Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Episode 87


__ADS_3

Leya dan Rifa dudah berada di apartemen Gea, mereka segera masuk kedalam. Disana tidak ada Geri seperti yang Leya pikiran.


" Sepertinya dia tidak ada disini " ucap Leya merasa lega


" Apa maksud mu " tanya Rifa


" Tidak " ucap Leya dengan wajah cuek


Leya tampak heran karena lampu apartemen Gea menyala seperti waktu kemarin mereka pergi dari sini.


" Jangan bilang kamu mengharapkan mantan pacarmu disini " ucap Rifa


" Sembarang " ucap Leya dengan wajah kesal


Leya kembali menuju jendela yang kemarin ia menemukan anting disana.


" Eh jangan dekat-dekat dengan jendela nanti kamu jatuh kaya Gea " ucap Rifa


" Bagaimana kamu tahu dia jatuh " ucap Leya


" Sebenarnya Aku membuntuti Rafa waktu itu, tapi untuk naik ketempat ini aku tak sanggup, karena aku merasa bersalah pada Rafa waktu itu, lalu aku memutuskan untuk diam di dekat parkiran, aku melihat bagaimana ia jatuh.. aku kira dia melakukan itu di depan Rafa tapi ternyata Tidak,, Rafa saja belum sampai Kesana karena dulu lantai lift mati jadi Rafa menuju lantai tujuh butuh beberapa menit tapi " ucap Rifa


" Kamu yakin liftnya mati " ucap Leya Bingung


" Karena aku juga mau menghajar Rafa sengaja naik Kesana tapi ternyata liftnya mati dan aku pun naik tangga untuk sampai kesana " ucap Rifa


" Kenapa aku merasa sangat aneh " ucap Leya heran


" Kamu benar memang kematian Gea bukan bunuh diri tapi... " ucap Rifa terpotong


Geri tiba-tiba masuk kedalam apartemen Gea, dari tadi ia mendengarkan ucapan Leya dan Rifa namun ia tahan hingga akhirnya Rifa bicara ia sudah tidak tahan lagi.


" Tapi apa.. mana kamu dulu,, untuk menghadapi ku saja kamu tidak punya keberanian " ucap Geri dengan nada marah


" Karena aku sungguh tidak pernah menyentuh Gea, bagaimana bisa dia hamil anakku " ucap Rifa


" Lalu Sofia bagaimana " tanya Geri


" Sofia " ucap Leya bingung


" Ia Sofia, karena perbuatannya Rifa dia sekarang masuk ke rumah sakit " ucap Geri membuat Rafa Kaget


" Rumah sakit mana " ucap Rifa


" Apa peduliku " ucap Geri dengan nada kesal


" Katakan dia dirumah sakit mana " ucap Rifa dengan nada marah

__ADS_1


" Dia ada dirumah aku harapan Bunda sekarang " ucap Geri dengan nada yang sama-sama marah


Rafa pergi meninggalkan Leya dan Geri menuju rumah sakit, ia merasa sangat bersalah pada Sofia karena kejadian mereka


" Rifa tunggu " ucap Leya ingin pergi dari sana namun tangannya di pegang oleh Geri


" Kita harus bicara " ucap Geri pada Leya


" Apa lagi yang harus kita bicarakan " ucap Leya dengan nada cuek


" Aku minta maf padamu " ucap Geri


" Aku sudah memaafkanmu, tapi aku tidak bisa kembali lagi bersama mu " ucap Leya


" Kenapa " ucap Geri dengan nada kecewa


" Karena kesalahanpahaman diantara keluarga kita belum terpecahkan " ucap Leya


" Kalau begitu kita pecahkan sama-sama " ucap Geri


" Apa maksud mu " ucap Leya


" Kita sama-sama sedang mencari tahu bagaimana kematian Gea, harusnya untuk kali ini kita cari tahu bersama-sama, lagian saudara ku pasti sibuk.. sedangkan aku sedang cuti " ucap Geri


" Semoga Leya mau bekerjasama dengan aku, aku juga bisa lebih dekat lagi dengan dia " batin Geri


" Bagaimana " tanya Geri


" Baiklah " ucap Leya


" Ok, sekarang kita mulai dari mana " tanya Geri semangat


Tiba-tiba handphone milik Leya berbunyi tanda seseorang sedang menghubunginya. ia segera mengangkat teleponnya.


Kring... Kring...


" Halo Iqbal ada apa " tanya Leya


" Iqbal, siapa Iqbal ko aku baru dengar nama itu " batin Geri


" Aku sudah menemukan sidik jari disana " ucap Iqbal


" Serius " ucap Leya sambil tersenyum senang


" Untuk lebih jelasnya kamu pergi ke kantorku sekarang juga " ucap Iqbal


" Baiklah aku akan segera kesana " ucap Leya menutup teleponnya

__ADS_1


Geri mulai penasaran siapa yang menelepon Leya, apa dia laki-laki yang kemarin bersama Leya di apartemen ini. Geri belum tahu jika Reza adalah saudaranya Leya bukan pacar yang ia duga selama ini.


" Siapa yang menelepon mu " Tanya Geri


" Teman " ucap Leya


" Ih teman, wanita apa laki-laki " tanya Geri kembali


" Ish apa-apaan sih Geri, harusnya nanya seperti itu " batin Leya


" Aku ga terima jika Leya secepat itu punya pacar " batin Geri


" Mau ikut ga " ucap Leya dengan nada malas karena ia tahu sifat Geri yang posesif padanya ketika berpacaran


" Kemana " tanya Geri


" Nanti juga kamu tahu, ayo " ucap Leya


" Baiklah " ucap Geri


Mereka segera pergi dari sana menuju tempat Iqbal namun Leya tidak berani mengatakannya, ia takut jika Geri nanti banyak tingkahnya jika tahu ia akan bertemu dengan Iqbal.


Padahal ia bertemu dengan Iqbal hanya ingin mendapatkan informasi dari Iqbal tentang siapa saja yang ada di sidik jari itu.


Mereka menaiki taksi yang sudah dipesan oleh leya sebelumnya karena selama disini memang Leya tidak boleh menggunakan fasilitas mobil karena dulu Leya pernah kecelakaan membuat anggota keluarganya khawatir hal itu akan terjadi kembali.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2