Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Tuduhan


__ADS_3

"Riu, kenapa kau memaksaku untuk ikut bersama kalian? Aku tidak mau, biarkan aku pergi!"


Tata melangkah kearah Riuga sembari menundukkan kepalanya. Dia memohon agar laki-laki tampan itu membiarkan dirinya untuk pergi. Tata tidak ingin bergantung kepada laki-laki yang tidak memiliki ikatan apapun dengan dirinya itu.


"Tata, tolong menurut ya! Aku mohon, semua ini demi kebaikanmu!"


Riuga benar-benar kehabisan akal untuk membujuk wanitanya itu. Sulit sekali baginya untuk meluluhkan hati wanita yang sangat keras itu.


"Apa maksudmu, Riu? Kebaikan apa?" tanya Tata yang semakin tidak mengerti dengan ucapan Riuga.


"Ikutlah denganku, nanti aku akan menjelaskan semuanya padamu!"


Riuga menggenggam tangan Tata dan membawanya masuk kedalam mobil yang sudah menunggu mereka. Mau tidak mau, akhirnya Tata terpaksa mengikuti kemauan laki-laki yang bersikeras untuk membawanya itu. Tata juga mulai penasaran dengan apa yang ingin dikatakan Riuga padanya. .


Mobil mewah yang mereka tumpangi akhirnya melaju menuju kediaman Riuga, diikuti oleh beberapa mobil lainnya dari arah belakang.


Sesampainya di gerbang istana Riuga, mata Tata tak berkedip sedikitpun. Wanita itu benar-benar kagum melihat kediaman Riuga yang begitu besar dan megah.


Mata wanita cantik itupun membesar seketika seiringan dengan mulut yang menganga lebar. Tata tidak menyangka kalau laki-laki yang duduk di sebelahnya, ternyata bukan orang biasa seperti yang dia pikirkan sebelumnya.


"Riu, ini rumahmu?" tanya Tata dengan ekspresi yang tidak biasa.


"Iya, ayo kita turun!" sahut Riuga dengan santainya.


Sepasang kekasih yang tidak memiliki ikatan itupun bergegas turun dari mobil dan melangkah masuk sembari bergandengan tangan.


"Selamat datang, Tuan!" sapa seorang penjaga yang sedang bertugas.


"Iya, terimakasih!" sahut Riuga sembari mengangkat tangan kanannya memberi isyarat.


Tata yang masih kebingungan, hanya terdiam seribu bahasa. Rasanya bagaikan sedang berada didalam negeri dongeng. Seperti cinderella yang sedang dibawa oleh seorang pangeran tampan.


"Riu, apa aku sedang bermimpi?" tanya Tata yang tak putus-putusnya memandangi sekelilingnya.


Riuga tidak menjawab pertanyaan wanitanya. Laki-laki tampan itu hanya tersenyum dan terus berjalan membawa Tata menuju kamarnya.


"Malam ini, tidur di kamarku dulu ya! Besok aku akan minta tolong kepada pelayan menyiapkan kamar untukmu!" ucap Riuga sembari membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


Lagi-lagi Tata hanya bisa melotot kan matanya. Tak di sangka kamar laki-lakinya itu ternyata sangat besar, mewah dan juga rapi.


"Masuklah, jangan bengong saja!" ucap Riuga yang membuat Tata langsung tergelinjang kaget.


Secara serentak, kaki mereka berdua mulai melangkah menginjak lantai kamar. Dengan cepat Riuga mengunci pintu agar tidak ada yang masuk secara tiba-tiba. Apalagi mengingat adik perempuannya yang suka menyelonong tanpa permisi.


"Riu, kamar ini terlalu mewah untukku. Aku tidur di kamar lain saja ya!" ucap Tata sembari membalikkan tubuhnya kearah pintu.


Melihat kegelisahan di wajah cantik Tata, Riuga pun dengan spontan memeluk tubuh wanitanya itu dengan hangat.


"Ini sudah larut, Tata. Semua pelayan sudah istirahat, jangan mengganggu mereka! Tidurlah disini untuk malam ini!" bisik Riuga tepat di telinga wanitanya itu.


Sesaat, Tata terpaku didalam dekapan laki-lakinya itu. Hembusan nafas Riuga, membuat tubuhnya seperti tersengat sesuatu.


Tanpa sadar, Tata langsung mendekatkan wajahnya ke bibir Riuga dan mengecupnya dengan lembut sembari memejamkan kedua matanya.


Keberanian Tata itu, akhirnya membangunkan harimau yang sedang kehausan. Riuga sampai tak sanggup mengendalikan dirinya. Jantung laki-laki tampan itupun mulai berdetak tak tentu arah.


Riuga yang sudah lama merindukan bibir manis Tata, dengan cepat melahap dan menghisapnya penuh kelembutan.


Riuga ******* bibir wanitanya itu dengan gairah yang mulai memuncak hingga ke ubun-ubunnya. Tidak hanya *******, Riuga juga menjilati setiap sisi bibir Tata yang membuat Tata menggelinjang menahan geli yang begitu dahsyat.


"Sssttt... Jangan banyak bicara! Aku sangat merindukannya, biarkan aku memakannya sebentar!"


Riuga kembali melahap bibir wanitanya itu dan memainkan lidahnya dengan liar. Tata bahkan sampai terbuai menerima sentuhan hangat laki-lakinya itu.


Tanpa ragu, Tata mulai membalikkan keadaan dan menyerang bibir Riuga dengan gayanya sendiri. Wanita cantik itupun mengalungkan tangannya di leher Riuga dan berangsur-angsur melangkah mendekat kearah ranjang tanpa melepaskan ciuman mereka.


Tata sudah tidak sanggup menahan keinginannya dan menghisap lidah Riuga dalam-dalam. Lidah merekapun saling bertemu dan menyerang satu sama lain.


"Huft... Riu, apa kau benar-benar mencintaiku?" tanya Tata setelah melepaskan bibir laki-lakinya.


"Kenapa kau menanyakan itu? Aku sudah berjanji, tidak akan memaksamu!" sahut Riuga sembari menyentuh pipi Tata dengan lembut.


"Jadi, kau sudah menyerah untuk memperjuangkan cintaku?" tanya Tata dengan tatapan menuntut penjelasan.


"Siapa yang menyerah? Sudah istirahatlah, aku mau mandi dulu!"

__ADS_1


Riuga menaikkan sebelah bibirnya dan melangkah menuju kamar mandi sembari mengedipkan sebelah matanya kearah Tata. Wanita cantik itu hanya tertegun tanpa bisa berucap lagi.


Sambil menunggu laki-lakinya keluar dari kamar mandi, Tata pun mencoba membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur mewah Riuga.


Saat ingin memperbaiki posisi kepalanya, tiba-tiba telapak tangan Tata tidak sengaja menyentuh benda kecil yang ada dibawah bantal. Karena penasaran, Tata kembali bangkit dan mengambil benda yang mengalihkan perhatiannya itu.


"Dag... Dig... Dug..."


Sesaat Tata terpaku dengan jantung yang mulai berdebar kencang. Matanya pun melotot tanpa berkedip sedikitpun, melihat benda yang saat ini sudah ada di tangannya.


"Riu, apa ini? Darimana kau mendapatkannya? Kenapa kau bisa menyimpannya? Siapa kau sebenarnya?" batin Tata penuh tanda tanya besar di benaknya.


Tanpa sadar, butiran bening pun mulai menetes dari kelopak mata indah Tata tanpa bisa di tahan lagi. Pikiran wanita cantik itupun mulai berkeliaran kemana-mana dan menduga-duga sesuatu yang tidak pasti.


Tidak lama, laki-laki tampan itupun keluar dengan handuk yang melingkar di pinggangnya. Seketika itu juga Tata menatap kearah Riuga dengan tatapan yang sangat menakutkan.


"Siapa kau sebenarnya?" tanya Tata sembari melangkah kearah Riuga.


"Tata, kau kenapa? Pertanyaan macam apa itu?"


Bukannya menjawab pertanyaan wanitanya, Riuga malah balik bertanya karena bingung melihat perubahan sikap Tata yang begitu tiba-tiba.


"Jangan berpura-pura lagi, jawab saja pertanyaan ku! Atau aku akan keluar dari sini malam ini juga!" ancam Tata dengan nada suara yang mulai meninggi.


"Apa yang harus ku jawab? Aku bahkan tidak mengerti maksud pertanyaan mu itu!" sahut Riuga dengan tatapan kebingungan.


Kesal dengan sikap Riuga yang seperti tak tau menahu itu. Tata pun melemparkan barang yang dia temukan tadi tepat di wajah Riuga.


"Apa ini?" teriak Tata sembari menangis di hadapan laki-lakinya itu.


"Tata, kau..."


"Kenapa? Kau mau berdalih seperti apa lagi? Dasar laki-laki pembohong! Aku pikir kau benar-benar mencintaiku, tapi aku salah. Ternyata kau memiliki maksud tersendiri untuk mendekatiku." bentak Tata dengan tangisan yang semakin menjadi-jadi.


"Tenang dulu, Tata. Aku mohon, kau sudah salah paham!" ucap Riuga menenangkan wanitanya yang sudah dikuasai amarah itu.


"Bodohnya aku sudah percaya padamu. Siapa kau sebenarnya? Atau mungkin kematian orang tuaku ada hubungannya denganmu?"

__ADS_1


Tata yang sudah tidak bisa mengendalikan emosinya, langsung saja menuduh Riuga terlibat dengan kematian kedua orang tuanya. Sontak saja tuduhan itupun membuat Riuga terduduk lemas tanpa bisa berkata-kata lagi.


__ADS_2