
Keesokan harinya,,
Mariam sudah siap-siap untuk keluar dari rumah sakit, ia juga sudah di perbolehkan keluar dari rumah sakit oleh sang dokter.
Gino dan Geri juga tampak sudah siap untuk meninggalkan rumah sakit, mereka kini sedang menunggu kehadiran Sofia dan Rifa yang akan menjemput mereka.
" Pagi Tante.. " ucap Sofia sambil tersenyum
" Pagi juga nak " ucap Mariam
" Ayo kita pulang " ucapnya Geri sambil tersenyum
" Biar aku bawakan barang-barang Tante " ucap Rifa
" Baiklah terima kasih " ucap Mariam sambil tersenyum
Kini mereka langsung pergi menuju mobil Rifa, mereka berencana akan pergi ke kantor polisi dimana Margaret disana. Mereka ingin berbicara serius dengan Margaret.
Rifa melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kantor polisi yang tidak jauh dari rumah sakit.
Tak lama kemudian mereka sudah sampai di kantor polisi, mereka langsung turun dari mobil dan masuk kedalam kantor polisi.
Geri langsung menghampiri petugas yang ada disana dan melapor pada mereka jika dia dan keluarganya ingin menemui Margaret pembunuhan adiknya yang bernama Gea.
" Pa, saya mau bertemu dengan Margaret, pembunuh adik saja " ucap Geri
" Baik Tuan, tunggu sebentar disana ya, saya akan memanggilkan Margaret " ucap Petugas yang ada disana.
" Baik Pa, terima kasih " ucap Geri sambil tersenyum pada mereka
Petugas itu langsung pergi menemui petugas yang berada di area tahanan, ia memberitahukan pada putugas yang ada disana jika ada yang ingin bertemu dengan tahanan yang bernama Margaret.
Tak lama kemudian mereka segera membawa Margaret kehadapan Keluarga Geri yang sudah menunggunya.
" Margaret, ada kunjungan untuk anda " ucap petugas
" Siapa pa, apa ibu dan ayah lagi" ucap Margaret tampak senang
" Bukan.. " Ucapnya
" Baik Pa terimakasih " ucap Margaret
Penampilan Margaret sangat berbeda dari awal mereka menjenguknya, ia terlihat hitam dan kurus dan tidak terawat wajahnya juga tampak pucat.
" Waktu kalian hanya lima belas menit " ucap petugas disana meninggalkan mereka
__ADS_1
" Baik, terima kasih " ucap Geri pada petugas itu
" Tante... " ucap Margaret sambil menangis
Margaret langsung bersujud di kaki Mariam sambil menangis memohon pengampunan untuk apa yang ia lakukan pada Gea.
" Tante, tolong maafkan aku, ku tidak mau di penjara lagi.. Tante tolong aku.. aku akan lakukan apa saja agar aku tidak di penjara " ucap Margaret masih bersujud di kaki Mariam
" Margaret jangan seperti ini " ucap Mariam merasa itu terlalu berlebihan
" Tidak apa-apa Tante aku memang pantas seperti itu " ucap Margaret
" Bangun " ucap Geri dengan nada kesal
" Aku tidak mau.. aku akan bangun kalau Tante mencabut laporannya " ucap Margaret sambil menangis
" Cepat bangun " ucap Geri dengan wajah marahnya dan mencoba membuat Margaret berdiri
" Tidak mau " ucap Margaret menangis tangannya Geri
" Margaret bangun " bentak Mariam dengan nada keras membuat Margaret kaget
" Tante untuk pertama kalinya membentak ku " ucap Margaret menangis dengan keras
" Terlalu banyak drama " ucap Geri dengan wajah kesalnya
Sedangkan Margaret masih menangis meratapi nasibnya dan memohon pada mereka untuk membebaskan dirinya.
" Kenapa... kenapa Margaret " ucap Mariam yang tak kuat menahan air matanya
" Tante tolong maafkan aku... aku tahu aku salah.. maafkan aku " ucap Margaret memegang tangan Mariam
" Jangan sentuh aku.. " ucap Mariam melepaskan tangan Margaret yang hendak memegang tangannya
" Sayang, ingat kesehatan mu,kamu harus tenang " ucap Gino menenangkan istrinya itu
" Kamu benar " ucap Mariam menenangkan hatinya
" Tante... " ucap Mariam
" Jangan panggil aku dengan sebutan itu, aku muak dengan semua ucapanmu " ucap Mariam sambil menangis
" Maafkan aku Tante " ucap Mariam
" Cukup, Aku akan memaafkan mu tapi semua proses hukum tidak bis kamu hindari, bahkan kamu akan di hukum seberat-beratnya untuk semua yang sudah kamu perbuat " ucap Mariam dengan nada tegas.
__ADS_1
" Tapi Tante " ucapnya tidak terima dengan ucapan Mariam
" Ayo kita pulang " ucap Mariam pada suaminya itu.
" Ayo sayang " ucap Gino
" Rifa tolong Antarkan ibu ke apartemen, aku mati nyusul ada ya g harus aku selesaikan dulu " ucap Geri
" Baiklah " ucap Rifa langsung meninggalkan tempat itu
" Jaga ibuku ya " ucap Geri pada Sofia
" Ok " ucapnya
" Bu.. ibu pulang duluan sama Rifa dan Sofia, nanti aku menyusul, ada yang harus aku bicarakan dengan Margaret " ucapnya Geri pada sang ibu
" Baiklah nak, hati-hati " ucap Mariam
" Baik Bu " ucapnya sambil tersenyum
Mariam dan yang lainnya langsung pergi dari sana menuju mobil Rifa, mereka memutuskan untuk pulang dari pada harus disini melihat wajah Margaret yang membuat Mariam muak.
Sedangkan Geri tampak duduk saling berhadapan dengan Margaret. Ia memang sengaja menggunakan kesempatan ini untuk berbicara empat mata dengan Margaret untuk menanyakan beberapa pertanyaan padanya.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul Reinkarnasi : Mengubah Takdir , karya ini menceritakan tentang Rara yang masuk kedalam tubuh saudara kembarnya demi membalaskan sakit hati yang di rasakan sang kakak yang sudah di selingkuhi oleh suaminya sendiri dengan adik tirinya..
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz