
Kini yang ada di tempat itu hanya ada Rifa dan Leya, tampak Rifa melihat Margaret dengan tatapan benci dan marah.
" Kenapa kalian menatapku seperti itu, kalian juga mau nyalahin aku silahkan aku tidak takut pada kalian " ucap Margaret tampak tertawa di depan Rifa dan Leya
" Aku jijik sama kamu, wanita yang sok baik di depan namun busuk di belakang " ucap Rifa dengan tatapan marah
" Ya memang aku busuk kamu mau apa??.. ini semua bukan salah ku,, tapi kalianlah yang bodoh sampai tertipu olehku " ucap Margaret tertawa kembali
" Benar-benar jahat, berlaga jadi sahabat Gea tapi nyatanya nusuk di belakang " cibir Rifa
" Aku memang jahat lalu kenapa??, aku jahat juga karena kalian Semua, terutama kamu Leya " ucap Margaret dengan nada tinggi
" Jangan bawa-bawa Leya karena saat itu Leya belum tau apa-apa " bentak Rifa
" Memang Leya tidak ada saat itu, tapi saat ini Dia merebut Geri dari tanganku " ucap Margaret dengan nada tinggi
" Jaga ucapanmu aku tidak merebut Geri dari siapapun, Geri bukan milikmu " ucapnya Leya dengan nada marah
" Kalau bukan karena kamu,, Geri pasti akan menjadi milikku, aku sudah banyak berkorban untuknya bahkan aku rela mendekati Gea dari dulu sampai saat dia mati " ucap Margaret menangis
" Kamu " ucap Rifa yang ingin menampar Margaret namun di tahan oleh Leya
" Kamu harus tenang, jangan terpancing emosi " ucap Leya pada Rifa
" Gea tidak bersalah kenapa kamu malah membunuh Gea,, dimana hatimu " tanya Leya
" Aku tidak membunuhnya, aku dan dia hanya berebut kertas hasil pemeriksaan dokter yang sesungguhnya karena Gea sudah tahu kebohongan ku " ucap Margaret sambil menangis
" Kenapa kamu lakukan itu pada Gea, dia tidak bersalah,, kamu hanya berambisi dan terobsesi pada Geri " ucap Rifa dengan wajah marahnya
" Hahahha,, Karena dia terlalu bodoh, sudah jelas-jelas Rafa mencintainya dia malah berselingkuh,, ya aku akui memang aku yang menjebak mu dan Gea agar mabuk dan tidur bersama meskipun tidak terjadi apa-apa " ucap Margaret jujur
" Sial kamu malah menjebakku,, Apa kamu gila, dimana akal sehat mu " ucap Rifa marah mendengar ucapan Margaret sebelumnya
" Ya aku gila karena Geri tidak sama sekali melihat padaku, dia hanya sibuk kuliah dan bekerja, bahkan dia memperlakukan ku seperti adiknya " ucap Margaret sambil menangis
" Ada hal yang tidak bisa kamu paksakan yaitu perasaan cinta dan kasih sayang " ucap Leya
" Diam kamu ini semua gara-gara kamu,, kenapa dia malah memilihmu di banding aku, padahal selama ini aku selalu baik pada Gea, adik yang ia sayangi " ucap Margaret menangis tersedu-sedu mengingat semua perlakuan Geri padanya dulu.
" Kamu tidak mersakan jadi aku, bagaimana aku berjuang untuk mendapatkan perhatian dari Geri, aku ingin dilihat dia sebagai seorang wanita bukan adiknya " ucap Margaret meluapkan rasa kesalnya
" Aku yang dari dulu selalu mau mengikuti keinginan Gea, selaku baik padanya dan mengganggap ya sebagai adik ku sendiri tapi tidak di lihat sama sekali.. coba bayangkan jadi aku " ucap Margaret
__ADS_1
" Kalian menggangap aku jahat,, lalu siapa yang memperhatikan perasaan ku,, aku merasa gelisah setiap saat ketika kejadian Gea terbunuh, hidupku tidak tenang.. Geri bahkan tidak pernah menemui ku setelah Gea meninggal " ucap Margaret menangis
" Katakan padaku,, kenapa hidup tak pernah adil " teriakan Margaret
" Cara kamu salah " ucap Leya
" Lalu aku harus apa agar Geri melihat ku dan tidak menganggap ku adik lagi " ucap Margaret
" Kenapa diam,, bahkan kalian juga tidak tahu jawabnya " ucap Margaret tertawa meledek Rifa dan Leya
" Kamu harus bisa mengiklankan Geri, karena perasaan cinta itu tidak bisa di paksakan " ucap Leya
" Diam kamu, kamu tidak pernah mengerti perasaan cinta seperti yang aku milikku karena cinta kamu pada Geri tidak sedalam cintaku pada Geri,, harusnya Geri tahu itu " ucap Margaret
Petugas yang ada disana menghampiri Margaret yang sedang mengobrol dengan Rifa dan Leya.
" Maaf waktu berkunjung kalian sudah habis, Margaret harus segera kembali ke sel tahanan " ucapnya
" Tapi aku belum selesai berbicara " ucap Rifa
" Sudahlah " ucap Leya pada Rifa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tanda jangan membantah petugas kepolisian
" Baik, terima kasih sebelumnya " ucap Leya sambil tersenyum
Margaret segera di bawa kembali kedalam sel tahanan sedangkan Rifa dan Leya keluar dari kepolisian lalu duduk di taman yang ada disana.
Rifa dan Leya tampak berwajah sedih dan sakit hati apalagi Rifa ketika Margaret dengan terang-terangan menjelek-jelekan mantan kekasihnya itu.
Sementara Leya menangis disana mengingat semua perkataan Margaret, meskipun ia tidak terlalu mengenal Gea namun ia membayangkan jika di posisi Gea di khianati oleh Sahabatnya sendiri membuatnya sakit hati.
" Kenapa kamu menangis " tanya Rifa melihat wajah Leya yang tampak berderai air matanya
" Kenapa Margaret sangat jahat,, kasian Gea " ucap Leya
" Aku juga kesal padanya,, dia bukan manusia " Ucapnya Rifa dengan nada kesalnya
" Apa menurutmu aku baik untuk Geri,, aku takut dia akan berbuat nekat juga pada ku " ucap Leya dengan wajah ragunya
" Kamu tenang saja, aku bisa melihat jika Geri lelaki yang sangat mencintai mu dia pasti akan melindungi mu " ucap Rifa sambil tersenyum memeluk Leya yang merasa ketakutan dengan kelakuan Margaret
" Kamu tenang, ada kami yang akan melindungi mu juga, jika terjadi apa-apa kami tidak akan tinggal diam " ucap Rifa
" Terima kasih " ucap Leya melepaskan pelukannya
__ADS_1
" Aku harus berbicara penting pada Geri tenang kegelisahan Leya pada Margaret, jangan sampai ini menghalangi kebahagiaan dia " batin Rifa
" Kenapa Margaret bisa berbuat seperti itu,, aku jadi takut.. bagaimana aku nanti akan menjadi korban selanjutnya " batin Leya
" Kita ke rumah sakit, aku mau menemui Sofia " ucap Rifa mengajak Leya
" Tidak, aku mau disini saja " ucap Leya menolak ajakan Rifa
" Ayolah hanya sebentar " ucap Rifa
" Baiklah " ucap Leya mengikuti keinginan Rifa
Mereka segera memesan taksi untuk pergi ke rumah sakit yang di berikan alamatnya oleh Sofia, Rifa tahu jika ibunya Geri sepertinya tidak terlalu menyukai Leya. Namun ia yakin pasti sekarang ibunya Geri akan menerima kehadiran Leya.
Kini mereka sudah sampai di rumah sakit, Leya dan Rifa segera turun dari taksi dan langsung masuk kedalam gedung rumah sakit dan mencari ruangan yang Sofia beritahukan sebelumnya.
" Kamu harus tersenyum " ucap Rifa
" Aku tahu " ucap Leya dengan senyuman yang di paksakan.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul Reinkarnasi : Mengubah Takdir , karya ini menceritakan tentang Rara yang masuk kedalam tubuh saudara kembarnya demi membalaskan sakit hati yang di rasakan sang kakak yang sudah di selingkuhi oleh suaminya sendiri dengan adik tirinya..
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz