Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Episode 105


__ADS_3

Mariam membuka matanya ia melihat jika sekelilingnya seperti di rumah sakit, ia juga melihat jika ada seseorang yang memakai baju seperti suster dan dokter.


" Nyoya,, apa yang anda rasakan sekarang " ucap sang dokter


" Kepala saya pusing dok " ucapnya


" Baik, apa Nyoya merasakan mual atau Sajid di bagian yang lain " tanya sang dokter lagi


" Tidak dok hanya kepala saya saja yang pusing " ucapnya


" Apa Nyoya mengingat nama Nyoya siapa " tanya dokter memastikan kepala Mariam baik-baik saja takutnya dia tadi terkana benturan yang keras


" Nama saya Mariam Dok " jawabnya


" Bagus, keadaan Nyoya baik-baik saja namun Nyoya tidak boleh stres dan banyak pikiran " ucap Sang dokter


" Baik dok " ucapnya Mariam sambil tersenyum


" Kalau begitu saya pamit " ucap Sang dokter


" Baik dok, terima kasih sebelumnya " ucap Gino sambil tersenyum


Mariam tampak masih berbaring, sementara Gino membawakan minuman untuk sang istri.


" Mau minum sayang " tanya Gino


" Ia sayang " ucap Mariam


Keduanya tampak romantis dari kaca kelihatan ketika Leya melihat hal itu ia senang lalu ketika ia hendak meninggalkan ruangan itu Geri malah menahan tangannya.


" Kamu kenapa ada disini " tanya Geri bingung


" Aku hanya sedang cari udara segar " ucap Leya berbohong


" Apa keadaan ibu sudah membaik " tanya Geri Kembali


" Ia Tante Mariam sudah sadar " ucap Leya


" Oh jadi ini yang membuat Leya diam disini, apa Tante Mariam masih tidak menyukai Leya " batin Rifa


" Apa ibu masih tidak suka dengan kehadiran Leya " batin Geri


" Leya seperti ini sudah sore kota pulang saja yu " ajak Rifa membuat Geri bingung

__ADS_1


" Kenapa kalian mau pulang sekarang, bahkan kita baru bertemu sebentar " ucap Sofia yang tiba-tiba datang menghampiri mereka


" Maafkan aku sayang, sepertinya aku ada urusan " ucap Rifa pada Sofia


" Kalau begitu kalian pamit dulu sama ibu " ucap Geri


Rifa yang mengetahui jika Leya seperti tidak ingin bertemu dengan Tante Mariam pun langsung menolak ucapan Geri.


" Ibumu, baru sadar kami tidak mau membuat dia sakit lagi.. lain kali kami kesini untuk menjenguk Tante Mariam,, ia kan Leya " tanya Rifa


" Ia betul, kamu cepat masuk kedalam temui Ibumu,, aku pamit sama Rifa pulang " ucap Leya


" Maafkan aku, karena aku tidak bisa mengantarkan kamu pulang " ucap Geri


" Tidak apa-apa, lagian kan ada aku " ucap Rifa


" Lalu aku bagaimana " tanya Sofia


" Nanti aku kesini lagi " bisik Rifa pada Sofia membuatnya senang dan memberikan ijin pada Rifa untuk pulang terlebih dahulu


Geri menyerahkan kunci mobil kembali pada Rifa, ia bersama Sofia segera masuk kedalam Sementara Rifa dan Leya langsung meninggalkan rumah sakit menuju rumah keluarganya.


Sepanjang perjalanan tampak Leya berwajah muram dan sedih, Rifa yakin jika hal ini ada kaitannya dengan Tante Mariam.


" Kau tidak apa-apa, aku baik-baik saja " ucap Leya


" Jangan bohong padaku,, aku tahu sifat kamu... cepat katakan ada apa,, apa ini semua ada hubungannya dengan Tante Mariam " tanya Rifa


" Aku hanya merasa jika aku memang tak cocok dengan Geri " ucapnya Leya


" Kenapa.. " ucap Rifa sambil tersenyum


" Tidak apa-apa " ucap Leya


" Kamu ga usah khawatir Tentang hubungan mu dengan Geri, aku yakin sebentar lagi Tante Mariam akan menerima kamu dan sayang sama kamu " ucap Rifa


" Aku juga berharap begitu " ucap Leya


" Sudah jangan mikir,, lebih baik kita beli es krim kesukaan mu " ucap Rifa menghibur suasana hati Leya


" Tidak mau nanti aku gendut " ucap Leya


" Ga papah Geri pasti akan menerima kamu apa adanya " ucapnya Rifa

__ADS_1


" Ish kamu ini " Ucapnya Leya dengan nada kesal


Mereka tampak tertawa kembali, Leya memang perasaannya terlalu sensitif dari dulu,, makanya Rifa tahu karena dulu Leya sering menangis karena Rifa yang menjahili dia terus.


Kini Leya dan Rifa sudah sampai di Mansion, mereka langsung masuk kedalam rumah. Terlihat juga cuma ada Oma dan Kakek yang ada disana sementara yang lainnya belum pulang.


Leya segera masuk kedalam kamar sementara Rifa juga masuk kedalam kamarnya untuk mandi dan berganti baju, setelah ia rapi kembali ia langsung meninggalkan mansion itu dan kembali ke rumah sakit untuk menemani Sofia.


Sedangkan Leya setelah mandi hanya bisa membaringkan tubuhnya di ranjang tempat tidur. jatah liburnya tinggal satu hari lagi, berati dia besok harus kembali menyelesaikan pekerjaannya.


Ternyata Haris sudah menyiapkan tiket pesawat untuk Leya, ia hanya bisa menuruti semua ucapan Haris karena memang pekerjaannya sangat padat.


" Bagaimana aku bicara sama Geri jika besok aku akan pergi untuk menyelesaikan pekerjaan ku " ucap Leya tampak bingung


" bagaimana besok saja deh " ucapnya memejamkan matanya


Tak terasa ia pun tertidur pulas karena tubuhnya sangat lelah apalagi hatinya. ia hanya bisa berharap jika Mariam benar-benar bisa menerimanya sebagai calon menantunya. Tak terasa ia pun tertidur lumayan lama dan bangun ketika Adan magrib berkumandang.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul Reinkarnasi : Mengubah Takdir , karya ini menceritakan tentang Rara yang masuk kedalam tubuh saudara kembarnya demi membalaskan sakit hati yang di rasakan sang kakak yang sudah di selingkuhi oleh suaminya sendiri dengan adik tirinya..


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2