
Selama di perjalanan menuju rumah keluarga Leya tampak Geri mulai gugup, ia juga merasa sangat tegang.
" Kenapa kamu malah melamar ku " bisik Leya
" Karena aku mencintai mu " ucap Geri membuat Leya tersenyum tanpa sadar
" Lalu sekarang bagaimana " tanya Leya
" Sudah kita lihat saja apa yang akan mereka lakukan " ucap Geri
Tiba-tiba suara Handphone milik Geri berbunyi ternyata sang ibu menghubunginya. Geri langsung mengangkatnya.
Kring.. Kring...
" Halo Bu ?? " ucap Geri
" Nak kamu dimana " tanya sang ibu
" Aku di kantor Bu " Ucapnya langsung melihat wajah Leya
" Tidak usah berbohong ibu tahu kamu beberapa hari ini tidak ada di kantor, sebenarnya kamu dimana nak jujur sama ibu " ucap Mariam
" Aku di negara Indonesia " ucap Geri
" Kenapa kamu disana nak,, untuk apa kamu Kesana " ucap Mariam
" Bu, masalah kasus kematian Gea sudah tertangkap.. pelakunya buka Rifa ataupun Rafa " ucap Geri
" Apa maksudmu,, ibu juga dapat telepon jika pembunuh Gea sudah tertangkap " ucap Mariam
" Ia benar Bu,, aku sudah menangkapnya dan pembunuh itu akan segera di hukum sesuai dengan perbuatannya " ucap Geri
" Siapa pembunuh itu " ucap Mariam
" Ibu kalau mau lihat pembunuhnya, ibu datang saja ke negara ini " ucap Geri
" Baiklah, ibu dan ayahmu akan segera terbang menuju Indonesia untuk segera melihat siapa pembunuh adikmu " ucap Mariam
" Ibu hati-hati dijalan.. kalau ada apa-apa cepat hubungi aku " ucap Geri
" Baiklah nak " ucapnya langsung menutup teleponnya
Leya tahu jika yang meneleponnya adalah tante Mariam ibunya Geri, ia berharap jika calon mertuanya itu merestui hubungannya dengan Geri.
" Ada apa dengan Tante mariam " tanya Leya
" Ibu bilang dia akan menyusul kesini untuk melihat siapa sebenarnya pembunuh Gea " ucap Geri
" Apa kamu yakin akan membawa Tante mariam menemui pembunuh itu " tanya Leya ragu
" Namanya kejahatan harus di ungkapkan meskipun pahit.. Margaret harus menanggung semua kesalahannya " ucap Geri sambil tersenyum
Kini mereka sudah sampai di rumah keluarga Wiratmaja, Geri langsung di bawa masuk kedalam rumah tersebut.
" Tidak menyangka aku, Dandanan Leya sederhana padahal keluarganya juga kaya,, kenapa dia mau jadi artis dan model " batin Geri
__ADS_1
Geri duduk di ruang tamu bersama anggota keluarga Wiratmaja meskipun tidak lengkap karena yang lainnya sedang pergi.
Sisil menyuruh kepada para pelayan untuk menyiapkan minuman dan beberapa cemilan untuk Geri.
Leya duduk di samping Geri sementara kedua orangtuanya duduk berhadapan dengan mereka sedangkan Sisil dan Leo hanya duduk di samping mereka.
" Sejak kapan kalian punya hubungan " tanya Mey-mey
" Ibu kami sudah putus " ucap Leya
" Apa kamu masih mencintainya " tanya Sisil
" Oma... " ucap Leya merasa canggung mengakui perasaannya
" Ayo jawab " ucap Sisil
" Ia oma, aku mencintainya " ucap Leya
" Apa kamu sungguh-sungguh mencintai anak saya " tanya Farel
" Ia om, saya benar-benar mencintai putri om yang bernama Leya " ucapnya Geri dengan jawaban yang sejujur-jujurnya
" Aku melihat Geri anaknya baik " batin Mey-mey
" Sepertinya cocok dengan Leya " batin Sisil
" Apa orang tuamu merestui hubungan mu dengan Leya " tanya Leo
" Em, sejujurnya ibu saya kurang setuju om, karena kesalahanpahaman diantara keluarga Oma dan keluarga saya.. tapi om tenang saja saya akan membuat keluarga saya merestui hubungan saya dan Leya " ucap Geri
" Yakin om.. Oma tenang saja " ucap Geri sambil tersenyum
" Kalau kamu tidak segera melamar anak saya, maka saya akan menjodohkan Leya dengan seseorang yang lebih baik dari kamu " ancam Farel
" Ayah... " ucap Leya dengan wajah kesalnya
" Sudah kami diam saja, Ayahmu ini tidak butuh omongan tapi butuh bukti " ucap Farel
" Baik Om, secepatnya saya akan menikahi anak Om " Ucap Geri sambil tersenyum
" Saya beri waktu satu Minggu, lewat dari itu kamu jangan berharap bisa bertemu dengan Leua " ancam Farel kembali
" Sial, kenapa untuk dapatkan Leya rintangan susah sekali, tapi aku tidak akan menyerah begitu saja, karena aku memang mencintai Leya " batin Geri
" Kenapa ayah malah berkata begitu sih " batin Leya kesal
" Aku mau lihat bagaimana dia menepati janjinya, kalau sampai dia berhasil aku akan merestuinya tanpa ragu sedikitpun " batin Farel
" Mas Farel apa-apaan sih, anaknya suruh nikah dalam waktu satu Minggu.. " batin Mey-mey kesal
Tak lama kemudian beberapa pelayan datang membawakan minuman dan beberapa cemilan untuk Geri dan anggota keluarga yang lainnya yang ada disana.
" Silahkan Tuan dan Nyoya " ucap pelayan dengan ramah
" Terimakasih " ucap Geri sambil tersenyum
__ADS_1
Pelayan itu langsung pergi setelah menaruh makanan dan minuman tersebut diatas meja. Sisil pun mempersilahkan Geri untuk meminum Minumannya tersebut.
" Nak Geri silahkan " ucap Sisil
" Terimakasih Oma " ucap Geri sambil tersenyum
" Leya bantu ibu masak di dapur ya " ucap Mey-mey
" Baiklah Ibu " ucapnya Leya sambil tersenyum
" Aku bantu ibu memasak ya " ucap Leya pada Geri
" Baiklah " ucapnya Geri sambil tersenyum
Leya dan Mey-mey pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang untuk mereka sedangkan Leo dan Sisil pergi ke halaman belakang.
Yang tersisa disana hanya Farel dan Geri mereka tampak canggung, Farel membuka pembicaraan dengan menanyakan pekerjaan Geri.
Geri pun menjawab dengan sebisa yang dia tahu, lalu ia melihat disana ada papan catur kebetulan dia bisa memainkannya lalu mengajak calon mertuanya itu bermain catur.
" Om, itu papan catur punya siapa " tanya Geri sambil tersenyum
" Kenapa memangnya, kamu bisa main catur " tanya Farel
" Bisa om, apa om bisa " ucap Geri
" Siapa takut, ayo kita mainkan " ucap Farel menantang calon menantunya itu
" Baiklah Om " ucap Geri
Mereka langsung membuka papan catur itu lalu bersemangat untuk memainkan permainan itu sambil menunggu Leya memasak.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1