DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
84.


__ADS_3

Pagi hari nya,Fandi dan Faisal sudah bersiap untuk berangkat ke kota.Kedua orang tua Faisal sebenarnya tidak menyetujui anak nya untuk pergi,namun Faisal bersikeras berkata.Jika dia ingin mencari pengalaman.Dan dengan terpaksa,akhirnya kedua orang tua Faisal mengijinkan anak mereka pergi.


"Kalian hati-hati yaa disana,ibu akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian.Nak Fandi,jika Faisal buat masalah disana.Kau tegur saja dia,jika dia berulah!"ucap Ibunya Faisal


"Emang nya aku ini nakal Bu? Aku bukan anak kecil lagi."ucap Faisal sedikit kesal


"Tapi tetap saja kau itu anak kecil bagi ibu."omel ibunya Faisal sedikit cemberut dengan perkataan anaknya


"Ahh ibu,jangan berkata seperti itu dong.Aku jadi berat meninggalkan ibu."ucap Faisal langsung memeluk ibunya dengan erat


"Sudah-sudah! Cepat lah kalian berangkat,nanti semakin siang."ucap ayahnya Faisal,Faisal pun segera melepas pelukannya


Fandi mendekati kedua orang tua Faisal,dan berkata."Paman, Bibi. Kami izin pergi ke kota dulu yaa,kami akan menjaga diri kami baik-baik.Jika kami tidak kunjung juga mendapat kan pekerjaan disana,maka kami akan pulang kembali ke desa ini."ucap Fandi sambil menyalami tangan Orang tua sahabatnya


"Iya nak,paman dan bibi akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian.Jika kalian lelah dan ingin pulang,kami akan menunggu kedatangan kalian."ucap ayahnya Faisal dan dibalas anggukan ibunya


Setelah berpamitan,mereka berdua berangkat bersama Uwak Sulaiman.Dengan menaiki truk sayur nya yang sedang kosong.


___


Perjalanan yang mereka tempuh selama hampir tiga jam.Setelah sampai ke kota,mereka langsung menuju ke rumah paman nya Faisal.Kebetulan sekali adik satu-satunya ibu Faisal berasa disana.Mereka pun sampai kerumah adik ibunya Faisal.


"Assalamualaikum."ucap Faisal bersama Fandi


"Waalaikumsalam."ucap seseorang dari dalam,lalu pintu rumah dibuka oleh seorang pria.Dia adalah paman Faisal yang bernama Hussein.Dia merupakan seorang guru di pondok pesantren."Faisal, silahkan masuk.Ajak teman mu juga."ucap paman nya


"Baik Paman."sahut Faisal


Lalu mereka berdua masuk kedalam rumah pamannya Faisal.Mereka berdua duduk di lantai yang sudah dialasi tikar.Mereka berdua juga di hidangkan minuman dan makanan.Ada ikan yang di sambal goreng,tumis kangkung dengan petai,dan macam lauk lainnya.Nasi putih nya pun terlihat masih panas dengan asap yang mengepul.Teh es pun sudah mereka sediakan dalam satu teko besar.


"Silahkan di makan , cuma seadanya."ucap istri paman nya Faisal


"Terimakasih banyak paman bibi. Ini juga sudah terlalu mewah menurut Faisal,iyakan Fan?"ucap Faisal


"Iya Fai."sahut Fandi


Lalu mereka mulai menyantap hidangan bersama.Kemudian pamannya Faisal yang dikenal dengan nama panggilan Ustadz Hussein itu berbicara."Ini teman mu yang dimaksud ibumu,Faisal?"tanya ustadz Hussein


"Iya paman! Fan,ngomong dong.Jangan malu begitu."ucap Faisal sedikit menggoda Fandi yang sedari tadi hanya diam saja.


"Perkenalkan,namaku Fandi Ibrahim.Panggil saja Fandi, salam kenal,paman , Bibi."ucap Fandi


"Salam kenal juga yaa nak."sahut ustadz Hussein bersama istrinya


Lalu mereka kembali melanjutkan makan serta mengobrol.


*********


Johan selalu menyibukkan dirinya untuk berkerja terus menerus.Hubungan dirinya dengan putrinya masih sama saja.Setiap sarapan pagi,dirinya harus sarapan seorang diri.Arum akan keluar dari kamarnya setelah dia pergi,dan itu berlanjut hingga saat sini.

__ADS_1


Johan menghentikan kegiatannya dan bersandar serta membuka kacamata nya.Kepala nya terasa pusing, pikirnya seakan terbagi menjadi dua.Pertama dia memikirkan Arum,kedua dia memikirkan pekerjaan nya ini.


TOK....TOK....


"Masuk."ucap Johan


Terlihat Bastian yang mengetuk pintu itu dan dia langsung masuk kedalam.


"Ada apa."ucap Johan langsung


"Hari ini ada pertemuan dengan tuan Edrick Pukul 13.30 sore,dan seorang sudah pukul dua belas tuan."ucap Bastian


"Benarkah? Ck....aku melupakan nya."gumam Johan


"Tuan,Ini sudah saat nya makan siang."ucap Bastian mengingat kan


"Baiklah. Baiklah, terimakasih sudah mengingatkan."ucap Johan


Johan akan bicara banyak kepada orang terdekatnya.Sangat berbeda sekali saat dia berada dihadapan orang lain,dia akan menjadi pribadi dingin.


"Iya tuan."


Lalu Johan menyuruh Bastian membeli makanan dan minuman.Sebenarnya,Johan ingin sekali makan di kantin.Namun dia tidak begitu menyukai keramaian.Tidak lama kemudian,Bastian datang membawa pesanan Johan.


Lalu Johan menyuruh Bastian meletakkan pesanannya ke atas meja yang dekat dengan sofa.Johan pun langsung duduk ke soda,dia pun menyuruh Bastian ikut makan bersama nya.Dengan sopan Bastian menolak,jika dirinya sudah kenyang.


"Jangan menolak,Bas. Aku tahu jika kau belum makan,cepat temani aku. Ini adalah perintah!"ucap Johan


Waktu sudah menunjukkan pukul 12.45,sebentar lagi mereka akan berangkat ke sebuah restoran.Masih ada waktu untuk beristirahat,dan Johan segera menyandarkan tubuhnya.Hari ini terasa begitu melelahkan baginya.


Setelah cukup beristirahat,dia melirik ke arah jam tangan nya.Sudah pukul 13.00,dia pun segera bersiap menuju ke tempat pertemuan mereka.Johan berangkat bersama Bastian,dan mereka tiba disana.


Walaupun belum tepat waktu yang ditentukan,tapi Edrick sudah datang terlebih dahulu.Dia langsung bangkit dari kursi nya saat melihat Johan bersama Bastian melangkah ke arah nya.


"Selamat sore Johan."


"Selamat sore juga Edrick."


Mereka berjabat tangan,mereka sudah terbiasa bertemu dan menyebut nama satu sama lain.Karena mereka sudah lama berbisnis bersama dan juga berteman.Lalu mereka membahas tentang bisnis mereka berdua.Pembicaraan mereka terus berlanjut,hingga akhirnya.Lebih tepat nya pukul tiga sore, perjumpaan mereka berakhir dan mereka berpisah.


*********


Keesokan paginya,Fandi dan Faisal bersiap-siap untuk melamar pekerjaan bersama.


"Semoga kalian segera mendapatkan pekerjaan."ucap ustadz Hussein


"Amiinnn."ucap Fandi dan Faisal bersamaan


Setelah itu,mereka pamit kepada ustadz Hussein.Mereka berjalan kaki dan melamar pekerjaan kesana kemari.Namun,hingga pukul dua belas siang.Tidak ada yang menerima mereka.Mereka berdua pun menghentikan langkah sejenak dengan singgah ke sebuah warung.Dan makan disana.

__ADS_1


Saat nasi mereka sudah habis setengah, tiba-tiba seorang wanita muda menghampiri mereka.Faisal yang lebih dahulu melihat wanita itu,mengkode Fandi.


"Shutt....Fan..Tu cewek siapa? Cewek lu ?"tanya Faisal yang kepo


Fandi melirik ,"Bukan."ucap Fandi acuh tak acuh dan kembali melanjutkan makan nya.


Wanita itu tiba di samping mereka."Kau yang bernama Fandi."tanya wanita itu sambil menatap ke arah Fandi


"Kenalin,aku Faisal."ucap Faisal menyodorkan tangan kanannya yang sudah dia cuci.Namun wanita itu mengacuhkan nya,Faisal pun menarik kembali tangannya.


'Sombong banget ni cewek,untung cantik."ucap batin Faisal


Fandi tidak mengenal wanita ini,namun dia dengan sopan menjawab."Iya."


"Bagus lah,berarti kau pacar nya Arum."ucap wanita itu lagi


Alis Fandi menukik ke bawah."Kok tahu jika pacar ku Arum."ucap Fandi bertanya


"Tentu saja aku tahu,dia adalah teman ku.Kenalin nama ku Sofia."ucap wanita itu mengulurkan tangannya kepada Fandi,namun Fandi segera menyatukan dua telapak tangannya.Sehingga wanita itu kembali menarik tangan nya dan menahan malu.Sedangkan Faisal ingin tertawa,tadi dia yang di perlakukan seperti itu oleh wanita yang bernama Sofia.


"Ada apa?"tanya Fandi langsung


"Begini,aku ingin berbicara dengan mu. Apakah kau ada waktu?"ucap Sofia


"Maaf,aku tidak ada waktu.Setelah makan,kami akan mencari pekerjaan."ucap Fandi yang telah menyelesaikan makanannya,begitu pun dengan Faisal.


"Jika kau mau berbicara dengan ku,aku akan memasukkan kau ke perusahaan ku.Bagaimana?"tawar wanita itu


Fandi berpikir,untuk apa dia diterima.Jika teman nya tidak,lebih baik dia menolak saja."Maafkan aku,aku tidak bisa.Aku akan mencari pekerjaan bersama teman ku."


"Aku juga akan menerima dia untuk bekerja di perusahaan ku. Mau kan ?"tanya Sofia lagi


"Terima aja,Fan. Kesempatan bagus ini."bisik Faisal


Setelah berpikir,akhirnya Fandi menyetujui nya.Setelah selesai makan,mereka pun berbicara mengenai Arum.Sofia menceritakan kepada Fandi,jika akan membantu mereka bersatu dan pasti akan direstui Johan.Jika Fandi dan Arum melakukan rencana yang Sofia Katakan kepada Arum.


Awal nya Fandi menolak,karena rencana ini terlalu beresiko.Namun,Sofia mengatakan itu jika Fandi mau.Jika tidak,mungkin saja akan sulit bagi Fandi mendekati Arum lagi.Apalagi Arum merupakan anak orang kaya,bisa saja ayah nya akan menjodohkan Arum dengan anak rekan bisnisnya.Dan Fandi makin kesulitan untuk mendapatkan Arum lagi.Setelah itu,Fandi mengatakan kepada Sofia.Jika dia akan memikirkannya dahulu.


Sofia pun memberi waktu bagi Fandi untuk memikirkan itu semua.Dan kemudian dia meminta nomor telepon Fandi,Fandi pun menyerahkan nya kepada Sofia.Setelah kepergian Sofia,Fandi dan Faisal pun segera keluar dari warung setelah membayar makanan dan minuman mereka.Setelah itu mereka mereka pulang ke rumah.Karena mereka sudah mendapatkan pekerjaan dari Sofia.


"Alhamdulillah,akhirnya mendapatkan pekerjaan."ucap Fandi


"Ini semua berkat kau,Fan."ucap Faisal


"Ahh enggak,Fai. Ini suatu kebetulan saja."ucap Fandi


Lalu mereka pulang dengan berjalan kaki.Setelah tiba dirumah,mereka bergantian mandi.


*********

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2