
Sebuah mobil tiba didepan gerbang rumah Johan Mahendra.Pemilik mobil itu membuka kaca mobilnya dan dia melihat seorang satpam menghampirinya.
"Selamat pagi pak."sapa gadis yang berada didalam mobil itu
"Selamat pagi juga,ini non Sofia yaa?"tanya satpam itu berusaha mengingat wajah gadis itu
"Iya pak, boleh saya masuk pak."ucap Sofia
"Boleh non,tunggu sebentar."ucap satpam dirumah Johan,lalu dia membuka pintu gerbang.Dan mobil yang Sofia kendarai masuk ke dalam dan dia segera memarkir kan mobilnya.Kemudian dia keluar dan terlihat Arum datang menghampirinya.
"Sofia."ucap Arum senang melihat kedatangan temannya
"Arum."ucap Sofia
Lalu mereka berdua berpelukan dan Arum segera mengajak temannya untuk masuk kedalam.Dan mereka segera duduk di sofa.
"Apa kabar , Sof?"tanya Arum setelah mereka duduk
"Baik, kalau kau bagaimana?"tanya Sofia balik
"Yaa, beginilah!"ucap Arum
"Lho,kenapa lemes begitu hehe."tanya Sofia
"Aku bingung nih, bagaimana caranya supaya ayah merestui hubungan aku dengan mas Fandi."ucap Arum sambil menatap ke arah temannya
"Emang nya kenapa sih,sampai om Johan tidak merestui hubungan kalian?"tanya Sofia dengan alis mengerut
Lalu Arum mulai bercerita,kenapa ayah nya sampai tidak merestui hubungan mereka.Sofia pun dengan antusias mendengarkan teman nya bercerita.Dan dia akhirnya mengetahui,kenapa hubungan percintaan temannya itu tidak di setujui oleh om Johan.
"Jadi begitu ceritanya,Sof."ucap Arum setelah mengakhiri ceritanya
"Begitu rumit yaa."ucap Sofia menyahuti perkataan Arum
"Iya,maka dari itu aku menyuruh kau datang kesini.Aku butuh solusi dan ide darimu.Aku bingung harus melakukan apa,agar ayah menyukai mas Fandi dan merestui hubungan kami."
"Aku punya ide,namun ini sangat beresiko."
"Apa itu,katakan lah."
"Sini aku bisikin."ucap Sofia
Kemudian Sofia membisikkan kata-kata kepada Arum dan sontak saja Arum terkejut.
'Bagaimana mungkin aku melakukan itu."gumam Arum
"Aku tidak akan menyuruh mu melakukan itu,Arum.Ini sangat beresiko tinggi, bisa-bisa kekasih mu itu di bunuh ayah mu hahaha."ledek Sofia
Arum cemberut."Ihh,aku jadi takut banget."
__ADS_1
"Jadi, bagaimana?"tanya Sofia
"Aku tidak tahu,akan aku pikirkan ide darimu itu."
"Yaa,memang harus kau pikirkan.Seperti kataku tadi,jika om Johan marah.Maka yang kena akibatnya adalah kekasihmu."ucap Sofia kembali menggoda Arum
"SOFIA..... Jangan bicara seperti itu,kau membuat ku takut."ucap Arum menahan kesal
"Hahaha aku bercanda."sahut Sofia tergelak
Lalu mereka terus mengobrol dan membicarakan hal yang lain.
*********
Seorang pria sedang duduk dirumah nya yang cukup sederhana.Dia termenung,dia terkenang dengan kekasihnya.Sudah seminggu sejak kejadian malam itu.Dia sudah berulang kali menelpon dan mengirim pesan pada kekasihnya.Namun tetap saja tidak ada balasan.Nomor kekasihnya pun tidak aktif.
"Sedang apa kau disana Arum,aku sangat merindukanmu."gumam pria itu yang tidak lain adalah Fandi.
Fandi menghela napasnya.Dia teringat dengan penolakan dari ayah nya Arum.Dia pun akhirnya sadar diri,jika dirinya memang bukan lah yang terbaik.Dan ayah kekasih nya tidak lah salah,dia hanya pemuda miskin yang datang dengan kepercayaan yang tinggi.
"Sepertinya aku harus berangkat ke kota dan mencari pekerjaan yang layak serta berpenghasilan tinggi.Untuk apa aku sekolah tinggi-tinggi,jika ijazah ku tidak digunakan."ucap Fandi pada dirinya sendiri
Lalu dia melirik ke arah jam dinding,pukul empat sore.Sudah masuk waktu ashar dan dia segera menuju ke belakang rumahnya.Dan mengambil air di sumur,kemudian berwudhu.Setelah itu,dia melakukan shalat ashar seorang diri.
Dia selalu berdoa agar ibunya tenang di surga,dan dia juga selalu mendoakan.Jika ayah dan saudaranya masih hidup,semoga dia diberi kesempatan untuk bertemu.Jika mereka sudah tiada,semoga mereka berbahagia bersama dengan ibunya di surga.
Selesai berdoa,dia mencari ijazah miliknya.Di fakultas dan dihari wisuda,dia mendapatkan nilai terbaik.Walaupun dia hanya mendapat beasiswa,namun prestasi nya sangat bagus.Dia juga berkuliah bersama dengan Arum, kekasihnya.Dan mereka sudah bersama sejak awal masuk SMA.Kedekatan mereka yang awalnya hanyalah berteman,akhirnya berubah menjadi pasangan yang saling mencintai satu sama lain.
"Assalamualaikum,Fandi."ucap seseorang diluar rumah Fandi.Dan Fandi mengenali suara itu,suara teman nya.
"Waalaikumsalam, langsung masuk aja Faisal."ucap Fandi dengan keras
Lalu teman nya yang bernama Faisal itu masuk ke dalam rumah Fandi.
"Sedang apa kau,Fan?"tanya Faisal begitu melihat Fandi yang berberes-beres,seperti akan pergi jauh.pikir Faisal
"Oh ini,aku sedang menyiapkan pakaian ku dan berkas penting.Besok aku akan berangkat ke kota,ingin mencari pekerjaan.Sayang kan,jika ijazah waktu aku kuliah tidak digunakan."ucap Fandi
"Benarkah? Wah,aku boleh ikut gak?"tanya Faisal
"Sebenarnya boleh aja,tapi apakah kau dibolehkan oleh bapak dan ibumu?"tanya Fandi balik
"Insyaallah dibolehkan,nanti aku akan memohon kepada mereka.Aku juga bosan tinggal disini."ucap Faisal
"Kenapa? Gadis disini kurang cantik?"tanya Fandi meledek
"Lebih cantik istri orang , Fan."sahut Faisal balas bergurau
"Wah,kau tidak takut dengan suaminya."
__ADS_1
"Ngapain harus takut,kan yang mau istrinya.Jadi bila suaminya menyalahkan,aku tinggal bilang.Istrinya yang menggoda ku duluan hahaha.....!!!!"ucap Faisal tergelak,Fandi pun juga ikut tertawa.
"Oh yaa,kau ada keperluan apa datang kesini?"tanya Fandi
"Ohh iyaa,aku lupa. Ini nih,aku bawain kau makanan.Tadi ibu memasak banyak,karena kebetulan bapak baru pulang dari rantau orang."ucap Faisal lalu menyerahkan rantang yang berisi makanan lengkap dengan nasi dan lauk pauknya
"Terimakasih yaa,tolong katakan kepada bibi.Terimakasih banyak."ucap Fandi setelah menerima rantang dari Faisal
"Baiklah, nanti aku sampai kan kepada ibu.Yasudah! Kalau begitu,aku pulang dulu.Ohh yaa,aku akan mengabari mu jika aku jadi berangkat besok.Jam berapa besok berangkat?"tanya Faisal
"Jam tujuh pagi,aku akan berangkat di antar uwak Sulaiman."
"Oke kalau begitu,aku pulang dulu."
"Iya,"
Lalu Fandi mengantar Faisal ke depan,setelah Faisal masuk kedalam rumahnya.Dia pun masuk kedalam rumah serta menutup pintu rumahnya.Karena senja sudah hadir dan sebentar lagi akan memasuki waktu maghrib.
*********
"Aku pulang dulu yaa,Rum."ucap Sofia berpamitan pada Arum.Bersamaan itu, sebuah mobil memasuki halaman rumah Arum.Arum mengetahui siapa pemilik mobil itu,dan tebakannya benar saat melihat seorang pria yang turun dari mobil.Dia adalah Johan, ayah nya.
Johan menghampiri mereka dan Sofia pun langsung menyapa Johan."Selamat sore om."
Johan pun membalas sapaan teman putrinya itu."Selamat sore juga nak Sofia."
"Aku pulang dulu,Arum. Permisi Om."
"Lho,kok cepat sekali pulangnya?"tanya Johan
"Aku sudah dari pagi disini Om hehehe."sahut Sofia
"Ohh begitu, yasudah! Sampai kan salam ku kepada orang tua mu yaa."ucap Johan
"Baik Om."
Setelah itu,Sofia memasuki mobilnya dan mengendarai dengan kecepatan sedang.Sekarang,tinggal Arum dan ayah nya yang menatap kepergian Sofia dengan mobilnya.
"Arum,ayah......!" Belum sempat Johan melanjutkan perkataannya,Arum meninggalkan nya.Dan Johan hanya bisa menghela nafas berat.
'Pasti Arum belum bisa memaafkan ku.'pikir Johan
Sedangkan Arum,dia juga sebenarnya merasa bersalah karena mengabaikan ayahnya.Tapi,ego nya terlalu tinggi untuk mengakui jika dia juga bersalah.Arum masuk kedalam kamarnya,dan melihat foto dirinya bersama Fandi.
Banyak sekali kenangan terindah yang dia lakukan bersama Fandi.Awal nya yang hanya berteman,namun seiring berjalannya waktu. Pertemanan mereka berubah menjadi cinta.Namun sayang seribu kali sayang,hubungan percintaan mereka harus ditentang oleh ayahnya Arum.
Sekali lagi,Arum menghela napas.Dia terus memikirkan rencana yang dikatakan oleh temannya.Harus kah dia melakukan itu semua? Jika melakukan itu, bagaimana reaksi ayah nya nanti? Apakah ayah nya akan merestui hubungan nya dan segera menikahkan dia dan kekasihnya. Atau ayah nya malah akan menentang hubungan mereka dan memisahkan dia dan kekasihnya untuk selama-lamanya?
Kepala Arum terasa pusing memikirkan itu semua.Lebih baik dia tidur,dia merasa letih seharian ini.
__ADS_1
*********
BERSAMBUNG