DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
105.


__ADS_3

HIHIHIHHIHIHIHI


Semua orang tersentak mundur saat wanita itu terkikik dihadapan mereka.Wanita itu tersenyum sinis pada semua warga desa beringin.


"Kalian...kalian semuanya pendosa. Kalian tidak mengakui perbuatan kalian sendiri."ucap wanita itu menunjuk ke arah warga,semua warga terlihat takut.


Salah seorang warga menyeletuk. "Apa maksudmu?"


"Kalian tahu pria itu bersalah."ucap wanita itu menunjuk ke Bima,kemudian dia berkata lagi."Tapi,kalian juga bersalah.Karena kalian juga terlibat pada kebakaran yang menimpa aku dan suamiku saat itu hihihihihih.....hikshikshiks....."ucap wanita itu tertawa dan menangis secara bersamaan


Warga terlihat bingung,namun berbeda dengan Bima yang terlihat mengenali suara itu."Arum,kau kah itu?"ucap nya bertanya


"Arum." Begitulah gumaman semua orang yang berada disana


"Aku akan membunuhmu,Bima."ucap wanita yang tengah dirasuki itu menggeram penuh amarah


"Arum,kau kah itu? Aku sangat merindukanmu."ucap Bima dengan tatapan berkaca-kaca,dia tidak peduli dengan maut.Yang dia inginkan saat ini hanyalah bersama Arum.


Wanita itu mendekati Bima dan mencekiknya dileher."Kau...kau penyebab utamanya yang harus aku lenyap kan."ucap wanita itu yang masih dirasuki oleh qarin Arum


"Aku rela mati untukmu,Arum. Aku sangat mencintaimu."ucap Bima dengan tersenyum, sedangkan sosok yang merasuki wanita itu tengah menyeringai lebar.


"Pak,apa yang bapak katakan."teriak Yuanika histeris,dia tidak terima saat suaminya mengatakan cinta pada wanita itu.Maksud nya adalah Arum. "Kenapa bapak mengatakan cinta kepada Arum?"tanya Yuanika


"Karena aku memang mencintai nya."ucap Bima tersenyum.Walaupun dia merasakan sakit di lehernya akibat cekikan wanita yang tengah dirasuki itu.


"Lalu,aku?"tanya Yuanika sambil menunjuk ke dirinya sendiri


"Aku tidak pernah mencintai mu,Yuanika.Yang aku cintai selama ini hanyalah Arum seorang."ucap Bima lagi


Yuanika rasanya ingin menangis dengan keras,namun rasa nya dia enggan sekali.Hati nya sangat terluka akibat perkataan suaminya.Bertahun-tahun mereka hidup bersama,ternyata hanya dia yang mencintai suaminya.Sedangkan suaminya masih mencintai orang lain,bahkan orang itu sudah mati.


Jika disuruh memilih antara minum racun atau merasakan sakit hati.Yuanika lebih memilih meminum racun,sakit nya hanya sementara dan akhirnya mati.Dan kini,dia tidak lagi muda.Dan cinta nya pun tidak bersambut, walaupun dia sudah melahirkan dua orang anak untuk Bima.


Menyedihkan! Kata itu memang cocok sekali untuknya.


Namun senyum di wajahnya pudar dan dia menyambung kembali perkataan nya."Tapi,dia malah memilih Fandi.Padahal aku juga tulus mencintai nya.Kenapa dia tidak memberikan aku kesempatan untuk bersamanya."ucap Bima dengan lantang sambil menengadahkan kepalanya ke atas memandang langit yang kelam.Bahkan,rembulan saja enggan menampakkan dirinya pada mereka.Tidak layak kah cinta nya ini? Begitulah ungkapan dalam hati Bima.


"Akkhh." Cekikan wanita itu semakin kuat dileher Arum,beberapa orang pria melepaskan tangan wanita itu.Bukan nya lepas,malah cekikan itu semakin kuat.


"Kau....pria terbodoh yang pernah aku lihat.Kau rela menunggu wanita yang tidak mencintaimu,dan memilih mengabaikan wanita yang benar-benar tulus mencintaimu."ucap wanita itu dengan lantang


Leher Bima sudah memerah akibat cekikan wanita itu dan Bima hanya menatap pasrah.Untuk apa dia hidup,jika hatinya sudah mati.Tidak ada alasan bagi dirinya untuk hidup.


"Bunuh saja aku,aku sudah bosan hidup."ucap Bima dengan keras


Semua orang terkejut mendengar perkataan Bima.Bagaimana bisa pria itu memasrahkan hidupnya semudah itu,hanya karena berputus asa.Padahal,orang yang sudah mati saja ingin hidup kembali.

__ADS_1


"Bapak,apa yang bapak katakan. Apakah bapak tidak menyayangi kami semua."ucap Farisham lirih sambil memeluk ibunya dengan erat


"Iya pak Bima, istighfar. Sesungguhnya Kehidupan dan kematian itu hanya Allah yang menentukan."ucap ustadz Mirza


"Untuk apa aku hidup,bahkan separuh hidup ku telah dibawa pergi oleh wanita yang sangat ku cintai."ucap Bima yang sudah berputus asa


"Lepaskan paman Bima."ucap Argana dengan lantang


Wanita yang masih dirasuki itu menoleh dan menatap Argana dengan tajam."Tidak. Sampai kapan pun,aku tidak akan melepaskan pria ini. Aku akan membunuhnya,lalu aku akan membunuh para pria didesa ini.Karena mereka telah menyebabkan kematian ku hihihihihih hikshikshiks......"ucap nya dengan lantang dan menatap semua warga desa beringin dengan melotot.Sontak saja semua warga takut.Menurut mereka,setan lebih mengerikan daripada manusia.


"Tinggalkan tubuh wanita yang kau rasuki itu dan segera pergi dari sini.Dendam ini tidak ada urusannya dengan mu."ucap Argana tanpa rasa takut sedikitpun


"Tidaaaakk....aku tidak akan pergi,aku akan membalaskan dendam Arum.Aku adalah jin yang mengikuti nya semasa hidupnya,dan aku mengetahui penderitaan nya.Hanya aku yang tahu."bentak wanita itu dengan keras dan melepaskan tangan nya dari leher Bima.Kemudian dia maju satu langkah dari Bima dan menatap tajam Argana.


Argana menunjuk wanita itu. " Penderitaan manusia tidak ada hubungannya dengan bangsa kalian.Dan dzat yang maha mengetahui hanya Allah SWT. Kau,jangan melanggar batasan mu."ucap Argana


"Dasar anak durhaka. Ibumu meninggal karena perbuatan mereka, seharusnya sebagai seorang anak.Kau harus membalaskan dendam kedua orang tua mu."bentak Wanita itu dengan suara melengking


"Ibuku telah lama meninggal dan telah tenang berada disisi Allah.Berhentilah menyerupai Almarhumah ibuku."ucap Argana dengan lembut namun terdengar tegas


Sosok itu marah pada Argana dan ingin menyerang Argana.Dengan cepat seorang pria tua berdiri disamping Argana.Pria itu adalah ustadz Saman dan beliau langsung mengucap doa.


A'udzubillahiminassyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Wakul robbi a'uudzubika min hamazaatisy-syayaathiin wa a'udzubika robbi ayyahdhuruun.


"Aaaarhhhhh hentiiikaaann."teriak wanita itu


Wanita yang sedang dirasuki itu menggeram dan akhirnya pingsan.


Warga lega sosok jin itu keluar dari tubuh wanita itu.Namun, kelegaan itu hanya sementara.Karena mereka mendengar cekikikan dari atas pohon yang sangat dekat dengan Bima.


"Hihihihihih....."


"HAH."


Semua warga kembali dibuat terkejut oleh sosok kuntilanak diatas pohon itu. Kuntilanak Arum,mereka tidak salah dalam mengenali nya.Karena sosok itu lah yang melenyapkan keluarga mereka.


"Tidak semudah itu kalian bisa menyakiti aku,karena aku bukan lah Seperti kalian bangsa manusia yang bisa terluka."ucap kuntilanak itu dengan sombongnya


"Jangan sombong,kau!"bentak seorang warga yang terlihat geram pada Kuntilanak Arum


"Hei kau,diam."ucap Kuntilanak membentak pria itu.Lalu dia menatap Bima dengan seringainya yang menyeramkan.Sontak saja pria itu melangkah mundur.


Kuntilanak itu turun ke bawah dan menatap Bima.Lalu dia menyentuh wajah Bima dengan jemari tangannya yang penuh dengan kuku berwarna hitam.Gerakan tangannya itu membuat semua orang yang melihat bergidik ngeri.


Sosok kuntilanak itu kembali menatap warga yang terlihat takut menatapnya.Semua orang mundur beberapa langkah,sedangkan kuntilanak itu terus mengeluarkan seringai lebarnya.


Kemudian dia menghentakkan kakinya ke tanah. Tiba-tiba saja tanah itu berlubang besar.Warga terperangah melihat kejadian itu.

__ADS_1


Untuk apa lobang yang besar itu? Ucap mereka dalam hati


Kuntilanak itu menatap mereka lagi,seolah mengetahui perkataan warga.Dia berkata. "Kalian pasti bertanya-tanya untuk apa lubang besar ini kan? Kira-kira,apakah lubang ini cukup untuk mengubur kalian hidup-hidup?"tanyanya sambil terkikik


Melihat ekspresi ketakutan dari warga,membuat kuntilanak itu tertawa keras.


"Kau jangan macam-macam,mereka tidak bersalah."ucap ustadz Saman pada kuntilanak itu


"Diam kau,pak tua."bentak Kuntilanak itu marah. "Sudah cukup kalian mencampuri urusan ku. Diam dan lihat bagaimana aku membalaskan rasa sakit hati dari manusia yang diperlakukan tidak adil ini."ucap nya dengan lantang


"Kau tidak berhak menghukum mereka,hanya Allah yang berhak membalas perbuatan merrka.Jadi,berhentilah membuat ulah."ucap ustadz Saman


Namun,mana peduli kuntilanak itu pada perkataan Ustadz Saman.Lalu dia menggerakkan tangannya dan melempar tubuh Bima ke dalam lubang itu.


"AKH."


"HAH.". Semua orang terperangah dengan perbuatan kuntilanak itu


"BAPAKK."teriak Yasmin yang baru datang. Dengan cepat dia ingin menghampiri ayahnya,namun langkah nya seperti tertahan.


Kenapa begitu sulit kaki ku digerakkan. Ucap nya dalam hati


Ibunya Bima melihat anak nya berada dalam lubang itu dalam kondisi menyedihkan.Dia marah pada mereka semua,dan kini dia sangat marah pada kuntilanak itu.


"Makhluk jahanam,ku habisi kau."bentak ibunya Bima pada Kuntilanak Arum


Kuntilanak itu menatap sinis ibunya Bima. "Hei wanita tua,daripada banyak bicara.Lebih baik kau pulang dan beristirahat.Kasian tubuh tua mu itu jika mengurusi hal seperti ini. Hihihihihih......." ledek kuntilanak Arum


"KURANG AJAR."bentak ibunya Bima, mulutnya terlihat komat-kamit seperti membaca mantra.


"Membaca mantra,aku tidak takut."ucap kuntilanak itu tanpa takut sedikitpun


Benar yang dikatakan kuntilanak itu,tidak terjadi apa-apa.


"Bagaimana mungkin."gumam Ibunya Bima merasa kesal,karena ilmu nya tidak mampu menyerang kuntilanak itu.Sepertinya,dia harus mengeluarkan ilmu-ilmu nya yang lain.Belum sempat dia mengeluarkan ilmunya,tangan kuntilanak itu sudah bergerak ke leher ibunya Bima.


"Kau,kau yang menyebabkan anak pria itu mati kan?"tanya kuntilanak sambil menunjuk ke arah Badar.Badar sendiri terkejut mendengar perkataan kuntilanak itu.Benarkah anak nya mati karena perbuatan ibunya Bima? Jika benar,maka ibu dan anak itu benar-benar jahat.


"A-apa ma...mak-sud mu?"ucap Ibunya Bima terbata-bata karena cekikan kuntilanak itu,bahkan kuku nya terasa menekan dileher.Sehingga darah mulai keluar dari leher ibu nya Bima.


"KATAKAN YANG SEBENARNYA,ATAU KAU AKAN MATI."bentak kuntilanak itu


"Aku ti-dak me-lakukan itu se-mua."ucap ibunya Bima berkilah


"Masih tidak mau mengakui rupanya.Jangan salah kan aku,jika kau akan menyesali perbuatan mu hingga ke mati.Dan jangan kau kira,aku tidak mengetahui kelemahan mu.Kelemahan mu adalah kau tidak bisa tersentuh api ahahaha."ucap kuntilanak itu geram dan melempar ibunya Bima ke lubang bersama Bima.Lalu dia menggerakkan tangan nya ke arah minyak dan melempar nya ke dalam lubang.Kemudian dengan cepat tangan nya menggerakkan obor yang telah disediakan pada Bima dan ibunya yang berada dalam lubang.Semua orang tidak sempat menghentikan,dan Bima bersama ibunya terbakar.


"Hhaahhaahha." Kuntilanak itu tertawa puas melihat Bima dan ibunya Bima kesakitan karena panas nya api.

__ADS_1


*********


BERSAMBUNG


__ADS_2