DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
CHAPTER 30


__ADS_3

...***...


Pagi sebelum berangkat ke sekolah.


Entah kenapa pada saat itu Yuuto merasa sangat tidak enak badan, tubuhnya pada saat itu merasakan meriang yang tidak biasa. Apakah itu dampak dari apa yang telah ia lakukan malam tadi?. Bisa jadi seperti itu yang terjadi, mengingat bagaimana kondisinya saat itu.


"Pagi ini sebenarnya keadaanku sedikit kurang sehat." Yuuto mengatakannya secara langsung pada Mikoto.


"Setidaknya hari ini kau harus datang. Jika kau merasa tidak enak, kau bisa beristirahat di UKS nantinya." Mikoto sebenarnya memahami bagaimana kondisi Yuuto, hanya saja jika Yuuto tidak masuk?. Nantinya akan ada masalah yang akan ia hadapi nantinya.


"Aku akan mengusahakannya meskipun kepalaku saat ini terasa sakit. Mungkin saja yang kau katakan benar, aku akan beristirahat di UKS nantinya." Yuuto hampir saja tidak bisa berjalan dengan baik.


Namun saat itu?. Mikoto dapat melihat Hase Sensei dan Natsume Sensei yang datang dalam keadaan sangat kacau.


"Tapi sepertinya kau tidak perlu melakukan itu." Mikoto tidak akan menduga melihat kedua orang itu di pagi hari. "Karena mereka telah berada di sini." Mikoto tersenyum kaku melihat kedatangan kedua orang itu.


"Eh?." Yuuto yang tadinya mengunci pintu rumahnya sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Mikoto.


"Yuuto!." Hase Sensei dan Natsume Sensei memanggil Yuuto dengan sangat kompaknya.


"Oh?. Selamat pagi hase sensei, natsume sensei." Yuuto terlihat terkejut. "Tidak biasanya kalian datang ke rumahku?. Apakah kalian rindu padaku?." Yuuto hanya berusaha untuk tersenyum sambil menyapa kedua gurunya?.


"Yuuto!. Kau!." Natsume Sensei hendak mengeluarkan amarah yang ia rasakan pada saat itu.


Akan tetapi, saat itu Hase Sensei melihat ada hal yang berbeda dari penampilan Yuuto yang terlihat sangat pucat dari yang sebelumnya.

__ADS_1


"Yuuto?. Wajahmu terlihat sangat pucat sekali." Hase Sensei langsung memeriksa keadaan Yuuto dengan menyentuh keningnya. "Yuuto?!. Kau ini sedang demam!. Apa yang kau lakukan?!." Hase Sensei merasakan panas yang tidak biasa dari tubuh Yuuto.


"Eh?!." Yuuto dan Mikoto sangat terkejut mendengarnya.


"Apakah mikami nii menyadarinya?." Mikoto tidak menyangka itu.


"Sebaiknya hari ini kau tidak usah ke sekolah." Hase Sensei tiba-tiba saja menggendong Yuuto dengan sangat mudahnya. "Tubuhnya sangat ringan sekali. Apakah dia tidak pernah makan dengan baik?." Dalam hati Hase Sensei merasa simpati.


"He?!. Apa yang sensei lakukan?!." Yuuto sangat sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Hase Sensei. Dan tanpa disadari, Hase Sensei malah membuka pintu rumah Yuuto, karena kunci rumah belum dilepaskan Yuuto.


"Tunggu hase sensei!. Bukan seperti ini tujuan kita datang ke sini!." Natsume Sensei sangat terkejut, ketika melihat Hase Sensei membawa Yuuto masuk ke dalam rumah.


"Hahaha!. Ini sungguh diluar dugaan." Mikoto merasa terabaikan oleh mereka semua.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.


...***...


Saat itu Umihara, Yousuke, Matsumoto, dan Izaki sepertinya sedang merencanakan sesuatu?. Tentunya mereka sudah sangat lama curiga terhadap Yuuto. Teman-teman mereka telah menjadi korban setelah mereka mem-bully-nya. Tentunya mereka tidak akan mengalami nasib yang sama dengan teman-teman mereka.


"Sial!. Sepertinya rencana kita hari ini gagal!." Umihara sangat kesal saat itu karena Yuuto tidak datang sesuai dengan rencana yang telah mereka buat.


"Lalu apa yang akan kita lakukan jika dia tidak datang?." Yosuke sangat kesal, karena rencana mereka gagal. "Tidak mungkin kita akan menyerah begitu saja hanya karena dia tidak datang." Ia sangat benci dengan kegagalan yang mereka terima pada saat itu.


"Kita harus mencari cara yang lain agar dia datang menemui kita." Matsumoto terlihat lebih berambisi dari mereka semuanya. "Begitu banyak cara yang harus kita lakukan untuk melakukan pembalasan dendam ini padanya." Hatinya memang tidak terima dengan apa yang telah mereka alami saat itu.

__ADS_1


"Kita benar-benar harus membalas dendam teman-teman kita yang telah dibunuh. Aku tidak akan membiarkan dia melakukan itu terus-menerus terhadap kita nantinya." Izaki juga merasa panas. "Bisa jadi selanjutnya kita adalah target darinya. Jadi kita harus membunuhnya terlebih dahulu sebelum dia membunuh kita." Hatinya yang dipenuhi oleh pikiran-pikiran jahat yang harus ia keluarkan saat itu.


"Lalu apa yang akan kita katakan pada hase sensei nantinya?. Bukankah hase sensei selalu saja membelanya?. Akan sangat berbahaya jika hase sensei mengetahui rencana kita untuk menyingkirkan dia." Umihara sedikit mengingat apa yang akan terjadi jika Yuuto tiba-tiba saja mati?.


"Apapun caranya harus kita lakukan. Kita harus memikirkan cara yang tepat untuk menyingkirkannya, juga memberikan alasan yang tepat pada hase sensei." Yousuke malah berpikiran seperti itu ketika mendengarkan ucapan temannya. "Aku tidak mau hidup di dalam tekanan hanya karena setelah apa yang kita lakukan padanya." Siapapun juga tidak ingin menerima hal yang seperti itu.


"Baiklah. Kita harus segera melakukannya." Matsumoto sepertinya memiliki ide lain untuk melakukan hal yang lebih gila lagi. "Aku juga tidak ingin hidup di bawah tekanan, hanya karena dia dapat melakukan apapun untuk membunuh kita semua." Memang itulah yang ia rasakan saat itu. Itulah alasan kenapa ia menyetujui apa yang telah direncanakan oleh teman-temannya saat itu.


"Kalau begitu mari kita susun ulang rencana kita." Izaki juga memiliki rencana yang sangat baik untuk melakukan hal yang menurut mereka saat itu adalah hal yang sangat benar. "Mari kita buat pertunjukan bahas dendam yang sangat menyakitkan untuknya." Hatinya yang pada saat itu dipenuhi oleh pikiran-pikiran yang sangat jahat untuk menyingkirkan Hasegawa Yuuto.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.


...***...


Kembali ke rumah Yuuto yang saat itu dirawat oleh Hase Sensei. Sisi lembutnya itu, sepertinya tidak akan membiarkan Yuuto sakit?.


"Jika kau merasa sakit?. Kenapa kau memaksakan dirimu untuk berangkat ke sekolah?. Yuuto?." Hatinya lebih sensitif ketika melihat keadaan Yuuto yang sangat pucat.


Tidak ada tanggapan dari Yuuto, ia hanya pasrah saja ketika Hase Sensei mengompres keningnya dengan sebuah kain kecil yang dibasuhi air hangat.


"Setidaknya respon lah sedikit ucapanku, yuuto." Hase Sensei terlihat sangat sedih, karena Yuuto sangat dingin padanya.


"Maafkan aku, hase sensei." Ucap Yuuto dengan pelan. "Karena sudah terbiasa hidup sendiri, tidak ada siapapun yang peduli padaku. Bahkan ibu kandungku telah membuangku sejak aku kecil. Makanya aku tidak bisa merespon siapa saja yang telah berbuat baik kepadaku." Itulah yang ia rasakan saat itu.


Sungguh, apa yang dikatakan Yuuto saat itu sangat mengiris hati. Terbiasa hidup sendiri katanya?. Apakah nasibnya memang sama dengan Mikoto Hase?. Apakah benar seperti itu yang terjadi?.

__ADS_1


Next.


...***...


__ADS_2