Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Episode 95


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Geri sudah bangun pagi-pagi sekali, ia memang bangun pagi-pagi karena mendengar kabar jika Rafa akan meninggalkan Negera ini.


Ia langsung mandi dan bersiap-siap untuk menyusul Rafa ke bandara sesuai dengan rencananya kemarin.


Setelah berdandan rapi, ia langsung pergi ke bandara dengan menaiki taksi yang sudah ia pesan sebelumnya.


Butuh waktu satu jam menuju bandara karena lalu lintas di sana macet, ia melihat jam yang ada ditangannya lalu menelepon Leya untuk mengetahui apa Rafa sudah di bandara atau tidak.


Tut... Tut... Tut...


" Halo Leya " ucap Geri


" Ia halo, ada apa " ucap Leya


" Kamu dimana, apa Rafa sudah sampai di bandara " ucap Geri


" Ia kami baru sampai di bandara, ada apa?? " tanya Leya


" Aku mau bicara penting sama Rafa " ucap Geri


" Kebetulan Rafa ada di samping ku, mau bicara sekarang " Ucapnya Leya melihat wajah Rafa


" Tidak usah, karena aku juga sebentar lagi sampai di bandara, aku mau berbicara langsung pada mereka " ucap Geri


" Baiklah, kami tunggu " ucap Leya


" Terima kasih Leya " ucap Geri langsung menutup teleponnya


Kini Geri sudah sampai di bandara ia langsung masuk kedalam menuju lobi dan mencari keberadaan Leya maupun Rafa.


Ia terus berlari mencari keberadaan mereka hingga dia pun tak sengaja melihat Leya dan langsung menghampirinya dengan perasaan senang dan bahagia.


" Leya " ucap Rafa sambil tersenyum


" Geri " ucap Leya membalas senyuman Geri


Semua orang tampak memandang wajah Geri dan Leya, Sementara Rafa dan Jesi hanya bisa tersenyum melihat Geri dan Leya disana.


Geri langsung mengungkapkan kesalahanpahaman diantara mereka, ia juga menjelaskan jika selama ini dalang dalam kematian Gea adalah Margaret.


Rafa tampak tidak terkejut dengan perkataan yang Geri ucapkan sementara Rifa mulai tersulit emosi, untung saja amarah itu bisa di redam.


Geri mulai meminta maaf pada Rafa dan Rifa, biar bagaimanapun dia selama ini sudah menuduh mereka dan membenci Keluarga Wiratmaja yang sebenarnya tidak bersalah.


Rafa langsung memaafkan Geri sementara Rifa tampak tidak terima hingga akhirnya Sang ibu meredakan amarahnya dan mencoba memberikan pengertian agar tidak memperpanjang masalah.


Tampak semuanya bahagia karena sudah saling memaafkan disana. Geri heran karena Leya membawa koper yang sebenarnya bukan miliknya tapi milik Jesi yang ia bantu membawakannya.


" Leya kamu mau kemana bawa Koper " ucap Geri dengan wajah paniknya


" Dia mau pergi jauh darimu katanya " ucap Rifa mengerjai Geri


" Apa.. " ucap Geri kaget


" Bukan seperti itu ... " ucap Leya terpotong oleh Rifa

__ADS_1


" Katanya kamu tidak pernah serius padanya jadi Leya memutuskan untuk pergi ketempat jauh " ucap Rifa memandang wajah Leya dengan senyuman liciknya


" Apa-apaan sih, kenapa Rifa Haris bicara seperti itu " batin Leya


" Kenapa Leya mau pergi jauh dariku,, ini tidak boleh di hiarkan " batin Geri


" Leya.. Aku... " ucap Geri terpotong


Rifa langsung menarik tangan Leya dan kopernya lalu memeluknya. ia sengaja lakukan itu gara Geri dan Leya bersatu.


" Leya,, kamu disana harus lupakan Geri,, aku yakin di sana ada banyak laki-laki bule yang lebih ganteng dan baik dari Geri " ucap Rifa sambil melihat wajah Geri membuat Geri panik sendiri


" Tutup mulutmu yang bau itu " bisik Leya dengan wajah kesalnya


" Sudah ikuti saja permainan ku, di jamin kamu akan menemukan kebahagiaan nantinya " bisik Rifa


" Tapi permainan mu tidak lucu " bisik Leya


" Tunggu saja hasilnya " ucap Rifa


" Bagaimana ini, Leya malah mau meninggalkan aku dan mencari lelaki lain... aku tidak bisa tinggal diam " ucapnya Geri dalam hatinya


Rifa langsung melepaskan pelukannya dan kini Geri langsung menghampiri Leya dan menarik tangannya dan memeluknya.


" Astaga Geri mau ngapain, mana ada ayah dan ibu lagi " batin Leya


" Leya jangan pergi meninggalkan aku " ucap Geri


" Leya ingat pesanku lupakan Geri " ucap Rifa sambil tertawa sedikit


" Kalau dia serius boleh ayah dan ibu pertimbangan untuk jadi calon menantu " ucap Rifa


" Ayah setuju " ucap Farel


" Aku kurang cocok " ucap Mey-mey


Tak lama kemudian Geri melepaskan pelukannya lalu berlutut di depan Leya dan keluarganya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berisi cincin.


Ya sesuai dengan janji Geri hari ini ia memang berniat melamar Leya meskipun bukan di bandara tempatnya karena ucapan Rifa ia takut jika Leya pergi makananya ia langsung saja melamar Leya dan berharap Leya menerima lamarannya.


" Leya, menikahlah dengan ku... " Ucap Geri sambil tersenyum


Leya yang mendengar ucapan Geri langsung terkejut sekaligus senang dan berbunga-bunga, ia tidak pernah menyangka jika Geri bisa melamarnya seperti ini.


" Jangan terima Leya " teriakan Rifa membuat kedua orangtuanya Leya menoleh ke arah Rifa


" Jadilah ibu dari anak-anakku Leya, aku berjanji akan selalu membahagiakan mu seumur hidup mu,, aku akan selalu ada di sampingmu dalam suka maupun duka " ucap Geri masih berlutut di depan Leya


" Leya sudah terima saja " ucap Sisil.


" Tolak Leya " ucap Rifa


" Terima.. Terima " ucap Farel, Jesi dan Rafa sambil tersenyum


Leya tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda ia setuju menerima lamaran Geri.


" Kamu mau jadi istriku " tanya Geri dengan wajah kagetnya dan bahagia

__ADS_1


" Ia aku mau " ucap Leya sambil tersenyum dan meneteskan air matanya tanda ia bahagia


Geri langsung berdiri lalu memakaikannya cincin dalam kotak kecil itu kedalam jari manis Leya dengan wajah yang senang.


Setelah cincin itu di pasang Geri langsung memeluk Leya dengan bahagianya. Impiannya jadi kenyataan menikah dengan orang yang ia cintai bukan perjodohan yang selama ini ibunya tawarkan.


" Terima kasih Leya, aku berjanji akan mencintaimu dan menyayangi mu seumur hidup ku " ucap Geri


Tampak Geri dan Leya bahagia lalu Rafa pamit dari sana menuju pesawat dan koper yang tadi di pegang oleh Leya kini Rafa yang memegangnya dan membawanya membuat Geri heran.


" Bukan aku yang mau pergi " ucap Leya membuat Leya kaget


" Jadi maksudmu " tanya Geri langsung bingung


" Mau aja di bohongi oleh Rifa " ucapnya Leya sambil tersenyum


" Kenapa kamu menyesal " tanya Rifa dengan wajah sinisnya


" Tidak, aku justru mau berterima kasih padamu.. berkat kamu aku resmi melamar Leya " ucapnya Geri


" Baiklah kalau begitu " ucap Rifa sambil tersenyum


" Kalua begitu kamu ikut kami pulang " ucap


Farel


" Tapi ayah " ucap Leya


" Kenapa??, kamu harus jelaskan hubungan kalian pada kami " ucap Mey-mey


" Baiklah " ucap Leya


Mereka pulang menuju mansion Wiratmaja sementara Rifa pergi dari sana menuju rumah sakit menggunakan taksi untuk bertemu dengan Sofia orang yang akhir-akhir ini ada di pikirannya.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2