Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Episode 84


__ADS_3

Geri hanya terduduk lemas ketika Leya berbicara seperti itu padanya, hatinya hancur wajahnya sedih itulah yang ia rasakan saat ini.


Margaret yang melihat keadaan Geri terpuruk malah mencari kesempatan pada Geri agar membuat dia berpaling dari Leya.


" Geri, are you okay " ucap Margaret dengan wajah kaget sekaligus kasian pada Geri


" Tinggalkan aku sendiri Margaret " ucap Geri


" Tidak, aku tidak akan meninggalkan ku sendirian, " ucap Margaret


Geri malas berdebat dengan Margaret, jadi ia putuskan untuk diam dan tidak meladeni perkataan Margaret.


" Aku tidak habis pikir dengan kelakuan Leya, sudah jelas-jelas Keluarga dia yang salah kenapa malah membela keluarganya.. dasar wanita tidak tahu diri " ucap Margaret dengan nada marah


" Diam kamu Margaret " ucap Geri yang tak terima wanita yang ia cintai malah di jelek-jelekkan oleh orang lain termasuk Margaret


" Tapi kan aku tidak salah " ucap Margaret memberikan pembelaan


" Sebaiknya kamu pergi dari sini sekarang juga " ucap Geri mengusir Margaret


" Tapi Geri... " ucap Margaret mencoba menenangkan emosi Geri


" Pergi sekarang juga " bentak Geri


" Sial, Geri sepertinya marah sekali padaku,, aku harus pergi dari sini agar Geri tidak marah lagi padaku " batin Margaret


" Baiklah aku pergi, jika kamu butuh apapun kamu hubungi aku " ucap Margaret terpaksa pergi dari sana.


Disana hanya ada Geri seorang, bayangan tentang perkataan Leya barusan masih terngiang-ngiang dalam pikirannya, ia tidak bisa mengontrol emosi sendiri sehingga Leya pergi dari hidupnya.


" Leya... " teriakannya yang di ikuti oleh Isak tangisnya


" Kenapa aku begitu bodoh, bisa-bisa berkata begitu pada keluarga Leya, padahal kan aku sedang menyelidiki kasus Gea " batin Geri menyesali perbuatannya.


Ia terus berdiam diri di apartemen Gea tanpa minum dan makan membuat kondisinya lemah, ia kembali diam disana hingga keesokan paginya.


Geri terbangun ketika mendengar suara Handphonenya berbunyi, ia berharap jika yang meneleponnya adalah Leya wanita yang ia cintai tapi ternyata tebakannya salah karena yang meneleponnya adalah Sofia sepupu Geri.


Kring... Kring...


" Halo... " ucap Geri yang sebenarnya malas mengangkat teleponnya apalagi tubuhnya juga ikutan lemas

__ADS_1


" Halo Ka Geri,, aku butuh bantuan kakak " ucap Sofia dengan nada bicara seperti ingin menangis


" Kamu kenapa " tanya Geri bingung


" Kakak bisakah kakak jemput aku sekarang, nanti akan ku beritahu lokasinya " ucap Sofia


" Baiklah " ucap Geri terpaksa menuruti Sofia


" Dan bawakan juga pakaian untukku " ucap Geri


" Apa, pakaian " tanya Geri semakin curiga


" Nanti akan aku jelaskan semuanya pada Kakak " ucap Sofia


" Baiklah, kamu berhutang satu penjelasan padaku " ucap Geri


" Ia ka " ucap Sofia Langsung menutup teleponnya


Kini Geri bangun dan segera memesan taksi, lalu ia pergi ke lokasi yang diberikan oleh Sofia.


Rak butuh waktu lama kini ia sudah berada di lokasi tersebut, ia segera menghubungi Sofia untuk memberitahukan padanya jika dia sudah berada disana.


Sofia masuk kedalam mobil taksi yang di tumpangi Geri, ia langsung memeluk Geri dengan erat sambil menangis.


" Kamu kenapa " tanya Geri bingung


sang supir taksi menanyakan kemana mereka harus pergi, Geri pun mengatakan jika ia akan pergi ke hotel dimana ia menginap sebelumnya, ia harus menenangkan keadaan Sofia dan juga menangis penjelasan tentang semua ini.


Kini mereka sudah sampai di hotel yang tak jauh dari posisi Sofia sebelumnya, Geri Langsung mengajak Sofia pergi ke kamar hotel yang ia pesan.


Disana tampak Sofia masih menangis tersedu-sedu membuat Geri bingung.


" Nih " ucap Geri memberikan air putih pada Sofia agar lebih tenang


" Makasih " ucap Sofia meminum air putih itu


" Sekarang kamu jelaskan padaku, apa yang sebenarnya terjadi padamu " ucap Geri


" Mana mungkin aku bisa berkata jika aku dan Rifa sudah melakukan itu tapi Rifa tidak bahagia.. " batin Sofia


" Sebenarnya apa yang terjadi padanya " ucap Geri bingung

__ADS_1


" Ayo katakan " ucap Geri


" Sebenarnya aku sudah melakukan itu dengan lelaki yang tidak aku kenal " ucap Sofia menangis kembali


" Apa kamu bilang " ucap Geri kaget


" Maafkan aku Ka " ucap Sofia menyesali perbuatannya


" Kenapa kamu bisa ceroboh begitu, apa kamu tahu jika apa yang kamu lakukan adalah salah " ucap Geri


" Ia ka aku tahu, kemarin aku mabuk jadi lepas kendali " ucap Sofia


" Kamu harus mengingat kembali siapa lelaki itu " ucap Geri


" Ia ka, aku mengerti " ucap Sofia


" Kamu mau makan apa biar aku pesankan " ucap Geri


" Aku tidak lapar " ucap Sofia


" Kamu Harus makan biar bagaimanapun, kamu harus mengisi tenaga mu, agar kamu tidak sakit " ucap Geri berkata seperti itu padahal dari kemarin dia juga belum makan karena terlalu memikirkan Gea dan Leya.


Geri Langsung memesankan makan untuk mereka, Geri tahu makanan sangatlah penting untuk menambah tenaga mereka, apalagi Geri melihat kondisi Sofia yang masih sedih. Ia berharap Jika tidak akan terjadi apapun pada Sofia.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2