
...***...
...
...
***
...
...
"Hase Sensei?." Natsume Sensei terlihat menahan tangisnya, apa yang terjadi sebenarnya?. Apakah ada sesuatu dengan pembicaraannya dengan Hasegawa Yuuto tadi?.
"Sensei?." Hase Sensei memeluk Natsume Sensei, mungkin ia butuh sandaran saat ini. Karena itulah ia berusaha menenangkan Natsume Sensei, mungkin ada permasalahan yang tidak bisa diceritakan oleh Natsume Sensei padanya.
Namun di dalam benaknya, ia bertanya kenapa Natsume Sensei memanggil nama kecil Hasegawa Yuuto. Itulah yang membuatnya penasaran, tapi kondisi seperti ini tidak memungkinkan untuk bertanya.
Sebenarnya apa permasalahan Natsume Sensei dengan Yuuto?. Apa mereka memiliki hubungan keluarga atau semacamnya?. Kita belum tau pastinya.
Yang pasti, Natsume Sensei memiliki ikatan yang tak bisa dipisahkan dari Yuuto begitu saja. Jadi hanya perlu waktu untuk menjelaskan sampai Natsume Sensei siap untuk semua itu, demi menghentikan Yuuto melakukan kejahatan lagi.
***
Sedangkan Yuuto?.
"Apakah tidak apa-apa Yuuto?." Mikoto sedikit cemas dengan suasana hati Yuuto. Ia sedikit tahu, ia tidak ingin ikut campur. Tapi tetap saja Yuuto adalah teman berharga nya saat ini.
__ADS_1
"Um, tidak apa-apa. Yang penting dendam kita terbalaskan. Aku sudah kuat pada keputusanku, mikoto kun." Yuuto tidak ingin setengah-setengah. Terjatuh di dalam lubang lumpur dosa akan ia tanggung belakangan, yang pasti ia akan melakukannya hingga batinnya lelah sendiri.
"Aku harap kau tidak menyesalinya Yuuto." Mikoto tersenyum kaku melihat ke arah Yuuto, ia tidak akan setengah-setengah juga dalam membantu Yuuto.
"Haik, tentu saja tidak akan mikoto kun. Meski masuk neraka sekalipun, aku tidak akan menyesal, asalkan bersamamu." Yuuto tersenyum lembut, ia telah membuat keputusan yang akan ia tanggung seumur hidupnya.
Namun ketika mereka hendak menyebrangi jalan, mata Mikoto menatap beberapa orang dewasa yang sedang tertawa ria di seberang jalan mereka.
Ketika itu Mikoto menyadari siapa saja orang dewasa itu, hingga suasana hatinya berubah drastis, tentunya Yuuto menyadarinya.
"Mikoto kun, apa kau mengenali mereka?." Yuuto melirik ke arah Mikoto, tatapan mata Mikoto begitu tajam seakan menyimpan dendam pada beberapa orang dewasa di hadapannya saat ini.
"Aa, aku lupa kalau kau memiliki perasaan yang sama denganku yuuto." Mikoto hampir saja lupa, jadi tidak ada alasan baginya untuk menyembunyikan rahasia dari Yuuto.
"Haik. Ceritakan saja yuuto. Sebagai balasan terima kasihku, aku akan melakukan apa yang kau inginkan." Yuuto tersenyum tulus menatap mata Mikoto, seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Yuuto, Mikoto terdiam sesaat.
"Tentu saja yuuto. Pinjamkan aku tubuhmu sekali lagi. Ayo kita sapa teman lamaku yang membully diriku, hingga aku berakhir seperti ini." Mikoto menyeringai lebar, namun Dimata Yuuto itu tidak seram sama sekali. Justru ia ikutan tersenyum sama seperti Mikoto.
Hati Yuuto yang baik telah berubah menjadi jahat, ia telah tenggelam dalam kubangan kejahatan yang ia lakukan tanpa sadar.
"Um, ayo kita sapa mereka. Ayo kita beri mereka pelajaran, bagaimana rasa sakit yang kau dan aku alami mikoto kun." Yuuto menawarkan tubuhnya untuk dirasuki oleh Mikoto, ia tidak menolaknya. Asalkan ini semua demi Mikoto ia akan melakukannya juga, ia telah berhutang Budi pada Mikoto. Jadi tidak masalah baginya, toh ia memang jahat, dari pada berbuat baik tapi tersakiti.
Mikoto memasuki tubuh Yuuto. Saat ini Mikoto sedang mengambil alih tubuh Yuuto. Dan ia menyapa empat orang dewasa yang baru saja melewatinya.
"Yhoo nee san, nii chan. Lama tidak bertemu. Sepertinya kalian sehat ya?." Suara Mikoto sangat jelas meski meminjam tubuh Yuuto.
"Hah?. Siapa kau bocah?." Yukihira sedikit jengkel karena sikap sok akrab Yuuto. Ia menghampiri Yuuto, mencengkram kuat kerah baju Yuuto, Namun ia terkejut melihat wajah Yuuto.
__ADS_1
"Hwaaa." Yukihira melepaskan Yuuto dengan mendorongnya. Ia sangat terkejut saat melihat wajah itu, begitu juga dengan Ketiga temannya yang lain.
"Tidak mungkin, kau sudah lama mati mikoto!." teriak Tsuruhima, ia sangat terkejut melihat Mikoto Hase dengan seragam sekolahnya.
"Yaa inilah aku. Aku masih hidup dengan membawa dendam ku pada kalian." Jawab Yuuto namun yang terlihat oleh mereka adalah sosok Mikoto Hase, teman sekelas mereka yang mereka bully lima tahun yang lalu.
"Kau!. Apa yang kau inginkan sebenarnya?. Kau yang sudah mati!. Tidak usah kembali lagi!." Teriak Nakisa dengan emosi, kenapa ia malah bertemu lagi dengan orang yang harusnya ia lupakan?.
"Ckckck itu tidak adil nakisa san. Yang aku inginkan adalah kematian kalian semua." Yuuto memainkan jarinya menandakan ia tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Nakisa.
"Sialan!." Kentaro muak mendengarkan apa yang dikatakan Yuuto, ia merasa dipermainkan oleh Yuuto. Namun ketika ia hendak menyerang Yuuto, tubuh Yuuto seakan menjadi transparan, hingga pukulannya menerawang tubuh Yuuto.
"Apa?." Kentaro dan yang lainnya tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, jadi itu adalah benaran roh Mikoto Hase yang masih dendam pada mereka.
"Aku harap kalian lebih berhati-hati setelah ini. Jika kalian masih sayang dengan nyawa kalian xixixixi." Suara Yuuto membuat mereka merinding, setelah itu Yuuto seakan lenyap dari hadapan mereka.
Ancaman itu, sepertinya tidak main-main. Sorot mata itu menyimpan dendam, dendam lama yang terbuka kembali.
"Hiks, hiks apa yang harus kita lakukan yukihira kun." Nakisa menangis terisak, ia tidak menyangka kejadian lima tahun yang lalu belum hilang bahkan setelah kematian Mikoto.
Dan kini Mikoto datang membawa dendam yang berakar. Akar yang sempat putus itu ternyata menyambung lagi setelah bertemu dengan mereka.
"Aku,,, tidak tahu,,, Sepertinya mikoto sangat dendam pada kita, yang telah menuntunnya bunuh diri." Yukihira sangat menyesali perbuatannya di masa lalu. Masa ketika gejolak remaja yang sedang mencari jati diri, namun justru malah berbuat kejahatan. Dan ia harus membayarnya sekarang. Mikoto Hase sangat jelas mengatakan bahwa mereka harus berhati-hati jika tidak ingin kehilangan nyawa mereka.
Lalu apa yang harus mereka lakukan?. Kentaro, Nakisa, Tsuruhima, dan Yukihira adalah siswa yang paling bertanggungjawab atas kematian Mikoto Hase. Namun pihak sekolah melindungi mereka dengan alasan orang tua mereka banyak membantu pembangunan sekolah, jadi mereka harus terlepas dari hukuman.
Sayangnya, Mikoto Hase tidak begitu mudah memaafkan mereka, dengan sangat jelas serangam itu, seragam terakhir yang dipakai oleh Mikoto ketika ia bunuh diri.
__ADS_1
Apa yang akan terjadi berikutnya?. Akankah Mikoto melakukan hal buruk pada teman lamanya?. Apakah Yuuto akan menuruti keinginan Mikoto untuk balas dendam?. Lalu bagaimana dengan Natsume Sensei?.