
Geri masih memeluk foto Gea sambil tidur, sedangkan Leya, Rafa, Jesi, Rida dan Sofia sudah berhasil membuka pintu apartemen Gea.
" Wah gelap selali " ucap Jesi
" Banyak debu lagi " ucap Sofi terlihat melindungi hidupnya dengan tangan
" Ini karena sudah lama tidak di bersihkan " ucap Leya
Mereka berjalan menuju kamar Gea, dengan pencahayaan dari senter handphone yang mereka miliki.
Mereka bingung ketika ada sosok laki-laki disana seperti sedang tidur.
" Dia siapa,, " tanya Leya bingung
" Entahlah aku tidak tahu " ucap Rafa
" Apalagi aku " ucap Rifa
Mereka menghampiri sosok laki-laki itu sementara Rafa tampak membuka jendela agar cahaya bisa masuk kedalam dan Ruangannya lebih bercahaya.
Ketika jendela di buka dan cahaya masuk kedalam, Leya dengan jelas melihat sosok laki-laki itu adalah Geri orang yang dia cintai.
" Geri " ucap Leya dengan wajah kaget
Sedangkan Geri tampak silau dengan cahaya dan masuk lalu ia membuka matanya, ia melihat sosok yang dicintainya ada dihadapannya.
" Leya " ucap Geri dengan wajah kaget dan langsung berdiri sambil memeluknya
Mereka tampak saling berpelukan dengan erat melepaskan kerinduan yang mereka miliki selama saling berjauhan.
Sementara Rafa yang melihat hal itu langsung berwajah kesal dan marah, ia tidak rela jika Leya bersama dengan Geri.
Ia ingat sekali ketika Geri dulu menghina dan menghajarnya ketika Gea meninggal padahal jelas-jelas itu bukan salah dia.
" Sudah cukup berpelukannya " ucap Rafa dengan wajah marahnya
__ADS_1
" Sayang kamu kenapa " tanya Jesi pada sang suami
" Leya ayo kita pulang " ucap Rafa langsung memegang tangan Leya dengan kasar
" Lepaskan, tanganku sakit " ucap Leya
" Lepaskan dia " ucap Geri dengan nada marah
" Tidak usah ikut campur, sebaiknya kamu jauhi Leya sekarang juga " ucap Rafa
" Yang di katakan Rafa benar, kamu tidak pantas untuk Leya " ucap Rifa
" Kamu jangan berbicara kasar pada Geri " ucap Sofia membela Geri
" Kamu tahu siapa dia tanya " tanya Rifa bingung
" Dia kakak sepupuku " ucap Sofia dengan jujur
" Oh jadi ini semua rencana kalian, Aku kecewa padamu, aku kira kamu benar-benar tulus padaku " ucap Rifa pada Sofia
" Tunggu " ucap Sofia ketika Rifa marah dan meninggalkan tempat itu
" Leya dengarkan aku, dia tidak baik untukmu, sebaiknya kamu jangan berhubungan dengan dia lagi " ucap Rafa
" Sayang tenangkan dirimu " ucap Jesi
" Ayo kita pergi " ucap Rafa yang masih kekeh ingin membawa Leya pergi dari sana
" Kamu ga bisa bawa Leya pergi begitu saja, ada hal yang mau aku bicarakan pada Leya " ucap Geri
" Tidak perlu, ayo kita pergi " ucap Rafa
Tiba-tiba datanglah Margaret lalu menghampiri mereka, dia langsung menarik tangan Geri dan melihat Leya dengan tatapan marah.
" Geri kamu harus dia yang sudah membuat Gea bunuh diri,, kamu harus tahu karena Dia Gea jadi seperti itu " ucap Margaret sambil menunjuk wajah Rafa
__ADS_1
" Jaga ucapanmu ya nona, suamiku bukan orang yang seperti itu " ucap Jesi membela Rafa
" Kamu harus ingat bagaimana penderita yang kamu alami, yang Tante Mariam alami.. apa bisa mengembalikan Gea kembali kesini " ucap Margaret mencoba mengadu domba Geri dengan Leya
" Jika kamu tidak peduli dengan hidupmu setidaknya kamu harus peduli dengan hidup ibumu, begitu menderitanya beliau kala itu " ucap Margaret
Leya yang mendengar hal itu sudah tidak tahan lagi, ia meneteskan air matanya lalu melepaskan tangan Geri yang masih memegang tangan Leya
" Cukup hentikan Margaret, baik aku ataupun Rafa dan Rifa semua tidak salah,, itu semua pilihan Gea, kami tidak pernah meminta Gea untuk mengakhiri hidupnya jadi berhenti menyalakan keluarga kami " ucap Leya dengan marah marahnya
" Cukup Leya, Margaret benar ini semua gara-gara Rifa dan Rafa, kalau kalian tidak mendekati adikku semuanya tidak akan seperti ini,, kalian laki-laki sampah yang bisanya merusak adikku,, dasar brengsek " bentak Geri
" Jangan pernah menyalahkan Keluarga ku, kami tidak salah sepenuhnya, kamu salahkan saja hidupmu sendiri yang tak becus menjaga adikmu sendiri,, dasar pikiran dangkal hanya bisa menyalahkan orang lain tanpa kamu mencari bukti yang sesungguhnya " ucap Leya dengan nada marah
" Diam kamu, kamu tidak tahu apa-apa, kamu tidak berhak berkata seperti itu padaku " ucap Geri
" Kalau begitu baik, mulai hari ini hubungan kita sudah berakhir, aku sudah tidak mau lagi melihat mu,, aku membencimu " ucap Leya langsung pergi dari sana sambil menangis merasakan kesedihannya.
Rafa dan Jesi langsung menyusul Leya yang sudah pergi duluan dari sana, ia tidak menyangka jika Leya akan mempercayainya di bandingkan pacarnya yang ia cintai.
Leya langsung masuk kedalam mobil yang diikuti oleh Rifa dan Jesi. Rafa langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
__ADS_1
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz