
Semua warga desa beringin heboh mendengar berita jika Bima tidak pulang ke rumah sejak semalam.Banyak warga yang bertanya-tanya,kemana kah Bima? Kenapa tiba-tiba dia menghilang tanpa ada kabar ? Sehingga membuat anak dan istri nya khawatir.
Kini,para pria berkumpul di rumah pak kades. Pria yang berumur tua dan masih terlihat gagah menghampiri warganya.Dan disana ada tetua adat baru,dia adalah anak dari tetua adat lama.
"Sejak kapan Bima pergi dari rumahnya?"tanya pak kades pada semua orang
Pak RT menjawab. " Farisham mengatakan,jika bapak nya pergi malam kemarin dan dia tidak pulang-pulang hingga sekarang."
"Mungkin dia menginap dirumah kerabatnya,dan lupa meminta izin pada istri dan anak-anaknya."celetuk salah seorang warga
"Mungkin saja."
"Atau dia di culik."
"Mana mungkin dia diculik,kalau iya untuk apa?"
"Bapak-bapak,harap tenang dulu."ucap pak kades karena warga sibuk dengan argumen yang mereka ungkapkan, sehingga suara itu terdengar riuh.
"Kalian menduga, kemungkinan besar dia menginap dirumah kerabatnya lalu tidak izin pada istri dan anak-anaknya. Atau dia di culik."ucap pak kades pada mereka semua dan dibalas anggukan kecil semua warga
"Itu hanya dugaan,dan tidak bisa dipastikan apakah itu benar atau tidak.Tapi, sebaiknya kita menunggu esok hari,karena ini sudah malam.Karena tidak mungkin kita melakukan pencarian dimalam hari. Iyakan ?"ucap tetua adat
"Benar yang dikatakan oleh tetua adat kita. Jika kita tidak bisa melakukan pencarian dimalam hari.Oleh sebab itu, pertemuan cukup sampai disini.Dan besok pagi pukul delapan,kita akan berkumpul dan mencari Bima."ucap pak kades
Setelah itu,pertemuan mereka berakhir. Warga desa pulang ke rumah masing-masing.
*********
Sejak kepergian Jefri dan Ibrahim,Bima tidak bisa memejamkan matanya.Dia terus memikirkan perkataan demi perkataan yang diucapkan oleh Jefri.Jika menuruti kehendak pria itu,maka hidupnya pasti akan berakhir.Tapi jika dia tidak menuruti kemauannya, musibah bisa terjadi pada keluarganya.
Bima merutuk dirinya sendiri,karena perbuatannya lah kini keluarga nya ikut terseret.Dan karena memikirkan ucapan Jefri semalaman dia tidak bisa tidur.Detik menit jam telah berlalu,pagi hari pun mulai menyapa.
Pintu ruangan terbuka,dan terlihat Jefri datang bersama ayah nya lagi.Ayah dan anak itu menatap Bima yang terlihat menyedihkan,namun apa peduli mereka.
"Katakan. Apa yang ingin kau katakan."ucap Jefri pada Bima
Bima pun menghela nafas. "Baiklah. Aku akan mengakui perbuatan ku pada warga desa beringin."
"Bagaimana jika kau berdusta?"tanya Jefri dengan tatapan meremehkan
"Aku tidak akan berdusta,aku bersumpah akan berkata jujur.Kau bisa pegang ucapan ku. Kalau perlu,kau bisa merekam aku." Ucap Bima menggeram kesal
"Aha, sepertinya itu ide baik. Kau harus di rekam dahulu,agar aku tidak tertipu dengan muslihat mu."ucap Jefri,lalu dia menoleh pada anak buahnya yang sedang berdiri.
"Jhony."panggil Jefri
Jhony menghampiri bos nya. "Iya tuan."
"Pegang ponsel ku dan rekam pria itu,dia akan mengatakan hal penting.Jadi,hal ini tidak boleh dilewatkan."ucap Jefri memerintah sambil menyerahkan ponsel nya pada Jhony
"Baik tuan."ucap Jhony dengan patuh dan mengambil ponsel bos nya
Lalu Jhony menghidupkan kamera video di ponsel Jefri dan mengarahkan pada Bima.Bima pun menghela nafas dan akhirnya berkata.
"Untuk semua warga desa beringin,aku ingin mengatakan hal penting kepada kalian semua.Kalian ingat Fandi dan Arum? Tentu kalian ingat dengan peristiwa yang terjadi dua puluh empat tahun yang lalu.Malam itu,aku dan kalian para warga desa beringin mendatangi rumah Fandi.Karena pak Badar mengatakan,jika anak nya di santet oleh Fandi.
Dan kalian harus tahu,aku lah yang menghasut pak Badar bahwa Fandi lah yang menyebabkan kematian anaknya.Pak Badar pun akhirnya percaya,lalu dia emosi dan mengajak semua warga mendatangi rumah Fandi.Dan disitu lah aku ikut menghasut kalian untuk melenyapkan Fandi dan istrinya yang sedang hamil.Yaitu membakar rumah Fandi berserta istri nya."ucap Bima selesai
Jhony pun berhenti merekam,karena video nya telah didapatkan.Lalu dia menyerahkan ponsel milik bos nya,
."Ini tuan."ucap Jhony ,Jefri pun menerima ponsel nya.
Jefri dan Ibrahim memandang Bima dengan amarah yang menggebu-gebu.Lalu Jefri mendekati Bima dan memberikan bogeman pada wajah pria itu.
BUGGGHHH......
AAAKKKHHH......
BUUUGGHH......
AKKKKHHH.....
__ADS_1
Setelah puas memukuli Bima,Jefri mencengkeram erat dagu Bima dengan sebelah tangannya."Rasanya,aku ingin sekali membunuh mu sekarang.Tapi,kematian terlalu mudah untukmu."ucap Jefri dan mendorong dagu Bima.
"AKKKKHHH....SSSTTT .... " rintih Bima,karena wajahnya terasa sakit akibat Bogeman Jefri tadi.
Jefri menekan sebuah nomor di ponselnya dan menelpon seseorang.Tidak lama kemudian, telepon tersambung.
"Hallo tuan." Ucap seseorang dari seberang sana
"Kumpulkan semua warga disana pukul dua belas siang."ucap Jefri
"Baik tuan."
Lalu telepon berakhir.
"Jhony,beri dia makan dan minum sekarang.Setelah itu suruh dia mengganti pakaiannya.Setelah itu kita berangkat ke desa itu."ucap Jefri dan berlalu dari situ.
"Baik tuan."
Sedangkan Ibrahim memandang Bima yang menurut perkiraan nya seumuran dengan kedua putranya. Sedih. Itu lah yang dia rasakan saat ini, bagaimana mungkin pria ini Setega itu pada anak dan menantunya.Ibrahim pun meninggalkan tempat itu tanpa mengatakan apapun.
*********
Argana mendapat kabar dari Jihan,jika paman nya Jefri bersama sang kakek akan berangkat ke desa beringin hari ini.Hal itu sangat mengejutkan bagi Argana,apa yang ingin kakek dan paman nya lakukan?
"Argana,kenapa kau gelisah Seperti itu?"tanya Johan saat melihat cucunya duduk gelisah di kursi nya.
"Kak Jihan mengabari ku,jika paman dan kakek akan pergi ke desa beringin.Aku menanyakan kepada kak Jihan,untuk apa mereka pergi kesana? Namun,kak Jihan tidak mengetahui tujuan mereka kesana.Dan sekarang,aku ingin bersiap-siap untuk pergi ke desa beringin.Aku takut jika mereka melakukan hal buruk pada keluarga Yasmin."ucap Argana
"Dengan siapa kau pergi kesana, Arga?"tanya Johan
"Sepertinya aku akan pergi sendiri."sahut Argana
"Aku ikut. Tapi,bagaimana dengan teman mu itu. Apakah dia akan aman di rumah ini? Yaa walaupun dirumah ada satpam dan bibi. Tapi kasian jika dia dirumah tidak ada yang menemani."ucap Johan
Mendengar perkataan sang kakek,Argana baru ingat. Jika dia membawa Selena tinggal disini. Mungkin dia harus menghubungi kedua sahabatnya,yaitu Marcelian dan Takeshi.
"Aku akan menghubungi kedua sahabat ku dulu,kek."ucap Argana
Argana : Gaes,kalian sibuk gak hari ini?
Marcelian : Seperti nya enggak, Why?
Takeshi : Gak sibuk? Emang nya kenapa?
Argana : @Marcelian Cewek lu ada dirumah gua, ceritanya panjang.Pokok nya elu datang ke rumah gua sekarang. Dan untuk @Takeshi gua butuh bantuan elu,buat nemenin gua pergi ke desa beringin sekarang.
Marcelian : Cewek gua? Emang kapan gua punya cewek ? Gua ini jomblo ngenes bambaaangg......
Takeshi : Ada urusan apa pergi ke desa beringin bro? Lu mau ketemuan dengan Yasmin lagi? Gua malas jadi orang ketiga di antara kalian
Membaca pesan dari kedua sahabatnya,Argana dengan perlahan menahan kesal.Jawaban kedua sahabatnya terasa menyebalkan.
Argana : @Selena dan anaknya ada dirumah gua
@Takeshi Bukan itu maksud gua bro,kakek dan paman gua ingin pergi ke desa beringin.Aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan kepada keluarga Yasmin.Terakhir mereka bilang,jika mereka akan melakukan balas dendam pada Bapak nya Yasmin.
Jadi,gua mohon Lo berdua datang ke rumah gua. SEKARANG.
Marcelian : Gua sudah otw,dan lagi di perjalanan. Lima menit lagi sampai.
Takeshi : wah,cepat banget Lo pergi Cel @Marcelian mau ketemuan dengan mantan Lo wkwkwkw. Oke @Argana,gua otw nih, ditunggu yaa sayang
Marcelian : Bacot Lo @Takeshi, sumpah gua mau muntah, Lo bilang sayang ke Arga wkwkwk, Cieee Arga @Argana mau move on dari Yasmin,ehh milih kek Takeshi, jangan mau Lo.
Takeshi : @Marcelian 🖕🖕
Marcelian : @Takeshi 😘 @Argana 😘
Argana : Ditunggu kedatangan kalian.
Tidak lama kemudian,Marcelian telah datang duluan.Dan dia langsung masuk ke dalam.Dia tidak menemukan Argana,namun dia menemukan Johan yang duduk santai.
__ADS_1
"Marcel."ucap Johan saat melihat kedatangan Marcelian
Sedangkan Marcelian langsung menghampiri Johan dan mencium tangan kakek sahabatnya itu."Dimana Arga,kek?"tanya Marcelian
"Dia sedang berada dikamar nya untuk berganti baju."ucap Johan
Saat mereka asyik berbicara,Selena keluar dari kamarnya dengan putra nya yang berada di gendongan nya.Wanita itu asyik menimang-nimang putra nya,tanpa sadar dia menatap ke depan.
DEG.
Mata nya bertemu pandang dengan mata Marcelian, terkejut itulah yang mereka rasakan.Dan tiba-tiba saja,Selena teringat saat dia melahirkan dirumah sakit.Dan seharusnya suaminya yang menemaninya,namun tidak disangka malah Marcelian yang menemaninya.Pria muda yang pernah mengungkapkan perasaan cinta kepadanya,namun dia merasa tidak percaya diri untuk membalas perasaan pemuda itu.
Dan akhirnya dia lebih memilih Bram.Namun,Bram yang dia sangka akan membahagiakan nya itu hanya sesaat.Selebihnya pria yang masih bergelar suaminya hingga saat ini, Ternyata pria itu ringan tangan kepadanya.Karena takut Bram melakukan kekerasan lagi,dia akhirnya memutuskan untuk pergi dari hidup Bram dan tidak tahu ingin pergi kemana.
Puncaknya,dia bertemu Argana dan pemuda itu menawarkan tempat tinggal untuknya.Awal nya dia menolak,namun karena kasian melihat putra manis nya itu.Akhirnya dia mau menerima tawaran Argana untuk tinggal ditempat Argana.
"Selena,kesini nak."panggil Johan pada Selena dan Selena pun dengan patuh menghampiri Johan dan Marcelian.Dan kini,Selena dan Marcelian berhadapan.
Tatapan Marcelian pada Selena tidak lepas sedikitpun dari tadi.Sejak seminggu yang lalu pertemuan mereka didalam rumah sakit,Marcelian selalu memikirkan wanita ini.Wanita yang masih memiliki tempat dihatinya hingga saat ini.
"Marcel,....Marcelian."panggil Johan,hingga panggilan kedua baru Marcelian menyahut."Ehh,iya kek."sahut Marcelian
"Kau ini, jangan terlalu lama memandang nya.Dia masih istri orang."ucap Johan dan Marcelian hanya membalas dengan senyum cengengesan
"Hei Selena."sapa Marcelian
"Ehh,kalian sudah kenal rupanya?"tanya Johan
"Iya kek."sahut Marcelian
"Hei juga."sahut Selena
"Sudah lama , Cel?"tanya Argana menghampiri mereka
"Yaa....sekitar satu tahun yang lalu."sahut Marcelian asal,hingga membuat Argana dan Johan terkekeh.Sedangkan Selena tersenyum saja mendengar perkataan Marcelian.
Owweeekkk...... Owweeekkk......
"Lho,kenapa anak mu nangis?"tanya Argana pada Selena
"Aku tidak tahu."ucap Selena sedikit heran
"Mungkin dia mau ASI."ucap Johan
"Tadi sudah diberikan ASI."ucap Selena lagi
"Mungkin PUP." Ucap Argana lagi
"Sudah juga."ucap Selena
"Sini aku gendong."ucap Marcelian ingin mengambil bayi dalam gendongan Selena
"Kau bisa gendong bayi?"tanya Selena agak ragu
"Coba dulu."ucap Marcelian dan akhirnya Selena memberikan putra nya pada Marcelian
Bayi Selena yang sempat menangis, tiba-tiba terdiam dan memandang lekat wajah Marcelian.Bayi itu tersenyum dan memperlihatkan gusi nya yang belum tumbuh gigi satu pun.
"Wah enggak nangis lagi, keren banget."ucap Argana senang, begitupun Selena
"Cocok banget Lo gendong anak,Cel."ucap Takeshi yang baru datang.Marcelian hanya menatap sinis Takeshi.
"Pakai apa Lo kesini ?"tanya Argana
"Jalan kaki."sahut Takeshi
Argana sudah paham dengan kelakuan kedua sahabatnya.Sedangkan mereka semua juga paham maksud Takeshi yang bercanda itu.
*********
BERSAMBUNG
__ADS_1