
...***...
Pukul 19.30.
Pada saat itu wanita cantik yang telah menyelamatkan Hasegawa Yuuto. Ia sedang menunggu di luar karena luka yang dialami Yuuto mungkin akan parah.
"bagaimana mungkin itu bisa terjadi?. Kenapa mereka sangat jahat sekali pada Yuuto?." Dalam hatinya sangat tidak percaya dengan apa yang ia lihat pada saat itu.
akan tetapi pada saat itu ia melihat ada dua orang dewasa yang datang?. Namun ia sangat kenal dengan salah satu dari mereka, akan tetpi Keduanya terlihat sangat khawatir?. "Natsume sensei?." Wanita cantik itu menyebut nama Natsume Sensei?.
"Eh?." Natsume Sensei sedikit terkejut ketika melihat seorang wanita cantik yang menyebut namanya. "apakah kita sebelumnya pernah saling mengenal?." Natsume Sensei bingung.
"Jahat sekali. Begitu mudahnya melupakan aku." Ucapnya dengan penuh kekecewaan.
"Coba ingat sekali lagi natsume sensei." Bisik Hase Sensei merasa tidak enak hati karena wanita itu menghela nafasnya.
Natsume Sensei mencoba untuk mengingatnya, akan tetapi pada saat itu ia belum juga mendapatkan gambaran tentang wanita itu.
"Hufh!." Wanita cantik itu kembali menghela nafasnya dengan sangat keras. "Yamazaki yui. Siswa yang pernah dekat dengan mikoto hase. Sebelum ia mengakhiri hidupnya sebelum ujian semester dua dimulai." Ucapnya sambil memberikan kartu namanya.
Deg!.
Natsume Sensei sedikit ingat tentang wanita itu. tentunya ia sangat ingat ketika ia melihat kartu nama itu
"Maaf jika aku sedikit lancang. Apakah kau kenal dengan adikku?." Hase Sensei penasaran dengan apa yang dikatakan Yamazaki Yui.
"Tidak banyak yang aku ketahui selain hase menjadi korban bully ." Jawabnya. "Kau benar-benar dokter yang tidak bertanggung jawab sama sekali sat itu. Harusnya kua memberikan perawatan pda hase, tapi kau malah membiarkannya terluka begitu saja." Ucapnya dengan penuh kemarahan yang sangat luar biasa. "Aku tidak akan mengampuni kau, atas apa yang telah kau lakukan pada hari itu." Ia seakan-akan memberikan gestur menembak kepala Natsume Sensei.
"Apa maksudnya itu natsume sensei?." Hase Sensei yang saat itu melirik ke arah Natsume Sensei . "Apakah kau bisa menjelaskan sesuatu padaku?. Apa maksud dengan ucapan nona ini?." Ia merasa heran dengan apa yang dikatakan Yamazaki Yui .
__ADS_1
"Maafkan aku hase sensei, aku akan menjelaskannya nanti." Balasnya dengan perasaan cemas.
"Untuk apa kau datang ke mari?. Apakah hase masih hidup?." Ia bertanya seperti itu . "Kenapa mikoto hase masih hidup?." Bukankah sudah sangat jelas?!. Aku menyaksikannya sendiri saat itu mikoto hase melompat tepat di depan matakau?!." Ada amarah yang isa sampaikan saat itu. Sehingga saat itu Hase Sensei dan Natsume Sensei terkejut dengan apa yang mereka lihat dari raut wajah Yamazaki Yui.
Hase Sensei dan Natsume Sensei mencoba mencerna apa yang disampaikan oleh Yamazaki Yui pada mereka. Wanita cantik itu bertanya kenapa Mikoto Hase masih hidup?.
"Biar aku luruskan satu hal padamu nona yamazaki." Hase Sensei yang berbicara duluan. "Anak muda yang kau selamatkan itu bukan mikoto hase adikku." Lanjutnya.
"Eh?." Yamazaki Yui sedikit terkejut. "Anda adalah kakaknya mikoto hase?." Ia merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Ya. Aku adalah kakak dari mikoto hase." Jawabnya. "Tapi yang kau selamatkan itu bukanlah adikku, tapi dia adalah hasegawa yuuto yang sedang bersama arwah adikku." Dengan agak ragu ia mengatakan itu
Saat itu Yamazaki Yui tidak langsung menanggapi ucapan itu begitu saj, karena ia merasa ada yang ganjal dengan ucapan itu. "Jangan mengatakan hal yang tidak masuk akal sama sekali padaku." Entah kenapa saat itu ia merasa dipermainkan oleh dua orang dewasa di hadapannya.
Namun saat itu dokter yang menangani Yuuto saat itu telah keluar dari ruangan gawat darurat itu.
"Bagaimana dokter?. apakah yuuto baik-baik saja?." Hase Sensei sangat khawatir.
"Apakah terjadi masalah yang sangat serius padanya?." Hase Sensei merasakan firasat yang tidak enak.
"Saya hanya bisa berbicara dengan kedua orang tuanya saja. Karena ini menyangkut keselamatannya." Memang jika dilihat dari raut wajahnya, dokter terlihat sangat cemas.
"Orang tuanya-." Hase Sensei tampak ragu.
"Saya adalah ibunya. Saya juga seorang dokter. Apa yang terjadi pada anak saya dokter?." Yamazaki Yui tanpa ragu berkata seperti itu.
"Baiklah, kalau begitu ikuti saya." Dokter segera mempersilahkan Yamazaki untuk segera mengikutinya.
"Ya." Yamazaki Yui langsung ikut tanpa perasaan ragu sedikitpun.
__ADS_1
Sedangkan Hase Sensei dan Natsume Sensei malah terpaku di tempat, karena keduanya kebingungan dengan sikap yang ditunjukkan oleh Yamazaki Yui.
"Apakah dulu dia adalah siswa mu, natsume sensei ?." Hase Sensei sama sekali tidak mengerti sama sekali tidak mengerti dengan apa yang telah terjadi.
"Aku hanya ingat jika dia juga adalah siswa yang sangat pendiam, tapi aku tidak menduga sama sekali jika dia pernah dekat dengan mikoto hase." Ucapnya dengan perasaan heran.
"Kalau begitu jelaskan padaku tentang apa yang dikatakan nona yamazaki tentang kau yang tidak membantu adikku saat terluka. Katakan padaku dengan sangat jelas." Ia sangat gelisah, pikirannya gelisah setelah mendengarkan ucapan Yamazaki Yui.
"Setelah ini aku akan mengatakannya padamu hase sensei ." Hanya itu saj yang bisa ia katakan pada Hase Sensei.
Sementara itu, Yamazaki Yui yang saat itu bersama dokter Taiki. Saat itu ia sangat terkejut mengenai apa yang ia dengar saat itu.
"Nyawanya dalam bahaya, karena kepalanya mengalami benturan yang sangat keras. Hingga mengalami cedera pada kepalanya. Untuk saat ini anak nyonya mengalami masa koma." Ucapnya dengan perasaan yang sangat gelisah.
"Oh?. Separah itukah?." Perasaannya saat itu sangat cemas. "Kita harus segera mengatasinya. Akan bahaya jika tidak kit atasi dengan segera." Sebagai seorang dokter muda tentunya ia sangat paham dengan itu.
"Jika bersedia, bantulah saya untuk merawatnya." Hanya seperti itu saja yang dapat ia katakan.
"Kalau begitu, saya akan membawanya ke rumah sakit ayah saya. Maaf jika saya terpaksa memindahkannya." Ucapnya dengan perasaan bersalah.
"Jika memang itu adalah pilihan baik, saya akan memberikan izin membawa pasien." Ia tidak bisa mencegahnya.
"Setelah ini saya akan menghubungi rumah sakit ayah saya utuk datang ke sini." Ia mengambil smartphone miliknya untuk segera bertindak.
"Jika ada yang bisa saya bantu, jangan sungkan menghubungi saya nantinya." Dokter Taiki memahami kecemasan yang dirasakan Yamazaki Yui saat itu.
"Ya, tentu saja." Balasnya dengan senyuman kecil.
Apakah yang akan terjadi pada Yuuto?. Kenangan seperti apa yang membekas diingatan Yamazaki Yui tentang Mikoto Hase di masa lalu?. Simak terus ceritanya. Next.
__ADS_1
...***...