Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Pulau


__ADS_3

"Sebentar lagi kita akan sampai di sebuah pulau yang indah, kita akan menetap di sana untuk beberapa hari!" ucap Riuga sembari memainkan rambut panjang wanitanya.


"Apa kau sudah gila, Riu? Aku tidak mau, kita kembali saja ya!" sahut Tata yang merasa takut dengan tempat asing yang belum pernah dia kunjungi.


"Kau yang gila, kembali saja sendiri kalau kau bisa!" ucap Riuga sembari tersenyum lebar.


Tata benar-benar kehilangan akal untuk menghadapi Riuga yang memperlakukannya sesuka hati.


"Dasar laki-laki brengsek!" gerutu Tata yang mulai geram dengan tingkah Riuga.


Riuga mendekap tubuh Tata yang masih terduduk menyamping di pangkuannya itu. Dengan cepat Riuga membungkam bibir Tata dengan penuh kelembutan.


"Uhm... Uhm..."


"Riu, lepaskan aku!" teriak Tata sambil mendorong tubuh Riuga.


"Hahahaha... Kenapa kau jadi ketakutan seperti ini? Bukankah ini ciuman kita yang kesekian kalinya?" ucap Riuga dengan santai.


"Bajingan, kau selalu mengambil kesempatan untuk mencuri ciumanku!" bentak Tata sambil memukul dada Riuga sekuat tenaga.


"Tapi kau menyukainya kan?"


Riuga mencoba menggoda wanitanya yang sudah mulai meradang menahan kekesalan yang semakin memuncak di hatinya itu.


"Cuih, memaksakan diri mencium seorang wanita. Apa kau tidak malu dengan kelakuan mu itu?" ketus Tata sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Kenapa harus malu mencium wanita yang sudah pasti akan menjadi milikku?" sahut Riuga tanpa perasaan bersalah sedikitpun.


Tata hanya bisa terdiam tanpa bisa berkata-kata. Perasaannya mulai terganggu setelah mendengar ucapan dari mulut laki-laki yang terkenal kejam itu.


"Sudahlah, tidak ada gunanya berdebat dengan laki-laki batu seperti kau ini!" ketus Tata sembari beranjak dari pangkuan Riuga.


Tata pindah ke kursi yang ada di samping Riuga. Wanita cantik itu memilih untuk diam dan menikmati sarapan yang sudah tersedia di atas meja. Tata bahkan tidak mempedulikan Riuga sama sekali.


Selesai sarapan, Tata berniat untuk kembali kedalam kamar. Namun belum sempat melangkahkan kakinya, Riuga sudah menahan tangannya terlebih dahulu.


"Mau kemana, sayang?" tanya Riuga yang belum sempat mencicipi makanannya.


"Lebih baik aku tidur, daripada mendengar bualan laki-laki brengsek sepertimu!" sahut Tata tanpa menoleh kearah Riuga sedikitpun.


"Apa kau tega membiarkan aku mati kelaparan?" ucap Riuga yang mulai merasa keroncongan di perutnya.

__ADS_1


"Makan saja sendiri! Kau punya tangan kan?" ketus Tata.


"Aku akan makan kalau disuapi oleh wanita cantikku ini!" ucap Riuga dengan manja.


"Dasar manusia aneh! Untuk makan saja harus dilayani juga, tidak tau malu!" gumam Tata yang tidak sampai ke telinga Riuga.


Tata kembali duduk di kursinya dan mengambilkan makanan untuk laki-laki yang selalu membuatnya kesal itu.


"Ayo, buka mulutmu!" ucap Tata sembari mengarahkan makanan ke mulut laki-laki manja itu.


Riuga membuka mulutnya sembari tersenyum karena merasa sangat bahagia menerima suapan dari wanita yang sangat dia cintai itu.


Tidak lama, kapal yang membawa merekapun merapat ke sebuah pulau yang menjadi tujuan Riuga untuk menghabiskan waktunya bersama Tata.




"Selamat datang, Tuan!" sapa seorang penjaga pulau yang sedang menyambut kedatangan mereka.


"Terimakasih!" sahut Riuga dengan sedikit senyum menghiasi bibirnya.


Riuga menggenggam tangan wanitanya dan membawa Tata menikmati pemandangan indah disekitar pulau tersebut.


"Kau masih takut?" tanya Riuga yang mulai bingung melihat ekspresi Tata.


"Tidak..." jawab Tata yang sudah mulai kehilangan rasa takutnya.


"Ya sudah, kita istirahat dulu di resort! Sekarang masih panas, tidak baik untuk kulitmu!" ucap Riuga sembari memeluk Tata dari arah samping.


Kali ini Tata tidak membantah perkataan Riuga sama sekali. Wanita itu mulai menurut dan mengikuti perkataan laki-laki yang sedang memeluknya itu. Walaupun sebenarnya hati Tata masih sangat jengkel, tapi dia juga merasa senang karena Riuga telah mengajaknya ke tempat yang tidak mungkin dia kunjungi.


"Terimakasih, Riu!" ucap Tata sambil memandangi sekelilingnya.


"Untuk apa berterimakasih?" tanya Riuga sedikit heran.


"Terimakasih, karena sudah membawaku ke sini! Tempat ini sangat indah." ucap Tata penuh rasa haru.


"Asalkan kau bahagia, aku akan menemanimu kemanapun kau ingin pergi!" ucap Riuga yang sangat bahagia berada di samping wanitanya.


Tanpa sadar, Tata memeluk lengan Riuga dan menyandarkan kepalanya ke bahu laki-laki tampan itu sembari mengikuti langkah kakinya.

__ADS_1


Sesampainya di sebuah resort, Riuga membawa wanitanya masuk kedalam kamar yang sudah di siapkan khusus untuk mereka berdua.


"Terimakasih, Riu! Aku benar-benar bahagia saat ini. Kau telah membawaku ke tempat yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Tempat ini sungguh indah." ucap Tata dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Hei, kenapa kau menangis? Jangan merusak momen bahagia ini dengan air matamu itu!" ucap Riuga sembari menyeka air mata yang mulai menetes di wajah cantik wanitanya itu.


Tata memeluk tubuh laki-laki tampan itu dan mendekapnya dengan sangat erat.


"Sudah, jangan menangis lagi!Maafkan aku, karena pernah menyakiti hatimu. Aku menyesal setelah menyadari kalau hatiku sudah terpaut dengan dirimu. Aku sangat mencintaimu, Tata. Izinkan aku untuk membahagiakan dirimu disisa umur ku ini."


Riuga menatap wajah wanitanya dengan penuh penyesalan. Tanpa sadar, air matanya pun ikut menetes tanpa bisa dibendung lagi.


"Katanya tidak boleh menangis, itu apa yang keluar dari matamu?" ucap Tata sembari mengusap air mata yang jatuh di pipi Riuga dengan lembut.


"Hehehehe,,, maafkan aku! Aku terlalu bahagia, sehingga tidak sanggup menahannya lagi." ucap Riuga sembari tersenyum kepada wanitanya.


Riuga mengecup seluruh wajah Tata dengan penuh kasih sayang. Mulai dari kening, mata, hidung, pipi, dagu dan berakhir dengan kecupan lembut di bibir Tata.


Setelah puas menghujani wajah Tata dengan ciumannya, Riuga pun menarik tangan wanitanya dan membawanya berbaring di atas kasur.


"Apa yang ingin kau lakukan, Riu?" tanya Tata yang mulai gugup berada sangat dekat dengan laki-laki tampan itu.


"Jangan takut sayang, aku hanya ingin tidur dalam pelukanmu! Aku tidak akan melakukan apa-apa sebelum kau benar-benar siap menerimaku!" ucap Riuga yang tidak ingin merusak wanitanya dengan melakukan hal-hal yang aneh sebelum waktunya tiba.


Dengan perasaan bimbang dan ragu, akhirnya Tata ikut membaringkan tubuhnya tepat di sebelah Riuga.


Riuga pun memeluk tubuh Tata dan menjadikan dadanya sebagai bantalan untuk kepala wanita cantiknya itu.


"Tidurlah, setelah bangun nanti kita akan menikmati suasana pulau ini dengan tubuh yang lebih segar!" ucap Riuga sembari mencium kening wanitanya dengan lembut.


Mereka berdua akhirnya tertidur dengan sangat lelap sembari berpelukan satu sama lain.


*****


Pukul 15.00 sore, Riuga terbangun dan menatap dalam ke wajah Tata yang terlihat sangat polos saat tertidur.


Riuga benar-benar terlihat seperti orang bodoh setelah terjerat dengan yang namanya cinta.


Laki-laki yang dulunya benar-benar keras dan tak punya hati itu, sekarang dibuat tidak berkutik sama sekali setelah cinta itu tumbuh didalam hatinya.


Saat ini, Tata benar-benar berhasil membuat Riuga lemah dan menjilat air ludahnya sendiri.

__ADS_1


Laki-laki yang dengan congkaknya mengatakan tidak akan pernah mencintai dan menikah itu, akhirnya harus mengakui kekalahannya karena Tata sudah berhasil mengobrak-abrik hati manusia batu itu.


__ADS_2