
Di sebuah kamar, pasangan yang belum menikah itu masih tidur dengan berpelukan.Mereka tidak menyadari,jika matahari sudah tinggi.Itu berarti tanda nya sudah siang.
Wanita melenguh dan membuka matanya,dia melihat dinding langit ini tidak seperti kamarnya.Lalu dia menggosok mata nya dan dia merasa ada yang aneh.Dia melirik ke sisi kanannya,seorang pria tidak berpakaian.Lalu dia melihat dirinya sendiri,tanpa sehelai benangpun menutupi.
Kemudian dia melihat ke arah jam dinding,sudah pukul sepuluh siang.Dia sangat terkejut dan mengusap rambutnya dengan kasar.Bayangan-bayangan percintaan nya dengan Fandi malam tadi masih terlintas di pikiran nya.Dan dia juga teringat,jika dia belum pulang.Pasti bibi khawatir dan menghubungi ayahnya.
ASTAGA! APA YANG TELAH AKU LAKUKAN?
"Mas Fandi."ucap nya membangunkan Fandi
"Emmm......"gumam Fandi, lalu pria itu membuka matanya.Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan dan ke arah Arum yang sedang menutupi tubuh dengan selimut.
Fandi terkejut dan bangun,lalu dia melihat ke tubuhnya yang berada dibalik selimutnya.Dia tidak memakai pakaian satu helai pun.
'YAA TUHAN,APA YANG TELAH AKU LAKUKAN?'ucap nya dalam hati.Lalu dia memandang ke arah Arum yang sedang menatapnya sendu.
"Arum,aku...."ucap Fandi dengan tenggorokan terasa kering,rasa nya sangat sulit baginya untuk berkata.
"Bagaimana ini mas? Aku sudah bukan anak perawan lagi? Dan bagaimana jika ayah tahu mengenai hal ini?"ucap Arum dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya
Fandi merapatkan tubuhnya dan memeluk Arum."Arum,maafkan aku.Setelah ini aku akan meminta restu kepada ayah mu.Aku akan menikahi mu."ucap Fandi meyakinkan
"Benarkah?"tanya Arum
"Iya."sahut Fandi
BRAAKKK.....
Pintu kamar terbuka dengan kuat,terlihat seorang pria yang membuka pintu kamar itu dengan emosi.Dia menatap kecewa kepada Arum.
"AYAH."
*********
Cukup lama perjalanan yang Johan tempuh dengan pesawat yang dia tumpangi.Dia terus memikirkan tentang foto tadi, apakah itu benar-benar asli atau hanya editan.Johan berpikir,jika dia harus segera memastikan kebenaran nya sendiri.
Pesawat yang Johan tumpangi mendarat dengan perlahan.Dia pun keluar paling terakhir.Dia menelpon supir dirumahnya untuk segera datang ke bandara.Dan Johan menunggu selama sepuluh menit.Sepuluh menit kemudian,sopir Johan datang.Dan memasukkan tas Johan ke bagasi.
Kemudian dia masuk ke dalam mobil nya.
"Pak,segera ke cafe Bahagia."titah Johan
"Baik tuan."sahut sang sopir
Mobil pun perlahan melaju ke sana,tiga puluh menit yang di tempuh.Akhirnya mereka tiba disana.
"Bapak tunggu disini saja."ucap Johan
__ADS_1
"Baik tuan."ucap sopir dengan patuh
Johan pun keluar dari mobil dan memasuki Cafe Bahagia yang memang buka selama dua puluh empat jam.Dia berjalan dengan santai dan bertanya kepada penjaga disana.
"Dimana kamar yang di tempati gadis ini?"tanya Johan sambil memperlihatkan foto Arum
"Di lantai atas,tuan. Mari aku antar."ucap salah satu penjaga disana,Johan hanya mengangguk.Setelah tiba di depan kamar yang di tempati Arum.Johan pun menyuruh penjaga itu pergi dari sana.
Lalu dia membuka pintu itu,namun tidak bisa.Akhirnya dia mendobrak saja.Dan apa yang dia lihat,sungguh pemandangan yang sangat-sangat membuatnya marah.
Bagaimana tidak,gadis yang dia rawat sedari kecil hingga besar.Kini sedang berpelukan dengan seorang pria yang tidak dia sukai.Dan lebih parahnya lagi,mereka tidak mengenakan selembar pakaian pun.Hanya selimut yang menutupi tubuh mereka.Dan itu membuat Johan meradang.
Kekecewaan terlihat jelas dari wajah Johan,dia sangat kecewa dengan putri semata wayangnya itu.Rasa nya sangat sulit berkata,namun begitu dia melihat pria yang berada disamping putrinya.Seketika saja amarah kembali menguasai Johan.
Pasangan yang belum menikah itu pun terkejut melihat kedatangan Johan.
"AYAH."
"KURANG AJAR."geram Johan,lalu dia menuju ke arah Fandi dan memberikan bogeman pada wajah Fandi.Fandi yang belum sempat mengelak pun mengeluh kesakitan.
"AYAH...APA YANG AYAH LAKUKAN."jerit Arum
"DIAM KAU ARUM,AYAH KECEWA DENGAN MU. BAGAIMANA MUNGKIN PUTRI YANG AYAH RAWAT DENGAN BAIK. KINI DENGAN TEGA MELEMPARKAN KOTORAN KE WAJAH AYAHNYA SENDIRI."bentak Johan dengan emosi yang menggebu-gebu dan dia terus memukuli Fandi.
"Maafkan aku ayah, tolong hentikan!!"ucap Arum tergugu saat melihat wajah Fandi yang babak belur
Setelah berkata seperti itu,Johan meninggalkan sepasang kekasih itu.Hati Johan hancur sekali."Yaa tuhan,dosa apa yang telah ku lakukan.Aku telah gagal mendidik anak ku."lirih Johan,lalu dia duduk di kursi dekat dengan bartender
"Mau minum tuan?"tanya seorang bartender pada Johan
Johan menyahut tanpa memandang."Segelas Wiski."
Tanpa membalas perkataan Johan, bartender itu menyerahkan segelas wiski."Ini tuan."ucapnya
"Terimakasih."sahut Johan sambil memijit pelipisnya
*********
Setelah kepergian Johan tadi,Arum ingin menangis dengan keras.Saat dia melihat wajah Fandi yang babak belur setelah di pukuli oleh Johan.
"Ssttt!! Jangan menangis,sekarang pakai baju lebih dahulu.Dan segera keluar,aku akan berpaling."ucap Fandi lirih,sedangkan Arum hanya mengangguk kecil menuruti perkataan Fandi
Selesai berpakaian dia menunggu diluar kamar.Fandi pun bergegas memakai pakaiannya dengan cepat, walaupun tubuh nya terasa lengket dan remuk saat ini.Dia pun menuju ke luar,dimana disana sudah ada Arum yang menunggunya.
Mereka pun menuju ku lantai bawah dan mereka berdua melihat Johan yang sedang duduk sambil menopang kepalanya dengan sebelah tangannya.Arum melangkah dengan perasaan was-was dan takut.Dia takut jika ayah nya kembali memukuli Fandi.
Sedangkan Fandi,dia masih meringis menahan sakit di tubuhnya.Dia pun berjalan pelan bersama Arum.Dia tidak takut pada Johan,dan dia juga sadar jika perbuatan mereka berdua salah.Jika dia di posisi Johan pun,dia juga akan melakukan hal yang sama.Yaitu marah dan memukuli pria yang menodai anaknya.
__ADS_1
Tapi,kejadian malam tadi tidak ada yang bersalah disini.Mereka berdua melakukan itu dengan sama-sama suka.Sejak kejadian malam tadi,dia sudah bertekad dan berjanji.Jika dia akan menikahi Arum, apapun konsekuensinya.
"Ayah."lirih Arum begitu dia berada di hadapan sang ayah
Johan membuka matanya yang sedari tadi terpejam.Dia menatap tajam ke arah Fandi dan Arum.Lalu dia berkata kepada bartender."Apakah kau mempunyai sapu tangan dan es batu serta Paracetamol dan sebotol air mineral?"
"Tentu ada tuan,tunggu sebentar."ucap bartender,lalu pria itu mencari nya ,kemudian menyerahkan nya kepada Johan.Johan pun menyerahkan itu semua kepada Fandi.
"Kompres wajah kau disana terlebih dahulu,setelah itu bicara dengan ku."ucap Johan dengan nada dingin dan dia menunjuk ke arah sofa
Fandi pun membawa sapu tangan,es batu, Paracetamol dan sebotol air mineral.Dia melangkahkan kaki nya menuju ke sofa itu.Arum pun ingin mengikuti nya,namun dia kembali mengurungkan niatnya setelah ayah nya berkata."Mau kemana kau,Arum?"tanya Johan
"Membantu mengompres wajah mas Fandi,ayah."ucap Arum
"Biar saja dia melakukannya sendiri."ucap Johan
"Tapi, ayah....!!"ucapan Arum terhenti saat ayahnya menatapnya tajam."Maafkan aku ayah."ucap Arum kembali
"Duduk."titah Johan pada Arum untuk duduk di kursi didekat nya.Arum pun menuruti perintah ayahnya.
___
Lima belas menit kemudian......
Fandi menghampiri ayah dan anak itu."Om,,,saya akan segera menikahi Arum."ucap nya to the point
Johan menatap tajam Fandi."Jangan bermimpi."ucap Johan
"Aku berkata serius,Om. Kami sudah melakukan perbuatan terlarang,aku harus menikahi Arum.Aku hanya takut jika Arum hamil nantinya."ucap Fandi pelan
Ucapan Fandi hanya akan menambah kemarahan Johan.Johan menatap pemuda itu dan putri tunggalnya.
"Ayah. Aku mohon restui kami."ucap Arum
"Apakah dengan cara ini kalian rela mendapatkan restu dariku? Melakukan perbuatan terlarang dan ck...ck.... menjijikkan sekali."ucap Johan pelan namun perkataannya tajam sekali
Arum tercekat dengan perkataan ayahnya,namun dia hanya bisa tertunduk malu.Ayah nya tidak salah,dia yang sebenarnya yang patut disalahkan atas kejadian ini.Dia telah menjadi anak yang pembangkang.Hanya karena cinta,dia terbuai sesaat namun menyengsarakan.
"Baiklah. Kalian bisa menikah,namun Arum harus keluar dari rumahku.Apakah kau menyanggupi syarat dariku?"ucap Johan
"Ayah.....aku....!!"ucapan Arum terhenti saat Johan mengangkat sebelah tangannya
Tanpa berpikir panjang,Fandi langsung menyahut dengan percaya diri."Aku menyanggupi syarat Om. Aku akan membawa Arum pergi bersama ku setelah menikah."
Arum tidak bisa berkata apa-apa lagi,lalu Johan bangkit dari kursi nya dan membayar semua biaya tadi.Setelah itu dia menarik tangan Arum dan meninggalkan Fandi yang masih menatap kepergian mereka.
*********
__ADS_1
BERSAMBUNG