Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Tahan


__ADS_3

Sesampainya didepan istana, Soni dan Adelia turun lebih dulu dari dalam mobil. Mereka berdua melangkah masuk dan mengambil barang-barang mereka yang sudah memenuhi ruang tamu.


Adelia meminta bantuan kepada pelayan untuk membawakan barang-barangnya kedalam kamar. Gadis cantik itupun berlalu menuju lantai atas.


Begitupun dengan Soni yang bergegas meninggalkan kediaman Riuga, setelah mengambil barang-barangnya yang sudah dibelikan Riuga untuknya dan istrinya.


Melihat Tata yang begitu lelap, Riuga tidak tega membangunkan wanitanya itu. Dia memilih menggendong wanita cantiknya itu masuk kedalam istananya.


"Bawa semua barang-barang ini ke kamar Nona Tata!" perintah Riuga kepada pelayan yang masih berdiri diruang tamu.


"Baik, Tuan!" sahut beberapa pelayan secara bersamaan.


Setelah memberikan perintah kepada pelayan, Riuga kembali melanjutkan langkahnya menuju lantai atas.


Laki-laki tampan itu kemudian membawa Tata kedalam kamarnya dan membaringkan calon istrinya itu di atas tempat tidur.


Riuga masuk kedalam kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya yang sudah berkeringat itu dibawah guyuran air.


Setelah merasa segar, Riuga kembali melangkah keluar dari kamar mandi. Seperti biasa, calon suami Tata itu hanya menggunakan boxer saat berada didalam kamarnya.


Karena sudah merasa kelelahan, Riuga kemudian membaringkan tubuhnya tepat di samping Tata. Laki-laki itu kemudian memeluk tubuh calon istrinya dengan erat dan mengecup kening wanitanya itu dengan lembut.


*****


Pukul 02.00 dinihari, Tata terbangun dari tidurnya. Wanita cantik itu terkejut mendapati dirinya yang ternyata tengah berada dikamar Riuga.


Pelan-pelan, wanita cantik itu mencoba mengangkat tangan Riuga yang masih melingkar di atas tubuhnya. Tata mencoba bergeser dan bangkit dari atas tempat tidur.


"Mau kemana, sayang?" ucap Riuga sembari menahan tangan Tata.


"Riu, aku mau kembali ke kamarku!" sahut Tata yang mulai terlihat gelisah di hadapan Riuga.


"Tidak perlu sayang, tidur disini saja bersamaku!" ucap Riuga sembari menarik tangan Tata ke atas tempat tidur.


Tarikan itupun membuat tubuh Tata terjatuh tepat di samping tubuh Riuga. Dengan cepat Riuga kembali memeluk tubuh wanitanya itu dengan erat.


"Jangan begini Riu, lepaskan aku!" ketus Tata sembari mendorong tubuh Riuga.


"Jangan bergerak sayang, tidurlah seperti ini! Jika melawan, aku akan memakan mu sekarang juga!" ucap Riuga dengan tatapan yang terlihat sedikit aneh.


"Apa yang ingin kau lakukan jika aku melawan?" sahut Tata yang membuat Riuga kembali menatap wanitanya itu dengan tatapan yang aneh.


Riuga mulai bergeser dari posisinya dan naik keatas tubuh Tata. Dengan cepat laki-laki itu mengunci tubuh wanita cantik itu dengan kedua tangannya dan juga kedua kakinya.

__ADS_1


"Riu, apa yang ingin kau lakukan padaku?" tanya Tata yang sudah semakin gelisah melihat tingkah Riuga.


"Aku ingin melakukannya sekarang! Kau mau kan sayang?" ucap Riuga sembari mengecup kening Tata dengan lembut.


"Jangan Riu, bersabarlah sebentar lagi! Jika kita melakukannya sekarang, tidak akan ada lagi sesuatu yang istimewa disaat malam pertama kita nanti!" ucap Tata membujuk calon suaminya itu dengan senyuman yang sangat manis.


"Kau benar sekali sayang, aku juga tidak mau merusaknya sebelum malam itu tiba! Aku hanya ingin menguji dirimu saja!" sahut Riuga yang kembali turun dari tubuh Tata.


Riuga kembali memeluk tubuh Tata kedalam dekapannya, begitupun dengan Tata yang dengan spontan meletakkan kepalanya ke dada Riuga dan memeluk tubuh laki-lakinya itu dengan erat.


"Aku mencintaimu, Riu!" ucap Tata sembari menenggelamkan wajahnya di dada bidang Riuga.


"Aku juga mencintaimu, sayang!" sahut Riuga sembari mengecup kening Tata dan membelai rambut wanitanya itu dengan lembut.


Dua insan yang saling mencintai itupun mulai larut dalam kehangatan pelukan mereka satu sama lain.


"Riu,..." ucap Tata dengan pelan.


"Hm,..." sahut Riuga.


"Aku ingin bekerja lagi!" ucap Tata.


"Untuk apa bekerja lagi sayang? Sudah ada aku, aku yang akan memenuhi semua kebutuhanmu!" sahut Riuga.


"Pekerjaan apa yang kamu sukai, sayang?" tanya Riuga.


"Terserah, yang penting aku punya kesibukan!" sahut Tata.


"Bagaimana kalau bekerja denganku saja?" ucap Riuga.


"Pekerjaan apa?" tanya Tata.


"Menjadi ibu untuk anak-anak ku!" ucap Riuga sembari tersenyum.


"Itu mah bukan pekerjaan Riu, jangan bercanda!" sahut Tata sembari menggigit dada Riuga.


"Sakit sayang, awwh..." rintih Riuga.


"Hahahaha... Makanya jangan bercanda!" ketus Tata sembari tertawa dan mempererat pelukannya.


"Iya, iya. Mulai besok kamu boleh bekerja lagi!" ucap Riuga sembari menempelkan bibirnya di kening Tata.


"Benarkah? Apa boleh aku bekerja di kantor Daniel lagi?" tanya Tata.

__ADS_1


"Tidak sayang, tidak boleh di kantor Daniel!" ucap Riuga sedikit kesal.


"Kenapa tidak boleh?" tanya Tata.


"Daniel itu menyukaimu sayang, aku tidak suka melihatmu dekat-dekat dengannya!" ucap Riuga yang mulai merasa panas.


"Kamu cemburu?" tanya Tata sembari tersenyum.


"Tentu saja, kau itu milikku sayang! Aku tidak ingin melihat laki-laki lain mendekatimu!" sahut Riuga.


"Hahahaha... Ternyata kau begitu takut kehilanganku!" ucap Tata sembari tertawa lepas.


"Sudahlah Tata, jangan menggodaku lagi! Aku lebih baik mati, daripada harus kehilangan dirimu!" ucap Riuga dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Riu, apa yang kau katakan?" tanya Tata yang kaget mendengar ucapan Riuga.


Tata mengangkat kepalanya dari dada Riuga, wanita itu terkejut melihat bening-bening yang sudah tergenang di kelopak mata laki-lakinya.


"Riu, kenapa kau menangis?" tanya Tata sembari menyeka air mata Riuga dengan jari jemarinya.


"Aku sudah kehilangan orang-orang yang aku sayangi, aku tidak sanggup jika harus kehilangan dirimu juga!" ucap Riuga sembari melepaskan pelukannya dari tubuh wanitanya itu.


Riuga bangkit dan duduk bersandar di kepala ranjangnya. Air matanya mulai berjatuhan mengingat trauma yang selalu bersemayam didalam hatinya.


Melihat kesedihan yang begitu mendalam di wajah Riuga, Tata pun dengan cepat memeluk laki-lakinya itu. Riuga pun menyandarkan kepalanya di dada wanita cantiknya itu.


"Jangan begini Riu! Aku sangat mencintaimu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu!" ucap Tata sembari mengusap kepala Riuga dengan lembut.


Ucapan Tata itupun membuat Riuga merasa sedikit tenang. Laki-laki itu kemudian mengangkat kepalanya dan menatap wajah Tata penuh perasaan.


Riuga mulai mendekati bibir Tata dan meluma*nya dengan lembut. Tata pun dengan cepat membalas luma*an itu. Bibir mereka akhirnya saling bertautan menikmati hisapan demi hisapan yang mereka lancarkan satu sama lain.


Tata mulai merebahkan tubuhnya dan kembali meluma* bibir laki-lakinya itu dengan begitu agresif. Ciuman itu tak putus-putusnya hingga mereka mulai memainkan lidah masing-masing.


Tata memainkan lidahnya didalam mulut Riuga. Begitupun dengan Riuga yang tak mau kalah dengan wanitanya itu. Lidah mereka saling menyerang dan saling menghisap, hingga ludah mereka pun berbaur dan saling menelan satu sama lain.


Karena sudah sama-sama dikuasai oleh hasrat yang semakin menuntut. Riuga pun tak bisa menahan dirinya untuk segera menikmati duo bakpao Tata yang sudah naik turun menahan nafasnya yang sudah memburu.


Riuga menurunkan baju Tata dan menenggelamkan wajahnya diantara duo bakpao yang sangat menggugah selera itu. Pelan-pelan Riuga mulai menari-narikan lidahnya dan menghisapnya seperti seorang bayi yang tengah kehausan.


"Akhh..."


Desa*an Tata membuat Riuga semakin memanas. Tangan Riuga bahkan tak berhenti meremas duo bakpao itu. Laki-laki itu kemudian membuka mulutnya lebar-lebar seakan ingin menelan bakpao itu bulat-bulat.

__ADS_1


"Akhh... Akhh... Cukup Riu, jangan diteruskan lagi! Aku sudah tidak kuat!" ucap Tata dengan nafas yang terengah-engah menahan sesuatu yang terasa menyengat di sekujur tubuhnya.


__ADS_2