
Reza dan Leya memutuskan pergi dari tempat Rifa dan segera menuju apartemen Gea, ia takut jika kepolosan Leya akan hancur gara-gara rasa penasaran yang di lakukan oleh Rifa.
Meskipun Leya masih penasaran tapi karena Reza sudah bersedia menuju apartemen Gea rasa penasaran itu pun hilang.
Kini mereka sudah sampai di gedung apartemen Gea, ia langsung menuju kamar Gea. Untungnya Rafa memberitahukan jika kode sandi apartemen Gea adalah ulah tahun Gea.
" Apa kamu tahu kodenya " Tanya Reza
" Tahu dong " ucap Leya sambil tersenyum
" Ayo masuk " ucap Leya sambil tersenyum
Kini mereka masuk kedalam apartemen Gea yang gelap, Leya mencari saklar lampu untuk menerangi ruangan yang gelap ini.
" Tinggal buka aja jendelanya kenapa harus dinyalakan lampu ini masih siang " ucap Reza heran pada pemikiran Leya
" Biar kelihatan aja " ucap Leya sambil tersenyum
" Kenapa banyak sekali botol minuman keras " ucap Leya melihat empat botol disana
" Sepertinya ini masih baru.. aku rasa pacarmu yang meminumnya " ucap Reza
" Entahlah " ucap Leya tak ingin memikirkan Geri
" Kenapa masih sayang sama dia " ucap Reza
" Tapi dia jahat " ucap Leya dengan wajah kesalnya
" Sudahlah,, kamu coba kalau di posisi dia.. apa kamu akan tinggal diam jika menurutnya keluarga kita membunuh adiknya sendiri " ucap Reza
" Tapikan Gea bunuh diri bukan di bunuh sama Rifa atau Rafa " ucap Leya
Leya dengan kesal membuka jendela itu meskipun agak susah mungkin karena sudah lama tidak di buka.
" Kenapa jendelanya " tanya Reza
" Hanya sedikit macet saja " ucap Leya
Ketika Leya membuka jendela itu ternyata yang membuat macet jendela itu adalah sebuah anting sebelah, anting itu hanya anting biasa jika di lihat namun ketika di lihat lebih teliti disana ada ukiran hurup M dan G
" Ini anting siapa " Tanya Leya
" Mungkin anting Gea, kamu simpan takutnya nanti kita menemukan petunjuk lagi " ucap Reza
" Ide bagus " ucap Leya Langsung memasukan anting itu kedalam plastik yang ia bawa sebelumnya.
__ADS_1
Sebenarnya setelah dari sini Leya berniat untuk pergi ke temannya untuk meneliti sidiq jari siapa saja yang ada dirumah ini.
" Aku menemukan Buku dan Foto " ucap Reza
" Cepat kamu simpan " ucap Leya senang ternyata banyak yang mereka temui
Tak lama kemudian mereka mendengar suara seseorang sedang membuka pintu apartemen Gea, kini Leya dan Reza kaget mereka langsung bersembunyi. Mereka juga ingin tahu siapa sebenarnya yang masuk kedalam apartemen Gea.
Ceklek,,
" Gawat, ada orang sembunyi " ucap Reza Langsung bersembunyi di bawah tempat tidur Gea semenjak Leya bersemangat di balik tirai jendela yang ia tadi buka.
" Kenapa lampunya menyala " tanya Geri bingung
" Sial aku lupa lagi nyuruh Reza buat matiin lampunya " batin Leya yang merasa gugup
" Terus kenapa ini jendelanya terbuka " ucap Geri semakin bingung
" Aduh, kenapa aku bodoh sekali harusnya tadi aku nyuruh Leya buat tutup jendelanya " batin Reza
" Apa tadi ada yang diam-diam masuk kesini apa Rafa atau Rifa " batin Geri
" Kalian jangan sembunyi,, jika kalian masih di sini langsung keluar dari persembunyiannya " ucap Geri
Leya dan Reza tidak merespon ucapan Geri mereka masih diam bersembunyi ketika Geri mematikan lampunya keadaan menjadi gelap, Leya lupa jika dirinya takut kegelapan.
Duduk di lantai namun satu tangannya memegang benda yang menurutnya seperti sebuah kalung.
" Apa ini " ucap Leya dalam hatinya
Lalu Geri menutup jendelanya membuat keadaan semakin gelap. astaga ini benar-benar keadaan yang sulit bagi Leya.
" Kenapa harus gelap sih, kasihan Leya " batin Reza
" Kenapa harus gelap sih " batin Leya
" Kenapa aku berpikir jika disini ada orang " batin Geri
Tiba-tiba Leya berteriak ketika mendengar suara tikus membuat Geri kaget.
" Aghhhh " ucap Leya berteriak keluar dari persembunyiannya
" Leya " ucap Geri kaget
" Ada tikus disana ada tikus " ucap Leya panik
__ADS_1
" Aku lihat dulu " ucap Geri Langsung mengarahkan senter di handphonenya.
Geri Langsung mengendap-endap melihat kearah yang tadi Leya tunjuk, sementara Leya membuntuti Geri dari belakang.
Ketika Geri sampai di tempat yang Leya tunjukan ternyata tikus itu malah menghampiri mereka membuat Leya ketakutan dan loncat ke tubuh Geri.
Geri yang kaget pun menerima tubuh Leya, Geri seperti sedang menggendong Leya.
" Aghhh aku benci tikus " ucap Leya ketakutan
" Kamu tenang ada aku " ucap Geri menenangkan Leya
Tiba-tiba lampu ruangan itu menyala, karena Reza Langsung menyalakan lampu itu karena Teriakan Leya, ia takut Leya dan Geri kenapa-kenapa.
" Dia siapa " tanya Geri yang merasa cemburu melihat Reza
" Leya ayo kita pulang " ucap Reza yang tak suka melihat Leya dan Geri beradegan seperti itu
" Geri tolong turunkan aku, aku mau pulang " ucap Leya
" Ga boleh, kamu harus jelaskan dulu dia siapa " ucap Geri dengan tatapan marah
" Ayo cepat turun " ucap Reza dengan wajah sinisnya
" Geri tolong lepaskan aku " ucap Leya
" Tapi Leya " ucap Geri
Dengan terpaksa Geri menurunkan tubuh Leya, ia tidak suka dengan kehadiran laki-laki itu baru juga putus satu hati sudah dekat lagi dengan laki-laki lain membuatnya cemburu saja.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz