
Waktu berlalu begitu cepat,malam ini dirumah Fandi sedang mengadakan acara nujuh bulan ( tujuh bulan ) atas kehamilan Arum.Warga yang dekat dengan keluarga Fandi begitu antusias mendatangi rumah mereka.Mereka hadir dengan senyum sumringah.
Setelah mandi dengan air yang sudah dibacakan Yasin,kemudian seorang ustadz yang diundang bertausiah dan setelah selesai dia membaca doa selamat.
Kemudian para pemuda disana membantu mengangkat hidangan untuk dimakan oleh para warga.Setelah selesai makan bersama,para warga menyalami pasangan suami itu dan mendoakan yang terbaik untuk mereka.
Warga yang pulang pun merasa senang,karena perut kenyang.Sungguh konyol sekali.
Bima juga hadir disana,dan dia pulang paling urutan terakhir.Kemudian dia menyalami tangan Fandi dan Arum."Terimakasih."ucap Fandi dan Arum, setelah itu Bima keluar dari rumah mereka dengan cepat.
"Ehh,,,itu tadi bukan nya Bima yaa mas?"tanya Arum
"Bima? Ohh iya yaa. Kok mas bisa lupa. Tapi kok wajah nya datar-datar aja yaa."
"Mungkin dia masih tidak terima aku tolak perasaan nya dulu."
"Mungkin saja. Yasudah,kalau begitu kau istirahat saja sayang.Semua ini biar mas yang bereskan."
"Baik mas."
Pulang dari rumah Fandi dan Arum tadi,Bima masih merasakan cemburu melihat kemesraan mereka.Dia tidak habis pikir,kenapa dia bisa sejatuh cinta ini kepada Arum.Apalagi Arum sekarang sudah memiliki suami dan dia juga sudah mengandung.Terbersit niat Bima untuk membunuh Arum,tapi tidak sekarang.Dia ingin,jika Fandi tidak bisa memiliki Arum lagi jika Arum mati.Bukan kah itu hal yang bagus.
Dia pun memasuki rumahnya yang berada jauh dari desa.Dia memang tidak tinggal didesa beringin,suatu saat nanti dia akan tinggal didesa beringin.Agar dia bisa leluasa melihat dan mengetahui apa kegiatan Fandi dan Arum,agar dia bisa mencelakakan nya.
*********
Keesokan harinya,pintu rumah Bima diketuk.Dengan cepat ibunya Bima membukakan pintu nya.Dia bingung melihat gadis bermata sipit yang berada didepannya itu.Melihat kebingungan ibu nya Bima,gadis itu dengan cepat berkata."Maaf,apakah benar ini rumah mas Bima?"tanya gadis itu
"Benar,aku ibunya.Kau siapa dan ada keperluan apa?"ucap Ibunya Bima dan bertanya balik
Dengan senyum sumringah,gadis itu berkata."Kenalin aku Liu Yuanika,anak dari pemilik kebun kelapa didesa ini.Aku hanya ingin bertamu saja,bi. Apakah boleh?"tanya Gadis itu yang ternyata bernama Liu Yuanika,gadis yang tempo hari tidak sengaja bertabrakan dengan Bima.
"Tentu saja boleh, silahkan masuk."ucap ibunya Bima senang,karena ada gadis kaya yang bertamu ke rumahnya.Seperti nya gadis ini menyukai putra nya,pikir ibunya Bima
Setelah duduk di lantai yang dilapisi tikar,Yuanika memandang sekeliling rumah pria yang disukainya.
Tidak lama kemudian,ibunya Bima datang membawa air putih dan sedikit gorengan yang dia buat."Maaf, seadanya nak Yuanika."ucap Ibunya Bima
"Tidak masalah bi, lagian aku kesini cuma bertamu."
Saat mereka asik bicara,Bima keluar dari kamarnya.Dia baru saja bangun tidur dan Yuanika melihatnya.Bagi Yuanika,Bima yang bangun tidur saja terlihat tampan.Bagaimana bisa ada manusia setampan ini.pikirnya
Bima yang masih mengantuk terkejut melihat ibunya yang sedang duduk bersama Yuanika."Kau."ucap Bima
"Hai,kita ketemu lagi."sapa Yuanika
"Ngapain kau ada disini?"tanya Bima
"Bima,kenapa berkata seperti itu kepada nak Yuanika,tidak berkata seperti itu."tegur ibunya pada Bima
Bima hanya memutar malas bola matanya,lalu dia meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
"Maafkan sikap Bima yaa nak Yuanika."ucap ibunya Bima
Yuanika hanya menggelengkan kepalanya dengan cepat."Jangan minta maaf,bibi tidak salah.Aku juga tidak ambil hati dengan sikap mas Bima."
"Kau baik sekali nak,kau cocok sekali jika menjadi menantuku."
Mendengar perkataan ibunya Bima,hati Yuanika terasa berbunga-bunga.Dia sangat tersanjung dan dia juga mengaminkan perkataan ibunya Bima dalam hati.
Yuanika melirik jam tangannya,kemudian dia berkata kepada wanita dihadapannya."Bi, Yuanika pamit pulang dulu yaa.Takut nya nanti dicariin ayah dan ibu, maklum lah anak gadis hehehe."
"Kau pulang dengan siapa?"tanya ibunya Bima
"Sendiri."
"Kalau begitu tunggu sebentar."
Lalu ibunya Bima beranjak dari tempatnya menuju ke dapur.Sedangkan Yuanika hanya menatap bingung dengan kepergian wanita itu.
Bima yang selesai makan memandang ibunya yang berjalan ke arahnya.
"Sudah selesai makan kan?"tanya wanita itu pada putranya dan dibalas anggukan
"Kalau begitu,antar Yuanika ke rumahnya."
"Untuk apa bu."ucap Bima dengan nada malas,lagi pula dia tidak menyukai gadis itu.
"Kau ini,cepat lah turuti perintah ku.Gadis itu gadis baik-baik dan anak orang terpandang,kau harus mendekati nya dan jadikan dia sebagai menantu ibu. KAU PAHAM?"ucap ibunya Bima
"Tapi,Bu......!!!"
"Baiklah."
Bima pun dengan malas mengganti pakaian nya dan mengantarkan Yuanika.
*********
Sejak Fandi berangkat kerja ke kebun,Arum terus menerus memandangi foto dirinya bersama sang ayah.Tidak terasa,air matanya pun mengalir dengan tiba-tiba.Hati nya terasa sakit saat ayah nya memandang nya dengan tatapan kecewa.Dia sadar dia salah,karena kesalahannya hubungan nya dengan ayah nya menjadi renggang.
Dia mendapat kabar dari bibi,jika ayah nya terlalu sibuk dengan pekerjaan.Bahkan,didalam rumah pun ayah nya hanya menghabiskan waktu diruang kerja.Mengetahui sikap ayah nya seperti itu,rasa bersalah Arum kepada sang ayah semakin besar.
Bibi juga mengatakan,jika ingin tidur ayah nya akan masuk ke dalam kamarnya.
Mungkin kah ayah nya menyesal telah menyuruh Arum pergi? Begitu lah pemikiran Arum saat ini,dia pun membelai lembut perutnya yang sudah besar.Dua bulan lagi dia akan melahirkan dan dia akan memberi tahu ayah nya.Akan tetapi,mau kah ayah nya menerima kehadiran anak nya? Dan apakah ayah nya akan memaafkan kesalahannya jika dia datang kesana?
Begitu banyak pertanyaan dalam benak Arum.
Arum mengusap air mata nya dan melirik ke jam dinding.
Pukul 10.00 WIB
Karena asyik melamun,dia melupakan tugasnya sebagai istri.Arum pun melangkahkan kakinya menuju ke dapur dan dia pun duduk di atas tikar.Dia teringat pesan tetangganya,jika wanita yang sedang hamil tidak boleh duduk di atas lantai yang tidak beralaskan tikar.
__ADS_1
Karena penasaran,maka Arum bertanya pada tetangganya itu."Kenapa tidak boleh bibi?"
"Bibi sulit menjelaskan,inti nya PAMALI."ucap tetangganya itu
Beberapa setelah berkata seperti itu, tetangganya itu pindah ke kota.Tetangga nya itu adalah orang tua Faisal.Di kota Faisal bekerja di kantor Sofia dan dia naik jabatan sebagai manager.Itu sebabnya Faisal menyuruh orang tua nya pindah ke kota.Orang tua Faisal pun menuruti keinginan putra nya.
Sejak kepindahan orang tua Faisal,Arum tidak mempunya teman curhat lagi.Ingin mengobrol dengan warga pun,rumah mereka agak jauh.Karena rumah warga didesa ini agak berjarak.
Arum mencuci beras dan memasak nya.Kemudian Arum memotong sayur kacang panjang dengan cabe rawit yang diiris kecil.Kemudian dia mengupas bawang merah dan putih,lalu menumisnya ke dalam minyak yang sudah dipanaskan.Setelah bawang nya mulai masak,dia memasukkan kacang panjang nya dengan terus mengaduk hingga sayurnya sedikit layu.Kemudian dia memasukkan air,garam besar secukupnya,lalu Ajinomoto sedikit.Setelah itu dia menutup wajan itu,dan menunggu sayurnya matang.
Untuk lauk siang ini,lauk lagi tadi masih ada.Malam tadi Fandi pergi memancing ke sungai dan dia mendapatkan udang besar serta ikan.Lumayan lah untuk lauk makan, kebetulan sekali Arum menyukai ikan dan udang nya.Kedua nya di goreng, rasanya sangat enak sekali.Apalagi makan nya pakai sambal,rasa nya nikmat sekali.
"Assalamualaikum."ucap seseorang diluar rumah,Arum mengenali suara itu.Siapa lagi kalau bukan suaminya.
"Waalaikumsalam."sahut Arum dan menyalami tangan suaminya
"Lagi apa sayang."tanya Fandi
"Masak mas,ohh yaa ampun pasti sayur ku sudah matang."ucap nya lalu ingin berlari menuju ke dapur,namun Fandi segera menangkap tangannya."Jangan berlari,kau sedang hamil sayang."
"Ohh iya,lupa hehe."
"Biar mas saja."
Lalu Fandi berjalan cepat ke dapur dan mematikan kompor gas.Istrinya berjalan menyusul ke dapur dan mendekati suaminya.
"Mas Fandi,mandi saja dulu.Biar aku siapkan makan siang nya."
"Kalau berat jangan dipaksakan untuk mengangkat nya yaa."
"Iya mas."
Lima belas menit kemudian....
Fandi selesai mandi dan berganti pakaian,dan Arum pun sudah menghidangkan makanan di dalam nampan besar.Setelah itu,mereka duduk berhadapan.Fandi menuangkan air yang ada di teko ke dalam gelas yang tersedia,sedangkan istrinya mengambilkan nasi ke dalam piring nya.
"Terimakasih sayang."ucap Fandi sambil tersenyum menyambut piring yang berisi nasi itu
"Sama-sama mas."ucap Arum membalas senyuman suaminya dengan senyum manis
Sebelum makan,Fandi mengusap perut Arum dan berkata."Sayang,ayah dan ibu makan dulu yaa."ucap Fandi
"Iya ayah,ayah makan yang banyak yaa.Biar ayah semangat bekerja dan menjaga ibu untuk ku.Karena sekarang aku belum lahir,jika aku sudah lahir dan besar.Aku akan gantian menjaga ayah dan ibu."sahut Arum dengan meniru suara anak kecil
Fandi merasa gemas dengan istrinya itu,lalu dia mengecup pipi istrinya.
"Mas,makan dulu mumpung nasi nya masih panas.Nanti keburu dingin,dan kurang enak."ucap Arum saat Fandi terus mencium pipi nya kiri kanan
"Iya sayang."ucap Fandi
Lalu mereka mulai makan dengan membaca doa.
__ADS_1
*********
BERSAMBUNG