Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Akting


__ADS_3

Tanpa Riuga sadari ternyata Tata sudah berdiri di dekat kolam renang. Wanita cantik itupun tidak sengaja mendengarkan semua yang Riuga katakan kepada dua wanita asing yang mencoba menggodanya.


Tata benar-benar bahagia mendengar ucapan Riuga barusan. Gadis cantik itupun melangkah dan berdiri tepat di atas tangga kolam sembari tersenyum lebar.


Riuga meninggalkan dua wanita asing itu dan berenang kearah tangga. Sesaat pandangan Riuga dikejutkan dengan kehadiran Tata yang sedang senyum-senyum sendiri menunggunya di atas kolam.



"Tata, sejak kapan kau berada disini?" tanya Riuga sedikit salah tingkah.


"Belum lama, siapa wanita itu?" tanya Tata dengan santainya.


"Bukan siapa-siapa, aku juga tidak mengenalinya!" sahut Riuga sembari keluar dari kolam.


Sesaat wajah Riuga berubah menjadi merah padam. Entah apa yang sedang laki-laki itu pikirkan, dia hanya takut Tata salah paham terhadap dirinya.


"Kenapa wajahmu memerah seperti ini? Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Tata berpura-pura tidak tau.


"Tidak Tata, jangan marah ya! Aku benar-benar tidak mengenal wanita tadi, aku berani bersumpah!" ucap Riuga meyakinkan wanitanya itu.


"Bagaimana mungkin aku bisa percaya padamu? Kau meninggalkanku sendirian didalam kamar, ternyata kau disini sedang asyik bersenang-senang dengan mereka." ucap Tata sembari menahan tawanya.


Tata berpura-pura marah dan berjalan meninggalkan Riuga. Wanita cantik itupun hanya bisa tersenyum tanpa menoleh kearah belakang.


Melihat wanitanya yang sudah terbakar api cemburu, Riuga pun segera berlari menyusul Tata kedalam kamar.


Sesampainya didalam kamar, Riuga terkejut melihat Tata yang sedang asyik mengemasi barang-barangnya. Dengan cepat laki-laki gagah itu mendekati Tata dan mencoba memberikan penjelasan kepada wanita yang sangat dicintainya itu.


"Tata, apa yang kau lakukan? Kau mau kemana?" tanya Riuga sembari memeluk tubuh Tata dari arah belakang.


"Aku ingin pulang Riu, aku tidak mau disini lagi! Hiks... Hiks..."


Tata lagi-lagi memainkan aktingnya dan berpura-pura menangis didalam pelukan laki-laki yang sudah membuat jantungnya berdebar-debar itu.


"Dengarkan aku dulu, Tata! Aku tidak pernah mengkhianatimu. Wanita tadi, aku benar-benar tidak mengenalnya. Mereka yang datang mendekatiku, aku bersumpah atas nama kedua orang tuaku. Aku hanya mencintaimu seorang, tidak ada seorangpun yang bisa menggantikan tempatmu di hatiku!" jelas Riuga berderaian air mata.


Mendengar suara laki-lakinya yang sudah serak, Tata pun membalikkan tubuhnya dan mengusap pipi Riuga yang sudah banjir dengan air mata itu.

__ADS_1


"Kenapa kau menangis?" tanya Tata yang benar-benar tersentuh dengan ketulusan cinta Riuga kepada dirinya.


Riuga menarik pinggang Tata dan kembali memeluk tubuh indah wanitanya itu dengan erat.


"Aku hanya mencintaimu Tata, tolong percaya padaku! Hanya kau saja wanita yang pantas memiliki hatiku. Kaulah satu-satunya wanita yang mampu mengisi kekosongan hatiku ini. Sekarang dan selamanya tidak akan pernah tergantikan." ucap Riu yang masih saja meneteskan air matanya.


"Kenapa kau mengatakan semua itu padaku? Apa aku pernah meragukan dirimu?" tanya Tata sembari mengalungkan tangannya di leher Riuga.


"Apa maksudmu? Bukankah kau marah melihatku bersama wanita tadi?" tanya Riuga yang mulai kebingungan.


Riuga sama sekali tidak mengerti dengan sikap Tata yang menurutnya sedikit aneh. Laki-laki gagah itupun menatap Tata dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Sudahlah, pakai pakaianmu! Aku sudah lapar." ucap Tata mengalihkan pembicaraan.


"Tunggu dulu, kau belum menjawab pertanyaan ku!" sahut Riuga yang masih penasaran dengan sikap wanitanya itu.


"Nanti saja kita lanjutkan, perutku sudah tidak bisa diajak kompromi lagi!" ucap Tata tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Tata melepaskan tangannya dari leher Riuga dan berbaring di atas tempat tidur. Laki-laki yang sudah kebingungan itupun terpaksa menahan dirinya dan mengikuti kemauan wanitanya.


Selesai mengenakan pakaian, Riuga pun menarik tangan Tata dan membawanya ke kafe yang ada di resort.


"Terserah kau saja, aku akan memakan makanan apapun yang kau pesankan!" sahut Tata sembari tersenyum menatap wajah tampan yang sudah mengucek hatinya itu.


Merasa kebingungan, Riuga akhirnya memesan beberapa makanan agar mereka bisa mencicipi satu persatu tanpa harus memilih.


Tidak lama, makanan mereka pun datang dengan menu yang beragam. Semuanya merupakan olahan seafood yang terlihat menggugah selera.


"Riu, kau sudah gila? Siapa yang sanggup menghabiskan makanan sebanyak ini?" tanya Tata yang kebingungan melihat makanan yang sudah memenuhi meja mereka.


"Tentu saja kita berdua, kenapa? Kau mengaku kalah sebelum berperang?" ucap Riuga dengan santainya.


"Tidak, siapa juga yang akan kalah?" sahut Tata dengan polosnya.


Tanpa menunggu lama, mereka pun berlomba menghabiskan semua makanan yang sudah terhidang di meja itu.


Tata mengambil nasinya dan mulai mencicipi satu persatu makanan itu tanpa ada yang terlewat.

__ADS_1


"Bagaimana, enak tidak?" tanya Riuga sembari mencicipi kepiting saus padang yang terasa begitu nikmat.


"Enak..." sahut Tata sembari melahap cumi goreng asem.


Melihat Tata yang makan dengan lahap, Riuga pun memasukkan makanan lainnya ke piring wanitanya itu.


"Coba kepiting dan lobster ini, rasanya sangat lezat!" ucap Riuga sembari terus menyantap makanannya.


"Oseng kerang ini juga nikmat, udang goreng ini juga." ucap Tata yang tidak mau kalah dan memberikannya kepada Riu.


Tanpa sadar, mereka berdua akhirnya berhasil menghabiskan semua makanan tanpa tersisa sedikitpun.


"Huft... Riu, kau ingin membunuhku ya! Aku tidak sanggup bergerak lagi kalau begini. Perutku sudah mau meledak saking kenyang nya." ucap Tata yang sudah kesulitan untuk bernafas.


"Aku juga, Tata. Seumur-umur baru kali ini aku makan serakus ini." sahut Riuga yang sudah tersandar di sandaran tempat duduknya.


"Hahahaha... Kau ini lucu sekali, Riu. Sudah seperti si jayen saja!" ucap Tata sembari tertawa terbahak-bahak.


"Kau juga, Tata. Kau sudah seperti winnie the pooh saja. Hahahaha..." sahut Riuga yang tidak mau kalah mengejek wanitanya itu.


Sejenak suasana di meja makan itu terasa begitu hangat karena keakraban mereka satu sama lain.


"Sudahlah, ayo kita kembali ke kamar! Mataku sudah terasa sangat berat." ucap Tata sembari berdiri dari tempat duduknya.


Riuga pun beranjak dari tempat duduknya dan membimbing tangan wanitanya itu menuju kamar mereka.


Sesampainya didalam kamar, Tata langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Begitupun dengan Riuga yang ikut duduk di sebelah wanitanya.


"Tata, jangan tidur dulu! Tidak baik untuk kesehatanmu!" ucap Riuga sembari menarik tangan wanitanya itu.


"Tapi aku sudah sangat mengantuk, Riu!" sahut Tata yang sudah memejamkan matanya.


Riuga membantu mengangkat tubuh Tata dan mendudukkannya tepat di sebelahnya. Laki-laki gagah itu kemudian menyandarkan kepada Tata ke dadanya dan melingkarkan tangan Tata di pinggangnya.


"Tidurlah sayang!" ucap Riuga sembari mengecup kening Tata dengan penuh kasih sayang.


Tata pun semakin mempererat pelukannya dan menenggelamkan wajahnya di dada laki-laki yang sudah membuatnya merasakan kebahagiaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya itu.

__ADS_1


"Terimakasih, Riu!" ucap Tata sebelum benar-benar masuk ke alam bawah sadarnya.


__ADS_2