Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Episode 97


__ADS_3

Geri dan Farel terlihat sangat akrab, bahkan beberapa kali mereka memainkan permainan catur itu. Karena ternyata Geri juga pandai bermain catur.


Kini Leya dan Mey-mey sudah selesai memasak untuk makan siang, lalu Leya memanggil Ayah, Geri, Oma dan Opa untuk makan siang sementara Mey-mey sudah berada di sana.


Tampak mereka berkumpul bersama duduk saling berhadapan, meskipun terdapat kursi yang kosong juga di sana.


" Kami sungguh luar biasa Geri,ternyata kamu pandai bermain catur juga " ucap Farel sambil tersenyum


" Wah kelihatannya Ayah sudah akrab sekali dengan Geri " ucap Leya sambil tersenyum


" Geri anaknya pintar dan baik " ucap Farel


" Wah, kamu sudah langsung di puji sama sama calon mertua mu " ucap Sisil menggoda Geri


" Ia Oma, Om Farel juga baik dan pintar juga main catur " ucap Geri memuji calon mertuanya itu


" Jangan panggil Om, panggil saja Ayah Farel " ucapnya sambil tersenyum menandakan jika dia setuju jika Geri memiliki hubungan dengan putri satu-satunya itu.


" Sepertinya Ayah menyukai Geri " batin Leya senang


" Ternyata Ayah Farel sosok yang menyenangkan juga, semoga ini jalan agar hubungan ku dengan Leya semakin membaik " batin Geri


" Geri anaknya baik, sopan dan juga pintar " batin Farel


" Sepertinya Mas Farel menyukai Geri, semoga saja mereka berjodoh " batin Mey-mey


" Kamu cobain yang ini, ini masakan ibu yang paling aku duka " ucap Leya


" Ah kamu bisa saja " ucap Mey-mey pada Leya karena sudah memujinya dan membuatnya malu


" Aku coba ya bu, eh tante " ucap Geri mencicipi masakan mertuanya itu


" Panggil saja Ibu sama seperti Leya " ucap Farel


" Baik ayah, em.. ini enak sekali makanannya,, aku suka " ucap Geri terlihat senang menikmati makanan itu


" Apa kata aku bilang enak kan " ucap Leya


" Ia benar-benar enak " ucap Geri


" Kalian Bisa saja " ucap Mey-mey


" Wah ternyata kehadiran Geri di terima oleh Mey-mey dan Farel membuat aku senang " ucap Sisil


" Bunda tenang saja selama Leya bahagia kami akan mendukungnya " ucap Farel


" Kamu sudah dewasa, aku yakin Geri pasti akan membahagiakan Leya " ucap Sisil


" Semoga saja Bunda " ucap Mey-me


" Oma, Kakek, Ayah dan ibu tenang saja, aku akan berjanji di hadapan kalian jika aku akan membahagiakan Leya sampai kapanpun " ucap Geri sambil tersenyum

__ADS_1


" Kami percaya padamu " ucap Leya


" Terima kasih semuanya sudah percaya padaku, aku janji akan secepatnya membawa orang tuaku kesini dan melamar Leya dengan resmi " ucap Geri


" Kalau begitu kita lanjutkan makannya, nanti kita sambung ngobrolnya " ucap Farel


Mereka tampak menikmati makanannya dengan lahap, apalagi Geri ia merasa makanan yang di hidangkan di atas meja makan sangat bisa diterima oleh lidahnya yang memang pemilih pada makanan.


Ia juga merasa senang dengan kehangatan keluarga Leya saat ini. Ia benar-benar bahagia hari ini ternyata keluarga Leya bisa menerima dia.


Kini mereka selesai memakan makanannya lalu diam disana dan melanjutkan perbincangan yang tadi sempat terhenti karena menyantap makanan terlebih dahulu.


" Bagaimana makanannya, maf Geri jika tidak sesuai dengan lidahmu,, ibu bingung mau masak apa karena ibu tidak terlalu tahu makanan yang berasal dari negara mu " ucap Mey-mey


" Tidak apa-apa Ibu, aku sangat senang sekali masakan ibu benar-benar enak " ucap Geri


" Dulu juga Gea sering kesini dan memuji masakan ibu " ucap Mey-mey dengan wajah sedihnya


" Sayang sudahlah " ucap Farel menenangkan sang istri


" Ko aku ga tau, Gea sering kesini " ucap Leya


" Kan kamu sekolah di luar negeri, mana tahu " ucap Farel


" Aku benar-benar minta maf pada semuanya karena Gea yang mengecewakan Rafa maupun Rifa " ucapnya Geri dengan wajah sedihnya


" Sudahlah jangan mengingat hal itu terus, kita saling memaafkan saja agar Gea disana tenang " ucap Sisil


Datanglah Reza membawakan es krim kesukaan Leya, ia langsung menghampiri Leya dan memberikan Makanan itu sambil mengacak-acak rambut Leya membuat Geri yang ada di samping Leya cemburu.


" Leya, aku bawa es krim sesuai dengan pesanan mu " ucap Reza sambil tersenyum dan meletakkan es krim itu di atas meja di hadapan Leya


" Astaga, kamu baik sekali.. thanks you so much... Es krim yang ku tunggu-tunggu dari kemarin " ucap Leya


" Apapun untukmu akan ku bawakan " ucap Reza mengacak-acak rambut Leya


" Siapa sih dia, berani sekali bermesraan di depanku, dia tidak menghargai ku sama sekali, Leya juga malah terlihat senang dibawakan cuma es krim " ucap Geri dengan wajah kesalnya


" Lelaki ini, bukannya mantan Leya.. kenapa dia ada disini.. apa dia mau menghina Keluarga kita lagi " batin Reza


" Sayang, bagaimana kalau nanti malam kita romantic dinner berdua saja" ucap Geri melihat wajah Reza dengan tatapan tajam


" Sayang " ucap Reza heran


" Ia sayang kenalkan namaku Geri, calon suaminya Leya " Ucap Geri sambil tersenyum licik


" Tunggu Calon suami, bukannya kalian sudah putus " ucap Reza


" Aku sudah resmi melamar Leya, lihat tangan Leya sudah ada cincin sebagai tanda kami akan segera menikah " ucap Geri


" Leya bisakah jelaskan ini " ucap Reza

__ADS_1


" Calon suami, kemarin-kemarin dia hina kami sekarang bilang calon suami Leya,, apa dia waras... atau Leya yang terlalu lemah mau saja di tipu sama dia " batin Reza


" Lihat saja, akan aku tunjukan jika aku lelaki yang paling cocok dengan Leya " batin Geri


" Ya, dia calon suamiku.. aku sudah balikan lagi dengan Geri " ucap Leya sambil tersenyum


" Tapi kemarin-kemarin dia.. " ucap Reza terpotong


" Sudahlah, aku yakin sama dia.. kamu tenang saja " ucap Leya


" Yakin dia tidak akan menyakiti mu lagi " ucap Reza


" Kamu tenang saja, aku pasti akan membahagiakan Leya sampai kapanpun " ucapnya Geri sambil tersenyum


" Ok, untuk kali ini aku percaya tapi kalau sampai kamu menyakiti Leya atau membuatnya menangis aku orang pertama yang akan membalasmu " ucap Reza


" Aku tenang saja " ucapnya Geri sambil tersenyum penuh kemenangan


" Geri, Reza ini memang kakak kembar Leya yang sangat dekat sekali.. mereka terlihat saling menyayangi " ucap Mey-mey


" Apa, kakak kembar " tanya Geri kaget


" Kamu memangnya tidak tahu " ucap Sisil


" Tidak oma " ucap Geri melihat kearah Reza yang tampak menatap wajah dirinya dengan tatapan tajam


" Kalau begitu kenalkan nama saja Reza, kakaknya Leya " ucap Reza dengan senyum liciknya


" Sial aku kira Reza ini orang yang menyukai Leya ternyata dia kakaknya Leya... aduh.. semoga dia bukan jadi penghalang hubungan ku dengan Leya " batin Geri


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2