Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Belanja


__ADS_3

Soni kembali fokus mengemudikan mobilnya. Laki-laki yang baru saja melepas masa lajangnya itu, tidak ingin kejadian tadi terulang lagi. Dia memilih untuk diam daripada salah berucap seperti tadi.


Sementara itu, Adelia kembali fokus dengan layar ponselnya. Dia tidak ingin mengganggu kakaknya yang tengah kasmaran di belakang sana.


"Soni, mampir ke mall sebentar!" perintah Riuga yang tengah bersandar di pundak wanitanya.


"Baik, Tuan!" sahut Soni sembari memutar setir mobilnya kearah mall yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka berada saat ini.


Mendengar ucapan kakaknya, Adelia dengan cepat menoleh kearah belakang. Sejenak tatapan gadis itu terlihat begitu canggung, saat menyaksikan kakaknya yang begitu manja didalam pelukan wanitanya.


"Ada apa, Adel?" tanya Riuga yang melihat kecanggungan Adelia.


"Tidak Kak, tidak ada!"


Adelia kembali memutar lehernya dan menghadap lurus kearah depan. Dia sama sekali tidak menyangka, kakaknya yang begitu keras, bisa melunak seperti seekor kucing yang bergelayutan manja dengan majikannya.


Tidak berselang lama, Soni mengarahkan mobilnya ke area parkiran mall. Adelia, Tata dan Riuga mulai menapakkan kaki mereka di pelataran parkir. Tidak dengan Soni, dia tidak bergerak sama sekali dari tempat duduknya.


"Soni, kenapa tidak turun?" tanya Tata yang sudah berdiri di samping pintu mobil.


"Tidak Nona, kalian pergilah. Aku akan menunggu disini!" sahut Soni dengan sopan.


"Kak Soni, turunlah! Kalau Kak Soni tidak ikut, Adel juga tidak mau ikut! Untuk apa jadi nyamuk diantara mereka berdua?" sambung Adelia yang kembali masuk kedalam mobilnya.


"Hei, ada apa dengan kalian berdua?" tanya Riuga yang terlihat bingung sendiri.


"Kalian berdua saja yang pergi, biar kami menunggu di mobil!" ucap Adelia yang tau sekali perasaan Soni saat ini.


"Ayo turunlah, aku tidak suka melihat sikap kalian yang kekanak-kanakan begini!" ucap Riuga yang mulai kesal melihat tingkah laku Adelia dan Soni.


"Tapi Tuan,..."


"Turunlah, atau gaji mu bulan ini tidak akan keluar sama sekali!" ancam Riuga yang membuat Soni membuka matanya lebar-lebar.


Mendengar ancaman Riuga, akhirnya Soni dan Adelia turun dari mobil itu. Soni semakin kebingungan melihat emosi Tuannya yang begitu labil.

__ADS_1


"Kalian berdua masuklah, pilih apapun yang kalian suka!" ucap Riuga yang membuat Adelia dan Soni saling menatap satu sama lain.


"Kami boleh belanja apapun yang kami inginkan, Kak?" tanya Adelia dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya.


"Iya, pergilah. Pilih apapun yang kalian mau. Jangan lupa, belikan juga untuk istrimu!" ucap Riuga yang membuat Soni tersenyum dengan lebar.


Adelia terlihat begitu senang, gadis itu dengan cepat menarik tangan Soni dan bergegas masuk mengelilingi semua toko yang ada didalam mall tersebut.


Sementara itu, Riuga dan Tata menyusul dari belakang sembari bergandengan tangan.


Tata terlihat begitu bahagia, raut wajahnya tak henti-hentinya menebar senyum sembari sesekali melirik wajah tampan calon suaminya itu.


Sesampainya didalam mall, Riuga membawa Tata ke toko pakaian wanita. Riuga membelikan semua kebutuhan calon istrinya tanpa kurang satu apapun juga.


"Riu, secukupnya saja. Jangan membuang uang untuk hal yang tidak terlalu penting seperti ini!" ucap Tata yang merasa tidak enak hati terhadap laki-lakinya itu.


"Siapa bilang tidak penting? Kamu adalah calon Nyonya besar Riuga, kamu harus tampil cantik dimana pun kamu berada! Bahkan di tempat tidur sekalipun." ucap Riuga yang membuat wajah Tata memerah seketika.


Tidak hanya gaun mewah untuk bepergian, Riuga juga membelikan pakaian tidur, lingerie dan beberapa pakaian dalam untuk wanitanya itu. Bahkan beberapa yang mereka beli, merupakan pilihan Riuga sendiri.


Setelah selesai membeli pakaian, mereka berdua juga masuk kedalam toko tas, toko sepatu dan juga toko kosmetik. Semua keperluan calon istrinya, Riuga penuhi tanpa itung-itungan sedikitpun.


"Riu, sudah cukup. Ini sudah terlalu berlebihan. Bahkan mobil kita sudah tidak sanggup menampung barang-barang sebanyak ini!" ucap Tata yang sudah kewalahan mengikuti kemauan Riuga.


"Tidak perlu khawatir sayang, aku akan menyewa mobil untuk membawa barang-barang ini pulang!" ucap Riuga yang kembali melangkah kearah toko perhiasan.


"Riu, apalagi ini?" tanya Tata yang terpaku melihat semua perhiasan mewah yang tidak pernah dia pikirkan sebelumnya.


"Tenanglah sayang, ini yang terakhir!" ucap Riuga sembari memilih perhiasan yang cocok untuk wanita cantiknya itu.


"Tapi aku tidak terbiasa memakai perhiasan mewah seperti ini, Riu!" ucap Tata menolak keinginan calon suaminya secara halus.


"Kalau begitu, mulai hari ini kamu harus membiasakan diri demi aku!" sahut Riuga dengan senyuman yang begitu menawan.


Riuga mulai memilih beberapa perhiasan untuk Tata. Tidak hanya kalung, anting, gelang, tapi juga sepasang cincin untuk mengikat hubungan mereka berdua. Semua yang Riuga pilihkan, merupakan barang-barang limited edition yang belum pernah dimiliki oleh orang lain sebelumnya.

__ADS_1


Tidak lama, Adelia dan Soni datang menghampiri mereka berdua. Dua orang itu juga sudah selesai membeli barang-barang keperluan mereka. Tangan mereka berdua pun sudah penuh dengan tentengan paper bag.


"Kak Riu, kami sudah selesai!" ucap Adelia yang sudah kewalahan mengangkut barang belanjaannya.


"Kebetulan sekali, kami juga sudah selesai! Apa masih ada yang kurang?" tanya Riuga kepada Adelia dan Soni.


"Tidak Tuan, ini sudah lebih dari cukup!" tambah Soni sembari tersenyum puas.


"Apa kau sudah membelikan untuk istrimu juga?" tanya Riuga yang selalu memikirkan orang-orang di sekitarnya.


"Sudah Tuan, Adel sudah membantuku memilihkan pakaian, tas, dan juga sepatu untuk istriku. Dia pasti sangat senang. Terimakasih, untuk semuanya!" ucap Soni yang begitu senang menerima pemberian dari Riuga.


"Pilihkan juga satu perhiasan untuknya!" ucap Riuga dengan santainya.


"Tidak perlu Tuan, ini sudah cukup!" sahut Soni yang mulai merasa tidak enak hati terhadap Riuga.


"Tidak masalah, mumpung aku sedang berbaik hati padamu! Kamu juga Adel, pilihlah yang kamu mau!" ucap Riuga sembari menunggu disebuah sofa.


"Tidak Kak, perhiasan Adel sudah banyak! Adel bantu pilihkan untuk istri Kak Soni saja!" ucap Adelia sembari melangkah mendekati etalase yang dipenuhi perhiasan mahal itu.


Adelia mulai memilihkan sebuah kalung yang sangat cantik untuk istrinya Soni. Asisten pribadi Riuga itupun hanya bisa tersenyum, menerima semua pembelian dari Tuannya.


Selesai berbelanja, Riuga meminta petugas mall untuk mengantarkan semua barang belanjaan mereka ke rumah. Tentu saja Riuga memberikan imbalan yang lumayan besar.


Tak tanggung-tanggung, Riuga sampai menghabiskan uang ratusan juta hanya dalam satu malam saja.


Setelah semua barang masuk kedalam mobil sewaan, mereka berempat kemudian berlalu meninggalkan mall.


"Kita mau kemana lagi, Tuan?" tanya Soni yang sudah tidak murung sama sekali.


"Cari tempat makan dulu, aku sudah lapar!" ucap Riuga sembari bergelayut manja di lengan wanitanya.


Soni mulai mengarahkan mobilnya ke sebuah restauran mewah. Mereka berempat kemudian duduk di meja yang sama, sembari bersenda gurau memanjakan lidah mereka dengan makanan yang sudah terhidang di atas meja.


Riuga bahkan tidak canggung sedikitpun menyuapkan calon istrinya didepan Soni dan Adelia. Makan malam itupun terasa begitu hangat.

__ADS_1


Selesai mengisi perut, mereka berempat pergi meninggalkan restauran. Mereka kembali ke rumah dengan wajah yang terlihat begitu kelelahan. Tata bahkan sampai tertidur dengan lelap di dada calon suaminya itu.


__ADS_2