Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Episode 103


__ADS_3

Rifa sudah sampai di ruangan Tante Mariam, mereka segera masuk kedalam, tampak Geri dan sang ayah masih berada di samping Mariam dengan wajah panik dan khawatir. Sementara Sofia tidak terlihat disana.


Ceklek,,


" Sayang kamu tidak kenapa-kenapa kan " tanya Geri langsung menghampiri kekasihnya itu


" Aku tidak tahu, bagaimana keadaan Tante Mariam " tanya Leya


" Masih belum sadarkan diri, tapi kamu tenang saja kata dokter ibu hanya sedikit kaget dan kecapean " ucap Geri memberikan rasa lega pada Leya karena wajah Leya tampak pucat sekarang


" Kalian duduk saja disini " ucap Geri pada Leya dan Rifa agar duduk di sofa yang sudah di sediakan


" Dimana Sofia " tanya Rifa pada Geri


" Dia tadi ijin ketoilet " ucap Geri


" Yasudah tidak apa-apa " ucap Rifa


Geri duduk kembali di samping ranjang sang ibu dengan wajah yang masih khawatir, sama halnya dengan Gino, ia benar-benar khawatir dengan kondisi keadaan sang istri.


" Ayah jangan terlalu cemas, semua akan baik-baik saja " ucapnya Geri pada sang ayah


" Ini yang ayah takutkan, dokter menyarankan ayah agar tidak membuat ibumu stres dan banyak pikiran.. bisa-bisa kondisinya drop kembali kaya dulu saat kehilangan Gea " ucap Gino


" Kita berdoa saja pada Tuhan, semoga Tante Mariam diberikan kesehatan " ucap Rifa


" Amin, Rifa,, om mau minta maaf padamu soal kelakuan om dan Tante dahulu... tolong maafkan kami " ucap Gino


" Om tenang saja, aku sudah memaafkan semua orang yang sudah jahat padaku di masa lalu " ucap Rifa


" Sebenarnya setelah mendengar ucapan Margaret kali ini, om benar-benar malu padamu,, dulu om sampai harus membuat nekat membawamu ke penjara selama dua hari,, maafkan om.. sekali lagi maafkan om " ucap Gino dengan wajah penuh penyesalan


" Om tenang saja, seperti yang tadi aku katakan jika aku memang sudah memaafkan Om dan Tante " ucap Rifa sambil tersenyum


" Aku juga minta maaf padamu,, Aku benar-benar sudah menyesal dulu karena sudah menuduh mu tanpa bukti " ucap Rifa


" Aku sudah memaafkanmu apalagi kita sebentar lagi akan jadi keluarga,, ia kan Leya " ucap Rifa menggoda Leya ya g sedari tadi cuma melamun dan diam saja.


" Leya " ucap Geri bingung dengan sikap kekasihnya itu


" Eh ia ada apa " ucap Leya kaget dengan ucapan Geri


" Ada apa dengan Leya, kenapa aku merasa sikapnya berubah semenjak ia pulang dari polisi, apa Margaret berkata sesuatu pada Leya yang membuatnya jadi pikiran " batin Geri


" Pasti dia memikirkan ucapan Margaret yang tidak penting itu, aku harus berbicara empat mata pada Geri agar Leya tidak jadi pikiran " batin Rifa


" Semoga saja Geri tidak curiga dengan sikap ku hari ini, sepertinya aku harus segera pergi dari sini " batin Leya

__ADS_1


" Apa kau lelah hari ini " tanya Geri mendekati tubuh Leya


" Sedikit " ucap Leya karena yang sebenarnya membuatnya lelah itu adalah pikirannya bukan fisiknya semata.


" Kalau begitu kamu tunggu disini ya, aku akan ke kantin dahulu memberikan makanan dan minuman untuk ayah " ucap Geri mencari alasan agar bisa berbicara dengan Rifa


" Baiklah, jangan lama " ucap Leya


" Ikut aku " berbisikbisik Geri pada Rifa


" Ok " ucap Geri segera pergi dari ruangan itu


" Leya, aku mau mencari Sofia dahulu " ucap Rifa berbohong, ia juga mencari alasan agar bisa berbicara serius dengan Geri masalahnya Leya


" Baiklah " ucap Leya sambil tersenyum


Rifa langsung pergi dari ruangan itu membuntuti Geri dari belakang, mereka memang pergi ke kantin namun sepanjang perjalanan mereka saling mengobrol


" Tunggu " ucap Rifa


" Kita ngobrolnya sambil bicara masalah Leya " ucapnya Geri


" Kamu tahu apa yang sebenarnya Leya pikirankan " tanya Rifa


" Aku orangnya peka, aku tahu jika Leya sednag banyak pikiran apalagi setelah keluar dari sel tanaman dan bertemu dengan Margaret " ucap Geri memandang wajah Rifa


" Apa maksudmu " tanya Geri tampak bingung dengan perkataan Rifa


" Margaret benar-benar mencintai mu " ucap Rifa melihat wajah Geri sekarang


" Tapi aku tidak menyukainya, kamu tahu di hatiku hanya ada Leya tidak ada orang lain " ucap Geri


" Aku tahu, tapi Margaret benar-benar terobsesi pada mu, Leya takut nanti dia yang akan jadi korban setelah Gea " Ucapnya Rifa dengan nada kesalnya


" Kamu tenang saja, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi,, aku sangat mencintainya mana mungkin aku membiarkan orang lain menyakiti hatinya " ucap Geri


" Aku benar-benar senang mendengar ucapan mu, aku sudah lega.. kamu memang laki yang tepat untuk Leya namun ucapanmu itu harus kamu buktikan jangan cuma perkataan saja " ucap Rifa sambil tersenyum licik pada Geri


" Kamu tenang saja aku laki-laki yang bisa di percaya,, sekali janji aku tidak akan mengingkarinya " ucap Geri


" Baiklah,, aku percayakan Leya padamu,, tapi kamu juga harus bisa tenangkan hatinya Leya.. dia gadis yang lembut dia tidak akan tega jika orang lain menderita karenanya... dia terlalu polos " ucap Rifa


" Aku tahu, Kau sangat memahami Leya dia gadis yang aku cari selama ini, dia baik dan polos tidak ada kepalsuan dalam dirinya " ucap Geri


" Jangan sampai kamu menyakiti Leya, kalau itu terjadi aku yang akan paling depan menghajarmu " ancam Rifa


" Kamu tenang saja.. " ucap Geri sambil tersenyum

__ADS_1


Kini Geru sudah sampai Kantin, ia memilih beberapa makanan dan minuman untuk mereka dan orang-orang yang sednag menunggui ibunya .


" Oh ia aku masih heran apa yang Margaret katakan " ucap Geri


Tanpa di duga Rifa langsung mengirimkan pembicaraan mereka di dalam sel tahanan pada handphone Geri.


" Kamu dengar saja saat Leya dan aku pulang ke rumah " ucap Rifa


" Baiklah " ucap Geri sambil tersenyum


Geri segera membayar makanan dan minumannya, lalu kembali lagi menuju kamar ibunya. Ia berharap jika sang ibu bisa sadar kembali.


Sedangkan Rifa tampak cemas karena nomber handphone milik Sofia tidak aktif membuat dia cemas, ia juga berkali-kali menghubungi kekasihnya itu namun tidak aktif.


" Kemana sih dia " ucap Rifa


" Mungkin dia sedang di kamar ibuku,, jangan cemas.. Sofia itu bisa jago bela diri " ucap Geri sambil tersenyum


" Kamu serius " tanya Geri kaget


" Ya, so kamu jangan macam-macam padanya, nanti kamu kena pukul dia kalau kamu macam-macam " ledek Geri sambil tersenyum


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul Reinkarnasi : Mengubah Takdir , karya ini menceritakan tentang Rara yang masuk kedalam tubuh saudara kembarnya demi membalaskan sakit hati yang di rasakan sang kakak yang sudah di selingkuhi oleh suaminya sendiri dengan adik tirinya..


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2