
Keesokan harinya,,
Hari ini Leya memutuskan untuk pergi kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda, sang manager pun terus menghubunginya untuk segera kembali lagi bekerja.
Ia pun seperti biasanya sebelum pergi sarapan terlebih dahulu dengan keluarganya apalagi mereka juga akan melepas rindu kerena Leya juga sibuk dengan pekerjaannya.
" Kamu jadi nak pergi hari ini " tanya Mey-mey
" Ia Bu,, banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan " ucapnya Leya sambil tersenyum
" Ayah balap kangen sekali padamu " tanya Farel
" Nanti kalau pekerjaannya selesai Leya akan kembali kesini dan liburan lagi " ucapnya sambil tersenyum
Terkadang Leya juga tidak mau berpisah dengan mereka tapi pekerjaan yang Leya sudah menjadi resiko ia terpisah dengan keluarganya. Namun terkadang Mey-mey dan Farel juga sering mengunjungi Leya Kesana.
" Habiskan makananmu agar kamu tidak masuk angin, jangan lupa setelah sampai disana kamu hubungin kami, agar kami tidak khawatir " ucap Sisil
" Baik Nek " ucapnya Leya
" Biar aku antar " ucap Rifa
" Ok, tapi aku pergi kerumah sakit dulu " ucapnya Leya pada Rifa
" Kenapa kamu pergi ke rumah sakit " tanya Rena
" Ibunya Geri dirawat di rumah sakit " ucap Leya
" Memangnya kenapa " tanya Mey-mey mulai penasaran
" Hanya shock saja sama kejadian terungkapnya Siapa sebenarnya pembunuh Gea " ucap Leya
" Kasian ya Mereka Bang " ucap Mey-mey pada Farel
" Ya, mau gimana lagi... kenyataan memang pahit tapi itu fakta dari pada Rifa dan Rafa di salahkan terus " ucap Farel
" Aku setuju Bang.. " ucap Ehan
" Sudah-sudah kalian cepat pergi kerja.. nanti terlambat " ucap Sisil
" Ia bunda " ucap Mereka pamit pada anggota keluarga yang ada disana dan langsung pergi
Sedangkan Leya dan Rifa juga ikut pamit, namun Leya pamit sambil membawa koper yang di bawa Rifa kedalam bagasi mobilnya.
Kini Rifa dan Leya sudah berada didalam mobil menuju rumah sakit, Rifa melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
" Kamu sudah pamit pada Geri " tanya Rifa
" Tidak " ucap Leya
" Kenapa " tanya Rifa
" Aku merasa jika Tante Mariam masih marah padaku.. aku memilih untuk diam saja " ucap Leya
" Jangan menghindari Geri dia laki-laki yang baik " ucap Rifa
__ADS_1
" Bukan menghindari tapi lebih,, membiarkan dia menyelesaikan masalah kematian Gea dengan keluarganya " ucap Leya
" Kalau itu sudah menjadi keputusan mu, aku hanya bisa mendukung " ucap Rifa
" Terima kasih... " ucap Leya sambil tersenyum
" Sama-sama " ucap Rifa mengacak-acak rambut Leya
" Ish, rambutku jadi berantakan " ucap Leya dengan wajah cemberutnya
Mereka sudah sampai di rumah sakit, Leya dan Rifa langsung menuju ruangan Mariam dirawat.
Sofia sedang pulang ke apartemennya, sedangkan Gino sedang menebus obat yang di suruh oleh dokter.
Leya hanya melihat Geri dan Mariam saja disana ketika Leya membuka pintu ruangan itu.
Ceklek,,
" Pagi Tante " ucap Leya sambil tersenyum ramah
" Leya " ucap Mariam sambil tersenyum
" Sayang, kenapa kamu kesini tidak memberitahukan ku " ucap Geri bingung namun ia senang karena kekasihnya itu datang menemuinya.
" Aku gugup sekali, aku takut Tante Mariam memarahiku " batin Leya
" Aku senang Leya datang aku akan memberitahukan Leya jika ibu sudah merestui hubungan kami " batin Geri
" Semoga Tante Mariam bisa menerima kehadiran Leya... " ucap Rifa dalam hatinya
" Leya sini nak " ucapnya Mariam membuat Leya dan Rifa kaget
" Tante aku bawakan kue kesukaan Tante " ucap Leya memberikan kue tersebut
" Kenapa kamu repot-repot " ucap Mariam senang
" Duduk na " ucap Mariam
" Ia Tante " ucap Leya
" Ibu, aku belikan dulu sarapan buat ibu dan yang lainnya " ucap Geri memberikan waktu untuk sang ibu dan Leya mengobrol.
" Ia nak " ucap Mariam
Geri pergi bersama dengan Rifa ke kantin membelikan sarapan untuk ayah dan dirinya karena sang ibu sudah sarapan bubur yang di sediakan pihak rumah sakit.
Sedangkan di ruangan Mariam hanya ada Leya dan Mariam saja berdua. Tampak Wajah Mariam ragu-ragu untuk meminta maaf sama Leya. Ia takut jika Leya akan membenci dirinya.
" Leya " ucap Mariam
" Ia Tante " ucap Leya sambil tersenyum
" Tante mau minta maaf sama kamu " ucapnya
" Minta maaf untuk apa Tante, Tante ga punya salah sama Aku " ucapnya Leya bingung
__ADS_1
" Tante minta maaf karena dulu Tante jahat sama kau, dan lebih percaya sama Margaret " Ucapnya Mariam dengan wajah sedihnya
" Tante tidak usah khawatir, aku sudah memaafkan Tante,, " ucap Leya
" Kamu ga benci Tante " Tanya Mariam
" Sama sekali tidak Tante, mana mungkin aku membenci Tante.. aku juga paham dan mengerti posisi Tante kemarin-kemarin " ucap Leya sambil tersenyum
" Terima kasih ya Leya, kamu memang baik sama seperti yang di katakan Geri " ucap Mariam sambil tersenyum
" Sama-sama Tante " ucap Leya
" Oh ia Leya bagaimana hubungan kamu dengan Geri sekarang?? apa kamu serius dengan Geri " tanya Mariam
" Aku serius dengan Geri Tante.. " ucap Leya
" Syukurlah jika begitu, Tante lega " ucap Mariam
" Tante sebenarnya kedatangannya aku kesini ingin pamit sama Tante " ucap Leya
" Maksudnya kamu akan meningkatkan Geri " ucap Mariam kaget
" Aku hanya ingin menyelesaikan pekerjaan ku dan juga supaya Geri juga menyelesaikan urusannya apalagi dengan Margaret " ucap Leya
" Apa Geri sudah tahu akan hal itu " tanya Mariam
" Tidak Tante " ucap Leya
" Lebih baik kamu kasih tahu Geri supaya dia tidak salah paham " ucap Mariam
" Baik Tante aku akan memberitahukan Geri nanti " ucap Leya sambil tersenyum
" Bagus kalau begitu " ucap Mariam tersenyum senang
.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul Reinkarnasi : Mengubah Takdir , karya ini menceritakan tentang Rara yang masuk kedalam tubuh saudara kembarnya demi membalaskan sakit hati yang di rasakan sang kakak yang sudah di selingkuhi oleh suaminya sendiri dengan adik tirinya..
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
__ADS_1
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz