Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Perasaan


__ADS_3

Riuga tidak ingin memaksakan kehendaknya untuk memiliki Tata. Dia menyadari kalau wanita cantik yang berada didalam pelukannya itu, masih memiliki keraguan akan cinta yang dia berikan.


Laki-laki batu itu hanya bisa bersabar, menunggu sampai Tata benar-benar siap menerimanya dengan sepenuh hati.


Kedekatan yang terjalin diantara mereka saat ini, sudah lebih dari cukup bagi Riuga yang sebelumnya tidak pernah bermain perasaan dengan wanita manapun.


Tidak disangka, cinta itu dengan cepat tumbuh menggerogoti hati Riuga yang selama ini hanya dipenuhi dengan kebencian dan dendam semata.


Hal itu membuat Riuga sadar, kalau dirinya juga manusia biasa yang membutuhkan kasih sayang dan cinta dari seorang wanita. Dan wanita yang dia inginkan hanyalah Tata seorang.


*****


Tidak terasa hari sudah semakin sore. Riuga berencana untuk mengajak wanitanya itu kembali ke pantai untuk menikmati suasana petang dan menyaksikan sunset yang akan muncul sebentar lagi.


"Tata, apa kau masih ingin bermain di pantai dan melihat matahari terbenam?" tanya Riuga kepada wanita yang dari tadi masih memeluknya itu.


Tata tidak memberikan jawaban kepada Riuga, tetapi wanita cantik itu memberi isyarat dengan menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, ayo kita pergi!" ajak Riuga penuh semangat.


"Kau mau menemaniku?" tanya Tata sembari melepaskan pelukannya.


"Tentu saja, apa kau lupa dengan ucapan ku tadi?" ucap Riuga sembari mengecup pipi wanitanya dengan lembut.


"Tidak, aku masih ingat! Apa kau serius mengatakan semua itu?" tanya Tata yang masih tidak percaya dengan ucapan Riuga.


"Tentu saja aku serius, mulai hari ini kau harus lebih terbuka padaku! Apapun yang kau inginkan dan kemanapun kau ingin pergi? Katakan saja padaku! Aku akan mewujudkan semua keinginanmu itu." ucap Riuga penuh keyakinan.


"Kau yakin? Apapun yang aku minta, akan kau berikan?" tanya Tata yang bermaksud menggoda Riuga.


"Tentu saja, kau tidak percaya padaku?" tanya Riuga sedikit kesal.


"Kalau begitu aku ingin kau memberikan hatimu ini untukku!" pinta Tata sembari meletakkan tangannya di dada Riuga.


"Tidak masalah! Asalkan kau bahagia, apapun akan aku berikan kepadamu. Bahkan jika kau meminta nyawaku ini, aku siap melepaskannya untukmu." ucap Riuga sembari berdiri dan membuka laci untuk mengambil mainannya.


Reaksi Riuga itupun seketika membuat Tata terkejut dan melongo. Tidak disangka, ternyata Riuga menganggap serius perkataan Tata yang hanya bermaksud menggoda dirinya itu.

__ADS_1


"Riu, apa yang ingin kau lakukan?" teriak Tata sembari merebut mainan itu dari tangan Riuga dan melemparkannya ke atas kasur.


Tata benar-benar syok dan langsung bergetar di sekujur tubuhnya sembari memeluk tubuh Riuga sangat erat.


"Kau kenapa Tata?" ucap Riuga yang merasakan getaran itu sampai ke tubuhnya.


"Jangan lakukan itu, aku mohon! Hiks... Hiks... Hiks."


Tata menangis histeris didalam pelukan Riuga tanpa bisa berkata-kata lagi.


"Bukankah kau ingin meminta hatiku? Tentu saja aku akan memberikannya untukmu! Aku sudah berjanji untuk memberikan apapun yang kau inginkan!" sahut Riuga yang sama sekali tidak mengerti dengan maksud ucapan Tata.


"Dasar laki-laki bodoh! Hiks... Hiks..."


Tata kembali menangis dan memukul dada Riuga dengan kedua tangannya.


"Sudahlah, jangan menangis lagi!" ucap Riuga sembari menghapus air mata Tata dengan jarinya.


"Jangan tinggalkan aku Riu, aku mohon! Aku tidak mempunyai siapa-siapa lagi di dunia ini, hanya kau yang aku punya saat ini!" ucap Tata mengungkapkan perasaannya.


Mendengar ucapan Tata, Riuga merasa sangat terharu. Tidak terasa air mata laki-laki batu itupun mulai menetes membasahi pipinya.


Tanpa sadar, Riuga langsung menghujani pundak Tata dengan ciumannya. Tata pun hanya terdiam tanpa penolakan sama sekali.


"Apa kau baru saja mengungkapkan perasaanmu padaku?" tanya Riuga yang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya.


"Ti... Tidak, aku tidak berkata seperti itu!" sahut Tata sembari melepaskan pelukannya dari tubuh Riuga.


"Benarkah?" tanya Riuga sembari tersenyum manis.


"Tentu saja, kau terlalu kegeeran!" ucap Tata yang masih berusaha menyembunyikan perasaannya terhadap Riuga.


Riuga menatap mata Tata dengan intens, laki-laki gagah itu mencoba mencari jawaban dari mata indah wanitanya itu. Tentu saja sorot mata dan ucapan Tata sangat berbanding terbalik.


Tanpa berucap sepatah katapun, Riuga dengan cepat menyedot bibir Tata yang sudah berbohong kepada dirinya itu.


"Umm... Umm..."

__ADS_1


Riuga ******* bibir manis Tata dengan penuh perasaan. Laki-laki itu benar-benar melakukannya dengan sangat lembut sehingga Tata tidak kuasa untuk menolaknya. Mereka saling ******* satu sama lain tanpa ada kecanggungan sedikitpun.


Sesaat Tata mulai terhanyut dalam permainan Riuga. Wanita cantik itupun tanpa sungkan mengalungkan tangannya ke leher Riuga dan menikmati permainan mereka sembari menutup kedua matanya.


Sesaat mereka berdua saling melepaskan, hanya untuk mengambil nafas yang sudah berserakan.


Setelah cukup mendapatkan nafas, mereka berdua saling tersenyum satu sama lain.


Ciuman kali ini benar-benar atas dasar keinginan mereka berdua. Tidak ada yang memaksa, dan tidak ada yang terpaksa seperti sebelumnya.


Tata kembali menempelkan bibirnya ke bibir Riuga dan menghisapnya seperti anak kecil yang sedang menghisap manisnya permen. Begitupun Riuga yang tidak mau kalah dengan wanitanya.


Permainan itupun semakin memanas disaat Riuga sudah mulai memainkan lidahnya dan masuk semakin dalam menyusuri gowa yang dikelilingi perisai putih itu.


"Umm... Umm..."


Riuga sudah tidak sanggup lagi mengontrol keinginannya. Dia segera mengangkat tubuh Tata dan mendudukkan wanitanya itu di pinggir kasur tanpa melepaskan ciuman bibir mereka.


Dengan perlahan, Riuga mendorong tubuh Tata hingga terbaring di atas kasur. Laki-laki gagah itu terus saja ******* bibir wanitanya yang benar-benar terasa manis melebihi manisnya gula.


Perlahan Riuga melepaskan ciumannya dan menatap Tata yang sudah pasrah dengan dada yang sudah naik turun karena merasakan sesak yang teramat sangat.


Riuga tersenyum manis dan mengecup kening Tata dengan penuh kasih sayang.


"Aku mencintaimu Tata, maukah kau menjadi istriku?" tanya Riuga yang sudah tidak sabar ingin memiliki Tata seutuhnya.


Tata hanya tersipu malu tanpa menjawab pertanyaan dari laki-laki yang sudah berada di atasnya itu.


Riuga pun menenggelamkan wajahnya di leher Tata dan menghujaninya dengan ciuman penuh hasrat. Sesekali Riuga menjilati dan membuat cap merah sebagai tanda bukti kepemilikan.


"Geli, Riu!" ucap Tata sembari menahan gejolak yang berkecamuk didalam hatinya.


Riuga semakin menuntut dan mulai menatap kearah duo bakpao yang sangat menggoda penglihatannya itu.


Riuga mulai memasukkan tangannya dan memainkan bakpao yang terasa sangat lembut itu. Tanpa ragu, Riuga dengan hati-hati melucuti kacamata pink yang digunakan wanitanya dan melahap bakpao itu dengan lahap.


Pengalaman pertama mencicipi bakpao itupun membuat Riuga benar-benar kehilangan akal sehatnya. Tidak hanya tangan Riuga yang bekerja, bibir, lidah dan giginya pun ikut bereaksi menikmati lezatnya bakpao dengan toping bola coklat itu.

__ADS_1


"Akhh,,, Riu!"


Tata tak sanggup lagi menahan gejolak di batinnya. Sentuhan Riuga itu benar-benar membuat Tata tak berdaya. Wanita cantik itupun dibuat bergetar menahan sesuatu yang terasa seperti menyengat sekujur tubuhnya.


__ADS_2