
Leya dan Geri sudah berada di apartemen Gea, mereka masuk kedalam dan segera menggeledah kembali apartemen itu.
Semua laci dan lemari mereka buka dan tak di sangka Leya menemukan kotak berwarna pink, ketika ia ingin membuka kotak itu tiba-tiba dia mendapatkan telepon dari ibunya sendiri.
Kring.. Kring...
" Halo bu " ucap Leya membuat Geri menoleh padanya karena mendapatkan telepon disaat seperti ini
" Kamu dimana nak " tanya Mey-mey
" Em, aku sedang di luar.. kenapa bu " tanya Leya
" Cepat kembali ke Mansion, Kita akan mengadakan pesta perpisahan untuk membuat Rafa senang " ucap Mey-mey
" Sebentar lagi Leya pulang Bu " ucapnya
" Pokoknya kamu pulang sekarang juga, ibu tunggu " ucap Mey-mey
" Ok, baiklah Bu aku pulang sekarang juga " ucap Leya
" Ibu tunggu di Mansion " Ucap Mey-mey menutup teleponnya
Geri langsung menghampiri Leya setelah mendapatkan telepon namun berwajah kesal.
" Ada apa " Tanya Geri
" Ibu telepon aku disuruh pulang " ucap Leya
" Yasudah kita pulang saja, biar aku antar " ucap Geri sambil tersenyum
" Tidak usah, aku bisa naik taksi ko,, kamu sebaiknya terus mencari sana di sini " ucap Leya
" Yakin kamu tidak mau aku antar " tanya Geri
" Ia, aku tidak apa-apa ko " ucap Leya
" Yasudah kamu hati-hati dijalan " ucap Geri sambil tersenyum
" Ok " ucap Leya membalas senyumannya
Leya segera pergi dari sana sambil mengambil kotak berwarna pink itu, ia menuju taksi yang ia pesan barusan. Sepanjang perjalanan ia memikirkan kotak pink itu lalu berniat membukanya.
Namun Pa supir itu memberitahukan jika mereka sudah sampai di depan Rumah yang di tuju oleh Leya. Ia segera membayar taksi itu lalu masuk kedalam Mansion.
Ketika ia sudah berada di mansion ia melihat beberapa pelayan sedang sibuk mempersiapkan banyak makanan untuk Rafa, disana juga ada Ibunya, umi Rena, Lia dan Refa.
" Selamat sore semuanya " ucap Leya dengan manisnya
" Dari mana saja kamu " ucap Lia merasa kesal karena Leya tidak membantunya dari tadi
" Ada urusan " ucap Leya dengan cueknya
" Palingan juga kamu sibuk pacaran " ucap goda Refa
" Ish kamu ini " ucap Leya merasa kesal pada saudaranya itu karena sudah menebak tapi tebakannya salah
" Cepat kamu mandi lalu bantu kami " ucap Mey-mey
" Baik Ibu " ucap Leya langsung pergi dari sana menuju kamarnya. Namun belum sampai ke kamarnya ia malah melihat Rafa sedang berada di balkon sendirian.
" Hai Rafa,, bagaimana keadaan mu " tanya Leya sambil tersenyum
__ADS_1
" Aku baik-baik saja " ucap Rafa
" Syukurlah kalau begitu " ucap Leya senang mendengarnya
" Kamu dari mana " tanya Jesi yang tiba-tiba menghampiri mereka
" Aku dari apartemen Gea " tanya Leya
" Kamu bawa itu " tanya Rafa
" Aku menemukan ini di apartemen Gea " ucap Leya
" Boleh aku melihatnya " ucap Rafa
" Tentu saja " ucap Leya menyerahkan kotak warna pink itu.
" Ini adalah kotak hadiah yang dulu sempat aku berikan pada Gea ketika dia berulang tahun " batin Rafa
" Ada apa dengan Rafa, kenapa memandang kotak itu dengan sedih " batin Leya
" Sayang kamu tidak apa-apa " ucap Jesi
" Aku hanya haus " ucap Rafa
" Baiklah kamu tunggu sebentar aku akan mengambilnya untukmu " ucap Jesi segera pergi kedapur untuk mengambil minum untuk suaminya itu.
Leya menyadari perubahan wajah yang di alami Rafa, ia tahu pasti kotak itu punya kenangan sehingga Rafa menyuruh Jesi pergi ke dapur.
" Bolehkan aku bertanya sesuatu " tanya Leya
" Katakan " ucap Rafa
" Apa kotak ini kamu yang memberikannya pada Gea " tanya Leya
" Apa isinya " ucap Leya
" Isinya adalah sebuah buku, pulpen dan cangkir dengan gambar dia bersama dengan ku " ucap Rafa tampak ragu membuka kotak itu
" Ish aku kira hadiah apa " ucap Leya tidak habis pikir
" Saat kami resmi berpacaran di tahun pertama dia berulang tahun aku memberikannya kotak ini.. dia saat itu masih kuliah,, aku memang sengaja memberikan peralatan ini agar dia semangat belajarnya " ucap Rafa
" Ternyata romantis juga " ucap Leya
Rafa pun membuka kotak itu, semuanya masih lengkap hanya saja ada kotak kecil itu juga pemberian dari dia.
" Wah apa ini " ucap Leya kaget dan membuka kotak kecil itu, ternyata isinya adalah sebuah cincin dengan ukiran nama Gea dan Rafa
" Cicin " ucap Leya heran
" Gea suka perhiasan dengan ukuran nama dia " ucap Rafa
" Wah kalau begitu aku harus tanyakan masalah Margaret.. siapa tau Rafa tahu " batin Leya
" Kenapa ukirannya seperti anting yang ada Gea punya " ucap Leya memancing Rafa agar bertanya padanya dan berhasil sesuai dengan rencana Leya
" Anting " tanya Rafa
" Ia, aku menemukan anting dan ada ukiran nama " ucap Leya menunjukan gambar anting dan ukiran nama yang ada di anting itu
" Oh, itu anting pemberian dari Margaret " ucap Rafa
__ADS_1
" Ternyata Rafa juga tahu anting itu " batin Leya
" Kamu tahu Margaret " tanya Leya langsung menyalakan Handphonenya dan merekam pembicaraan dia dengan Rafa
" Ya, Margaret adalah satu-satunya orang yang Gea percayai, bahkan dia satu-satunya sahabat Gea " ucap Rafa
" Dari mana kamu tahu " tanya Leya
" Gea sering membawa Margaret ke apartemennya, bahkan semua kisahnya Margaret tahu... dia terlalu ikut campur dalam urusan Gea " ucap Rafa dengan Raut wajah kesal dan marah
" Maksud mu " tanya Leya
" Dia selalu mengatur Gea, apapun yang dia suruh Gea pasti akan melakukannya.. bahkan ketika dia mengajaknya ke Club dan bertemu dengan Rifa,, andai itu tidak terjadi mungkin Gea tidak akan hamil gara-gara Rifa " ucap Rafa sambil meneteskan air matanya
" Kamu masih sayang sama Gea " tanya Leya
" Tidak, aku hanya gagal saja melindungi orang yang aku cinta dari orang jahat " ucap Rafa
" Tapi ini kan semua sudah terjadi " ucap Leya
" Andai waktu itu aku bisa membawa Rafa ketika dia mau bunuh Diri " ucap Rafa teringat kenangan buruk itu lagi
" Memangnya Gea memberitahukan kamu jika dia mau bunuh diri " tanya Leya
" Tidak, Margaret yang mengirimkan foto itu, karena mereka sedang bertemu dan Margaret bilang jika dia sudah tidak bisa membujuk Gea untuk tidak bunuh diri " ucap Rafa dengan raut wajah seihnya
" Apa,, Margaret juga ada pas kejadian itu.. bukannya kata Geri dia sednag ada di luar negeri ,, aku jadi curiga sama Margaret " batin Leya
" Lalu apa kamu melihat sosok Margaret ketika Gea lompat dari apartemennya " tanya Leya
" Tidak,, aku tidak peduli padanya " ucap Rafa
" Aku harus menemukan bukti yang lainnya " batin Leya
" Aku kembali lagi ke kamarnya.. em kotaknya biar aku yang bawa " ucap Leya
" Baiklah " ucap Rafa sambil tersenyum
Leya pun segera pergi dari sana menuju kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap membantu anggota yang lainnya memberikan pesta perpisahan untuk Rafa.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz