Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Episode 76


__ADS_3

Geri mulai menyelesaikan pekerjaannya dengan wajah seriusnya, tiba-tiba Handphonenya berbunyi ada pesan yang datang, Geri langsung mengecek pesan itu, ia berharap jika pesan itu dari Leya.


Namun harapannya pupus ketika pesan itu bukan berasal dari Leya tapi berasal dari Margaret, ia dengan wajah malasnya langsung membuka isi pesan itu. Pesan itu bertuliskan jika Margaret sudah tiba di cafe yang Geri sudah beritahu tadi.


" Ini masih jam sembilan kurang kenapa dia sudah disana, tapi yaudah lah aku sebaiknya pergi kesana " batin Geri


Geri langsung pergi dari sana, dengan menggunakan mobil dan supir yang disediakan oleh perusahaan, ia segera pergi kantor menuju Cafe.


Namun sebelum ia pergi meninggalkan kantor, ia mengirim pesan pada Bram jika ia pergi sebentar dan berpesan jika semua laporan yang ada di atas meja harus di kerjakan oleh Bram sambil menunggu Majikannya kembali ke kantor.


Dengan hati kesal Bram pun menyelesaikan pekerjaan sang majikan yang menumpuk, ia heran dengan kelakukan majikannya itu.


Sementara Geri kini sudah sampai di Cafe tersebut, ia segera duduk di meja dimana Margaret duduk dengan santai disana.


" Pagi Geri " ucap Margaret dengan senyuman di wajahnya


" Pagi Juga " ucap Geri tanpa wajah ramah pada Margaret


" Sebenarnya apa yang Geri mau, kenapa meminta ku untuk datang ke Cafe ini, apa Leya menceritakan semuanya pada Geri.. atau mereka.. ah aku tidak bisa menebak-nebak " batin Margaret


" Aduh, Aku harus bersikap baik padanya, agar ia tidak ngadu macam-macam pada Ibu " batin Geri


" Kamu mau pesan apa " tanya Margaret basa basi


" Cofe Late saja " ucap Geri


" Mau makan apa " tanya Margaret


" Tidak, minum saja cukup " tolak Geri


" Baiklah " ucap Margaret sambil tersenyum


Margaret langsung memesan makanan yang ia suka beserta minumannya, ia juga tidak lupa memesan minuman pesanan Geri.


Margaret tampak senang, karena sebelumnya Geri tidak pernah seperti ini padanya. Ia memperhatikan wajah Geri dari dekat dan berharap Geri akan bersikap baik terus padanya.

__ADS_1


" Margaret,, aku mau to the points saja padamu " ucap Geri


" Em, ada apa Geri " tanya Margaret


" Aku sudah tahu jika kamu yang membicarakan Gea pada Leya, kamu juga bicara jika Tentang Rafa dan Rifa " ucap Geri dengan wajah kesalnya


" Ternyata benar Leya memberitahukan semuanya pada Leya , aku tidak bisa lagi berbohong, dengan terpaksa aku harus mengaku " batin Margaret


" Sabar Geri, jangan emosi " batin Geri


" Ia memang aku yang mengatakan semua kisah Gea pada Leya, aku juga memberitahukan Rifa dan Rafa yang awalnya aku juga ga tahu jika mereka bersaudara dengan Leya " ucap Margaret


" Kenapa kamu bicara itu pada Leya " tanya Geri


" Aku lakukan itu agar kamu tahu jika Keluarga Leya lah yang membuat Gea harus pergi dari kita " ucap Margaret membuat Geri semakin marah


" Cukup, Leya tidak tahu apa-apa dalam masalah ini... kamu jangan menyalahkan Leya " Bentak Geri


" Kamu membela orang yang sudah membuat keluarga mu sedih,, Geri kamu sadar,, kamu tidak seharusnya bersama Leya " ucap Margaret


" Aku hilang cukup ya cukup,, Leya tidak salah,, aku mencintai dia " ucap Geri


Plak,,


" Jangan berbicara yang kamu saja tidak tahu,, Gea sudah tenang disana,, jangan mencoba untuk memerintah ku,, aku bukan Tuhan yang harus menghukum semua dosa-dosa orang yang sudah membuat adikku seperti itu " bentak Geri


" Sial, Geri malah semakin marah padaku.. aku harus temukan cara agar Geri kalah dan aku yang menang " batin Margaret


" Tahan Emosimu Geri,, tahan " batin Geri


" Apa kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan Tante Mariam,, ia sangat terpuruk kehilangan Gea, tapi sekarang ia dekat dengan Leya wanita yang Keluarganya sudah menghancurkan keluarga mu " ucap Margaret mencoba memperkeruh keadaan


" Ibu tidak akan tahu jika kamu tidak memberitahukan dia " ucap Geri


" Kamu mengganggap jika Tante Mariam itu bodoh apa,, cepat apa lambat juga ia akan tahu, mau tahu dari aku atau dari prang lain pasti dia akan tahu " ucap Margaret

__ADS_1


" Kamu mengancam aku " ucap Geri dengan wajah sinisnya


" Geri dengarkan aku, tinggalkan Leya dia tak pantas untukmu,, hanya aku yang pantas untukmu,, aku janji jika kamu putus dengan Leya aku tidak akan memberitahukan Tante Mariam " ucap Margaret mencari kesempatan dalam kesempitan


" Jangan mimpi kamu " ucap Geri


" Lalu kamu mau Aku memberitahukan Tante Mariam " ucap Margaret


" Cukup Margaret,, kamu jangan pernah mengatakan apapun pada Ibuku atau kamu akan tahu akibatnya " ancam Geri


" Kenapa Geri, kenapa kamu hanya melihat Leya sementara aku ya g berada di samping mu sejak kecil Tidka sekali pun kamu melihat keberadaan ku,, aku mencintaimu lebih dari Leya mencintai mu.. " ucap Margaret sambil menangis


" Aku hanya menganggap kamu itu sebagai adikku dari dulu juga " ucap Geri


" Beri aku kesempatan,, aku janji tidak akan mengatakan apapun pada keluarga mu tentang Rahasia Leya " ucap Margaret masih menangis


" Aku tidak suka di atur dan di paksa " ucap Geri langsung pergi meninggalkan Margaret sendirian di cafe, sedangkan ia langsung pergi ke kantor dengan suasana hati yang semakin kacau


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...

__ADS_1


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2