan semangat pada Tuan,, raihlah kebahagiaan Tuan " ucap Bram sambil tersenyum


" Kamu memang asisten dan teman yang baik " ucap Geri tersenyum senang


" Tunggu Leya, aku akan buktikan rasa cintaku padamu " batin Geri


" Tuan apa tidak sebaiknya kita pergi ke bandara " tanya Bram


" Kamu benar, nanti aku terlambat " ucap Geri


Bram pun segera putar arah menuju bandara, ia melihat wajah sang majikan yang bahagia merasa senang. tiga puluh menit kemudian mereka sudah sampai di bandara, Geri langsung turun dari mobil.


" Tuan hati-hati dijalan, jangan lupa jika terjadi sesuatu hubungi saya " ucap Bram


" Harusnya aku yang bilang seperti itu padamu " Ucap Geri sambil tersenyum


" Jangan lupa jika ibuku telepon dan menanyakan keberadaan ku jawab saja aku sibuk dan pulang ke apartemen " ucap Geri


" Baik Tuan " ucap Bram menuruti keinginan sang majikan


Bram benar-benar sibuk beberapa hari ini, apalagi ketika Sang majikan bertengkar dengan pasangannya, ia berpikir jika seorang kekasih hanya akan membuat repot saja.


.


...****************...


.


Disisi lain Margaret tampak senang karena ia bisa membuat ibunya Geri bersedih, ia yakin jika apa yang ia lakukan kemarin akan membuat Tante mariam mendukung hubungannya dengan Geri.


Ia pagi-pagi sekali sudah rapi dan berdandan cantik, niatnya hanya ingin pergi ke rumah kedua orangtuanya Geri.


" Pagi Bun " ucap Margaret


" Pagi nak, kamu sudah cantik begini mau kemana " tanya sang bunda


" Em, Bun aku mau tanya apa Tante Mariam masih sakit " tanya Margaret


" Sakit " ucap Merina

__ADS_1


" Ia,, "


" Bunda malah ga tahu " ucap Merina


" Coba itu Tanya deh.. " ucap Margaret


Akhirnya Merina pun mengambil handphonenya lalu segera menghubungi Mariam sesuai keinginan putrinya.


Tut... Tut... Tut...


" Halo Mariam " ucap Merina


" Halo Mer, ada apa " tanya Mariam


" Tidak, aku hanya ingin menanyakan kabarmu, sudah lama kita tidak shoping bareng " ucap Merina mencari alasan


" Keadaan ku baik-baik saja, jangan sekarang ya Mer, aku sedang sibuk berkebun " ucap Mariam berbohong padahal ia tidak mau di ganggu


" Itu Oh, baiklah Mer, kalau ada waktu luang hubungi aku ,, aku siap kapan saja " ucap Merina


" Baiklah " ucap Mariam langsung menutup teleponnya


Margaret yang mendengarkan percakapan itu kaget, karena Mariam tidak seperti orang yang sedih.


" Kamu dengar sendiri kan, dia tidak apa-apa " ucap Sang bunda


" Ia Bun, aku kira sakit karena sudah lama kita tidak jalan-jalan bereng " ucap Margaret dengan senyum terpaksanya


Datanglah Ayah Margaret, mereka pun mulai memakan makanan yang sudah disiapkan oleh para pelayan.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...

__ADS_1


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2