DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
70


__ADS_3

Pukul 10.30 WIB.


Ibrahim sudah tiba disebuah restoran,dia sedang menunggu Johan datang.Karena dia ingin membicarakan perihal kejadian puluhan tahun silam yang menimpa anak dan menantunya.Dia ingin kejujuran Johan dan dia ingin tahu hal yang sebenarnya.


Belum sempat lima menit dia duduk,Johan datang dan menghampirinya."Maaf membuat mu menunggu terlalu lama."ucap Johan yang langsung mengulurkan tangan untuk bersalaman,dan Ibrahim langsung menyambut uluran tangan Johan.Kemudian dia menyahut."Tidak lama,belum ada lima menit aku berada disini."


Setelah bersalaman,mereka duduk dan memanggil seorang pramusaji.Kemudian mereka memesan minuman dan makanan.Sambil menunggu pesanan,mereka mulai berbicara santai.


"Apa kabar Johan?"tanya Ibrahim


"Baik, bagaimana kabarmu?"ucap Johan balik bertanya


"Yaa, seperti biasa.Kadang aku sehat,kadang tidak.Mungkin karena faktor usia hehe."ucap nya sambil berseloroh sedikit.Johan hanya menanggapi candaan Ibrahim dengan senyuman.


Tidak lama kemudian,dua orang pramusaji datang menghidangkan makanan dan minuman ke meja mereka.


"Terimakasih."ucap Ibrahim


Lalu mereka mulai menyantap makanan,Ibrahim pun memulai pembicaraan serius dengan Johan.


"Johan,aku ingin bertanya hal penting padamu."ucap Ibrahim Setelah suapan ke tiga.Sedangkan Johan yang berada didepan nya memandang nya.Kemudian berkata."Katakan lah."ucap nya singkat


"Kau kan tahu kejadian yang menimpa anak-anak kita didesa beringin.Terus,siapa yang melakukan teror terhadap warga desa itu.Yang menggunakan arwah Arum?"tanya Ibrahim dengan pelan,sedangkan Johan hampir tersedak saat mendengar pertanyaan Ibrahim.


Kemudian dia menatap mertua dari anaknya ini."Dari mana kau mengetahui itu?"ucap Johan balik bertanya


"Apakah penting darimana aku tahu? Aku hanya bertanya tentang siapa yang melakukan peneroran terhadap mereka itu.Tidak mungkin kan,kalau orang lain yang melakukannya."sahut Ibrahim dengan santai namun tegas


"Jadi kau menuduh ku yang melakukannya."ucap Johan dengan mata memicing


"Aku tidak menuduhmu Johan,aku hanya bertanya kepadamu.Kenapa kau terlihat sangat marah dan panik?"tanya Ibrahim heran


Johan menghela nafasnya,pikiran nya menerawang jauh pada masa itu.Setelah kebakaran itu terjadi,dia terus saja menangis dan mengutuk perbuatan para warga.Karena sakit hati,dia melakukan perbuatan yang tidak Allah sukai, yaitu balas dendam.Tanpa pikir panjang,dia melakukan balas dendam terhadap warga yang terlibat.Yaitu dengan mengirim arwah anak nya untuk menuntut balas.


*********


Argana memasuki mobilnya dan dia mengendarai sendiri,mobil nya pun dengan cepat meluncur ke arah desa beringin.Yaa,dia akan menuju ke desa beringin.Untuk melihat tanah bekas perumahan orang tua nya dahulu.


Menurut info yang dia dapatkan dari pak kades,tanah itu tidak di jual dan dibeli oleh siapapun.Karena orang takut membangun sebuah bangunan disana.Namun entah mengapa,ada seorang wanita yang berani membangun sebuah rumah disana.Dan bangunan itu masih gagah menjulang,sedangkan pemilik rumah itu sudah tiada.

__ADS_1


Setelah beberapa jam berkendara, akhirnya Argana tiba didepan rumah pak kades.Dia di sambut baik oleh pak kades dan istrinya.


"Assalamualaikum."ucap Argana lalu mengalami tangan pak kades dan Bu kades


"Waalaikumsalam."sahut Pak kades dan istrinya berbarengan


"Kau datang sendiri nak?"tanya Bu kades


"Iya bu."sahut Argana singkat


"Mari masuk dulu,kau pasti lelah mengendarai mobil sendiri."ucap Pak kades lalu mengajak Argana masuk.Argana pun mengiyakan saja dan dia pun mengikuti pasangan suami istri itu dari belakang ke dalam rumah.


Mereka pun duduk ,lalu Bu kades menyuguhkan jeruk nipis es.Pas banget dengan cuacanya yang panas, perasan jeruk nipis pun terasa sejuk di tenggorokan Argana.Dia pun berterima kasih kepada pasangan suami istri itu.


Lalu mereka mengobrol sebentar,kemudian Argana mengutarakan kepada mereka.Jika dia ingin memiliki tanah yang pernah orang tua nya tempati.Pak kades dan isteri nya tidak mengetahui jika Argana adalah anak Fandi dan Arum.


"Kenapa kau ingin memiliki tanah itu nak?"tanya pak kades dengan heran,padahal dia tahu.Tanah itu pernah dibangun rumah oleh Fandi yang melakukan santet kepada warganya.Dan Marni,orang yang melakukan pembunuhan terhadap ibu hamil saat itu.


Mereka yang melakukan kejahatan itu pun di hukum bakar.Yang membedakan nya adalah,Fandi dibakar bersama istrinya didalam rumah yang berada diatas tanah itu.Sedangkan Marni dia hanya tinggal ditempat itu.Setelah dia mati,bangunan rumahnya kosong.


"Aku hanya ingin saja pak Bu,jika ada yang memiliki tanah itu,aku akan membelinya."ucap Argana sedikit berbohong,dia tidak ingin mereka itu tahu kebohongan nya.


"Jadi,bolehkah aku menempati rumah itu?"tanya Argana lagi


"Tentu boleh saja,karena tempat itu tidak ada pemiliknya lagi."ucap Bu kades


"Baik lah,jika seperti itu.Aku akan mengurus tanda kepemilikan rumah itu.Jika ada keluarga dari Bu Marni selaku pemilih rumah itu dan meminta tagihan atau menjual rumah itu.Tolong hubungi aku pak Bu,aku akan menebus nya."ucap Argana


"Tentu saja nak Arga."ucap pasangan suami istri itu bersamaan


Setelah itu, pembicaraan mereka berakhir.Dan Argana kembali berpamitan kepada mereka dan akan pulang kekota.Dia akan kembali ke desa ini setelah urusannya selesai.


*********


Cukup lama Ibrahim menunggu penjelasan Johan,dan dia pun masih sabar menunggu.Hingga akhirnya dia melihat pergerakan kepala Johan dan tatapan Johan padanya.Dia melihat besan nya itu menghela nafas panjang.


"Begini Ibra,aku sudah pernah mengatakan kepada Arga.Jika aku lah pelaku kejahatan yang menimpa warga desa beringin itu.Kau pasti tahu kenapa aku jadi berbuat seperti itu kan?"tanya Johan pada pria yang menjadi kakek cucunya itu


Ibrahim mengangguk,kemudian Johan melanjutkan perkataannya."Aku marah,terluka, kecewa,sakit hati dan sedih.Aku melihat sendiri api itu yang dengan ganas nya melahap rumah putriku dan putrimu.Aku mendapatkan informasi dari anak buahku,jika yang melakukan perbuatan itu adalah para warga desa beringin.

__ADS_1


Hati ayah mana yang tidak terluka saat melihat anak dan menantunya di fitnah oleh warga desa itu.Mereka memfitnah ayah nya Argana,bahwa Fandi mengirim santet pada anak dari salah satu warga disana.Padahal,menurut informasi yang anak buah ku berikan.Fandi sangat rajin beribadah dan suka membantu orang yang kesusahan.Padahal dia hidup susah saat itu.


Api terus melahap rumah itu,aku tidak sempat menolong anak-anak kita.Sampai akhirnya hujan turun dan mematikan api.Namun,apalah guna nya.Semua nya telah habis,tiada tersisa lagi.


Aku pun kembali ke kota dan hati ku telah tertutup oleh amarah serta dendam.Aku pun melakukan ritual untuk balas dendam ku,dengan cara mengirim arwah putriku untuk meneror mereka.Dan kemudian membunuh mereka yang terlibat dalam kejadian malam itu."ucapan Johan terhenti,karena dada nya terasa sesak.Sebab,apa yang dia ceritakan.Dia selalu teringat pada kejadian malam itu.


"Tunggu dulu,tadi kau bilang apa? Anak-anak kita hidup susah? Bukan kah kau sangat kaya raya dan mengapa kau biarkan mereka hidup dalam kondisi menyedihkan seperti itu?"tanya Ibrahim beruntun


"Maaf Ibra,saat itu aku sangat posesif kepada putriku.Aku selalu mengupayakan kehidupan yang baik untuknya sejak kecil.Dari kecil dia sudah tidak punya ibu lagi dan aku sebagai orang tua tunggal selalu memberikan yang terbaik untuk nya.Termasuk pria yang akan menjadi suaminya.


Dan saat itu,Fandi datang bersama Arum.Fandi meminta restu untuk menikah dengan putriku.Namun aku tidak merestui mereka,karena apa? Karena dia hanya seorang pemuda miskin dan yatim piatu.Dari itulah aku menilai nya dan tidak merestui hubungan mereka.Mereka berdua pun melakukan backstreet dan aku terpaksa menikahkan mereka.


Setelah mereka menikah,aku menyerahkan putriku kepada Fandi.Aku berkata kepada putriku dengan kejam,jika aku tidak peduli lagi kepadanya dan dia harus pergi bersama suaminya.Dengan berat hati aku melepas nya dan Arum pun akhirnya pergi meninggalkan ku.


Disitu lah awal mula aku merasa patah hati,karena putriku yang aku rawat sepenuh hati.Lebih memilih pergi bersama orang yang dia cintai daripada ayah nya sendiri.Hatiku lebih hancur lagi saat kebakaran yang merenggut mereka.


Aku salah dan egois,karena perbuatan ku lah mereka menderita."ucap Johan menuturkan semuanya


Ibrahim awalnya sangat kesal saat Johan mengatakan bahwa Fandi putra nya itu pemuda miskin.Namun dia sadar,jika itu semua salahnya.Andai saja dia cepat menemukan salah satu putra kembarnya itu.Mungkin,cerita nya akan berbeda.


"Ini semua bukan salah mu saja Johan,tapi dalam kisah ini aku juga bersalah.Andai saja aku lebih cepat menemukan Fandi,mungkin keluarga kita akan bahagia sekarang.Dan Argana tidak bakal menjadi yatim piatu.......!!!! ucap Ibrahim,kemudian dia kembali menyambung perkataannya."Lalu,apakah sekarang kau masih melakukan peneroran terhadap mereka?"tanya Ibrahim


"Tidak. Aku tidak pernah lagi melakukan perbuatan itu,aku sudah bertaubat.Dan bertaubat juga belum mampu menghapus seluruh dosa ku.Karena perbuatan ku,semua orang menjadi sengsara dan menderita.Dua puluh tahun aku balas dendam kepada mereka.Apa yang ku dapatkan? Bukan nya ketenangan,malahan aku dihantui rasa bersalah."ucap Johan lagi


"Johan,aku tidak bisa menghakimi kau.Tapi,aku berharap kau bisa bangkit dan melupakan semua masa lalu itu.Mari kejar kebahagiaan dan kebahagiaan itu ada bersama anak cucu kita."ucap Ibrahim menenangkan besannya


"Kau benar Ibra,aku memang harus melakukan apa yang kau katakan.Hidup bahagia bersama cucuku itu,karena hanya dia keluarga ku satu-satunya."ucap Johan yang masih dengan ekspresi sedih


"Hei,aku ini kau anggap apa? Apakah kau tidak menganggap kami keluarga?"ucap Ibrahim dengan kesal


"Hehehe kalian juga keluarga."ucap Johan sembari tersenyum


Karena makanan sudah dingin,Ibrahim pun membayar semua tagihan pesanan mereka.Awal nya Johan ingin membayar,namun dia beralasan.Bahwa dia yang mengajak Johan kesini dan dia lah yang mentraktir Johan.Sedangkan Johan hanya pasrah dan membiarkan mertua putri nya itu melakukan apa saja.


Setelah itu,mereka keluar dari restoran dan kembali ke rumah masing-masing dengan mengendarai mobil terpisah.


*********


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2