
Geri Langsung pamit dari rumah keluarga Leya, ia ingin pergi beristirahat namun sebelum itu ia juga ingin menjenguk Sofia yang masih di rumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit ia langsung menuju kamar Sofia namun ia tidak melihat sosok Sofia disana, ia bingung dan langsung menanyakan keberadaan Sofia pada suster yang ada disana.
" Suster pasien atas nama Sofia di mana ya, barusan saya ke kamarnya tidak ada " ucap Geri tampak panik
" Nona Sofia sudah keluar dari rumah bersama dengan Tunangannya " ucap sang Suster
" Tunangan " ucap Geri bingung
" Itu loh Tuan yabg tinggi dan tampan, kulitnya putih tadi sih pakai baju baju jas rapi " ucap Sang suster
" Apa itu Rifa " batin Geri masih dengan pemikiran yang bingung
" Kalau begitu terimakasih sus " ucapnya langsung meninggalkan rumah sakit dan memesan taksi untuk pulang ke hotel.
Sepanjang perjalanan menuju hotel ia terus menghubungi Sofia, ia juga masih penasaran dengan apa yang suster katakan barusan padanya.
Tut... Tut... Tut...
" Halo Sofia kamu dimana " tanya Geri dengan nada panik
" Aku pulang sudah di hotel untuk mengambil barang-barang ku, aku mau pindah ke apartemen Rifa " ucap Sofia
" Apa?? bukannya Rifa sudah putus " tanya Geri bingung
" Aku akan memulai kembali dengan Rifa, kamu tidak usah khawatir " ucap Sofia
" Apa kamu yakin " ucap Geri
" Ya, aku yakin " ucap Sofia
" Baiklah kalau begitu aku akan mendukung hubungan mu dengan Rifa, oh ia Ibu dan ayah sedang dalam perjalanan menuju Negera ini untuk menemui Margaret " ucap Geri
" Margaret " ucap Sofia heran
" Aku lupa memberitahukan mu jika Margaret lah yang menyebabkan Gea jatuh dari apartemen " ucap Geri
" Serius " ucap Sofia kaget
" Ia benar " ucap Geri
" Dimana sekarang Margaret, aku akan menemuinya " ucap Sofia dengan wajah kesal
" Nanti aku kabari, kita Kesana sama-sama " ucap Geri
" Baiklah " ucap Sofia menutup teleponnya
__ADS_1
Kini Geri sudah sampai di hotel, ia segera menuju kamar hotelnya untuk beristirahat, biar bagaimanapun dia sangat lelah hari ini apalagi setelah kemarin menjebak Margaret.
Ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum ia kembali tidur di ranjang hotel itu.
.
...****************...
.
Sementara ditempat lain Leya tampak senang karena hari ini orang yang ia cintai melamarnya bahkan di depan orang banyak dan keluarganya.
Ia kini sedang duduk di taman sambil memakan es krim yang di berikan Reza. Tiba-tiba seseorang menghampirinya dan membuatnya kaget.
" Kamu sedang apa " tanya Reza
" Ka Reza ngagetin aja " ucap Leya dengan wajah kesalnya
" Kamu mending ikut aku dari pada ngelamun begitu " ucap Reza
" Tidak terima kasih, aku mau disini saja " ucap Leya
" Yasudah aku pergi dulu ke kantor ya.. kamu jangan kemana-mana ya " ucap Reza
" Baiklah " ucap Leya sambil tersenyum
Sedangkan Leya setelah selesai memakan es krim ia kembali ke kamarnya untuk beristirahat karena hari ini ia bangun pagi-pagi sekali.
Saat ia ingin memejamkan matanya lalu tiba-tiba ada telepon masuk dari Haris sang managernya.
Tut... Tut... Tut...
" Halo Haris " ucap Leya sambil tersenyum senang
" Ini sudah berapa hari kamu tinggal di kampung halaman mu, masih ingat aku kah " ucap Haris
" Ya ingat dong, apalagi kamu manager terbaik ku " ucap Leya
" Kamu bilang cuma seminggu disana tapi ini sudah berapa hari disana " ucap Haris
" Em, baru juga sembilan hari " ucap Leya
" Kamu bukannya ngasih tahu malah hilang tanpa kabar bagaikan di telan bumi,, kamu tahu pekerjaan mu menumpuk " ucap Haris
" Maafkan aku Haris, aku masih ada urusan yang belum aku selesaikan jadi aku belum bisa kembali Kesana " ucap Leya
" Ingat kamu masih punya kontrak pemotretan yang penting.. jika kamu melanggar kamu akan diberikan sansi " ucap Haris
__ADS_1
" ya, ya aku tahu,, Tambah dua hari lagi ya.. please aku mohon " ucap Leya
" Kamu tuh gimana sih, diberi hati minta jantung " ucap Haris dengan nada kesal
" Please... aku mohon ya... please " ucap Leya
" Ok, tapi cuma dua hari dan ga lebih, kamu harus segera balik kesini " ucap Haris
" Ok, Thanks you, kamu memang yang terbaik... aku bangga padamu " ucap Leya
" Aku tak butuh pujian mu, aku hanya butuh kamu kesini dan cepat bekerja,, pekerjaan mu sangat padat " ucapnya Haris
" Baiklah tunggu aku ya, aku akan segera kembali ke sana " ucap Leya
" Kamu jaga diri baik-baik, kalau ada apa-apa kabari aku " ucap Haris
" Ok siap " ucap Leya sambil tersenyum
Haris langsung menutup teleponnya sama halnya dengan Leya, kini Leya sudah membaringkan tubuhnya di ranjangnya dengan wajah senangnya karena Haris tidak marah padanya.
Dan untuk dua hari kedepan ia masih bisa berkumpul dengan keluarganya bahkan bisa bersama dengan keluarga Geri yang datang ke kampung halamannya.
Tanpa terasa Leya pun tertidur pulas, untuk pertama kali didalam karirnya dia bisa bersantai-santai ria dan tidur siang biasanya jam segini ia pasti akan pergi ke acara pemotongan yang kedua lokasi, kalau tidak pasti dia sedang syuting yang memakan waktu yang lama.
Namun Leya tidak pernah mengeluh karena ini adalah pekerjaan yang ia pilih termasuk jauh dari keluarganya dan jarang bertemu dengan mereka.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz