DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
CHAPTER 54


__ADS_3

...****...


Masih banyak harus dilakukan oleh Hase Sensei, karena ini adalah hal yang sangat penting yang ia lakukan sebagai seorang guru. Sebagai seorang wali kelas?. Ia harus melakukan yang terbaik. Namun di sisi lain, hatinya sangat sedih dengan apa yang telah terjadi pada Hasegawa Yuuto. "Kenapa pembully-an disekdah bisa separah ini?. Apakah pikiran mereka telah gila?. Aku rasa itu bukanlah pikiran seorang pelajar." Hatinya semakin sedih mengingat apa yang telah terjadi. "Baik itu yuuto, ataupun dengan yang lainnya?. Kenapa yuuto malah memilih membuat kontrak dengan orang yang telah tiada?." Pikirannya Saat itu benar-benar sangat kusut. "Bahkan orang dewasa pun tidak ada yang bertindak untuk menghentikan mereka?. Sehingga hase adikku?. Bahkan yuuto menjadi korban?." Suasana hatinya hatinya saat itu sangat kacau. "Aku harus mencaritahu apa yang terjadi sebenarnya?. Di mana letak kesalahan ini?. Siapa yang harus bertanggung jawab dalam masalah ini?." Suasana hatinya sangat tidak nyaman dengan apa yang ia rasakan. "Yuuto, hase. Aku mohon bersabarlah. Jangan sampai kalian melagalami hal yang buruk lagi." Dalam hatinya merasakan kesedihan yang Sangat luar biasa. "Kenapa kalian tidak ingin berbagi kesedihan denganku?." Hatinya sangat sakit menerima penolakan itu dari almarhum adiknya yang telah berubah menjadi roh gentayangan?. Apa yang akan ta lakukan setelah ini?. Simak terus ceritanya.


...***...


Umihara baru saja sampai di kelasnya. Namun saat itu ia melihat keadaan teman-temannya yang tak kalah kacau dengan kondisinya saat itu. Apa yang terjadi pada kalian?. Ia bingung dengan kondisi mereka.


"Malam tadi aku tidak bisa tidur. Aku di datangi anak haram itu. Kurang ajar sekali dia itu." Yousuke terlihat sangat kesal.


"Kalau aku ditemani anak haram itu sampai pagi." Matsumoto paling pucat diantara mereka.


"Menemanimu sampai pagi ?!." Mereka tidak percaya dengan apa yang dikatakan Matsumoto.


"Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?."


"Apakah dia melakukan sesuatu padamu?."


"Coba ceritakan pada kami!."


Mereka semua terlihat sangat panik?. Ditemani orang yang tidak bergerak sama sekali?. "Saat itu aku hendak tidur." Matsumoto terlihat gemetar ketakutan sambil membayangkan apa yang ia alami.


Kembali ke masa itu.


Matsumoto baru saja luar setelah jalan-jalan bersama teman-temannya. "Enak ya?. Setelah keluar dari luar." Ucapnya dengan suasana hati yang nyaman. Matsumoto langsung rebahan cantik setelah mematikan lampu kamarnya. "Ternyata anak harum itu-."


"Ada apa denganku?."

__ADS_1


Deg!.


Matsumoto sangat terkejut saat melihat Hasegawa Yuuto yang terlihat sangat pucat?. Ditambah senyumannya yang menyeramkan itu?.


"Kau tidak usah setakut itu matsu-kun." Dengan Senyuman yang sangat ramah ia berkata seperti itu. Tapi tidak dengan jantung Matsumoto yang saat itu berpacu dengan sangat tidak ramah. "Bukankah kau selalu menatap aku dengan tatapan menghina?. Tapi kenapa hari ini kau terlihat sangat takut? Aku tidak membunuhmu, loh?. Hanya menyapa saja loh?." Senyuman itu terlihat sangat menusuk.


"Kenapa kau malah mendatangi aku hasegawa?." Dengan suara yang hampir tidak terdengar itu?. Ia mencoba memberanikan diri untuk bertanya.


"Aku hanya ingin menyapa saja. Sudah berapa kali aku katakan?." Balasnya.


"Aku tidak mengundangmu datang ke rumahku!. Sebaiknya kau pergi saja!." Matsumoto benar-benar sangat takut."Tubuhku tidak bisa bergerak sama sekali." Dalam hatinya mengutuk itu.


"Ahaha!. Itu namanya tidak adil." Yuubo malah tertawa seram. "Kau datang padaku dengan cara yang tidak baik." Balasnya. "Sedangkan aku?." Pelahan-lahan raut wajah Yuuto berubah seram, "Aku datang ke sini dengan tujuan baik. Aku datang untuk menemanimu tidur. Harusnya kau berterima kasih padaku. Karena aku tidak, membalas atas perbuatan jahatmu itu padaku." Yuuto terlihat sangat sedih. Hatinga sangat iba dengan apa yang telah menimpa dirinya.


"A-aku tidak perlu kau temani!." Matsumoto tidak dapat menyembunyikan rasa takutnya. Apalagi ketika tunto ikutan rebahan di sampingnya.


"Pergi!. Pergi!. Aku tidak butuh teman seperti kau!." Matsumoto tidak mau menerima kebaikan Yuuto.


"Aku akan pergi setelah memastikan kau baik-baik saja." Yuuto mencengkram pundak Matsumoto.


"Pergi Kau dari sini. Ahu tidak butuh kawan seperti kau!." Bentaknya dengan suara yang agak parau.


"Jangan, seperti itu. Aku ini baik, loh?. Kau saja yang jahat padaku selama ini." Ada perasaan sedih yang ia rasakan. "Apakah kalian tidak merasakan perasaan bersalah?. Setelah apa yang kalian lakukan padaku?." Itulah pertanyaan yang muncul di kepalanya. Tidak ada tanggapan dari Matsumoto, lidahnya terlalu kaku untuk berbicara. "Kenapa kau hanya diam saja?. Apakah kau bosan?. Hanya karena aku bukan temanmu?." Yuuto kembali memberikan pertanyaan itu.


"Diam kau anak haram sialan!. Sebaiknya kau pergi dari sini!. Itu lebih baik!." Dalam hati Matsumoto dipenuhi dengan rasa takut yang sangat mengerikan. "Jika saja aku bisa menggerakkan tubuhku. Aku pasti bisa menghajarnya." Perasaan benci begitu kuat di dalam hatinya.


"Karena kau tidak mau berbicara denganku. Maka aku akan terus bersama denganmu." Yuuto terlihat semakin menyeramkan.

__ADS_1


"Sial!. Apakah ini hanya perasaanku saja?!." Dalam hati Matsumoto Sangat berharap Jika itu hanya mimpi buruk saja. Nafasnya terasa sangat Sesak, ketika Yuuto semakin menempel padanya.


Kembali ke masa ini.


Mereka mendengarkan itu dengan suasana hati tegang. Mereka tidak menduga jika Matsumoto akan mengalami nasib buruk seperti itu.


"Lalu bagaimana dengan kalian?." Matsuma ingin mengetahui nasib teman-temannya.


"Kalau aku. Aku bermimpi jalan-jalan dengannya." Yousuke semakin ketakutan mereka malah berteriak histeris.


Sungguh, mereka semua sangat terkejut dengan pengalaman menyeramkan Yousuke?. Mereka tidak bisa membayangkan bagaimana jalan-jalan dengan roh gentayangan?. Pasti itu sangat mengerikan dari apa yang mereka bayangkan.


"Aku rasa dia sedang menghantui kita semua." Izaki semakin ketakutan membayangkan yang mereka rasakan saat itu.


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?. Aku?. tidak ingin mati muda, hanya karena yuuto dendam pada kita semua." Yousuke menangis merengek.


"Apakah menurut kalian?, kita minta maaf saja?." Umihara menyarankan seperti itu?.


"Minta maaf?."


Izaki. Matsumoto, dan Yousuke terkejut.


"Tidak pernah aku berpikir untuk minta maaf." Izaki memang talat. minta maaf?. Rasanya itu sangat memalukan sekali." Lanjutnya.


"Apakah kalian ingin bernasib sama dengan teman-teman kita yang lainnya?. Aku masih ingin menikmati hidup. Jadi kita minta maaf saja." Ucap Umihara dengan perasaan takut luar biasa. Saat itu mereka belum memberikan tanggapan apapun. Mereka sedang memikirkan apa yang dikatakan Umihara.


Next.

__ADS_1


...***...


__ADS_2